silaturrahmi (?)


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Minggu pagi, tidak seperti biasanya, anak-anakku kali ini bangun dengan sangat amat mudah sekali, bahkan diikuti dengan senyum bahagia. Betapa tidak? Aku membangunkan mereka dengan menyalakan MP3 takbir dari komputer dan diikuti dengan motivasi dariku: “Ayo anak-anak, bangun… saatnya kita ke lapangan, shalat Ied. Buruan mandi dan pakai baju baruuuu…“.

Tanpa sedikitpun sungutan terlihat di wajah, mereka menuju kamar mandi dengan semangat. Aih… andaikan kegembiraan semacam ini selalu ada di setiap hari, betapa indahnya. Tapi, masa setiap hari harus dimotivasi dengan baju baru, hehehe… :D

Pukul 06.00 wib semua sudah rapi dan siap berangkat ke lapangan. Di luar, bocah-bocah Kweni yang lain pun sudah pada siap dengan pakaian terbaik mereka. Semua tersenyum bahagia. Ok, sebelum berangkat ke lapangan, kita narsis dulu ya bocah-bocah… Ok, say: “buncis…..!”

bocah kweni lebaran
Kegembiraan masa kecil seperti ini, kapan kita bisa miliki lagi ya?

Sepulang dari lapangan, seperti biasa, kami mengikuti Syawalan di pendopo. Kegiatan ini adalah acara ramah tamah antar warga satu RT yang diisi dengan sedikit taushiyah mengenai hikmah Syawalan dan ditutup dengan bersalam-salaman. Acara yang satu ini selalu mampu menggugah emosiku. Betapa kami satu kampung berbaur dalam rasa yang sama, dengan hati yang terbuka, untuk saling memaafkan. Ajaibnya, acara ini tidak hanya dihadiri oleh warga yang muslim saja, tapi warga yang non muslim juga ikut hadir, bahkan mereka yang ber-etnis Thionghoa juga ikut. Sebuah persaudaraan indah yang patut ditiru. Mudah-mudahan suatu saat, bila sudah kembali ke kampung asal, aku bisa melakukan hal ini. Dulu, aku pernah bercerita soal syawalan ini, di sini.

Setelah acara syawalan, kami sekeluarga kebingungan. Dalam sekejab, kampung kami terasa sepi. Para tetangga sudah bepergian ke rumah sanak saudaranya. Lantas, kemanakah kami akan pergi?

Awalnya kuajak anak-anak untuk bersilaturrahmi ke rumah teman-temanku. Namun, kami harus menelan kekecewaan, karena mereka juga tidak di rumah. Semuanya sudah sibuk dengan urusan bersilaturrahmi ke rumah keluarganya masing-masing. Akhirnya, akupun mengajak mereka ke suatu tempat, bersilaturrahmi ke “saudara tua” umat manusia, yaitu Kebun Binatang Gembira Loka…! ;)

gembira loka
Bersilaturrahmi ke “saudara tua” umat manusia… Tapi, kok bayar ya? :D

Kebun binatang yang terletak di tengah kota Jogja ini, dulunya lumayan bagus. Di samping terdapat koleksi binatang yang banyak, juga terdapat arena bermain dan berpetualang bagi anak-anak. Namun sayang, akibat gempa bumi yang meluluhlantakkan Jogja tiga tahun yang lalu, kebun binatang inipun terkena dampaknya. Banyak fasilitas yang rusak dan belum diperbaiki sampai sekarang. Rencananya,  di sini akan dibangun waterpark yang cukup luas. Konsepnya tentu ada hubungannya dengan kebun binatang. Seperti apa jadinya? Kita lihat saja nanti. Kabarnya, pembangunan akan dimulai setelah lebaran ini dan akan dipakai pada liburan sekolah Juli 2010 mendatang.

Ada satu wahana baru di kebun raya ini, yaitu Laboratorium Alam. Di sini, terdapat dua buah ruangan yang memuat segala hal mengenai flora dan fauna. Menarik juga, dan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan. Aku melihat antusiasme di wajah anak-anak, sekaligus juga kegelian begitu melihat ribuan kecoa yang menempel di dinding, hiiii…. :D

lab alam3lab alam4lab alam1lab alam2
Laboratorium Alam Gembira Loka yang mencerdaskan

Perjalananpun dilanjutkan mengelilingi kebun raya tersebut. Koleksi hewannya ternyata tidak ada yang baru. Masih seperti yang dulu. Hanya sayang, aku tidak bisa mengambil gambar mereka, karena baterai kameraku habis dan mantapnya lagi aku lupa membawa cadangannya. Hebatnya lagi, seluruh pedagang yang ada di kebun raya itu, tidak satupun yang menjual baterai. Jadi ingat ceritanya Uni Marshmallow yang kehabisan baterai di Borobudur… :D

Ok, begitulah cerita silaturrahmi kami di lebaran hari pertama. Bagaimana dengan silaturrahmi Anda? Mengasyikkan bukan?


