buber & takjilan


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Ramadhan kali ini, kegiatan berbuka puasa bersama cukup sering aku lakukan. Baik diundang sebagai bagian dari kelompok itu, maupun diundang sebagai penceramah. Kalau diundang sebagai bagian dari kelompok yang mengadakan acara itu, tentulah tidak perlu ada persiapan apa-apa, kecuali membawa badan dengan perut kosong. Tapi, kalau diundang sebagai penceramah, perlu sekali persiapan yang matang. Karena, konsentrasi audiens tidaklah begitu penuh kepada isi ceramah. Sehingga, perlu enegi lebih untuk membuat ceramah itu tetap menarik.

an-najwa (25)an-najwa (31)an-najwa02khaled01

Selama di Jogja, aku lihat hampir setiap masjid mengadakan takjilan atau pemberian makanan perbukaan bagi orang-orang yang berpuasa. Pemberian takjilan itu dilakukan nyaris setiap hari. Barangkali karena masih kentalnya tradisi kekeluargaan, sehingga acara kumpul-kumpul itupun tetap dilestarikan.

Di masjid kami, An-Najwa-Kweni, juga dilaksanakan kegiatan seperti itu setiap hari. Senin-Rabu, adalah jadwal takjilan bagi anak-anak, Kamis dan Jumat bagi bapak-bapak dan ibu-ibu, sementara Sabtu dan Minggu adalah gilirannya para remaja.

an-najwa (16)an-najwa (40)an-najwa (13)an-najwa (48)

Tidak seperti tarawih yang makin hari makin sedikit jamaahnya, takjilan cendrung memiliki jamaah yang konstan. Artinya, jumlah yang hadir tidak berkurang dari hari kehari. Yah, barangkali karena takjilan memiliki reward yang pasti, yakni sekotak nasi lengkap dengan lauk pauknya, sementara tarawih, rewardnya abstrak, yakni pahala yang tidak kasat mata… :D

Tahun ini, kegiatan takjilan kami menjadi lebih istimewa. Karena, setiap Jumat kami mengikutsertakan anak yatim yang berada dalam asuhan masjid untuk berbuka bersama. Dalam kegiatan itupun, kami menyerahkan santunan kepada mereka. Pada jumat pertama kami menyerahkan peralatan shalat, pada jumat kedua paket sembako dan pada jumat kemarin kami serahkan pakaian untuk lebaran. Dan insya Allah pada jumat besok, kami akan serahkan makanan khas lebaran dan uang tunai.

an-najwa (20)an-najwa (36)an-najwaan-najwa (27)

Alhamdulillah, berkat kerja keras dari pengurus, kami dapat peroleh dana sumbangan dari berbagai pihak untuk berbagi kegembiraan bersama anak-anak yatim tersebut. Dana terbesar yang kami peroleh adalah dari Dr. Khaled yang pernah kuceritakan beberapa waktu yang lalu, dan secara mengejutkan juga berdatangan dari teman-teman blogger dan facebooker. Terima kasih banyak aku haturkan kepada semua yang telah dengan tulus mengulurkan tangannya, tanpa perlu memperlihatkan diri di depan khalayak. Aku sangat yakin, keikhlasan mereka pasti dibalas oleh Allah dengan reward yang jauh lebih besar dari yang mereka sangka.

Nabi Muhammad pernah bersabda, bahwa salah satu dari tujuh golongan yang akan dilindungi di Padang Mahsyar nanti adalah mereka yang apabila bersedakah, tidak mengumbar perbuatan mereka itu. Analogi yang dipakai adalah, “tangan kirinya tidak mengetahui kalau tangan kanannya sudah bersedekah”.

Semoga kedamaian Ramadhan ini, terus berlanjut hingga di luar Ramadhan. Sekali lagi, terima kasih sahabat. Sungguh luar biasa rasanya, melihat senyum bahagia dari anak-anak itu. Dan itu, mereka persembahkan untuk kita semua… :D


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

28 comments on “buber & takjilan

  1. Sama seperti masjid di rumah yang dikelola oleh komunitas masyarakat se-RW, setiap keluarga mendapat kehormatan menyediakan takjil bergeiliran selama bulan Ramadhan. Jadi satu bulan itu, paling tidak kebagian jatah satu kali untuk menyediakan takjil. Isinya sederhana, tapi memang yang penting adalah rasa kebersamaan itu.

