kabayan dan liplap


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

kabayan liplapKabayan dan Liplap adalah judul sebuah serial animasi yang diputar saban hari Senin hingga Jumat, pukul 14.30 WIB di Global TV. Serial ini cukup menarik, karena merupakan hasil karya orang Indonesia sendiri dan berlatar budaya Indonesia.

Kabayan digambarkan sebagai seorang anak desa yang jujur, cekatan, mandiri dan selalu siap menolong. Dalam petualangannya, dia ditemani oleh seekor kunang-kunang bernama Liplap yang melambangkan “kepandaian & budi pekerti, dan alat musik calung (melambangkan kecintaannya akan kesenian nusantara).

Serial ini menceritakan petualangan Kabayan dari desa ke kota diseluruh nusantara. Dia banyak menjumpai anak sebaya dari berbagai suku dan golongan. Berkawan dan bekerjasama dengan mereka. Kabayan membantu menyelamatkan ragam budaya bangsa yang hampir punah (musik tradisional, kesenian daerah, makan khas daerah dan lainnya) dan melestarikan kekayaan alam Indonesia.

Aku suka sekali dengan serial ini. Sangat edukatif dan tentunya sangat baik dalam rangka penanaman rasa cinta tanah air pada anak. Meski belum secanggih anime Jepang ataupun Amerika, tapi setidaknya serial ini sudah dapat dijadikan penyeimbang bagi tontonan anak-anak Indonesia.

Anak-anak memang tidak akan dapat dibendung menerima gempuran produk-produk luar negeri. Tapi, bila di dalam negeri ada penyeimbangnya, aku yakin anak-anak Indonesia tidak akan kehilangan jati dirinya sebagai orang Indonesia. Perhatian dan kreatifitas sangat dibutuhkan untuk memenuhi itu semua.

Serial ini ternyata mendapat dukungan penuh dari Kementrian Perdagangan. Maka, sangat wajar bila serial ini dapat bersanding dengan gagah di samping anime-anime asing. Semoga saja, setelah ini ada banyak produser yang berhasrat memproduksi film-film animasi yang asli Indonesia dan berlatarbudaya Indonesia tentunya.

Anak-anak Indonesia berhak mendapatkan suguhan hiburan yang asli Indonesia, dan itu adalah kewajiban para dewasa negara ini, terutama Pemerintah, untuk mewujudkannya. Di negara ini ada banyak para kreatif yang mampu mewujudkan itu semua. Hanya butuh sedikit kepercayaan dari berbagai pihak, agar kreatifitas itu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa dan negara. Serial Kabayan dan Liplap telah membuktikan itu semua…

Selamat Hari Anak Nasional…. :D


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

33 comments on “kabayan dan liplap

  1. Salut dengan acara ini. Memang harus dapat dukungan semua pihak. Kalau Dora the explorer aja bisa diterima anak-anak, masak Kabayan ngga? Pertama lihat dora aku pikir buatan Indonesia malah.

    Produk jadul, Unyil aku anggap bagus dan berhasil tuh. Berarti orang Indonesia bisa kok.Selain perlu medapat dukungan, perlu belajar terus untuk meningkatkan mutu.

    EM

    Sekarang Unyil masih diproduksi, tapi dengan bentuk yang sedikit berbeda. Nama acaranya Laptop si Unyil, diputar di Trans7 setiap jam 13.00 WIB. Mumpung lagi pulkam, sempatkanlah ajak Riku dan Kai buat nonton. Tapi, apa mereka ngerti ya? hehehe… :D

  2. Bukti bahwa kita sebenarnya tidak pernah kalah dalam hal beginian ya, Uda!
    Ntar malam nyoba cari clip sejenis lainnya di Youtube ah :)

    yups… dan sangat banyak inspirasi yang bisa digali dari budaya Indonesia.
    Lihat aja langsung ke websitenya Don: http://www.kabayanliplap.com/index.php, disana ada kumpulan klipnya… :D

  3. Ya saya pikir ini keren sekali …
    Ada beberapa acara sejenis sebetulnya …
    Seperti yang uda sebut … Lap Top si Unyil … dan jangan lupa …
    Petualangan si Bolang … (Bocah Petualang)

