Posted by vizon | Posted in liburan | Posted on 14-11-2008
Tags: alumni, classic91, gontor, puncak, tajammuk
Tajammuk adalah idiom yang hanya dimiliki oleh santri dan alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur. Kata itu terambil dari bahasa Arab “tajama’a“, yang berarti kumpul-kumpul atau istilah gaulnya kongkow.
Selagi nyantri dulu, kegiatan tajammuk ini kita lakukan di berbagai tempat, bisa di kantin, bisa di klub seni maupun olah raga, dan bisa juga di ruang kosong di bawah tangga asrama. Yang jadi pembicaraan dalam kegiatan itu tentulah hal-hal yang akan memancing tawa dan keceriaan, alih-alih buat mengurangi ketegangan atas seabreg kegiatan dan hapalan. Yang tidak boleh ketinggalan dalam kegiatan itu adalah tool-nya atau dengan kata lain, faktor pendukung, yaitu mi goreng kantin ala Gontor dan kopi yang diracik dalam satu wadah besar, biasanya kaleng bekas biskuit.
Aneh memang… Minum kopi rame-rame dalam satu wadah kaleng memang tidak lumrah, tapi justru itulah yang membuat persahabatan kita menjadi sangat erat tanpa sekat. Semua lebur dalam kebersamaan, tanpa peduli dengan latar belakang sahabat kita tersebut.
Setelah menjadi alumni, istilah Tajamuk ini tetap digunakan untuk kumpul-kumpul alumni atau reuni. Sabtu-Minggu, 8-9 November 08 yang lalu, akupun menghadiri acara ini. Acara ini adalah tajammuk khusus bagi alumni angkatan 1991 (Classic91). Bertempat di Villa Krakatau di Kawasan Ever Green Puncak Bogor, acara itu berlangsung dengan sukses dan meninggalkan kesan yang sangat mendalam.
Perpisahan yang lebih dari 17 tahun, membuat pertemuan itu benar-benar terasa luar biasa. Ada tawa, canda, dan juga haru. Celetukan-celetukan khas ala santri dulu, kembali bertebaran, dan itu mengundang tawa bahagia. Yang mengharukan adalah ketika kami kembali menyanyikan lagu hyme Oh Pondokku. Serasa darah ini menggelegar. Serempak di hati kami masing-masing membenarkan bahwa Gontor telah mewarnai kehidupan kami. Saking terharunya kami dengan lagu itu, sampai-sampai kami ulang beberapa kali. Padahal, dulu sewaktu nyantri, lagu itu lewat begitu saja, nyaris tanpa kesan. Benar kata orang, rasa cinta itu semakin dalam terasa, setelah kita saling berjauhan. Oh Pondokku…. Ibuku…
“Gue butuh kegiatan seperti ini, ini adalah semacam terapi bagi gue!“, begitu ungkapan dari salah seorang temanku yang sehari-harinya menjadi staf ahli Mentri Luar Negeri. Melihat dari volume kerja dan tingkat tekanan yang dia terima, aku cukup memakluminya. Ternyata, berkumpul dengan teman-teman sebaya dengan cerita-cerita konyol, dapat menjadi terapi yang mujarab. Aku setuju itu!
Harus ku akui, dari seluruh tingkatan pendidikan yang pernah aku lalui, masa pendidikan di Gontor lah yang paling berkesan dan memberikan banyak pengaruh bagi karakter dan kehidupanku. Persahabatan dengan ratusan orang dari berbagai penjuru tanah air dan dunia, membuat hidupku sangat berwarna dan luas. Kesan yang mendalam itu muncul barangkali dikarenakan kebersamaan yang cukup lama dan satu tempat; 24 jam sehari, 7 hari seminggu… selama 6 tahun! Ah… sulit untuk dilupakan.