    Oya, ga bisa lihat langsung ke Jogja. Jadi, titip salam deh ke anak-anak Kweni. Semoga kita mendapatkan ridho Allah di bulan suci ini. :)
    .-= Hp´s last blog ..Surat dari Langit (4) =-.

    kalau di jakarta bisa mengadakan itu, sebuah kehebatan itu Wan…
    insya Allah nanti saya sampaikan salam kepada bocah kweni semua… :D

  2. Amin Uda … Amiinnn …
    Semarak sekali kegiatan di MAsjid An Najwa ya Uda …

    Yang jelas rupanya fenomena Tarawih makin “maju” itu ternyata ada dimana-mana ya Uda …

    Namun kalau Buk Ber … tetap konstan …
    hehehe

    Salam saya Uda

    Alhamdulilah Pak… pemuda di tempat kami lumayan solid, sehingga kegiatan pengisi Ramadhan bisa berjalan dengan baik. mudah-mudahan dapat terus terjaga… :D

    tarawih makin maju itu sudah menjadi fenomena umum di mana-mana. kalau di jakarta, alasannya sudah pada mudik, tapi kalau di jogja, para pemudik beralasan masih capek perjalanan, hahaha… alas itu memang luas ya Pak… :D

  3. Aku suka dengan kata-katamu (mengutip Nabi Besar) “mereka yang apabila bersedakah, tidak mengumbar perbuatan mereka itu”..

    Mas Uda, dari sisi pandangan saya pribadi, tantangan orang bersedekah sepertinya memang bukan bagaimana mencari uang/bantuan untuk disedekahkan tapi lebih pada bagaimana supaya orang lain dan bahkan tangan kanan tidak bisa melihat apa yang sudah disedekahkan tangan kiri.

    Selamat menjalani ibadah Puasa dan selamat bersiap menjelang Hari Kemenangan…
    .-= DV´s last blog ..Solusi Mujarab Perekat Persatuan Bangsa =-.

    benar sekali Don… untuk bisa menjadi seperti itu, diperlukan keikhlasan yang tinggi dan kearifan yang total dalam beragama…

    tenkyu Don… :D

  4. Ya Uda yang paling susah itu “tangan kirinya tidak mengetahui kalau tangan kanannya sudah bersedekah”… di agama manapun saya rasa begitu.

    Senang sekali melihat kegiatan bersama anak-anak yatim itu. Mereka juga termasuk yang datang waktu acara Blogger ke Kweni kan? Ada yang namanya…. aduhhh kok lupa! belum juga setahun lewat…hiks. Salam ku untuk mereka ya Uda. Rindu ingin ke sana lagi.

    EM
    .-= Ikkyu_san a.k.a imelda´s last blog ..Goodbye Summer =-.

    benar nechan, mereka adalah anak-anak yang ikut bermain dengan kita tempo hari…
    mudah-mudahan suatu saat kita bisa bermain kembali bersama mereka ya…
    oya, salah satu nama anak yang pernah bikin kita berkesana adalah nama yang diambil dari istilah krisis yang menimpa indonesia pada tahun 1998 silam… ingat? hehehe…. :D

    • hahahhaha iyaaaaaaaaaaaa KRISMON chan eh kun … aduh aku mustinya ambil foto dia sendirian tuh (atau berduaan aku) hihihi.Saat itu aku terlalu sibuk sehingga tidak sempat berkonsentrasi dengan anak-anak sih.

      Jumlah anak itu masih sama 60-an orang Uda?

      EM
      .-= Ikkyu_san a.k.a imelda´s last blog ..Sewa =-.

      kalau yang yatim-nya 55 orang nechan, tapi kalau bocah-bocah kweni secara keseluruhan yang ikut main bersama kita kemarin ada 60-an

  5. ada juga bilang sebaiknya tangan kiri tau. dengan demikian siapa tau tangan kiri bakal terbuka hatinya dan ikutan bersedekah.
    .-= Wempi´s last blog ..Rumah di Tengah Sawah =-.