    Salam saya

    ah ya… si Bolang… anak-anak saya suka sekali dengan acara itu. bahkan mereka suka mengidentikkan diri mereka sebagai si bolang; pakai ransel, kacu dan topi pet terbalik… :D

  4. Kita terlalu didikte oleh rating…serial bagus kadang2 tak diteruskan karena rating tak naik.

    Padahal untuk kepentingan anak, perlu acara berkualitas….dulu TPI ke arah TV Pendidikan, sayang tak diteruskan. Semoga makin banyak acara untuk anak-anak di TV yang bermutu.

    Sesungguhnya, acara berkualitas tak kalah menariknya juga lho. Tentunya bila dikreasikan dengan lebih baik…
    TPI? Miris melihat televisi yang mengusung nama pendidikan itu, sekarang justru menjadi televisi dangdut…

  5. syukurlah ada acara yg mendidik di TV. kurasa ketika aku masih kecil, acara TV utk anak2 lumayan menarik dan memang utk konsumsi anak. misalnya si Unyil dan acara yg menayangkan lagu utk anak2. skrg yg kok rasanya tayangan lagu utk anak2 tdk ada ya?

    sekarang ada acara idola cilik; kompetisi penyanyi cilik. acaranya dikemas lumayan bagus, tapi sayang, lagu yang dibawakan anak-anak itu ternyata lagu-lagu dewasa. sebuah pe-er bagi para pencipta lagu untuk lebih kreatif lagi menicptakan lagu anak-anak yang berkualitas

  6. wah.. blm pernah nonton neh… (hiks di kantor gak ada tipi)..

    saya aja sering jengah lihat acara TV kita, banyak banget yg kurang mendidik, tidak memberi contoh yg baik.
    kita orang “dewasa”pun perlu berhati-hati, apa lagi anak-anak… he..he..

    kantor apaan sih tu? kok gak ada tipi-nya? ;) *melirik ke om nh*
    btw, saya setuju bila di kantor tidak ada tipi. mengganggu sekali buat pelayanan dan kinerja. pernah sebel dengan kantor kelurahan yang ada tipinya, pegawainya melayani kita dengan setengah hati, sambil nonton tipi… huh!

    kita ini sudah dewasa ya? hihihi… :D

  7. tayangan seperti ini yang masih bisa mempertahankan nilai2 kearifan lokal, bang vizon, tdk seperti sinetron selama ini yang hanya ngejar prime time demi menangguk iklan semata. semoga banyak anak2 yang tertarik utk menonton serial menarik ini.

    ya, kita semua berharap pak sawali…
    dan semoga juga, semakin banyak ide-ide kreatif yang baik untuk dijadikan tontonan bagi anak-anak kita

  8. Wah, sejujurnya saya belum pernah lihat yang ini om. Menarik ga (dari segi animasi dan jalan cerita)? Abisnya kadang2 animasi Indonesia terlalu lambat dan kalem. Kurang greget gtu.. Tapi salutlah klo ada yang berkembang begini (didukung pemerintah pula, berarti dananya lancar, hehehe). Semoga ke depannya semakin baik ya om..

    di sana sini emang masih ada kekurangan, tapi saya pikir sudah cukup lumayan dan patut dijadikan tontonan buat anak-anak kita…

  9. Mudah-mudahan makin banyak orang yang produksi tontonan anak yang berkualitas dan mendidik, bukan tidak mungin suatu saat idenya muncul dari DA VIZON hehehe

    udah ada idenya nih, judulnya “Iboe di kampung blagu“, siapa yang mau produksi? hehehe… :D

  10. Sebetulnya orang Indonesia itu jago-jago lho soal bikin anime seperti ini. Entah kenapa belum banyak muncul film untuk anak (mungkin karena kurang didukung sponsor ya?).

    Sebelum Si Unyil yang pernah populer dalam jangka waktu cukup lama, dulu di TVRI Yogya (sekitar tahun 75 an … hwalaah … jadul banget ya :D ) ada sandiwara boneka dengan tokoh Kuncung dan Bawuk. Waktu itu sih bonekanya masih sangat sederhana, tapi ceritanya menarik, karena dalam bahasa Jawa, dan sangat akrab dengan budaya Jawa.