Pada penutupan, kami menyanyikan kembali lagu yang menjadi khas angkatan kami “Gita Swara Persatuan”
… perjuangan ini, takkan pernah berhenti
sampai kita gapai simpati abadi
dalam sanubari insani…
Meski yang hadir tidak lebih 20% dari jumlah kami seluruhnya, tapi itu sudah cukup mengobati…
Selamat jalan sahabat,
selamat kembali ke duniamu,
sampai ketemu lagi,
di saat yang tepat,
nanti…







seru membacanya, da.
pasti berkesan sekali.
memang tak mudah mengecilkan arti kenangan yang terukir secara intensif selama sekian lama, dan mengenangnya kembali pastilah memberi romantika tersendiri.
pengalaman menyenangkan memang indah untuk dikenang, namun pengalaman pahit juga membuat kita tersenyum saat telah berhasil melaluinya.
pengalaman konyol? it always brings something to laugh about.
_____________________
[Reply]
Ya ya … kalau perjuangan berhenti, berarti mati. Selamat berjuang.
_____________________
[Reply]
wah 691 bisa ngumpul 20%
699 BlueGens aja bs ngumpul udh alhamdulillah
kapan yaa ?
hiks..
_____________________
[Reply]
inyiak seharusnya dilingkari merah, biar tau.
_____________________
[Reply]
Tajamuk kemarin memang luar biasa, Bro…
Aku nggak nyangka bakal seheboh itu…
Ternyata yang jauh2 pun seperti Surabaya, Riau, Lombok dan Buton sudi hadir di sini.
Mungkin yang dari luar negeri aja yang belum ada….
Kenapa masa di Gontor paling berkesan?
Karena di sana kita tinggal 24 jam. Jadi udah tahu luar dalamnya…
Kalau di sekolah lain kan cuma beberapa jam saja, jadi nggak semuanya terungkap.
_____________________
[Reply]
wa.. ikut bangga deh dgn para alumni Gontor..
_____________________
[Reply]
Bener zon heboh amat tuh tajamu’. gw juga ga nyangka bisa se heboh itu. dan baru kali itu pula gw bisa ketemu ama tmn2 lama setelah `18 thn. tajamu’ berikutnya dimana nih??? siap2 aja mulai dari sekarang kalau wilayah lo di jadikan tuan rumah (jogja). Konsekwensinya harus lebih sukses dibandingkan dengan tajamu’ nasional perdana loh yah!!!!! sukses deh zon buat loh…..
_____________________
[Reply]
415 waw … itu banyak sangat Uda …
Bisa mengumpulkan dan datang 20% itu sepertinya sudah merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah …
Saya yakin merekapun sudah tersebar di seluruh Indonesia …
(bahkan mungkin di Luar negeri). Mengepaskan jadwal ratusan orang itu (sekali lagi) tidak mudah …
Bisa berkumpul lagi mengenang masa-masa dulu merupakan terapi yang sangat bagus untuk men-charge energi kita yang tergerus oleh pekerjaan sehari-hari yang numpuk …
So … selamat ber tajamuk … (eh udah selesai ya …)
Salam Saya Uda …
NH18
_____________________
[Reply]
Memang kumpul-kumpul dengan teman lama itu, bisa jadi salah satu obat paling mujarab untuk melepaskan kepenatan kita, karena rutinitas sehari-hari.
Terima kasih banyak ya, Uda. Sudah mau mampir ke blog saya.
[Reply]
Wah pasti rame, banyak kenangan lama yg muncul kembali. Apalagi sudah belasan tahun berpisah. Saya juga sering datang ke acara-acara semacam reuni ini, sebagai “oase” di tengah perjalanan kita masing-masing …
[Reply]
wah, tajamuk! ternyata kenangan itu masih sangat melekat pada masvizon hingga sekarang. kongkow2 ala santeri semacam itu memang indah utk dikenang. jadi inget waktu di kampung masa kecil dulu, hehehe ….
[Reply]
ehmmm…..
klo pake mie, keknya di mantingan juga deh
(eh, biasanya seh sama nasgor githu, ato cuman nasi sisa dr dapur trus dimakan sama sarden yg dipanasin pake lilin)
cuman ga pake kopi di kaleng biskuit
oia, qt jga ga bisa kumpul2, rame2… makan mie en the gank ato nasgor di luar dapur.