    bagi orang-orang yang tingkat keikhlasan sangat tinggi, maka tidak jadi soal bila ia mengumumkan sedekahnya, dengan tujuan agar banyak pihak yang dapat mencontoh. untuk memiliki hati yang ikhlas luar biasa itu, tentu perlu kedewasaan dalam memahami makna sedekah dan beragama itu sendiri… :D

  6. Jamaah bukber konstan ya bro?
    Atau malah nambah kaleee…
    Soalnya pemudik dan musafir akan nambah.
    He he….
    Wah, menyenangkan bisa bergaul di lingkungan mesjid.
    Hati pasti selalu mendapatkan ketenangan.
    Kalau aku sih aktif di mesjid kantor saja.
    Soalnya kalau di mesjid kompleks sering pulang malam, jadi nggak bisa jamaah, apalagi ta’jil bareng. Maklumlah muacetttt di mana2…
    .-= Hery Azwan´s last blog ..Kuliner Lebaran =-.

    sepertinya makin ke sini makin nambah bro, hehehe…. :D

    aku bersyukur ditakdirkan tinggal di daerah, tidak di jakarta, sehingga bisa menjalankan aktivitas sosial seperti ini. tapi, memang Allah sudah tahu kapasitasku, bahwa aku tidak bisa hidup dengan irama sibuk seperti jakarta, sehingga, aku ditempatkan di daerah seperti kweni…
    dan ente, Allah sangat tahu, bahwa dirimu lebih pantas berada di Jakarta, karena ente sanggup menaklukkannya… :D

  7. Di masjid dekat rumahku tiap hari minggu bubar. Makanannya dari siapa aja yang berminat mengirim. Pastinya, semua rumah mengirim. Cuma karena terserah kerelaan gitu, seringnya malah saling tabrakan. Yang ngirim tajil banyaaaaaaaaaaaak, dan gak ada nasi padahal lauknya banyak, heheh..
    .-= AL´s last blog ..Mimpi Basah =-.

    dulu di tempat kami juga begitu. maka, beberapa tahun belakangan diatur sedemikian rupa, sehingga tidak terjadi kekacauan seperti itu lagi… :D
    kalau lauknya kebanyakan, suruh aja orang-orang bawa nasi sendiri-sendiri dari rumah, hehehe…

  8. hidup uda….hidup kweni…hiudp blogger…hidup facebooker…huheheheh…

    hebat ya uda, sedemikian dasyat sebuah dunia maya sehingga bisa mengumpulkan orang2 saling membantu menolong sesama…

    salut Uda!!! memang Ustadz Hardi Top Markotob!!! ;)
    .-= Ria´s last blog ..Berbagi Cinta =-.

    dari dulu aku masih hidup Ri… hehehe… :D
    thanks ya atas supportnya. aku benar-benar merasakan manfaat besar dari blogging, sehingga begitu sayang untuk ditinggalkan… :D

  9. hebat, uda. dan kenyataan bahwa bubar ini pesertanya selalu konstan, berkebalikan dengan jemaah tarawih, bikin saya ngekeh. tapi gpp kan, uda, yang penting dalam setiap kegiatan positif terdapat hikmah yang baik pula.
    .-= marshmallow´s last blog ..Favorite Tokens =-.

    begitulah kenyataannya uni, bahwa masyarakat kita masih beribadah atas dasar reward yang instan. sebuah kenyataan yang patut diperhatikan… :D

  10. Pingback: Sewa

  11. Pingback: SEWA « Twilight Express

  12. Wah….kayaknya seru tuh…
    duluuu banget waktu aku masih kecil, sekali waktu pernah keluargaku kebagian jatah bikin takjil kira-kira cukup utk 30an orang. (aturan jatah memang segitu, kesepakatan bersama spy tidak terlalu memberatkan.

    Meskipun kami bukan Muslim, tapi mamaku seneng hati nyediain jaburan =istilah di kampungku utk tajil.
    dan aku merindukan itu. BUKAN karena kami berbeda, tapi karena masih kentalnya tradisi kekeluargaan *minjem istilah Uda, um…cespleng betul ungkapan ini, Uda…

    Sayang sekarang nggak pernah lagi, semenjak kampung kami kedatangan penceramah yg menajiskan segala yang berhubungan dengan kaum kami. Kami tak protes. Tapi tetua di kampung juga tak pernah lagi mengundang penceramah tersebut.
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Perawat Terhebat di Dunia =-.