    Kuncung dan Bawuk? weik… menarik juga tuh namanya, mengingatkan saya pada salah satu majalah anak-anak jadul yang menjadi langganan saya… :D

  11. wahhh jangan salah uda, hampir 30 persen dari jebolan IT setiap tahunnya di terima di perusahaan multinasional dan rata-rata bekerja overseas…so siapa bilang indonesia gak punya sumber daya manusia yg oke di dunia IT, Grafik dan Animasi…cuman mungkin blom ada sumberdaya pendukung seperti fasilitas yang memadai.

    perlu digalakkan generasi mudanya bisa mau ngembangin yg beginian ya…masalahnya yg punya modal kadang gak percaya :d

    soal para ahli IT yang ok di Indonesia aku sangat percaya… buktinya, aku baru saja menikmati kecanggihan orang itu, hehehe… :D

    ya, persoalannya ada di kepercayaan para pemilik modal. untuk itu, perlu ada “martir” yang berani membuktikannya…

  12. Kalau mau buat acara-acara berkualitas memang harus didukung oleh pihak-pihak yg concern dengan kualitas. Kalau nggak nanti semua didikte oleh kemauan pasar. Jadi dukungan, subsidi atau apapun namanya dari kementrian tertentu, pemda, LSM dll. perlu untuk lebih menggalakkan produk semacam ini.

    ya.. termasuk perguruan tinggi sebagai penyedia sdm yang berkualitas kan pak? :D

  13. Dua kali saya nonton animasi ini. Dari segi grafik standar, karena finishing 3D-nya tidak mulus. Tapi apa memang animasi 3D lebih bagus dari 2D? Coba bandingkan dengan kartun Doraemon, shincan atau yang lebih sederhana The Simpson, yang setia dengan media 2D-nya. Ternyata memang bukan soal teknologi yg menjadikan sebuah animasi menarik, tapi juga tema dan kekuatan karakter yang ada. Kalau melihat karakter Kabayan yg sudah mulai terasa kuat, rasanya penggunaan model animasi 3D bisa menjadi bumerang tersendiri apabila produser tidak mampu meramu beberapa kekosongan yg timbul dalam penggunaan jenis media ini. Dalam soal suara contohnya, saya kerap menemui beberapa kekosongan seperti suasana sepi yang membuat jarak antara animasi dengan pemirsanya. Sekali dua kali memang tidak terasa, lebih dari itu, sudah cukup membuat kita bosan. Belum lagi sentimen nasionalisme yang mendikte, tentu akan berpengaruh kepada pendalaman karakter yg secara tidak sadar justru kita politisir. Saya rasa anak kecil tidak ingin tontonannya di politisir bukan? :)

    ya soal 3D saya setuju… memang sepertinya 2D masih lebih baik. sebetulnya ada beberapa animasi 2D yang diproduksi dan cukup bagus. tapi, berupa vcd yang dijual di pasar, bukan ditayang di tipi.
    soal isi cerita, memang perlu perbaikan sana-sini… tapi, tidak berarti berhenti berbuat bukan?

  14. uda, sewaktu saya menonton serial “ipin dan upin” dan “kampung boy” karya negeri jiran yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal, saya pikir kita juga bisa bikin, bahkan dengan sajian budaya yang jauh lebih kaya. dengan adanya serial anime ini, mudah-mudahan karya-karya semacam yang juga bersifat edutainment lebih banyak lagi diproduksi. dukungan pihak otoritas tentunya juga sangat diharapkan, seperti yang sudah dilakukan oleh kementrian perdagangan.

    serial ipin dan upin kalau gak salah pernah juga ditayangkan di salah satu televisi swasta kita…
    memang perlu ada yang mendobrak untuk pertama kali…
    kasus ayat-ayat cinta patut dijadikan contoh. ketika orang-orang tidak menganggap film-film religi itu patut diproduksi, ternyata aac mampu menggebrak. sehingga, setelah itu, film-film sejenis mulai diproduksi, dan bahkan sampai besar-besaran dengan budget yang luar biasa…
    aku pikir, kabayan bisa juga menjadi pendobrak untuk film-film animasi di Indonesia…

