siapakah yatim?


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Setelah tertunda karena sakit, akhirnya Dr. Khalid Hasan Hindawi, pimpinan Yayasan Athiyah Khairiyah dari Qatar jadi juga datang ke kampung Kweni hari Selasa dan Rabu (25-27 Agustus 2009) kemarin. Kedatangan beliau adalah dalam rangka melanjutkan proyek pendirian panti asuhan bagi anak-anak yatim yang ada di Kweni dan sekitarnya. Cerita tentang panti ini, dapat dibaca di postingan lamaku berjudul: “yatimkah dia?“.

Pembangunan panti ini memang tertunda-tunda, lantaran krisis global yang mengakibatkan para donatur dari Qatar tersebut terkena imbasnya. Namun, dengan usaha yang gigih dari Dr. Khalid, maka sedikit demi sedikit berhasil dikumpulkan donasi. Meski tidak bisa langsung membangun secara keseluruhan seperti dalam perencanaan semula, tapi pelan-pelan gedung itu akan terbangun juga secara bertahap.

Perkenalanku dengan Dr. Khalid terjadi ketika peristiwa gempa Jogja tempo hari, seperti yang pernah kuceritakan dalam postingan mengenang 3 tahun gempa Jogja. Dari perkenalan itu, berbagai kegiatan sosial kami buat di Kweni, sampai akhirnya rencana pendirian panti asuhan ini tercetus.

Dalam pertemuan dengan anak-anak yatim kemarin, ada sebuah nasehat yang dilontarkan Dr. Khalid yang membuatku terkesan. Begini:

Anak-anakku sekalian…

Kalian patut bergembira dan bersyukur. Karena, meski secara lahiriah kalian telah kehilangan ayah atau ibu dan membuatkan kalian menjadi yatim, tapi kalian tidak sedikitpun luput dari limpahan kasih sayang. Begitu banyak orang-orang baik yang memperhatikan kalian, baik dari segi pendidikan maupun kehidupan.

Ketahuilah anak-anakku…

Ada banyak anak-anak yang memiliki orangtua komplit, tapi kehidupan mereka begitu gersang. Tidak ada kasih sayang dari orangtua. Mereka hidup sendiri di rumah. Orangtuanya sibuk dengan urusan dunianya. Anak-anak itu, meski secara lahiriah berorangtua lengkap, namun pada hakikatnya mereka adalah anak-anak yatim. Yatim dari kasih sayang dan pendidikan.

Kalimat itu seolah menampar diriku. Jangan-jangan, aku telah membuat “yatim” anak-anakku dengan kesibukanku sendiri dan membuat mereka luput dari perhatianku. Semoga saja tidak demikian…

vizon dan anak yatim


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

37 comments on “siapakah yatim?

  1. inspiring bro
    memang di era serba materialis saat ini
    acapkali anak2 tak lagi kenal ortunya
    karena mereka trll mendewakan karier
    dan jabatannya….
    semoga kita bs menjadi hambaNYA
    yg selalu pandai merawat dan
    menjaga amanahNYA…..

    Terima kasih Bang Mike…
    untuk doanya, saya sangat mengamininya… :D

  2. satu pencerahan yang indah saat aku juga berkumpul dengan anak yatim sungguh sangat mengena untuk kita yang kadang meyatimkan anak anak kita sendiri
    salam
    .-= genthokelir´s last blog ..Setahun Berlalu =-.

    ya mas, semakin sering kita berkumpul dengan mereka, semakin besar penghayatan kita akan arti “memilki anak”
    salam juga mas :D

  3. mrinding aku mbacanya…
    walaupun mereka yatim, masih ada kasih sayang yang bia mereka peroleh
    n masih banyak yatim-yatim yang sama sekali gak dapat kasih sayang..
    anak kita, tentunya jangan sampai mengalaminya
    tentu sangat membuat pilu
    anakku, aku mencintaimu dengan tulus

    kalimat terakhirnya bikin merinding euy… :D

  4. Uda…..
    tulisan ini menyentuh banget…
    aku pernah menghadapi anak-anak dengan kemewahan tapi hidup mereka “gersang”…
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Petasan =-.