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

24 comments on “silaturrahmi (?)

  1. wah, bundo terkesan sekali dengan acara syawalan di pendopo itu
    kalau dikampung sini karena kita shalat di mesjid yang ada ditengah kampung, salam”annya langsung sehabis shalat ied.. bundo biasanya kabur duluan karena my Mom pasti lamaa banget acara ramah tamahnya.. :) buat yang bapak-bapak ada acara langsung di mesjid berkumpul bersama K.A.N [Kerapatan Adat Nagari]

    di Bukittinggi etnis Tionghoa hanya tinggal di Kampung Cina.. etnis Batak pun menempati tempat-tempat tertentu saja.. pembauran memang masih jauh disini..

    di kampuang awak memang tidak ada tradisi seperti ini bundo. makanya, bagus juga untuk ditiru.
    soal etnis tionghoa dan batak, memang di kampung kita masih sulit berbaur. barangkali perlu bagi kita untuk sedikit lebih terbuka :D

  2. Maka pelajaran yang dapat diambil dari tulisan ini adalaaaahh, jreng jreng!!!
    Kalo ke Borobudur, bawa batre yang banyak heheh..
    Menyenangkan bacanya Uda, lebaranku juga sepi kali di Jakarta sebab tetangga, teman, dan saudara pada giliran mudik.
    .-= AL´s last blog ..Detektif Detektif =-.

    dasar saya yang tidak bisa belajar dari pengalaman teman… padahal yang di borobudur itu adalah kejadian yang patut diingat, duh… :(

    justru pada saat lebaran inilah warga jakarta bisa merasakan sedikit kesunyian bukan? hehehe… :D

  3. Hahaha, foto nyo mantap da, ka kabun binatang bukik tinggi lai da hehehehe
    .-= imoe´s last blog ..…mm… =-.

    kabun binatang bukittinggi sudah pernah Im… dua tahun lalu, saya pulkam bareng satira dan ajib. kami sempatkan main ke situ… :D

  4. Saya sih kongkow sana kongkow sini…bawa keluarga…baliknya nenteng ini dan itu. Meskipun lebaran di kampung orang, tapi koq daftar kunjungan jauh lebih banyak ketimbang lebaran di kampung sendiri…
    Tapi nggak pakai istilah jepret sana sini loooh…. wikikikiki

    Trus… ninggal sana ninggal sini gak Pakde…?
    kalau di kampung sendiri kan kudu mempersiapkan banyak amplop buat ditinggal sana ditinggal sini, hehehe… :D

  5. Tradisi Syawalannya bagus bgt, mAs. kudu di pertahanin.
    Bisa langsung bermaaf2an di satu tempat, soalnya kalo rumah kerumah biasanya bakal kelewat juga, gak bisa semuanya. Plus ada umat non muslim juga yang syawalan disana. Hebat.

    Kok ke Gembira Loka mas?
    Emang gak ada keluarga laen di Jogja, selain keluarga di gembira Loka hehehe…

    Lam kenal
    .-= Hajier´s last blog ..Maaf Lahir & Bathin, Kawan… =-.

    Sepertinya, syawalan itu sudah menjadi tradisi yang dikekalkan oleh seluruh warga Jogja. Sehingga, setiap kali lebaran sudah bisa dipastikan di seluruh kampung seantero jogja melakukannya…

    Kasihan kita sama warga gembira loka itu mas, tidak ada yang bersilaturrahmi. Maka, sebagai sesama makhluk hidup, kamipun mengunjunginya…. hahaha…. :D

    Salam kenal juga ya

  6. Di kampung saya dulu, Notoprajan, juga pasti ada acara silaturahmi di gedung serbaguna RW setelah sholat Ied

    bener uda, indah sekali ketika semua berkumpul, muslim – non muslim, pribumi – non pribumi, jawa – non jawa, semua kumpul, tua muda, kaya miskin.. semua kumpul, indah sekali…

    kmarin aku ke tempat tetangga juga pd hr kedua, soalnya hari pertama sunyi senyap, semua tetangga keluar ke tempat saudara-saudara mereka
    .-= bro neo´s last blog ..Ibu =-.

    itulah hebatnya jogja bro… dan kayaknya aku makin suka dengan kota ini… :D

  7. kalo kami di sini suka sekali mengunjungi saudara tua Uda…
    abis ngga ada yang lain lagi yang bisa dikunjungi

    Tapi aku bayangin ribuan kecoak itu jadi ngeriiii.

