hang out

Aku dan istri sudah sepakat untuk memberi apresiasi kepada anak-anak atas prestasi puasa mereka dengan mengajak berbuka bersama di luar rumah. Hari Minggu kemarin, niatan itupun terwujudkan. Tempat yang kami pilih adalah Goebog Resto yang terletak di perempatan ring road-jalan Wonosari. Karena sudah reservasi sebelumnya, maka kamipun berangkat dengan agak santai.

Kami keluar dari rumah pukul 16.00. Sebetulnya, kalau tidak mampir kemana-mana, jarak tempuh paling 15 menit. Tapi, karena ingin jalan-jalan sambil melihat-lihat suasana sore Ramadhan di Jogja, kamipun mengambil jalan memutar. Dari beberapa tempat yang kami lalui, sepertinya menarik untuk diceritakan.

Tempat pertama yang kami lalui adalah Panggung Krapayak. Yaitu, sebuah bangunan berbentuk simetris (nyaris seperti kubus) yang dahulu digunakan oleh keluarga kraton sebagai tempat membidik binatang sambil berlindung ketika berburu. Bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana I yang bertahta 13 Februari 1755 hingga 24 Maret 1792. Panggung Krapyak terdiri atas dua lantai. Kedua lantai tersebut dihubungkan dengan tangga yang terbuat dari kayu (tangga ini sekarang sudah tidak ada lagi). Lantai atas merupakan lantai yang terbuka dengan pagar yang juga terbuat dari tembok mengelilingi setiap sisi lantai.

Konon, dahulu wilayah Krapyak yang berada di selatan Kraton Yogyakarta ini adalah hutan lebat. Beragam jenis hewan liar terdapat di sini, salah satunya rusa atau dalam bahasa Jawa disebut menjangan. Tak heran bila wilayah ini dulu banyak digunakan sebagai tempat berburu oleh Raja-Raja Mataram. Tapi, sekarang sudah tidak ada lagi hutan apatahlagi hewan liar. Justru yang ada adalah sebuah perkampungan yang ramai dengan santri.

Ya, Krapyak sekarang sudah berubah menjadi kampung santri dengan didirikannya Pondok Pesantren Al-Munawwir yang terletak tidak jauh dari Panggung Krapyak. Pondok Pesantren Al Munawwir didirikan oleh KH. R. M Moenauwir pada tanggal 15 November 1911 M. Pada awal berdirinya merupakan Pondok Pesantren yang mengkhususkan pada pendalaman Al Qur’an. Pada perkembangannya Pondok ini juga mengkaji dan mendalami kitab-kitab salaf dengan sistem klasikal, sorogan, maupun bandongan.

Karena selama Ramadhan para santri libur, maka kami tidak melihat gerombolan para santri seperti hari-hari biasanya. Hanya ada sedikit santri yang terlihat. Barangkali mereka adalah santri yang mukim selama Ramadhan ini.

Bergerak ke Utara, kamipun berbelok ke Jalan Jogokaryan. Di sini terdapat sebuah masjid besar bernama Masjid Jogokaryan. Di sini, sebuah perhelatan akbar sejak lima tahun lalu selalu diadakan saban Ramadhan. Perhelatan itu diberi tajuk Kampoeng Ramadhan Jogokaryan. Berbagai kegiatan diadakan. Yang pastinya adalah digelarnya berbagai lapak yang menjajakan makanan khas bulan puasa. Diskusi keagamaan, pagelaran seni dan sebagainya juga digelar di sebuah panggung di pelataran masjid tersebut.


Suasana Kampoeng Ramadhan Jogokaryan

Masjid Jogokaryan termasuk salah satu masjid teraktif di kota Jogja. Ada saja aktifitas positif yang mereka buat. Bahkan saat ini, di samping radio FM, mereka juga sudah memiliki televisi komunitas yang menanyangkan berbagai kegiatan masjid tersebut.

Bergerak ke Timur, kamipun melewati sebuah kota tua yang cukup terkenal. Yaitu Kotagede. Kotagede adalah nama sebuah kota yang merupakan Ibukota Kerajaan Mataram Islam. Selanjutnya kerajaan itu terpecah menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Wilayah Kecamatan Kotagede sebagian merupakan bagian dari bekas Kota Kotagede ditambah dengan daerah sekitarnya. Sedangkan bagian lain dari bekas Kota Kotagede berada di wilayah Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Memasuki kota ini, kita akan dimanjakan dengan pemandangan sisa-sisa kota tua. Beberapa bangunan yang ada masih menunjukkan keasliannya. Aku kerap melalui lorong-lorong perkampungan kota ini. Sebuah keasyikan tersendiri setiap melewati lorong-lorong tersebut. Pemandangannya nan eksotis membuat kita seolah berada di perkampungan shaolin yang ada di film-film. Kalau Anda ke Jogja dan tidak ke Kotagede, belum lengkap kayaknya… :D