    Nana…
    thanks…
    semoga anak-anak itu sekarang telah beroleh “guyuran” kasih sayang ya… :D

  5. Banyak orang berpikir bahwa pemenuhan kebutuhan yang utama adalah kebutuhan materil tanpa memperhatikan kebetuhan akan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya. Hingga akhirnya, anak tumbuh dengan gaya hidup yang berlimpah tanpa adanya moral yang mengikat, naudzubillah. Semoga tidak terjadi pada kita…

    Amin… semoga kita terhindar dari itu semua ya Ilham… :D

  6. Kalimat yang dikeluarkan oleh Dr. Khalid sangat dalam sekali da. Harus diingat ama anak-anak muda yang akan menjadi calon-calon orang tua..
    .-= Soni Satiawan´s last blog ..Halalkah Makanan ini??? =-.

    Tidak hanya sama anak-anak muda harus diingat, sama yang udah jadi orangtua jauh lebih penting untuk diingat… :D

  7. apakah wempi yang sedari kecil tinggal sama kakek dan nenek menjadi yatim dari kasih sayang dan pendidikan dari bapak dan ibu?
    .-= Wempi´s last blog ..Banjir di Bulan Ramadhan =-.

    insya Allah tidaklah Wem, bukankah selama tinggal sama nenek, keduaorangtua Wempi masih tetap memberi perhatian? :D

  8. Wah salut, Uda!
    Sampaikan salam untuk beliau karena hati yang emas :)

    Bagi saya anak yatim adalah para koruptor :) Mereka yatim perasaan puas akan materi :)
    .-= DV´s last blog ..Ramadhan dalam Ingatan =-.

    Ok, nanti kusampaikan salammu pada beliau…
    Koruptor adalah yatim? ya, benar sekali Don. Ada pepatah yang mengatakan begini: “Bukanlah yatim yang tiada orangtuanya, tapi yatim adalah orang yang yatim ilmu dan adab

  9. Ah …
    Benar juga kata Dr Khalid itu …
    Yang menjelaskan hakikat Yatim yang sebenarnya …

    “Masih ada orang tua … tapi justru anak-anak tidak merasakannya …”

    Makasih Banget Uda …
    Makasih juga Dr Khalid

    Salam saya

    Semoga kita terhindar dari perilaku tidak memperhatikan itu ya Om…
    Makasih juga Om… :D

  10. wah, saya ingin bisa mendirikan panti asuhan juga.

    bersyukurlah uda dan anak-anak di kweni memperoleh donasi dari saudara yang begitu baik hati. selamat mengemban amanah yang besar ini, uda.
    .-= marshmallow´s last blog ..Maafkan Aku, Negeri! =-.

    semoga niat uni itu bisa terwujud…
    eh, bagaimana kalau di kampung blagu kita dirikan panti asuhan? sero bantuaknyo tu… :D
    doakan agar kami senantiasa menjadi orang yang penuh syukur dan ikhlas, terima kasih uni

  11. jujur om, membaca nasihat ini saya hampir menangis di pagi hari…

    saya ambil potongan:
    Ketahuilah anak-anakku…

    Ada banyak anak-anak yang memiliki orangtua komplit, tapi kehidupan mereka begitu gersang. Tidak ada kasih sayang dari orangtua. Mereka hidup sendiri di rumah. Orangtuanya sibuk dengan urusan dunianya. Anak-anak itu, meski secara lahiriah berorangtua lengkap, namun pada hakikatnya mereka adalah anak-anak yatim. Yatim dari kasih sayang dan pendidikan.

    tak pernah ada kasih sayang tak pernah ada pernah ada perhatian dan tak pernah ada bimbingan. semua berjalan aja dengan sendirinya seorang diri…tp, tetap bersyukur dan alhamdulillah, dengna kondisi seperti itu bisa jadi seperti saat ini yang tetap bertahan tanpa ada keluhan. dan mungkin hal itu pula yang menjauhkan saya dari sifat manja :)
    .-= Zulhaq´s last blog ..Sinting Spesial Ramadhan #2 =-.

    masak sih orang sinting bisa nangis…? hehe… :D
    kondisi yang pernah zul alami sedari kecil, tak perlu disesali, toh sudah berlalu. jadikan ia pelajaran untuk ke depan bila dirimu memiliki keluarga… kata mario teguh: “kesalahan itu yang harus dilupakan adalah lukanya, tapi yang harus tetap diingat adalah pelajarannya”

    • ehhmm, ya bisa dunk om. orang sinting juga kan manusia he2.
      pasti om, segala sesuatu pasti dijadikan pembelajaran yang berharga :)

      good… I like it!

