Posted by Vizon | Posted in umum | Posted on 31-08-2010
Cerita mengenai telpon atau sms penipuan menurutku sudah lazim kita dengar sehari-hari. Namun, meski sudah banyak berita soal itu, tetap saja ada yang termakan tipu muslihat tersebut. Entahlah, apa penipunya yang lihai ataukah korbannya yang terlalu lemah.
Beberapa hari yang lalu, akupun menjadi “korban” telpon tipu-tipu ini. Tapi, korban yang kumaksud di sini bukan korban yang dikuras uangnya. Aku adalah korban pencatutan nama oleh sang penipu.
Aku dipercaya oleh teman-teman untuk menjadi tim pendirian sebuah BMT (Baitulmal wa Tamwil), bekerjasama dengan salah satu BMT terbesar di Yogyakarta. Karena urusan inilah, maka aku cukup dekat dengan jajaran direksi BMT ini, termasuk Direktur Utama-nya, sebut saja namanya Bu Rahmi. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in Ramadhan, tradisi | Posted on 28-08-2010
Anda tahu dengan lampu colok? Mungkin sebagian kita cukup akrab dengan istilah ini, tapi bagi sebagian lagi, istilah ini sangat asing. Wajar memang, karena lampu colok adalah semacam lentera berbahan bakar minyak tanah, berwadahkan kaleng atau botol bekas dan bersumbukan tali tambang. Yang tentu saja sudah tak ditemukan lagi.
Ya, ini adalah sebuah lampu tradisional yang dulu banyak dipakai oleh masyarakat kita. Namun, karena kemajuan zaman, lampu itupun tergeserkan dan diganti dengan lampu listrik yang jauh lebih praktis dan bersih. Istilah lampu colok banyak digunakan di Sumatera, terutama Riau dan sekitarnya. Kalau di Jawa, istilah ini barangkali sama dengan lampu senthir. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in Ramadhan | Posted on 10-08-2010
Balimau adalah tradisi masyarakat Minangkabau dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Kegiatannya adalah mandi keramas dengan diniatkan untuk membersihkan jiwa dan raga dari segala dosa, sehingga bisa memasuki bulan Ramadhan dengan penuh kesucian. Kegiatan ini bisa dilakukan sendiri di kamar mandi, atau secara bersama-sama di sungai atau tempat pemandian umum lainnya. Di masyarakat Jawa, tradisi ini dikenal dengan istilah padusan.
Kegiatan ini sesungguhnya tidaklah ada dalam syariat Islam. Ini hanya tradisi peninggalan nenek moyang yang kemudian dilekatkan dengan unsur-unsur keagamaan. Spirit dari kegiatan ini sebenarnya tidaklah ada yang salah. Hanya saja, belakangan kegiatan ini justru menjadi ajang maksiat. Sudah jadi pemandangan yang lumrah saja bila kita melihat aksi muda-mudi yang tak pantas menurut adat apalagi agama dalam kegiatan balimau atau padusan ini.
Fenomena ini patut direnungi lagi untuk kemudian memperbaikinya. Jangan sampai, sesuatu yang berspirit keagamaan, justru berwujud kemaksiatan, yang tentunya bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri.
Terlepas dari hal itu semua, yang jelas, hari ini aku juga ingin ‘BALIMAU’. Tentu saja bukan balimau yang biasa. Aku ingin membersihkan diri ini dari segala kesalahan; perkataan, tulisan maupun perilaku. Caranya? Tentu saja memohonkan maaf, dengan segala kerendahan hati, kepada sahabat narablog semuanya. Semoga Ramadhan kali ini dapat kita jalankan dengan kekhusyukan yang jauh lebih baik dari tahun lalu.
SELAMAT BERPUASA SAHABATKU…
SEMOGA BERKAH SELALU…
Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 03-08-2010
Untuk yang kesekian kalinya, tulisanku terinspirasi dari postingan Om Nh di blognya. Gara-gara beliau menuliskan tentang mesin tik, akupun tergerak ingin menceritakan pengalamanku yang cukup panjang dengan mesin yang memiliki bunyi khas itu.
Perkenalanku untuk pertama kali dengan mesin ini sekitar tahun 1982, ketika aku duduk di kelas IV SD. Aku tidak tahu, alasan apa yang membuat Papaku membeli mesin tersebut. Ketika itu, beliau baru pulang dari Kota Dumai. Beliau membawa beberapa barang yang salah satunya mesin tersebut. Dumai adalah kota pelabuhan yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Duri. Kami kerap pergi ke kota tersebut untuk berbelanja aneka barang import yang kebanyakannya dari Singapura, dengan harga yang lumayan murah. Boleh dikatakan, alat-alat elektronik di rumah kami ketika itu, dibeli di Dumai.