Tepat pukul 17.00 kami sampai di Goebog Resto. Kami memilih tempat ini karena tempatnya yang nyaman, makanan yang enak dan tentunya tidak mahal-mahal amat, hehehe… (perhitungan apa pelit sih?). Sampai di goebog pesanan kami, makananpun disediakan. Hmmm… makanan yang menggugah selera ini nyaris merontokkan pertahanan anak-anak. Tapi, untungnya resto ini menyediakan halaman yang cukup luas untuk area bermain. Sehingga anak-anak dapat bermain sepuasnya sambil menunggu bedug.

goebogresto (1)goebogresto
Goebog Resto

Inilah menu yang kami pesan… Standar amat kan? Hehehe…


Menu berbuka puasa kami di Goebog Resto

Nah, seminggu puasa telah terlewati dengan sukses. Sekarang mau ngintip istriku membuat menu seminggu ke depan, sambil harap-harap cemas, apakah ada lagi menu “hang out”-nya… ;)

48 comments on “hang out

  1. Wkwkwkwkw siang-siang baca postingan ini, apalagi lihat foto yang paling bawah…ampunnnn hahahaha. Btw ado samba itiak lado ijau ndak da hahahahaha
    .-= imoe´s last blog ..…akhirnya… =-.

    itiak lado ijau? huaaaa… itu yang paling diidamkan. imoe bikin ngiler nih…
    kalau di jogja, ada menu bebek goreng, tapi yang diolah seperti masakan minang, ya gak ada lah, hehehe… :D

    • Assalamualaikum Viz,
      Anjangsana ke ‘goeboeg’ awak, langsung tersambar menu buka nan lezzy …. ala maaak…! Lapehlah salero, uda … !
      Warung masakan Padang adalah salah satu obsesiku yang akan datang. Sudah masuk ke ‘waiting list’ untuk dikerjakan. Biarpun ‘tak ado seketek’-pun aku padang-padangnyo, tapi ambo meliat peluang di bisnis ini. Hampir tak ada warung Padang yang sepi. Itu alasannya.
      Nama warung Padangku nanti? Padang mBulan! He .. he.. he.. !
      Wassalamualaikum
      Edi Purwono

      Wa’alaikumussalam Om Edi…
      Mau bikin warung padang? wah, mantaplah itu.. aku siap jadi konsultannya (baca: pencicip rasa), hehehe…
      Judulnya boleh juga tuh Om, khas banget…
      Semoga sukses

      Wassalam

      • Wah, Bapakku bisa blogwalking… cihui! :)

        Soal liputannya, seperti biasa, KUMPLIT. Aku paling ndak bisa bikin reportase seperti ini, nyerah deh…

    • hehe… ambo lai lamak masak pangek itiak lado mudo doh. kalau nio resepnyo, caliak di tampek bundo nakjadimande. ndeh, palapeh taragak bana, da!

      iya, saya belum lengkap mengunjungi jogja karena tidak sempat mengunjungi tempat-tempat yang uda vizon sebutkan di sini, apalagi kotagede. *sob*
      .-= marshmallow´s last blog ..Bulan Istimewa, Tenaga Istimewa =-.

      Wah, ada resepnya di Nakjadimande ya? segera mengintip ke sana… :D

      Lain kali, Uni niatin bener ke Jogja buat piknik, bukan buat kerja, sehingga bisa menikmati dengan maksimal…

  2. KotaGede itu yang dekat areal terminal lama ya da? Wah, saya memang belum kenal Jogja, meski ada saudara di sana dan sudah beberapa kali mampir.:)
    .-= HP´s last blog ..Orgasme intelektual =-.

    Ya, benar banget Wan….
    Kapan-kapan, kalau mampir lagi, kontak-kontak dong, biar tak ajak jalan-jalan :D

  3. mantap bang… sesekali berbuka diluar adalah wisata kuliner disela ibadah….
    lezatkah makanan disana???
    .-= aurora´s last blog ..ketika hujan tak jadi kuundang =-.

    Makanannya lezat, tapi tentulah lebih lezat kuliner asli kampung kita, secara lidah kita sudah terlanjur akrab dengan rendang dan pangek, hehe… :D

  4. Widih, tempatnya enak banget! Nyaman, dan, aduuh makanannya ituuuu… Bikin perut berbunyi..
    .-= AL´s last blog ..Beauty =-.

