puasa dari berbagai aspek


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Untuk menambah wawasan kita tentang puasa dalam berbagai aspek, artikel dari WRM Indonesia berikut ini sepertinya menarik untuk dibaca:

Kata puasa berasal dari bahasa Sansekerta “upawasa” yang berarti cara atau metode untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Menurut kamus bahasa Indonesia, puasa artinya “menahan diri”. Puasa telah dipraktekkan sejak lama, bukan hanya oleh manusia, bahkan binatang dan tumbuh-tumbuhan pun melakukan puasa demi kelangsungan hidupnya.

Selama mengerami telur, ayam harus berpuasa. Ular berpuasa untuk menjaga struktur kulitnya agar tetap keras, terlindung dari sengatan matahari, dan terlindung dari duri hingga ia tetap mampu melata di permukaan bumi.

Ulat-ulat pemakan daun juga berpuasa agar dapat menjadi kupu-kupu dan menyerbukkan bunga-bunga. Di daerah subtropis (daerah dengan empat musim), banyak binatang berpuasa di dalam liangnya selama musim dingin.

Dalam sejarah peradaban manusia, puasa ini dilakukan oleh hampir seluruh bangsa atau umat di dunia. Bangsa Mesir kuno, Tionghoa, Tibet, Yunani, ArabmaupunYahudi sejak dulu sudah mengenal puasa. Puasa juga dilakukan oleh hampir seluruh penganut agama, baik Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, maupun Budha. Setiap bangsa atau umat melakukan puasa dengan motivasi, bentuk, macam, dan cara yang tentunya berbeda-beda.

Menurut Encyclopedia of Religion, bangsa-bangsa berkebudayaan tinggi dan kuno sebelum masehi seperti bangsa Roma, Yunani, Mesir Purba, Natches di Amerika Tengah, dan Cina berpuasa untuk memuja roh nenek moyang, membersihkan dosa dan persiapan menjadi pemimpin atau ketua agama.

Orang Yunani berpuasa sejurus sebelum pergi berperang. Sementara itu orang Roma berpuasa terutama jika diserang musuh untuk memperoleh kemenangan. Mereka percaya puasa akan menguatkan, karena mengajarkan kesabaran dan ketahanan, dua nilai yang diperlukan untuk kejayaan dalam perjuangan melawan musuh yang nyata dan nafsu yang tidak nyata. Puasa juga dilakukan orang Cina purba supaya lebih tegar dalam menghadapi berbagai cobaan dan kesengsaraan, juga untuk menghemat bekal makanan. Suku Indian di Amerika Utara berpuasa sebelum atau sedang dalam ikhtiar untuk mendapatkan visi. Adat Mesir, Babylon purba dan beberapa suku di Peru sebelum zaman Columbus menganggap puasa sebagai satu cara untuk menebus dosa serta untuk menunjukkan kesedihan atas kesalahan yang telah dilakukan.

***

Dalam perspektif Islam, disebutkan bahwa puasa sudah diwajibkan kepada semua umat sejak dahulu. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Baqarah : 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Ibnu Katsir dalam tafsir Al Qur’an yang disusunnya mengatakan bahwa sejak Nabi Nuh hingga Nabi Isa puasa wajib dilakukan tiga hari setiap bulannya. Begitu pula Nabi Musa bersama kaumnya berpuasa selama empat puluh hari. Dalam QS. Maryam dinyatakan Nabi Zakaria dan Maryam sering mengamalkan puasa. Nabi Daud sehari berpuasa dan sehari berbuka pada tiap tahunnya. Nabi Muhammad saw. sebelum diangkat menjadi Rasul telah mengamalkan puasa tiga hari setiap bulan dan turut mengamalkan puasa Asyura yang jatuh pada hari ke 10 bulan Muharram bersama masyarakat Arab Quraisy yang lain. Malah masyarakat Yahudi yang tinggal di Madinah pada masa itu turut mengamalkan puasa Asyura.

Umat Islam diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan berdasarkan wahyu kepada Nabi Muhammad s.a.w. pada bulan Sya’ban tahun 2 Hijriyah, dan kemudian dikuatkan lagi dengan wahyu yang terjadi pada bulan Ramadhan berikutnya semasa Nabi Muhammad berada di Madinah. Umat Islam diperintahkan untuk berpuasa, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas seksual dengan tujuan untuk dipersembahkan kepada Allah SWT saja. Puasa ini diperintahkan karena dapat mensucikan jiwa dan membersihkannya dari gangguan syaitan yang mungkin menyelimutinya (mix with the souls) dan dari perilaku yang tidak baik.

Bulan Ramadhan dipilih sebagai waktu diwajibkannya puasa untuk umat Islam, karena Allah memuliakannya dibandingkan dengan bulan-bulan lain dengan memilihnya untuk menurunkan Al Qur’an dan kitab-kitab suci sebelumnya yang diturunkan kepada Rasul-Rasul-Nya.