)
musti diem-diem, ngumpet2 (tp di situlah, asiknya
kecuali….. klo yg dimakan jajanan kantin
[Reply]
Weks…Hardi Vizon…Classic….91…Met KoeMPOEl-KOEmPOel deh…Kami BelOEM…mungkIN kareNa Taksih BOCah…he..he…he…
[Reply]
415merentak
ribuan inspirasi jutaan harapan tertitpkan pada pundak kalian tuk diwujudkan sekali layar terkembang pantang surut ke belakang sekali langkah terayunkan pantang mundur sebelum menang terus merentak bergerak menuju tujuan sanubari insani menuju ridho ilahi perjuangan masih panjang hari ini baru langkah awal dari jutaan mil perjalanan panjang perjuangan do’a kami bersama yg selalu berjuang bravo classic91
[Reply]
partai kebatilan sejati itu kayaknya si afzon dakka deh…
[Reply]
Setuju tuh sama bos kita satu ini, kita tunggu 7 tahun lagi Son buat kumpul 699. Gak serukan kumpul-kumpul waktu masih jomblo dan bertampang kere. Ga ada yang dibanggakan. Hhhh..
[Reply]
salam kenal bang,
meski baru pertamakali kasi comment
tapi sebenarnya blog ini salah satu favorit NAz yang pasti wajib NAz kunjungi tiap hari
selamat untuk tajamuk bogornya….and
salut pada classic91…untuk tetap memberi warna pada arti persahabatan.
…..baru kemarin kau sebut aku kawan
pagi tadi kau sebut aku sahabat
bahkan kini kau sebut aku saudara……..
………………………
namun kobaran smangat persatuan
yang tak kan pernah padam……………..
begitu sedikit cuplikan dari ‘Gita Swara Persatuan’
NAz bukan alumni ataupun bagian dari classic91.
tapi NAz hapal banget dan lagu ini “juga”memberikan kesan dan masih membekas dalam dihati NAz.
tigabelas tahun yang lalu……………………………….
seseorang pernah menyanyikan lagu ini untuk NAz (soalnya dibawahnya ada gabungan nama ‘kita’ gitu) lengkap dengan aransement musiknya, dikemas dalam sebuah kaset bersama lagu2 lainya dikirim dari MESIR ke INDONESIA (manisnya….)
Dia …seseorang yang pernah memberi warna dlm hidup NAz..
Dia… mahasiswa Al Azhar kala itu, dan NAz..mahasiswi pts di surabaya.
Dia…bersama sahabat2nya membentuk group band di cairo..Idea Four..
dan Dia…ternyata salah satu anggota classic91 dan juga salah satu pengurus tajamuk nasional classic91 periode 2008 – 2010.
salam ya bang buat Dia….
memang tidak mudah mengecilkan arti sebuah ..kenangan..
_____________________
[Reply]
Assalamu Alaykum,
18 tahun berlalu, Hari perjumpaan terakhir di depan aula gontor Ramadhan 91 di atas panas matahari. Rasa iri karena enggak bisa ikut, tengok itu photo photo, hanya vizon saja yang jaga badan, handsome macam dulu aja waktu jadi bagian penerimaan tamu organisasi OPPM, Yang lain sudah gemuk rata rata…………
Moga tajammu masa depan lebih banyak lagi, kalau tajammu bisa di rencanakan dengan pasti minimum 6 bulan sebelumnya, mungkin teman teman yang jauh bisa datang.
Wassalam
Arfan M Ismail (Hasibuan)
Hoi An Vietnam
[Reply]
waaaahhhh keren bangeeettttt
ternyata banyak juga yaaa pemerhati tajamuk clasic91
btw siapa tuuuh alumni al-azhar yang ditunjuk
kasih tau dooong
sebegitunya mempromosikan classic91
buat bang vizon selamat yaaa
sukses selalu
[Reply]
jangan lupa teman kita si ucup annaba mash perlu bantuan, die lagi sakit butuh biY lumYn. syukran
[Reply]
Wah, ternyata masjid Gontor dari dulu memang sudah begitu ya bang? Saya 623, qismu-l-i’lam . Alumni masih seumur jagung sih, tapi kangennya udah banget-banget ama pondok tercinta. Kapan ya, kesana lagi. Hiks…
[Reply]
Eeeh Ternyata ada kumpul2 classic’91 yaa…wah seneng yoo bekne ono mane ojolali aku di kandani….
wong_q-per
[Reply]
wuih kira2 ada yg blum nikah gak ya?…klo ada perlu dcuriga tu…
[Reply]