    Kayak apa bunyi perutnya Cekgu? Keroncong apa dangdut? :D

  5. Ini tidak sederhana Uda …
    Ini luar biasa …

    Pasti “pasukan” Uda Vizon senang mendapatkan pengalaman bathin hang out bermakna seperti ini

    Mantap Uda …

    (itu makananannya … Aaarrrghhhh …)

    Salam saya

    Alhamdulillah Om… mereka terlihat senang sekali, saking senangnya malah nagih lagi, hehe… :D

    • om betul! ini mah nggak sederhana.

      kalau istilah apak ambo nan sederhana tu namonyo makanan buruak-buruak. tapi kuleknyo takah nan makanan mewah bana. ha! kulek nan penting, da. hihi…
      .-= marshmallow´s last blog ..Bulan Istimewa, Tenaga Istimewa =-.

      papa saya juga bilang gitu, bahwa untuk mengetahui enak tidaknya masakan kita, lihat dari “capak” orang yang makan. kalau “capak”-nya mantap, berarti itu menunjukkan masakan kita enak… btw, capak bahasa indonesianya apaan ya? ;)

  6. walahhhh…ada tajilan buka puasa untuk anak kost di Duri???
    perbaikan gizi ini uda…biar gak makan junk food terus jadi…biar lebih singset dikit :D
    .-= Ria´s last blog ..Perjalananku Day 5 – Day 7 =-.

    Ada banget Ri… tahu kan tempatnya? itu tuh, yang di pokok jengkol, hehe… :D

  7. duh senangnya yang buka puasa bersama keluarga, sambil jalan-jalan menikmati jogja. minggu depan klo ada menu hangout lagi, bundo diajak yaa.. ntar bundo bawain itiak lado hijau :)

    Kalau pake bawain itiak lado hijau, ndak udah nunggu minggu depan, besok juga boleh, hehe… :D

  8. Anda jiannn tega tenan Mas Uda….
    Ndak tau kalau saya itu kuangennya ampun2an sama Jogja..
    Sama Kotagede, sama bulan Ramadhannya.. eee lha kok mak bedhundhunk di sini disuguhi foto yang buanyak begini.. hiks hiks..:))

    Selamat berpuasa, salam hangat untuk keluarga…
    .-= DV´s last blog ..Menjongkoki WC Duduk =-.

    Waduh… maafkan saya ndoro, bila membuatmu uring-uringan :p
    Tenkyu Don… salam hangat juga untuk keluarga di sana ya… :D

  9. Wisata religi di akhiri dengan menu buka puasa… bulan ini saya ndak sempet mas… pengen wisata religi capek sama kegiatan event kantor. Yang unik di Jambi namanya pasar Beduk. pasara ini hanya ada dibulan ramadhan. seetingan view nyas ama persis dengan yang di photo itu… pakai tenda, pakai sponsor juga. sayangnya hampir semua menu yang di jajakan berupa kudapan doank, tiap penjual kue untuk berbuka menunya hampir sama.
    .-= pakde´s last blog ..Gak Cuma Golden Voice Pakde! =-.

    Sepertinya di setiap daerah di Indonesia selalu mengadakan pasar khas ramadhan ini Pakde. Di kampung asal saya, Payakumbuh, disebut “Pasa Lambuang” :D

  10. panggung krapyak itu kalau tidak salah segaris dengan Merapi – Parangtritis, uda. jadi urutannya Merapi-Tugu Jogja-Panggung Krapyak-Parangtritis.
    tapi sayang, saya belum pernah ke sana. :(

    btw makanan begitu dibilang standard? itu makanan mewah bagi kami mahasiswa S1, uda.. :mrgreen:
    .-= morishige´s last blog ..Book: Sebastian Darke – Prince of Fools =-.

    kurang tuh urutannya. yang benar itu adalah: Merapi-Tugu Jogja-Panggung Krapyak-KWENI-Parang tritis, hehe… :D

  11. hmm… jadi kangen jogja
    inget dulu sering kluyuran, muter-muter pake motor

    wah boleh dicoba juga goeboeg resto-nya..
    .-= Bro Neo´s last blog ..Prosa Lirik =-.

    ya, buruan deh ke jogja, biar kita kopdar di sana, ngalah-ngalahin yang di jakarta, hehe.. :D

  12. hmmm, asli jadi laper pake banget banget om
    acara buka di luarnya juga bikin iri, gak kaya di hutan, pualng kerja, mandi, makan di mess, tiap hari gitu hikzzz…

    makanan yang paling bawah, menggoda sangat

    Sekarang dinikmati dulu kehidupan di hutan itu Zul. Nanti kalau sudah sampai waktunya, dirimu bakal merasakan seperti itu, insya Allah… :D

  13. jalur perjalanan yg abang deskripsikan saya bisa membayangkan dng sangat jelas.. wong dulu pernah hidup di jogja 6 tahun…
    tp Goebog Resto ini saya belum pernah mampir, baru tahu dari artikel ini. mdh2n mudik lebaran bsk sempat mampir ke sana… :)

    Goebog resto itu masih relatif baru, jadi wajar saja kalau Guskar belum tahu. Bolehlah dicoba nanti… :D

  14. Waaah … Uda Vizon sudah duluan mendokumentasikan beberapa obyek di Yogya yang justru belum pernah saya tampilkan : Panggung Krapyak, Kampung Jogokaryan, dan Kota Gede.