  15. kalau nggak salah dengar dari seorang tukang jual ayam, uda vizon selama minggu lalu ada di jakarta, betul?

    belum jadi… ayam yang mau dijual di jakarta belum menetas, kemungkinan minggu depan… :D

  16. wah, apa fitur berbalas komennya nggak berhasil, ya? padahal komentar di atas ditujukan sebagai balasan komentar jeung yessy muchtar tuh, da. :D

    sebentar, sebentar, saya panggil dulu tukang service-nya ya…
    riaaa… help me, orang sekampung mau berbalas pantun komen nih… :D

  17. Secara ngga sengaja aku menemukan acara Kabayan ini waktu terkapar dirumah sakti bulan yang lalu. Cukup menghibur dan aku rasa bisa menarik minat anak2 untuk menontonnya.. Lha, saya aja doyan nontonnya…hehehe… Hanya saja, merujuk ke komen hp diatas, sebenarnya ngga harus memaksakan animasi 3d, karna 2d aja cukup kok, asalkan karakternya kuat dan menghibur. Lha Spongebob aja yang gambar-gambarnya culun semua gitu bisa menghipnotis anak-anak sedunia…

    secara teknis memang masih banyak kekurangan, tapi idenya yang aku apresiasi…, patut dibanggakan

  18. Waduuuh
    saya baru tahu lho Uda ;)
    ketinggalan zaman banget yah
    hehhehe

    Nanti kalo senin pas tgl 17 agustus kan merah
    pas libur.. kira2 bisa nonton gak ya :p

    Tgl 17 agustus nanti bukannya dirimu bertugas di istana negara? hehehe… :D

  19. Hidup GLOBAL-TV yang berani melawan arus dan menayangkan animasi lokal. Tindakan yang terpuji dan patut diikuti stasiun TV lainnya . . . Ayo dukung terus animasi dalam negeri !!

    Hidup para kru…
    *Kok serasa “dikeroyok” ya, hehehe… ;)

  20. Wah, baru tahu aku ada acara seperti ini. Habis tayangnya siang sih? Emang tujuannya buat anak2 kan? Bukan buat pekerja seperti kita. Kita? Elu aja kaleee…

  21. Kemarin gw jalan2 di Gramedia Matraman, lihat ada buku2 cerita Kabayan & LipLap. Kaghet juga karena ponakan2 gw pada minta dibelikan . . . yaaah terpaksa merogoh kocek yang lagi cetek ini. Ternyata gw baca2in buat mereka dirumah ceritanya cukup bagus.

  22. Wempi blon pernah nonton ini da, tapi narasi nya angan-angan ato lebih mengarah ke dongeng ato cerita rakyak, fiksi maksudnya hehehe… (petualangan yang ditemani kunang-kunang) seperti peterpan saja ditemani peri, berbeda dengan upin dan ipin narasinya kehidupan sehari-hari dengan tokoh beserta karakternya yang komplit.

    ah… tapi wempi blon pernah nonton serial kabayan ini, hehehe… mohon dikoreksi jika salah.
    .-= Wempi´s last blog ..Tidak Fokus dan Tidak Konsisten =-.

  23. HAY mana kok kartun kabayan dan liplap gak ditayangin lg di global tv padahal asyik loh untuk kerabat global tv yang baca komentar aku tlg tayangin lg ya kartun kabayan dan lipliap oh iya aku ini adalah anak kecil yg suka dan fans berat banget sama kabayan & liplap soalnya acara ini bkn kartun biasa tp luar biasa beda sm kartun dari luar negri kebanyakan tentang berantem dan kisah kisah cerita yg aneh dan gak jelas tp kalau aku perhatiin nih semua kartun asli indonesia menambah wawasan dan pengetahuan bagi anak anak seusia aku (10 tahun)sehingga lebih baik untuk ditonton jgn cm nayangin kartun kartun yg cerita gak jelas dan aneh makanya aku minta banget sama global tv tayangin lg serial kabayan dan liplap!)OKE!

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>