Liburan Lebaran di Kaliurang


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

unjut-ajib-abang_resize.jpgHari lebaran kedua, Sabtu 13/10/07, kami berwisata ke Kaliurang di kaki Gunung Merapi. Si Abang, anak sulungku, sempat berseloroh, “Kita ngapain ke Kaliurang Pa? Mau ketemu mBah Maridjan ya?” Aku tertawa habis mendengar pertanyaannya itu. Ada-ada aja tu anak. Tapi, pertanyaan itu tidak menjadi lucu bagi putriku. Si Uni yang satu ini menatap bengong kepadaku, menunggu jawaban. Cepat aku sadari kondisi ini. Akupun memberi jawaban untuknya.

“Nak, Kaliurang itu adalah taman besar ciptaan Allah. Nanti Uni bisa lihat banyak pohon dan bunga-bunga cantik. Uni kan suka bunga, nah…nanti bisa lihat macam-macam bunga di situ”.

“Boleh Uni bawa pulang gak Pa?” balasnya.

“Boleh, tapi bukan yang ditanam di taman, tapi yang dijual di toko bunga dekat situ ya?’ jawabku.

Si Uni mengangguk tanda mengerti. Aku tersenyum bahagia.

Sesampainya di kawasan wisata Kaliurang, kami beristirahat dulu di taman bermain anak-anak untuk makan siang. Anak-anakku terlihat gembira. Sehabis makan, mereka bermain sepuasnya, berlari kian kemari sambil menikmati segarnya udara di kaki gunung Merapi itu.lbrn-xurg-37psd.jpg

Setelah puas bermain, kami lanjutkan ke hutan lindung Kaliurang. Ekspresi mengejutkan keluar dari mulut anak ketigaku, Nazhif. Begitu memasuki hutan tersebut, spontan dia berteriak dengan lidah cadelnya, “Hmmm, haluumm….” (hmm, harum). Kata-kata tersebut dilontarkannya untuk mengekspresikan kesukaannya dengan aroma hutan yang merupakan perpaduan dari aroma pepohonan, rumput, air dan bunga-bunga yang ada di situ. Rupanya si Uda yang satu ini sudah mulai menunjukkan kesukaannya terhadap alam. Mudah-mudahan kami bisa menjaga kesukaannya ini.

Lain lagi dengan si bungsu Fatih. Dia benar-benar menyukai binatang. Sebetulnya hal ini sudah lama kami sadari. Buku-buku yang diminatinya adalah yang ada gambar binatangnya, bukan itu saja, bila dia melihat binatang, dia ingin sekali menangkapnya. Kucing contohnya, meski sudah sering dia dicakar karena menarik-narik buntutnya, tapi dia tetap saja melakukannya lagi. Nah, kali ini dia kembali menunjukkan bakatnya itu. Kera-kera liar yang berkeliaran di hutan tersebut membuatnya gembira sekali. Sedikitpun dia tidak menunjukkan ketakutannya terhadap binatang-binatang itu. Padahal, ketiga kakaknya berusaha menghindar, lebih karena takut, bukan karena geli.

Dengan kosakatanya yang masih terbatas, dia berkata kepadaku: “Pa, nyet na diwak ya” (Pa, monyetnya dibawa ya).

Lalu ku jawab, “Kalau dibawa, nanti monyetnya bobok dimana? Nanti dia ndak ketemu Papa Mamanya, Fatih ndak kasian?”

Dia pun mengangguk sambil berkata, “Iya, cian…” (iya, kasian)

Dalam hati aku bersyukur, ternyata anakku tidak hanya menyukai binatang-binatang itu, tapi juga menaruh perhatian besar terhadap mereka. Sekali lagi aku berharap, semoga kami dapat menjaga kesukaannya.

Pukul 16.00, kawasan hutan lindung ditutup. Kamipun keluar dari situ, tapi masih melanjutkan bermain-main di taman. Lelah bermain, akhirnya kamipun pulang dengan penuh kegembiraan. Letih tapi bahagia… :)


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

3 comments on “Liburan Lebaran di Kaliurang

  1. Hmmm…..
    Nice to hear a happy family like this.
    Agaknya ana musti banyak belajar menjadi best father seperti ente Bro..(sumpah! ini jg bukan basabasi)

    Beruntunglah empat masa depan dunia itu…

    thanks bro… i’m trying to be a goodfather, not a godfather… :)

  2. Ane jadi ngiri nih. Ente udah punya empat, ane satu pun belum.
    Ente doain bersama anak2 ente yang imut agar gue cepat dapet momongan biar bisa main sama anak2 ente. Hualah…
    Robbi laa tadzarni fardan wa anta khoirul waritsin.
    Salam buat Abang, Uni, Nazhif dan Fatih.
    Mereka tentu beryukur punya Bapak kayak ente yang masih sempat nge-blog. He he..

    Punya anak ataupun tidak, itu bukanlah persoalan penting, karena bagiku, apapun yg Tuhan berikan buat kita, harus disyukuri dengan penuh tanggungjawab. Kesempurnaan manusia itu ada diketidaksempurnaannya…
    Ente patut bersyukur, karena dengan belum adanya anak, ente bisa dengan leluasa jalan2 keliling Indonesia dan dunia… :)
    Ok, salam juga dari “the fantastic four” ku…

  3. Wah …whatta family :)
    Memang bagi anak-anak bukan kuantitas pertemuan saja yang mereka butuhkan. Tapi juga kebersamaan yang berkualitas seperti ini …

    Jadi ngiri …

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>