Menurut HR. Imam Ahmad, “Suhuf (Lembaran-Lembaran) Ibrahim diturunkan selama malam pertama bulan Ramadhan. Taurat diturunkan selama malam keenam bulan Ramadhan. Injil diturunkan selama malam ke-13 bulan Ramadhan. Allah menurunkan Al Qur’an pada malam ke-24 bulan Ramadhan”.

***

Di samping puasa ditujukan untuk ibadah ritual, ternyata banyak manfaat lain yang bisa dipetik sewaktu menjalankannya, misalnya membersihkan racun tubuh. Demikian rangkuman dari berbagai penelitian, antara lain yang dilakukan oleh Prof. DR. Made Astawan (seorang ahli teknologi pangan dan gizi dari Institut Pertanian Bogor, IPB), Dr dr Ahmad Zainullah, SpP (seorang dokter ahli penyakit paru yang mendapat gelar doktor dengan disertasi tentang puasa di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya), dan dokter Shahid Athar, MD (seorang Profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Indiana).

Dengan berpuasa, seseorang dapat mengurangi beban kerja organ-organ tubuhnya, membersihkan tubuhnya dari berbagai jenis racun, dan membantunya dalam proses penyembuhan bermacam-macam penyakit.

Manfaat puasa ini dapat dijelaskan secara ilmiah dan medis. Lambung manusia secara ideal seharusnya mengandung padatan (makanan), cairan (minuman) dan udara untuk pernapasan masing-masing sepertiga bagian. Puasa bermanfaat untuk menyeimbangkan ketiga bagian tersebut karena dalam keadaan tidak berpuasa orang cenderung memenuhi lambungnya dengan makanan dan minuman. Metoda puasa ini bahkan sudah diterapkan di negara-negara maju sebagai salah satu upaya terapi untuk penyembuhan beberapa penyakit, khususnya penyakit akibat kelebihan makan (fasting therapy).

Di samping untuk menjaga keseimbangan lambung, manfaat lain dari puasa adalah untuk mengurangi senyawa toksik yang berasal atau terbawa oleh bahan makanan, misalnya lemak, nikotin, alkohol, kafein, dan monosodium glutamat (MSG). Dengan berpuasa, bahan-bahan beracun yang sudah masuk ke dalam tubuh serta mengganggu sel, jaringan dan organ dalam tubuh dapat dilepaskan.

Puasa yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dipersepsikan akan menuju positive coping style (bentuk penanggulangan yang positif), sehingga menimbulkan ketenangan. Ketenangan jiwa ini diperoleh dari usaha untuk menahan amarah. Umat Islam senantiasa mengingat nasehat Nabi Muhammad s.a.w. yang mengatakan, “Jika sesesorang menghujatmu atau menyulut emosimu, katakanlah bahwa saya sedang berpuasa.” Ketenangan inilah yang dapat memperbaiki imunitas yaitu bentuk pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi.

Hasil dari beberapa kajian ilmiah menunjukkan bahwa puasa terbukti aman bagi siapa saja. Oleh karena itu, puasa sebaiknya dilakukan secara teratur dan berkala. Lagi pula, puasa juga terbukti sangat efektif untuk regenerasi sel dan peremajaan tubuh. Siapa sih yang tidak ingin awet muda? :D

So, selamat berpuasa… :D


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

25 comments on “puasa dari berbagai aspek

  1. bener banget om, puasa itu sangat baik untuk kesehatan kalo dilakukan secara teratur. saya juga mau kalo awet muda om :)

    selamat berpuasa om…

    ada lagi yang bisa awet muda, yaitu berlaku sinting di antara orang2 sinting, hehehe… :D
    selamat berpuasa juga zul..

  2. Puasa mungkin berat bagi orang yang baru pertama kali melaksanakannya (atau di awal-awal Ramadhan bagi yang jarang puasa pada hari-hari selain Ramadhan). Tapi bagi yang biasa puasa Senin-Kamis, puasa tidaklah berat. Apalagi bagi yang menjalankan puasa Daud, puasa nggak puasa sama saja, tubuh tetap segar.

