tabrak lari


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Nyaris satu minggu ini kegiatan luarruangku berkurang drastis.  Aku lebih banyak di rumah. Kalaupun terpaksa bepergian, aku minta diantar istri. Gara-garanya adalah kecelakaan kecil yang kualami pada hari Selasa, 28 Juli 2009 yang lalu. Tulisan ini kutujukan sebagai apresiasiku kepada seorang Bapak yang telah membantuku dan belum sempat kuhaturkan terima kasih kepadanya.

Pagi itu, seperti biasa, aku mengantar Afif dan Satira ke sekolah. Di perjalanan pulang, aku melewati Jl. Parangtritis-Prawirotaman. Ketika itu suasana lumayan ramai. Sepertinya semua orang berpacu dengan waktu, menuju ke tempat tujuan masing-masing. Begitu juga denganku. Tujuanku adalah ke rumah, mengambil Ajib, mengantarnya sekolah dan kemudian melanjutkan perjalananku ke kampus. Tidak ada yang kupikirkan, selain melewati jalan itu dengan baik.

Tiba-tiba, tanpa kusadari, sebuah sepeda motor berusaha menyalip dengan kecepatan tinggi. Barangkali karena ingin menghindari kendaraan dari arah berlawanan, motor itu menyalip dengan posisi yang sangat rapat dengan motorku, akibatnya roda belakang motor itu menyenggol roda depan motorku. Tak pelak lagi, aku kehilangan keseimbangan. Dan… brraaakk…! Aku jatuh berguling-guling bersama motorku…!

Sejenak kurasakan bumi berputar-putar. Aku nyaris tidak menyadari apa yang terjadi. Tahu-tahu, aku sudah dibaringkan di emper sebuah toko. Tak lama kemudian, aku diangkat ke sebuah mobil. Beberapa saat di mobil itu, aku merasakan mual yang amat sangat di perut. Beruntung aku masih bisa menguasai diri, sehingga muntahanku tidak tumpah di dalam mobil. Melihat itu, si Bapak yang empunya mobil berkata: “Ndak apa-apa Mas, muntahkan saja di mobil, nanti bisa dibersihkan kok“. Dalam hati aku bergumam: “Aih, baik sekali Bapak ini“.

Beberapa menit kemudian aku sudah terbaring di ruang UGD RSU Wirosaban. Seorang perawat mengobati lukaku di kaki, tangan dan kepala. Ketika itu, dua orang polisi mendatangiku dan meminta identitasku serta nomer telpon istriku. Kucoba merogoh kantong celana, syukur sekali, ternyata telpon genggamku masih ada di sana. Segera kuhubungi istriku.

Setelah mendapat jawaban dari istri, akupun tertidur, tak tahu lagi apa yang terjadi di sekelilingku. Entah berapa lama aku tertidur, sampai aku dibangunkan oleh istriku yang sudah berada di rumah sakit tersebut. Tidak berapa lama, dokter pun datang dan menyatakan kalau kondisiku tidak begitu parah, sehingga aku bisa pulang.

Aku pun pulang ke rumah dengan taksi, sendirian. Sementara, istriku mengurusi segala sesuatunya di rumah sakit, termasuk mengambil sepeda motorku di pos polisi. Setelah beberapa jam di rumah, barulah kurasakan sakit di beberapa persendian, terutama di lutut bagian kiri. Aku nyaris tidak bisa berjalan.

Ketika istriku sudah di rumah setelah selesai membereskan semua urusan, termasuk memperbaiki motorku di bengkel, aku teringat dengan si Bapak yang tadi mengantar ke rumah sakit. Ternyata, istriku sama sekali tidak bertemu dengan Bapak itu di rumah sakit. Itu berarti, Bapak tadi hanya mengantarku dan kemudian menyerahkan segala urusannya kepada polisi.

Aku merasa bersalah sekali kepada Bapak itu. Aku belum sempat mengucapkan terima kasih kepadanya. Dia telah membantuku dengan sangat ikhlas, bahkan dia rela saja bila aku kotori mobilnya dengan muntahku. Andai aku bisa bertemu lagi dengan beliau… Tapi, argh…, aku sama sekali tidak ingat dengan wajahnya, duh… :(

Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, melalui blog ini aku ingin haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak yang telah membantuku ketika itu. Semoga Tuhan memudahkan segala urusannya sebagaimana beliau telah memudahkanku. Juga kepada orang-orang yang telah membantuku di tempat kejadian, aku haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Tuhan membalasinya dengan pahala yang berlipat ganda…


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

30 comments on “tabrak lari

  1. Cara terbaik berterimakasih pada orang yg tidak kita kenal adalah meneladani perbuatannya itu saat musibah datang kembali. Setidaknya kita mengambil alih perannya sebagai penolong tanpa pamrih. Semoga lekas sembuh da.

