friend indeed


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Senin, 7 September 2009, pukul 23.20, aku sedang terlelap dengan nyenyaknya. Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara sms dari ponselku. Dengan setengah sadar, kubuka, dan kutemukan sebuah pesan singkat dari seorang sahabat.

“Baik-baik saja, Da?”

Aneh, kok begitu isinya? Padahal kami baru saja kemarin saling sms dan saling cela di facebook. Ada apa ya? Dengan masih setengah sadar, kubalas sms itu.

“Alhamdulillah baik, dirimu bagaimana? Eh, ada apa sih?

Dalam hitungan detik, balasan pun masuk.

“Lho? Kudengar Jogja baru saja kena gempar 6,8 skala richter…”

Dengan kesadaran yang nyaris sempurna, kubalas sms itu.

“Masak sih? Aku gak merasa tuh? Ini aku terbangun karena sms-mu”

Sms-pun dibalas

“Weh… syukurlah kalau begitu :)”

Dengan hampir tak percaya, ku buka gorden dan kutengok keluar. Ingin kupastikan apakah benar-benar telah terjadi gempa. Ternyata, tidak banyak tetanggaku yang terlihat berkeliaran di luar. Akupun menyimpulkan kalau gempa tadi tidaklah terlalu kuat. Tapi tunggu!! kan tadi dia bilang 6,8 SR. Itu berarti tidak jauh beda dengan gempa tiga tahun lalu, 6.9 SR. Ah, bercanda tuh kawan, pikirku.

Belum lagi habis keherananku, secara membabi buta, sms berdatangan ke ponselku. Dari berbagai teman di berbagai pelosok negeri. Semuanya menanyakan keadaanku berkaitan dengan gempa yang baru saja terjadi. Dan sama seperti jawabanku kepada sahabat yang mengirim sms pertama tadi, akupun mengatakan kalau aku baik-baik saja dan tidak merasakan adanya gempa.

Pagi harinya, akupun mendapatkan berita pastinya di televisi. Ternyata benar, bahwa telah terjadi gempa di Yogyakarta pada Senin malam, 7 September 2009 pukul 23.12 wib. Sumber gempa berada pada 263 kilometer arah Tenggara Wonosari Gunungkidul atau 10,33 LS-110, 62 BT dengan kedalaman 35 kilometer di bawah dasar laut. Karena dalam itulah, maka wajar saja getarannya tidak terlalu terasa.

Dari pagi hingga siang hari, beberapa kali aku mendapatkan sms dan telpon dari sahabat-sahabatku. Semuanya menanyakan hal yang sama. Dan yang lebih mengejutkan diriku adalah, ketika malam ini aku membuka akun facebook, setelah seharian tidak sempat online, banyak pesan yang masuk di inbox dan wall-ku. Mereka juga menanyakan hal yang sama.

Luar biasa!

Aku benar-benar terharu dibuatnya. Ternyata, aku memiliki sahabat-sahabat sejati. Semuanya memiliki kepedulian yang tinggi. Meski yang mereka lakukan itu kecil semata, tapi maknanya sangat besar bagiku.

Tak dapat kuungkapkan hormatku kepada seluruh sahabatku, termasuk di antaranya adalah Anda semua para sahabat maya-ku. Aku bersyukur atas anugerah terindah ini. Semoga Tuhan memberkahi kita semua. Persahabatan ini benar-benar terasa indah.

Terima kasih sahabat… :D


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

28 comments on “friend indeed

  1. Syukurlah kalau Uda dan keluarga tidak apa-apa …
    Sempat kaget juga membaca di beberapa site …
    Katanya Yogya gempa lagi …

    Semoga saja dampaknya tidak seperti dahulu lagi

    Salam saya Uda

  2. Begitulah Uda, kalo kita berteman dg tulus tdk mengharapkan apa pun dari mereka, mereka akan datang secara tak terduga di saat kita butuh (temenku blng : friend indeed is friend in need), pdhl kita sendiri merasa baik2 saja, tp melihat berita di media temen2 kita berasumsi kita sedang “terluka”.
    Keajaiban berteman paling nyata aku alami waktu gempa 3 tahun yg lalu, tdk hanya teman dan Sahabat, temannya teman, sodaranya teman bahkan orang2 yg tdk aku kenal pun mengulurkan tangan.
    .-= Yoes Menoez´s last blog ..HATI YANG TAK PERNAH TUA =-.

  3. saya lega mendapati uda dan keluarga baik-baik saja, dan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan sebagaimana yang dikuatirkan.

    those who have a thousand friends don’t have one to spare. bersyukurlah uda yang memiliki banyak sahabat yang menyayangi.
    .-= marshmallow´s last blog ..Menelanjangi Jiwa Pemenang =-.

  4. Syukur alhamdulillah, Da. Lain kali bilang-bilang dulu ya, Da, kalau mau ada gempa. Jadi kita-kita bisa SMS Uda buat ngingetin… Ya, Da, ya. Janji lho ya. Inget!
    .-= DM´s last blog ..Pulang… =-.