Kedatangan Papa dengan mesin tik itu cukup mengherankanku. Apa sebetulnya tujuan beliau membelinya. Secara membabibuta aku bertanya kepada beliau tentang mesin tersebut. Beliau hanya mengatakan bahwa mesin tersebut berfungsi sebagai alat untuk menulis tanpa pulpen. Akupun bertanya selanjutnya tentang bagaimana cara menggunakan alat itu. Ternyata, beliaupun tidak tahu cara menggunakannya. Oalah…
Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 28-07-2010
Dari banyak iklan yang tayang di televisi, hanya sedikit yang meninggalkan kesan baik di benakku. Kesan yang bernilai positif tentunya. Yakni, kesan yang mampu memberi inspirasi. Salah satu iklan itu adalah iklan sebuah pasta gigi yang menampilkan sosok ayah dan anak, Ayah Adi dan Dika namanya.
Iklan ini memang sederhana. Hanya menunjukkan taktik seorang ayah dalam membiasakan putranya menyikat gigi dua kali sehari. Tapi, bagiku ini tidaklah sesederhana itu. Disadari atau tidak oleh pihak pengiklan, pemilihan tokoh ayah dan anak lelakinya itu sangatlah besar maknanya. Sesungguhnya, jika mereka mengambil sosok ibu dan anak pun, pesan iklan itu aku yakin tetap akan sampai. Pengambilan tokoh ayah dan anak lelakinya disini, sangat menarik menurutku.
Mengapa?
Begini: Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 22-07-2010
Kaget sekali aku melihat secara sepintas tayangan sebuah infotainment hari ini. Di situ terlihat Krisdayanti berangkulan mesra dengan Raul Lemos. Dan yang tak kalah mengagetkan adalah adegan ciuman bibir antara keduanya, diperlihatkan di depan puluhan wartawan, yang tentunya disiarkan ke seantero jagat!.
Kekagetanku berubah menjadi kegeraman, tatkala sang diva berujar kalau dia tidak peduli bila semua orang membencinya, yang penting Allah sayang. Argh… ini benar-benar bikin geram…! Mana mungkin Allah menyayangi hambaNya, yang jelas-jelas melanggar aturanNya? Bukankah bermesra-mesraan dan bahkan berciuman antara manusia yang tidak terikat pernikahan adalah sebuah perbuatan yang dilarang? Aih… logikanya benar-benar tidak nyambung!
Tingkah polah artis belakangan ini memang sudah sangat kebablasan. Mereka sudah sangat silau dengan popularitas. Mereka sepertinya sudah menganggap hidup ini hanya untuk hari ini, tidak untuk hari esok. Mereka juga sepertinya hanya berpikir, kalau hidupnya hanya untuknya, tidak peduli dengan orang-orang yang terkait dengannya; orangtua, anak, kakak, adik, dsb.. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 15-07-2010
Tulisan ini awalnya adalah komentarku di blognya Om Nh dengan judul “Catering“. Tapi, karena terlalu panjang, kupikir tak ada salahnya dijadikan postingan tersendiri saja.
Bagi anda yang tinggal di pulau Jawa, tentu sudah sering melihat bus antar-kota bernama “Sinar Jaya” bukan? Nah, postingan ini, sama sekali tidak membahas itu, tapi tentang “Sinar Jaya” yang lainnya. Yaitu, sebuah rumah makan di kota Duri yang telah menjadi bagian penting dalam hidupku. Ya, itu adalah nama rumah makan milik keluargaku…
Barangkali karena jenuh, rumah makan yang sudah berdiri sejak aku balita itu akhirnya ditutup beberapa tahun yang lalu. Keduaorangtuaku mungkin sudah lelah dan ingin “pensiun”, hanya sayangnya, tak satupun dari kami anak-anaknya yang dapat menggantikan beliau. Mungkin, dunia yang tengah kami tekuni tidak sejalan dengan dunia rumah makan. Semoga suatu saat rumah makan itu kembali “bersinar dan berjaya”. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 11-07-2010
Hari ini, 11 Juli 2010, genap satu tahun aku menggunakan domain http://hardivizon.com ini. Seperti yang pernah kuceritakan di awal peluncurannya, tanggal itu sengaja kupilih untuk memudahkanku mengingatnya, karena berbarengan dengan hari kelahiranku. Sehingga, setiap kali aku memperingati hari kelahiran, setiap itu pulalah aku memperingati hari jadinya blog ini.
Selama setahun ini, aku merasakan penurunan intensitas tulisan di blog, terutama di beberapa bulan terakhir. Dan tidak hanya itu, kunjunganku ke beberapa blog sahabat juga sangat jauh berkurang. Persoalannya memang sungguh klasik, tapi memang itulah yang terjadi. Tuntutan untuk menyelesaikan studi menuntutku untuk memberikan porsi yang lebih dalam fokus. Oleh karenanya, aku mohon maaf kepada sahabat narablog semua, jika kunjunganku sangat jarang ke blog anda masing-masing. Tapi percayalah, aku sungguh merindukan untuk tetap bertegur sapa..
Pepatah kuno yang mengatakan: “Seribu sahabat tidak pernah cukup, satu musuh sudah lebih dari cukup“, sungguh sangat aku rasakan manfaatnya. Di saat kelelahan merayapi hati dan raga ini, berkunjung ataupun bertegur sapa dengan seorang sahabat sangatlah ampuh menjadi pengobatnya. Hal itu sangat aku rasakan hari ini. Read the rest of this entry »