spanduk


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

rambu-patuhi

Bila diamati, ada yang kurang pas dengan isi spanduk ini. Coba perhatikan tulisannya: “Patuhi rambu-rambu lalulintas. Anak Istri menunggu di rumah”.

Isi spanduk ini dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

  1. Ditujukan khusus bagi para lelaki yang sudah beristri yang telah memiliki anak.
  2. Pelanggar rambu lalu lintas selama ini adalah para pria beristri yang telah memiliki anak.
  3. Selain pria beristri dan telah memiliki anak, tidak perlu mematuhi rambu lalu lintas.

Bila diperhatikan, pelanggar rambu lalu lintas justru lebih banyak anak muda atau remaja dan tidak sedikit dari para ibu-ibu. Sebagai contoh, yang paling sering berponsel ria sambil berkendara–entah itu menjawab telepon, sms atau bahkan akses facebook–kebanyakan adalah anak muda dan ibu-ibu… :p

So, biar pesannya sampai kepada semua kalangan, kira-kira bagaimana sebaiknya isi spanduk ini? :D


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

32 comments on “spanduk

  1. Kalo di medan spanduknya bukan begitu lagi, “Menyerobot lampu merah didenda Rp… dan atau kurungan … bulan, UU No … Th …” dan sejenisnya.

  2. MMMmmmm …
    Spanduknya copot …
    Ganti sama Pak Polisi Hidup … dengan kumis melintang dan pentungan di pinggang …

    hahahaha …

    Nambahin Uda …
    Dan lebih asiknya lagi di bagian bawah Spanduk tersebut tertulis … “layanan jemput Zakat …”
    terus di sebelah kiri Logo wajib … (supaya ndak bayar pajak …)
    di sebelah kanan : nah ini sepertinya pihak yang bikin spanduk ini …
    yang jelas … ini bahasa Media Komunikasinya adalah … “CLUTTERED” alias “All In”

    :)
    .-= nh18´s last blog ..BUKA BERSAMA =-.

  3. mungkin jadi seperti ini uda: keluarga tercinta menunggu di rumah.

    lebih universal. bisa untuk pria dewasa, wanita dewasa, dan muda-mudi. :mrgreen:

    btw, ditulis begitu mungkin karena yang bikin spanduk itu PKPU.. hehehe…
    .-= morishige´s last blog ..Pinarak =-.

  4. Ketagihan balik lagi …
    usulan kata-kata …

    “HARE GENE UGAL-UGALAN …??? PLIS DEH …??? (ini gaya gaul)

    “HEH TERTIB NGGAK LOE …!!!” (ini gaya preman )

    “DALAM RANGKA BULAN BAKTI ANU-ANU-ANU, MARI KITA GALAKKAN TERTIB BERLALU LINTAS UNTUK MENDUKUNG TINGGI CITRA BANGSA YANG BERADAB, SERTA PROFESIONAL DALAM BERKENDARA AGAR NEGARA SENANTIASA SEHAT SENTOSA DALAM BERKARYA”

    (Lho ya mantep toh … )(ini gaya orde baru … huahahaha)
    .-= nh18´s last blog ..TIDUR AMAN =-.

  5. Ya, memang lebih tepat jika diganti dengan ‘keluarga sudah menanti Anda’. Sesederhana apa pun pesannya kadang2 memang berpengaruh sangat besar. Kenapa nggak dipasang poster foto2 akibat kecelakaan (mobil atau motor yang ringsek) bukannya ilustrasi yang kayak gambar anak2 ^_^
    .-= Bang Aswi´s last blog ..Dunia Kata-kata Bernama Naskah =-.

  6. 1. kayaknya aku kenal deh pengkolan ini, kalo gak salah di prapatan wir***jan ya?

    2. tambahan interpretasi maksud tulisan “anak istri nunggunya di rumah, bukan di pos/kantor polisi, makanya harus patuh ama rambu, soalnya kalo tdk patuh bisa dibawa ke pos/kantor polisi.. nah disitu gak ada anak istri”

    3. usul kalimat: “anda patuh, uang utuh” kekekekek
    .-= Bro Neo´s last blog ..Pesona Toraja – Palopo =-.

  7. Itu perempatan Gondomanan ya? Yg kalau ke utara ke arah (toko) Progo? Heheh, sok tahu nih…

    Aku sering berpikir, spanduk-spanduk itu cuma buang duit. Nggak ada gunanya. Jadi biar kalimatnya udah bagus, tetep aja sedikit yg mematuhi rambu2 lalu lintas…
    .-= kris´s last blog .. =-.

  8. Jika kebetulan pemakai jalan itu adalah seorang lelaki yang sdng memboncengkan anak dan istrinya, berarti yg menunggu di rumah adalah anak dan istrinya yang lain…
    **hiks, emang punya istri berapa :)

  9. Wah… ini memang gak pas. Pelanggar lalu lintas itu memangnya lelaki saja.. Diskriminatif plus ada sentimen gender! (berlagak marah), padahal sih…

  10. kenapa tulisannya seperti itu??? ini hanya dikarenakan kurangnya kreatifitas. tulisan di atas, adalah tulisan yang sudah biasa di lihat dair jaman gak enak, di dunia pertambangan. karena memang, di pertambangan adalah sarangnya bapak2 yang meninggalkan anak istri. makanya sekarang, kalo di tempat saya di ganti dengan itilah SGSN “datang Sehat, kerja Giat, pulang Selamat, hidup Nikmat”…

    atau istilah umum yang biasa kita pake “safety at work, safety at home, safety everywhere”. keselamatan itu hubungannya sama nyawa, nyawa gak ada yang jual…”Safety is not everything, but everything is nothing without safety

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>