  5. Gempa kemarin mbikin aku jadi ingat dan parno dengan Gempa Jogja. Aku juga baru dengar dari FB temanku sekitar pukul 7 pagi waktu Sydney (jam 4 subuh WIB) langsung tanya keadaan rumah di Klaten dan alhamdulilah ndak kenapa-napa :)

    Eh Uda, kalau ngga salah gempa 3 taon lalu itu ‘cuma’ 6.3 SR tapi hebatnya dalamnya ‘cuma’ 10 km jadi terasa betul goncangannya..

    Keep update yah!
    .-= DV´s last blog ..List 302 Gempa Susulan di Facebook =-.

  6. Udaaa…

    Aku tahu kabar ini dari FB, makanya segera mencari tahu kabarmu *duh, aku nggak ada no hapemu, nih, makanya gak bisa SMS langsung! sebel!* :D

    Syukurlah kalau semua baik-baik aja. You have a lot of friends who care about you, semoga doa-doa dari mereka semua ikut membantu kemudahan setiap langkahmu ya, Da…
    .-= Lala´s last blog ..Begadang? Ayuuukkk…. =-.

  7. aku baru tahu kalo ada gempa kemarin sore… maklum agak2 tdk online he..he..

    untunglah semua baik-baik saja, keluarga saya di jogja jg baik2 aja semua

  8. Aku jadi bingung juga tentang standar SR ini. Apakah diukur di pusatnya atau diukur dari pengaruhnya di suatu tempat. Jadi misalnya, gempa 6,8 SR di Yogya kemarin ternyata tidak terasa dibanding gempa 5.0 SR di Bengkulu. Kayaknya, SR ini di pusat gempanya ya…Jadi angka SR tidak menentukan, terutama jika gempanya berada jauh di perut bumi. Halah, kok jadi membahas SR.

    • Bang Hery, setahu saya, memang betul SR itu mengukur kekuatan gempa di pusatnya. Jadi meskipun menurut SR gempanya besar, tapi kalau jarak horisontal dan vertikalnya jauh dari lokasi kita, tidak akan besar pengaruhnya. Skala yang mengukur kekuatan gempa di suatu lokasi adalah MMI (Modified Mercali Intensity).
      .-= Tuti Nonka´s last blog ..Tuhan, Kau Dimana? =-.

  9. alhamdulillah, segala rasa syukur terucap untuk nikmat yang telah tuhan berikan. ternyata om hardi sekeluarga dalam konidis baik baik saja dan masih dalam lindunganNYA…

    betapa indahnya kuasa tuhan, di saat hambanya di beri ketenangan lahir dan bathin, ada bencana-pun tak dapat di rasakan….

    semoga kita adalah bagian dair orang orang yang senantiasa mensyukuri nikmat tuhan amien… :)

  10. waktu gempa kemarin “kebetulan” lagi OL di FB n Twitter, jd langsung dapat updatenya…ya Alhamdulillah baik2 yah semua.
    tp ya, sepakat juga sih dengan DM,…iya yah uda…yah…yahh
    .-= Afdhal´s last blog ..Sahur ke.6 =-.

  11. Gempa yang di Jakarta, ada temanku juga tak merasakan, karena lagi tidur. Jadi mungkin karena lagi tidur, tak terasa adanya gempa.

    Syukurlah uda tak apa-apa..dan saya tak sms karena tak tahu nomor hape nya…hehehe
    .-= edratna´s last blog ..Mengunjungi GWK Culture Park di Bali =-.

    gpp kok bu enny gak sms… saya yakin, kita semua saling memperhatikan dengan cara kita masing-masing. terima kasih ya bu… :D

  12. aku gak tau uda kalau ada gempa?
    maklum lagi terasing seminggu ini dari dunia berita…heheheh…
    apalagi TV *gak punya tv dikamar :D*

    Alhamdulillah gempanya gak sedasyat dulu ya! masak iya dalam waktu yg bedekatan gempa yg merusak dua kali terjadi…Syukurlah kalau uda sekeluarga baik2 saja ^^

    aku ke jogja bulan oktober ;) *kalau jadi sih :D*
    .-= Ria´s last blog ..Ali =-.

    menurut teorinya sih memang begitu, tidak ada dua gempa dahsyat di suatu tempat dalam waktu yang relatif dekat. tapi, trauma yang ditinggalkan tidak bisa hilang dalam waktu dekat juga Ri. makanya, masih banyak orang-orang yang paranoid… :D

    benar nih oktober? evan katanya juga balik pertengahan oktober… mudah-mudahan jadi ya…

  13. Uda….kok bisa bisanya nggak terasa
    Bunda sampai lari lari keluar rumah….bapak tak tinggal, kata bapak…Kok kamu paranoid sekali…
    Alhamdulillah hanya sebentar…
    .-= dyah suminar´s last blog ..Pakai batik yuuuk…. =-.

    iya tuh bunda… heran juga. semuanya tertidur pulas, kekenyangan kali ya… hehehe… :D

  14. Saat gempa terjadi di Tasik, Indramayu juga terkena getarannya. Orang-orang juga banyak berlarian ke rumah rumah. Anak saya langsung terbangun dari tidur. Saya sendiri malah asyik terlelap tidur, persis seperti Uda. Allah masih menyelematkan kita, Uda. Coba kalau goncanganya kuat? Orang-orang lari menyelamatkan diri, kita yang tertidur lelap bisa-bisa tinggal nama.
    .-= racheedus´s last blog ..Sheila Marcia =-.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>