    Huh… ikut sebel juga dengan penceramah itu Na… itulah yang sering membuat kehidupan sosial kita menjadi rusak. pemuka agama yang hanya tahu hitam-putih, benar-salah, halal-haram, tanpa memperluas wawasan dengan pengetahuan bahwa di dunia ini juga ada yang abu-abu, moderat, dsb…

    Semoga tradisi kekeluargaan itu dapat kembali dihidupkan ya Na… :D

  13. hhmm, indahnya berbagi dan berbuka puasa bersama ya om. saya minggu kemarin jadi panitia pembagian takjil yang diadakan oleh perusahaan. dan capek banget, karena takjil dibagi di terminal. karena pas waktu pulang kerja untuk pekerja shift siang, dan waktu berangkat kerja untuk yang shift malam. dan 8000 kota takjil itu habis.pantesan aja capek…

    dari kegiatan itu, saya juga tersadar, betapa pentingnya berbagi dan bersedekah. walaupun nggak seberapa, yang penting ke-ikhlasannya….

    memang hal yang paling sulit dalam hal berbagi, adalah menyembunyikannya, yang bahkan tak diketahui oleh tangan kiri…

    benar Zul… berbagi itu sangatlah indah, dan yang pasti tidak akan mengurangi harta kita sama sekali…
    oya, kejadian yang menimpamu kemarin bukan karena kecapean membagi-bagi 8000 kotak takjilan itu kan?

  14. Kalau di mesjid kami di dekat rumah tiap hari kami bergantian menyediakan takjil bagi yg berbuka seperti pengurus masjid, yg sedang aktif di masjid (anak-anak peserta pesantren kilat) dll. Belakangan alhamdulillah bisa meningkat menjadi takjil dan buka puasa (makan berat).
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..Sedikit cerita di balik buku =-.

    Alhamdulillah ya Pak… semoga dapat terus ditingkatkan pada waktu-waktu mendatang… :)

  15. Ambo ndak ma ngoment soal postingan uda doh. Tapi ambo sampaikan ambo sadang baco NEGERI 5 MENARA, ado namo uda dalam e….
    .-= imoe´s last blog ..…mm… =-.

    namo ambo nan ma? hehehe… :D

  16. takjilan adalah sebuah momen yang ditunggu-tunggu mahasiswa S1 seperti kami, uda. kawan saya dari purwokerto malah ngerti masjid2 yang menyediakan takjilan berupa nasi bungkus “sederhana”…
    :mrgreen:
    .-= morishige´s last blog ..Langkah (13): A Piece of Buitenzorgh =-.

    Kalau Shige sendiri? ngerti juga kan masjid-masjid yang menyediakan makanan lengkap berbuka gratis? hehehe… :D

  17. Hari Selasa kemarin saya ikut buber di Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah, Lowanu. Yang mengundang adalah BPR Syariah, kebetulan kami nasabah bank itu jadi ikut diundang. Wah, terharu lihat anak-anak yatim yang masih kecil-kecil itu, duduk manis dan patuh mendengarkan ceramah. Pakai baju seragam (hihi … jadi ingat Afdhal yang tiap hari pakai seragam, dan katanya kayak anak yatim :D )

    Semoga amal ibadah Mas Uda (lho, kok ikut-ikutan DV) diterima Allah SWT, demikian juga segenap pihak yang tangan kirinya nggak lihat tangan kanan itu (ya iyalah Da, tangan kan nggak punya mata … :D )
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Minggu atau Senin? =-.

    Amin… semoga segenap pihak yang berbaik hati itu mendapatkan keberkahan atas rezeki mereka…
    eh, iya ya, mata gak punya tangan, yang punya itu justru kaki, hehehe… :D

  18. Takjilan memang selalu ramai Uda, dan kalau di kampung saya, biasanya kami iuran dalam bentuk uang, karena sangat mudah ditemui berbagai makanan untuk tajil di pasar seputar Jakarta.

    Tarawih biasanya rame saat awal dan mulai sepi seminggu sebelum Lebaran. Namun kali ini kemacetan di Jakarta, membuat sering ketinggalan sholat Tarawih, dan juga terpaksa membatalkan puasa di jalan
    .-= edratna´s last blog ..Syukurlah Mbak nggak jadi pulang =-.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>