    Setuju sekali… itu memang sebuah keteladan yang sangat baik dan patut ditiru…
    Tenkyu bro…

  2. Uda, sungguh sedih saya membaca musibah yang menimpa Uda Vizon. Semoga cepat sehat ya Da, pulih kembali seperti sedia kala.
    Beberapa hari ini saya sulit sekali menulis komen di Surau Inyiak, selalu mental nggak bisa masuk …

    Terima kasih Bu Tuti…
    Soal komen yang mental, saya mohon maaf… ini lagi terus diperbaiki… :D

  3. walah kena musibah tabrak lari bang
    di sisi lain Allah SWT mwnunjukan ke adilan untuk kebaikan bang Vizon dimana sang penabrak kabur begitu saja namun Tetap saja ada sang penyelamat yang datang untuk menolong kang Vizon
    semoga lekas bisa beraktivitas kembali
    dan gunungkelir menanti kedatangan anda sekeluarga
    atau mesti di jemput nih mas
    salam hormat

    Iya nih Mas…
    Terima kasih atas support dan doanya..
    Wah, tersanjung banget dengan undangannya, insya Allah segera dipenuhi, tunggu kaki ini benar-benar pulih dulu ya Mas…
    Salam hormat juga :D

  4. Moga cepat sembuh, pak.. Terharu juga dengan keihklasan bapak-bapak itu.

    Terima kasih… semoga teladan beliau dapat kita tiru ya… :D

  5. MasyaAllah Uda, turut berduka … semoga jadi pengurang ‘timbangan’ di hari akhir kelak.

    Semoga sang bapak the hero membaca blog ini,atau ada yang kenal beliau untuk menyampaikan terima kasih uda.

    Semoga cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala :)

    Sebetulnya saya berharap Bapak itu membaca tulisan ini, mudah-mudahan saja ya….
    Terima kasih Afda atas doanya :)

  6. Uda…sudah sembuhkan??? dirimu baik2 saja kan? *khawatir baca ceritanya :( *
    Semoga cepat dapat beraktifitas lagi ya da…

    Buat bapak yang nolong Uda…semoga Allah memberikan pahala yang setimpal…Amin…

    Ria… alhamdulillah sudah sembuh. Kan sudah seminggu kejadiannya… *terharu dikhawatiri sama Ria*
    Terima kasih ya Ri… Semoga kejadian ini memberi pembelajaran buat kita semua :D

  7. Ya ALLAH Uda …

    Semoga Uda cepat pulih kembali ya Da …
    Untuk Bapak yang Menolong …
    Semoga ALLAH memberi balasan
    Selalu diberi perlindungan dan keselamatan …

    Untuk yang menabrak biarlah …
    Mudah-mudahan ALLAH juga memberikan petunjuk padanya …

    Alhamdulillah saya sudah baikan kok Pak…
    Ya, semoga ini menjadi sebuah hikmah besar bagi kita semua, bahwa apa yang kita tanam pasti akan kita petik…
    Terima kasih ya Pak :)

  8. Jadi teringat waktu Uda membantu peristiwa kecelakaan dulu yang pernah diceritakan itu. Orang yang suka menolong seperti Uda pasti juga ditolong. Cepat sembuh, Uda. Allahumma isyfih.

    Terima kasih Mas Racheedus… Amin Allahumma amien… :)

  9. Percaya ndak Uda, orang itu pasti memiliki hati malaikat! :)
    Aku percaya malaikat itu terkadang memang tak bersayap (pinjem istilahnya Dee)…

    So, cepat sembuh Uda. Tuhan pasti memperhitungkan amal si Bapak itu dan semoga memaafkan orang yang menabrakmu.

    Aku sangat percaya itu Don. Setiap manusia dibekali hati nurani untuk melakukan yang benar, hanya saja manusia sering menutupi nuraninya itu karena alasan-alasan yang dia benarkan sendiri…

    Terima kasih atas doanya Don, aku yakin si Bapak itu telah mendapatkan balasan atas kebaikannya itu dari Tuhan, dan orang yang menabrak justru sudah kulupakan… :)

  10. semoga tabah menghadapinya ya uda, dan semoga cepat sembuh tentunya. do’a kami menyertaimu selalu
    salam buat keluarga semuanya……….

    tenkyu bro… salam juga buat keluarga :D

  11. uda vizon, saya sedih membaca tulisan ini, walaupun lega mengetahui uda sudah mulai pulih dan ada yang membantu saat kemalangan. saya jadi ingat tulisan uda mengenai membantu dua orang wanita pengendara motor yang ditabrak lari dulu. saya pikir inilah buah manis perbuatan uda tempo hari. Allah senantiasa mengganjar perbuatan hamba-Nya dengan setimpal.

    semoga uda vizon dan keluarga baik-baik dan sehat senantiasa.

    terima kasih uni…
    bila dulu saya membantu dan sekarang giliran saya yang dibantu, alhamdulillah….
    tapi, insya Allah saya tidak akan melengkapinya lagi dengan menjadi penabrak lagi pula, hehe.. :D