  12. saat kita tak memiliki anak, rasanya segala cara akan ditempuh.. segala persyaratan berjanji akan dipenuhi.. tapi saat anak itu sudah berada dalam rumah kita, seringnya diacuhkan, tak pernah memahami sepenuhnya hak-hak mereka.. padahal kita adalah wakil yang dipercaya ALLAH SWT untuk menjaga mereka sepenuh hati..

    semoga selalu diingatkan, terimakasih ya vizon.. **sok pede panggil vizon, lihat fotonya tua-an bundo :D
    .-= nakjaDimande´s last blog ..11 tahun cahaya di rumah kita =-.

    benar sekali bundo… sebagian orang sangat merindukan kehadiran anak, sehingga segala cara ditempuh, sementara di bagian lain, ada orang yang mudah mendapatkan anak, tapi menyia-nyiakannya…
    rasa syukur akan apa yang didapat, itulah yang seharusnya kita lakukan…

    gpp bundo, mau panggil saya apa saja bolehlah, kan masih remaja ini… hehehe…
    *dikeroyok orang sekampung*

  13. Saya jadi tercenung, apakah saya juga sudah membuat yatim kedua anak saya? Semoga saja tidak. Orang tua memang sering sibuk dengan dunianya sendiri, sehingga melupakan anak-anaknya.
    .-= racheedus´s last blog ..Miss Universe =-.

    Saya percaya Mas Rashid tidak akan membuat yatim kedua anak Mas, haqqul yakin malah, hehe… :D

  14. Tulisan yang mencerahkan Uda,
    Sebagai orangtua kita wajib mendidik dan membuat anak-anak dekat dengan orangtuanya
    Bukan hanya memberikan materi saja, justru non materi yang sangat diperlukan agar batin anak-anak kita menjadi kaya.
    .-= edratna´s last blog ..Sopir Taksi =-.

    setuju sekali bu enny…
    materi memang penting, tapi bukan segalanya :D

  15. Saya percaya, meskipun Uda sangat sibuk, tetapi anak-anak Uda selalu merasakan kehadiran dan kasih sayang Uda beserta Uni Icha. Salam untuk mereka semua ya.

    Uda, yang di foto itu bangunan baru untuk anak-anak yatim kah?
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Meniko Batik Mas, Mbakyu …. =-.

    terima kasih bu tuti, doakan agar kita semua tetap konsisten…
    gedung itu belum lagi jadi, yang di foto itu adalah masjid an-najwa, yang dulu pernah bu tuti lewati.. :D

  16. Bunda percaya,meski uda dan uni sangat sibuk…tetapi sangat memperhatikan anak anak.
    Jangan sampai kita tak sadar dan lupa…tahu tahu anak anak sudah menjadi dewasa.
    Bunda telah mengalami,betapa semua hal hal kecil,kedekatan dan kasih sayang kita akan membekas sampai kapan pun dan menjadi kenangan indah yang selalu merekatkan kasih sayang dalam keluarga.

    Terima kasih bunda…
    Terus terang, kami sangat terinspirasi dari bunda dan bapak. dari cerita bunda di blog kami jadi bisa belajar bagaimana merekatkan hubungan ortu-anak sehingga terasa manis dan membahagiakan… :D

  17. Minimal aku belum menambah daftar anak yatim, bro…
    Wong belum ada yang ditelantarkan?

    Meski ente tidak ada yang ditelantarkan, tapi aku sangat yakin, ente telah jadi “bapak” bagi banyak anak, iya kan?

  18. banyak sekali contohnya uda…
    semoga setelah nanti aku memiliki anak-anak sendiri aku akan senantiasa jadi ibu yang penyayang dan siap sedia untuk anak2ku :D

    masih mo nyumbang kayak beberapa bulan yg lalu?
    let me know ya…judulnya kira2 sama dengan judul postingan uda nih :D
    .-= Ria´s last blog ..Perjalananku Day 5 – Day 7 =-.

    Ya, seperti anak-anak yang di Pekanbaru itu, mereka terpaksa menjadi yatim… kasian.
    Insya Allah Ria, I’ll do the same :D

  19. sungguh indah dan bermakna sangat dalam nasihat Dr. Khalid ini bang, sebagai renungan di bulan ramadhan

    Insya Allah Gus… semoga bermanfaat ya… :D

  20. assalamu’alaikm…..
    mas maaf alamt panti asuhannya dimana yach…..;-)
    insyaallah saya dg tmn2 mau silaturrahmi ksn….

  21. Pingback: SURAU INYIAK » Blog Archive » mereka tersenyum… :)

  22. Pingback: SURAU INYIAK » Blog Archive » mendadak yang tidak sia-sia

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>