Orang Besar


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

“Orang besar adalah yang mengabdikan dirinya di surau kecil di daerah terpencil guna mengajarkan alif ba ta…”, demikian pesan almarhun KH. Imam Zarkasyi, salah seorang pendiri Gontor.

Ketika mendengar kalimat itu, aku hampir pesimis. “Masih adakah orang seperti itu di zaman serba materi seperti sekarang ini?”, kira-kira demikian pertanyaan muncul dalam pikiranku.

pesantren-miftahul-huda.jpg

bekas sd inpres, disulap menjadi pesantren

Tapi, rasa pesimis itu seketika hilang tatkala aku bertandang ke Desa Tasik Serai Kecamatan Pinggir-Duri Riau, beberapa waktu yang lalu. Adalah seorang M. Syahman, alumni Gontor tahun 1993, Sarjana Sastra Inggris IKIP Padang, yang telah membuktikan ucapan almarhum Pak Zar tersebut.

Aku hampir yakin, apa yang dilakukannya saat ini bukan karena ingin membuktikan ucapan Pak Zar, tapi memang karena keikhlasan hati dan kebulatan tekad demi kemaslahatan umat. Hal itu dapat kulihat dari aura keikhlasan yang muncul dari dirinya. Melihat dari latarbelakang pendidikannya, adalah sangat mungkin baginya untuk beraktualisasi di hiruk pikuknya dunia, sebagaimana kebanyakan alumni Gontor dan sarjana lainnya. Tapi ternyata, dia lebih memilih ladang amal yang tidak biasa.

Ladang amal yang saat ini sedang digarapnya bernama Pondok Pesantren Miftahul Huda di Desa Tasik Serai Kecamatan Pinggir, Duri-Riau. Pondok Pesantren tersebut berada di tengah-tengah hutan, berjarak lebih kurang 50km dari pusat kota Duri. Dibutuhkan perjuangan luar biasa untuk dapat mencapai lokasi. Jalan tanah yang berlubang besar dan becek sepanjang 30km adalah salah satu hambatan menuju ke sana, di samping lokasi yang dikelilingi oleh puluhan gereja, karena daerah itu didominasi oleh umat Kristiani.

Memang bukanlah sebuah persoalan yang sangat besar soal keberadaan pesantren di tengah-tengah perkampungan Kristiani. Namun, yang menjadi motivasi utama Syahman dan kawan-kawan adalah, bagaimana memberikan pendidikan agama bagi anak-anak muslim yang ada di sekitar situ. Karena sudah dapat dipastikan mereka tidak akan memperoleh pendidikan Agama Islam bila bersekolah di sekolah-sekolah yang ada di kampung tersebut.

jalan-ke-miftahul-huda2.jpg

jalan yang becek dan berlobang menuju pesantren

Saat ini, murid2 yang belajar di sana 62 orang untuk tingkatan SMP dan 50 siswa untuk tingkat Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA). Mereka berasal dari beberapa desa sekitar yang berjarak antara 10-15 km. Setiap hari mereka mesti berjalan kaki atau bersepeda guna menuju Pesantren. Mereka belum bisa dipondokkan, karena gedung untuk itu belum dimiliki. Satu-satunya gedung yang ada adalah gedung bekas SD Inpres zaman orde baru dulu, terbuat dari kayu dan sudah lapuk. Gedung ini digunakan untuk ruang belajar sehari-hari. Cita-cita mereka adalah agar bisa segera punya asrama, sehingga para santri tidak perlu bolak-balik setiap hari.

Melihat perjuangan sahabat ini, aku merasa “kecil”, dan semakin membuka mataku dengan sebuah keyakinan bahwa ucapan Pak Zar bukanlah main-main, itu terbukti. Aku yakin, di Negara ini masih ada ribuan Syahman lainnya yang sedang berjuang sendirian. Pertanyaannya sekarang: apa yang bisa kulakukan untuk mereka? Sebuah pertanyaan yang akan senantiasa menjadi cambuk bagi diriku….


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

10 comments on “Orang Besar

  1. Temanmu itu, luar biasa, Zon. Anak Gontor yang dicekoki untuk mengabdi dan selalu ikhlas saja udah jarang yang seperti dia. Salut deh untuk Pak Syahman. Semoga perjuangannya diridhoi Allah Swt. Amin…
    ____________________

    so that, he needs our support…:)

  2. asllammualaikum

    ternyata Allah itu Maha Atas segala-galanya.
    jadi mau manggil apa yah saya, buat pak Syahman, mendingan uztad aja deh,
    Saya juga Alumni gontor, mungkin baru lulus belum tau apa2. dengan melihat situs uztad yang saya tangkap, ada cita2 yang Sangat besar dari KH Imam Zarkasyi, hmmm,,,,,
    selamat berjuang di jalan Allah ,
    Khairunnnajah, wa Salamah

    Nyet_mo 04 Blue_s Generations
    ______________________

    motto kita: “fi ayyi ardhin tatha’ fa anta mas’ulun ‘an ilsamiha
    so, mari berjuang dg apa yg kita miliki, kapan saja dan di mana saja… :)

  3. Ass wr wb

    Mudah mudahn .Allah memberkahi pak Syahman yang mau berjuang di tempat terpencil, dan tidak silau oleh gemerlap kehidupan duniawi. Amin

    Wassalamualaikum
    _____________________

    amin… paling tidak dengan doa, kita sudah ikut membantunya

  4. semoga saya dapat mengikuti jejak mas syahman memperjuangkan agama kita lewat pendidikan. dia begitu perhatian dengan nasib sodara kita disana memberikan ilmu nya sangat ikhlash tanpa pamrih hanya pahala tujuannya.
    semoga mas syahman diberikan kakuatan iman,islam yang bertamabah lagi terutam diberikan pintu surga ma Allah swt.
    Amiinnn….
    _____________________

    amin… saya yakin mas akbar akan bisa berbuat yang sama dg syahman, insya Allah… :)

  5. Pingback: orang besar #2 « surauinyiak

  6. Saat ini kami keluarga besar Alumni Gontor angkatan 1993 (biasa disebut Concord 693) sedang merintis bersama Pondok Pesantren yang digarap bersama atas nama angkatan “Pondok Modern Daarul Jameel Al Gontory” berlokasi di Kranggan Cibubur-Bekasi. Berawal dari bukan apa-apa menjadi apa-apa from nothing to something….alhamdulillah seperti halnya saudara kami Syahman, kami bersama mendukung semua perjuangan Concordian.

  7. Alhamdulilah ,,,,dan masih banyak lagi teman teman concordian yang tetap berjuang dan membaktikan diri untuk menegakkan kalimat Allah

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>