  12. Uda semoga cepat sembuh ya dan ngga kapok naik motor lagi :-D
    Sama kayak komen Pak Racheedus, saya juga langsung teringat kisah tabrak lari yang pernah Uda tulis di surau yang dulu. Kadang kebaikan (dan juga kejahatan) yang kita lakukan dimuka bumi ini bisa dibalaskan secara langsung oleh Yang Maha Kuasa, atau ditangguhkan di kemudian hari, atau di balaskan di hari akhir nanti…(loh..ini kok jadi sok menceramahi santri :-D )

    Semoga Bapak yang baik hati itupun diberi balasan setimpal atas kebaikannya itu, sekarang atau nanti, wallahualam…

    Insya Allah saya gak kapok kok naik motor..
    Memang benar, bahwa setiap perbuatan itu pasti ada balasannya dari Tuhan. Hanya, jangan sampai karena konsekwensi balasan itu kita berbuat. Urusan pahala atau dosa, sepenuhnya milik Tuhan, kita hanya berkewajiban melakukan segala sesuatu yang baik, tanpa pamrih… :D

    Insya Allah Bapak itu akan mendapatkan balasan atas kebaikannya itu…
    Terima kasih Son

  13. kalo wempi dulu yang nabrak malah yang jatuh, motornya penyok, minta ganti pula… gak ingat kalo kepalanya bocor, akhirnya pingsan :D

    wah, pengalaman yang mengasyikkan juga tuh Wem… :D

  14. Uda, smoga lekas sembuh ya.. n jangan kapok bepergian.
    Saya yakin bapak itu akan mendapat buah dari kebaikannya kepada Uda
    N smoga yang nabrak bisa lebih berhati-hati n tidak nabrak orang lain lagi
    aku percaya, siapa yang menabur akan menuai

    btw, biar sdg sakit, kayaknya FB & blog masih jalan terus neh… :-)

    Tenkyu Bro…
    Justru gara-gara kaki sakit ini aku lebih banyak di depan komputer, gak bisa kemana-mana, sehingga “hobby” jalan-jalan diganti dengan jalan-jalan di dunia maya, hehehe… *ngeles.com*

  15. Semoga Cepat Sembuh Uda …
    turut berempati juga dengan keikhlasan bapak itu …

    Terima kasih Mas…
    Yup, beliau memang patut diteladani

  16. Mungkin perlu peristiwa seperti itu untuk mengerem aktifitas Uda yang terlampau sibuk akhir-akhir ini. Semoga Uda cepat sembuh (meskipun sudah saya sampaikan waktu kita chat ya)
    Dan tidak usah tergesa-gesa pergi ke jkt nya.

    EM

    Benar nechan, sepertinya memang begitu, mudah-mudahan rem-nya pakem, hehe… :D

  17. Wahhh, saya berdoa mudah-mudahan uda cepat pulih. Anak-anak tidak ikutan sedih…Mudah-mudahan bapak yang menolong uda juga diberikan rahmat dan karunia oleh TUHAN dan saya yakin, suatu saat bapak pasti di pertemukan dengan beliau…

    Cepat sembuh da…

    Ya, mudah-mudahan saya bisa bertemu dengan Bapak tersebut suatu saat.
    Terima kasih Jo… :D

  18. Semoga Uda Vizon segera sehat dan pulih kembali, dan semoga pula Bapak yg menolog Uda diberi pahala yg sesuai dengan amalannya yg patut kita semua teladani … Amin.

    Terima kasih Pak… :D

  19. Kami pernah mengalami ini, korban dilarikan kerumah saki, nyawanya tak bisa diselamatkan lagi. sampai sekarang pelaku tabrak lari masih misterius…. kejadiannya 5 tahun lalu. hik

    Wah… miris juga ya Pakde
    Semoga kita terhindar dari tindakan tidak bertanggung jawab seperti itu ya… :D

  20. Aduh Da.. sekalinya saya mampir, kok ya baca berita ini. Semoga cepat sembuh ya :)
    Semoga Bapak yang menolong tersebut juga diberikan kemudahan dalam hidupnya.. Amin..

  21. Bener seperti yang dibilang DV, terkadang Malaikat memang tidak bersayap… Jadi, siapa tahu dia memang malaikat? :)

    Uda,
    sekarang udah kembali beraktivitas atau masih berjalan2 di dunia maya, nih?

  22. Wah, bro…sorry udah lama nggak berkunjung, ternyata dikau sedang mendapat musibah. Untung ada bapak berhati mulia itu. Padahal hari minggu kemarin aku baru bercerita tentang dirimu dengan bro Amin. Semoga dikau lekas sembuh. Dan bapak tsb mendapat pahala dari Allah. Amien

  23. Mudah2an saat ini Uda kondisinya sudah membaik.
    Bapak tadi menolong Uda tanpa mengharapkan imbalan apa-apa, karena Uda orang baik, dan amal bapak tadi akan diganti oleh Allah swt.

    Semoga sehat2 aja ya Uda…

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>