    Panggung Krapyak itu belum lama direnovasi. Dulu waktu gempa tahun 2006 sempat rusak agak parah. Di lantai bawah, kalau tidak salah dulu dipakai untuk kandang kuda milik keraton. Nah, kalau kampung Jogokaryan, memang aktivitas masjidnya sangat giat. Pimpinannya adalah Ustadz Jazir. Isteri beliau adalah teman saya, dosen Teknik Sipil UII.

    Kotagede, saya belum sempat menggali lebih dalam. Pernah ke bekas kerajaan Mataram Islam yang ada disana, tapi bahannya masih belum cukup untuk saya buta tulisan. Terimakasih reportasenya Da, mengingatkan saya untuk melengkapi bahan tentang Kota Gede. Mudah-mudahan suatu saat bisa saya posting.

    Hm … menunya bikin lapar Da … :D
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Dibawah Kerlip Bintang =-.

    Reportase saya hanya sepintas saja Bu Tuti, kayaknya yang lebih mantap memberi reportase seperti ini Bu Tuti deh…
    Ditunggu ceritanya soal Kotagede ya Bu… :D

  15. Bro, menunya memang standar. Tapi kalo dipelototi siang2 gini, cukup menggoda iman. Tanggung jawab ente bro. He he…

    Ya udah, aku tanggungjawab… mau berbuka di mana kita nanti Bro? hehe… :D

  16. wow. ternyata yogyakarta sebegitu indahnya. sepertinya malah sayang, kalau melewatkan hang out dengan bentang monumen yang sarat sejarah sedemikian. jangan2 malah kecanduan. tapi bisa bahaya buat kantong kang? huhehehe :lol:

    biar gak bahaya buat kantong, maka milih tempat hang-out nya kudu pinter… cari yang gak mahal, hehe… :D

  17. Uda, rumah saya yg di Jogja juga berada di wilayah Krapyak. Tapi bukan di wilayah yang Uda tulis itu. Krapyak rumah saya itu masuk Kabupaten Sleman. Untuk membedakan, aku biasa bilang, Krapyak Lor (Krapyak Utara–karena memang berada di daerah utara). Kebanyakan orang tahunya Krapyak ya daerah yang Uda tulis itu. Yg kadang membingungkan adalah di Krapyak wilayah rumah saya itu juga ada pondok pesantrennya. Hanya saja di situ tidak ada bangunan segi empat yang jadul itu hehehe.
    .-= kris´s last blog .. =-.

  18. Wahhh asyik banget hang out nya. Dulu jaman mahasiswa pernah ke Kota Gede, tapi karena waktu itu motret masih pake perhitungan biaya DPE nya jadi tidak banyak motret. Nanti kalau kembali ke Yogya lagi kayaknya harus ke sana lagi.

    Kota Gede kan terkenal kerajinan perak ya? Dulu kayaknya cuma sempat makan es tape ketan aja deh.

    EM
    .-= Ikkyu_san a.k.a imelda´s last blog ..“Desaku” nya Jepang =-.

  19. Goood….Uda…ini sangat spesial
    Anak anak akan mengenang selamanya…
    Btw…Uda sudah memuat foto foto tempat wisata Jogja…Bunda ikut terimakasih,biar teman teman selalu kangen Jogja.

  20. Menyenangkan sekali ya,jalan-jalan disoere hari sambil menunggu buka puasa diluar.
    apalagi buka puasanya pake makanan yang enak-enak, seperti gambar tuh kayaknya nikmat sekali,
    sesekali begitu ama keluarga memang menyenangkan!
    Iklan Gratis

  21. Jadi laper nih uda… baca ini pas malam soalnya hehehe

    Anw… jadi ingat bapak juga.. yang suka kasih reward ke saya kalau bisa menyelesaikan sesuatu diajak jalan2 keluar ;)

    Nice..nice.. ini efektif bgt hehhe (curcol deh)
    .-= Eka Situmorang – Sir´s last blog ..Cerita Lalu =-.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>