    Selamat berpuasa bersama seluruh keluarga, Uda

    benar sekali bu tuti, alah bisa karena biasa, begitu kata para tetua kita dulu…

    selamat berpuasa juga bu tuti

  3. Wah, baru kali ini saya mendapatkan informasi puasa yang selengkap ini. Terima kasih ya, Bro. Mohon maaf lahir dan batin….

    sama-sama bro, semoga bermanfaat.. :D

  4. infonya banyak…
    selamat puasa ya, Uda.
    semoga selain bertambah sehat, juga semakin bertambah imannya :)

    terima kasih kris…
    kalau ke jogja, kita bisa kopdar sambil buka puasa dong ya, hehe… :D

  5. Ternyata puasa udah ada dari dahulu kala dan dilakukan oleh berbagai macam suku bangsa dan agama ya, uda?

    keren… nice posting

  6. HHmmm Puasa dari sudut pembahasan yang lain …
    Ini sungguh berguna sangat Uda …

    Terima kasih penjelasannya

    Salam saya

  7. Terimakasih ,tambah ilmu nih Uda
    Yang Bunda alami,ada orang puasa…marah marah…trus dia jelaskan…”saya ini puasa lho “…marah lagi..,jelaskan lagi “saya ini sedang puasa lho “…marah lagi.
    Dalam hati saya tertawa…lha dia yang bolak balik marah je…kok aneh ?
    Itulah uda,banyak orang puasa belum paham akan maknanya,kasihan…

  8. nice posting..
    membuka wawasan dari pelbagai sudut, terima kasih uda…

    btw, kalo bulan puasa, fotonya pakai peci gitu yach, he.he..he..

  9. Uda…selamat berpuasa ya…

    tulisan Uda sangat sarat pengetahuan nih..
    tapi yang saya heran, kok awal puasanya nggak bersamaan ya? kenapa tuh? kesannya jadi (maaf) nggak kompak.
    maafkan saya yang tak memahami Agama Islam, tapi saya pikir alangkah indahnya jika puasa dimulai dan dijalani bersama tanpa ada pertikaian versi negara dan versi kalangan tertentu..

    salam,
    nana

    wah, ini bakal panjang sekali, kayaknya bisa jadi postingan nih, hehe…
    simpelnya gini:
    perbedaan itu terjadi karena perbedaan metodologi. ada kelompok yang menggunakan metodologi rukyah, yakni melihat munculnya bulan sebagai tanda awal ramadhan, ada kelompok menggunakan metodologi hisab, yaitu menggunakan perhitungan dengan rumus-rumus tertentu. perbedaan ini tidak menjadi suatu yang penting-penting amat, karena keduanya memiliki alasannya masing-masing. ini hanyalah masalah interpretasi, bukan esensi. yang esensi adalah puasa ramadhan itu wajib bagi umat islam dan itu tidak ada yang tidak sepakat. hanya, kapan ramadhan itu dimulai, masing-masing kelompok punya interpretasinya sendiri-sendiri…

  10. So, selamat berpuasa Uda :)
    Semoga amal ibadahmu dan keluarga terutama di bulan suci ini diterima Tuhan dan diganjar pahala serta kemudahan-kemudahan dalam hidup.

    Salam hangat dari jauh…

  11. Wah, jadi makin semangat nih puasa habis dapat pencerahan dari Uda Vizon :-D

    Oiya, mungkin efek psikologis dari orang Yunani dan Romawi yang berpuasa sebelum berperang adalah supaya bertarungnya jadi beringas. Liat aja singa yang kelaparan biasanya bertarung lebih ganas dibandingkan singa yang kekenyangan. Bawaannya pengen cepat-cepat selesai perangnya (dan berakhir dengan kemenangan tentunya) biar bisa dipuas-puasin makan setelahnya :-D Ini cuma analisa naif dari saya, lhoo..

  12. Informatif sekali, da..
    Aku juga pernah mendengar puasa bisa membersikan racun dalam tubuh. Hmm.. apakah itu sebabnya kenapa sebelum operasi, orang itu harus puasa terlebih dahulu.

  13. Wah, upuwasa sebagai asal kata puasa dan berasal dari bahasa sanskerta sepertinya baru saya baca dari bahasan ini. Jarang yang bahas. Apa banyak yang kurang tahu ya? Selama ini, pendekatan makna puasa, masih dilakukan lewat medis dan falsafah arab, dan masih jarang falsafah yang sifatnya lokal
    Terima kasih ilmunya, semoga puasa ini bisa lebih baik lagi, amiiin…

  14. subhanallah, ternyata demikian besar manfaat puasa, baik utk kesehatan fisik maupun psikis. semoga ramadhan tahun ini menjadi momen yang tepat utk melakukan ibadah puasa sunnah yang lain.

  15. untuk awet muda ya :D
    kata dokterku juga sakit maag bisa sembuh kalo secara teratur mengistirahatkan perut…hehehehe

    semoga puasa kali ini membawa manfaat buat kita ya da’

  16. Uda, mau tanya klo yang tinggal di daerah ekstrim yang siangnya lebih panjang, apakah ada dispensasinya uda?
    ada pertanyaan dari teman saya, dia tinggal di Norwegia yang klo musim panas, matahari terbenam bisa di atas jam 10 malam.
    .-= Ade´s last blog ..So Far So Good =-.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>