Gempa Bengkulu; Bencana Yang Berulang


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Gempa kembali mengguncang Bengkulu, provinsi tempatku bekerja. Meski saat ini aku sedang tidak berada di sana, tapi kejadian ini cukup menyesakkan dadaku. Betapa tidak? Belum habis trauma gempa Jogja yang aku dan keluargaku alami, disusul lagi dengan gempa yang melanda Sumatra Barat beberapa waktu lalu, dan kali ini disambung dengan gempa Bengkulu. Dadaku benar-benar sesak…..!

Yang membuatku semakin bertambah panik adalah ternyata gempa itu juga ikut mengguncang kota Padang, Bukittinggi dan Payakumbuh. Di kota-kota tersebut terdapat banyak kerabat dekatku, bahkan Payakumbuh adalah tempat mertuaku sekarang berada…

Sontak aku mencoba menghubungi sahabat-sahabat yang ada di Bengkulu, begitu berita itu ku lihat di layar televisi. Tapi sayang, tidak satupun yang dapat kuhubungi. Syukurnya mertuaku masih bisa kuhubungi, dan alhamduillah keadaannya baik-baik saja, meski masih sedikit takut berlama-lama berada di dalam rumah.

Menyedihkan…. Ramadhan kali ini harus diawali oleh masyarakat Bengkulu dan sekitarnya dengan gempa bumi. Di saat umat Islam di belahan bumi lain sedang bergembira menyambut kehadiran bulan kedamaian ini, masyarakat Bengkulu harus bertungkus lumus dengan goncangan perut bumi…

Aku masih ingat, pertama kali menginjakkan kaki di Bengkulu pada tahun 2001, sisa-sisa gempa yang mengguncang di tahun 2000 masih jelas terlihat. Kala itu aku hanya bisa termenung dan mencoba merasakan ketakutan dan ketegangan yang mereka alami. Pada bulan Maret 2007 yang lalu, aku pulang ke kota ini, dan sudah dapat dikatakan bahwa sisa-sisa gempa tahun 2000 sudah tidak terlihat lagi. Tapi… ternyata masyarakat Bengkulu kembali harus mengalami peristiwa yang sama. RSUD M. Yunus yang pada kejadian tahun 2000 lalu mengalami kerusakan cukup parah, di tahun 2007 ini kembali harus mengalami kerusakan yang sama… Ah… rahasia apa yang ingin diungkapkan Tuhan lewat kejadian ini…?

Bengkulu adalah provinsi yang tidak banyak diperhitungkan oleh Bangsa ini. Setelah kekayaan alamnya terkuras habis, nyaris provinsi ini dikucilkan. Kota Bengkulu sebagai ibukota provinsi ini, terlihat sangat kontras dengan ibukota provinsi-ibukota provinsi yang mengapitnya; Palembang, Padang, Jambi dan Pekanbaru. Perbedaannya sangat jauh. Pembangunan sangat lah lambat bagi kota ini. Berbagai fasilitas publik yang layaknya ada di sebuah ibukota provinsi, sangat minim, untuk tidak dikatakan tidak ada sama sekali..

Sekarang, fasilitas yang minim itu, sudah hancur karena gempa kemarin… Yah…!!!


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

2 comments on “Gempa Bengkulu; Bencana Yang Berulang

  1. iya, kemarin sempat kesulitan menhubungi kerabat disana…termasuk teman2. tp sekarang sudah pulih…..

    btw kenapa banyak yg bilang bengkulu kota mati, tp itu cuma saya dengar dari bebrapa mulut saja mas……tp saya pikir gag koq ah…..tp saya sudah lama sekali main ke pantai disana…entah tahun berapa , waktu SD klo gag salah……hmmm

    salam kenal

    mas djaloe… bengkulu kota mati itu adalah kiasan dari tidak adanya kemajuan yang signifikan dalam pembangunan di sana. dalam hal investasi pun, bengkulu sangat ketinggalan. banyak investor yg berpikir panjang untuk menanamkan modalnya di sana. faktor yang dominan adalah letak geografisnya yang tidak strategis. coba deh mas berkunjung lagi sekarang ke bengkulu, bisa dibandingkan keadaannya ketika mas berkunjung waktu sd dulu dengan sekarang, kira2 sejauh mana perkembangannya. misalkan jarak waktu dari kunjungan terakhir dengan sekarang sekitar 10 tahun, coba bandingkan dengan perkembangan kota palembang 10 tahun belakangan. saya yakin, mas akan melihat “ketimpangan” yang sangat jauh antara kota bengkulu dan kota palembang… :(

  2. keluargamu yang di Padang…gimana hardi? semoga baek-baek aja

    fikri… alhamdulillah, secara fisik keluargaku di padang baik2 saja, secara mental sudah pasti mereka mengalami sedikit guncangan.

    hal ini sama seperti yang ku alami tempo hari di jogja, secara fisik aku tidak merasakan dampak yang berarti, meski aku tinggal di bantul, namun trauma akan “goncangan” itu masih saja menghantui, terutama istri dan anak2ku. bila ada gempa kecil saja –hal ini masih kerap terjadi di bantul– mereka secara reflek melompat ketakutan. mudah2an perhalan2 keadaan ini bisa membaik..

    btw, lebaran di mana nih? malaka, palembang atau banjarmasin? gila juga daerah jajahanmu ya, jauh banget… :)

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>