    Hmm batere ya? Aku sering kehabisan batere kamera, lalu pake HP dan abis juga. ketahuan narsisnya kan? Karena sebelum pergi semua penuh, full charged :D

    EM
    .-= Ikkyu_san a.k.a imelda´s last blog ..17 tahun =-.

    tenang nechan, kecoa itu tidak hidup, mereka sudah diawetkan. jadi, gak bakal membuat kita geli, hihihi…

    aku juga mau pake hape setelah kebahisan batre kamera, tapi ternyata, batre hape juga udah sekarat, karena seharian dipakai terus untuk membalas sms yang masuk bertubi-tubi plus menjawab telepon yang tak henti-hentinya, haha… :D

  8. hahaha… menjalin silaturrahmi memang tak terbatas hanya sesama manusia uda… binatang pun juga…..

    baa ndak pulang uda?? lah ambo sadioan gulai cubadak jo gulai tunjang untuak uda ha… tapi lah ambo makan…. hihihihi
    .-= aurora´s last blog ..negeri 5 menara =-.

    kata pepatah: tak ada rotan, akar pun jadi… tak ada manusia, hewan pun jadilah untuk disilaturrahmi-i, hehehe….

    ondeh Rif, baa dek bahabihan, padahal ambo ka pulang kini ko ha… masaklah baliak, hahaha… :D

  9. Wah, Mas Uda… Acaranya berkesan sekali tampaknya. Lebaran, tahun2 lalu aku lebih banyak berkunjung ke Blitar merayakannya di sana, berkumpul dengan sanak saudara dari pihak Papa.
    Sekembalinya ke Klaten, silaturahmi antar warga biasa diadakan di perempatan kampung dan smua saling bersalaman, menyenangkan tanpa melihat sekat budaya dan agama.
    Di sini? Senyap hahahaaha :))
    .-= DV´s last blog ..Inkonsistensi, Awal Kebohongan =-.

    aku sekarang justru meyakini bahwa toleransi dan semangat pluralisme sudah ada di masyarakat kita sejauh lama. hanya para elit saja yang “sok” mempersoalkannya…

    di ausie senyap ya? ya udah, nanti kita bikin gaduh, hehehe… :D

  10. hari pertama lebaran, KBG kok masih sepi ya da.. kmrn saya lewat depannya lumayan macet.. :)
    acara syawalan di pendopo bener2 syawalan tuh krn dilaksanakan pada hari H-nya. kalo di perumahan saya, dilakukan nanti seminggu setelah lebaran ketika semua penghuni sdh pada berkumpul stlh pada mudik ke kampung halamannya masing2

    iya gus, hari pertama memang masih sangat sepi. barangkali karena orang-orang masih sibuk bersilaturrahmi ke sanak famili. kalau pada hari kedua sampai sekarang, wuih… puenuh… bukan oleh orang-orang jogja saja, tapi juga dari berbagai penjuru… :D

    syawalan pada hari H memang sudah menjadi tradisi di kampung kami sejak dulu. mudah-mudahan terus begitu ya…

  11. Ah Uda …
    Ini sederhana sekali namun sangat terasa keindahannya …

    Acara kumpul se RT ini sangat baik untuk dilestarikan …
    tempat dimana kita semua bisa bersilaturahmi dan saling maaf memaafkan …
    Praktis … efisien … tanpa mengurangi makna dari Hari Kemenangan tersebut …

    Gembira Loka ???
    aaahhh sudah lama saya tidak kesana …
    terakhir saya kesana waktu SD kelas 5

    Mengenai Baterai ???
    Hmmm … ini lahan usaha baru nih keknya …
    hahahaha …

    Salam saya

    benar pak, tradisi syawalan kudu dipertahankan dan dikembangkan…

    terakhir ke gembira loka kelas 5 sd? wuih… udah lama sangat ituh… berarti itu jamannya emak si harimau yang ada sekarang ya? hehehe…

    mau jualan batre? aih, boleh juga… ;)

  12. duh…senangnya…*NGIRI.com*

    senangnya bisa jalan2 dengan istri dan anak2 tercinta…sampai bikin foto2 narsis di FB huhehehehehe *maaf lahir batin lagi uda :P *
    tapi uda…melihat muka2 bahagia uda dan uni serta anak2 uda sedikit tertular juga jadi seneng walaupun diriku sedih gak mudik :(

    kalau aku ke jogja, aku mo nodong Uni buat ngajak jalan2 ah….huhehehehehe…. uda vizon??? gak usah di ajak :P
    .-= Ria´s last blog ..Lebaranku 1430 H =-.

    dirimu ngiri…? emang itu tujuannya, hahaha…. :D
    beneran nih mau ke jogja? ya udah, bikinlah rencana jalan-jalan yang yahud, biar aku jadi penonton saja… :p

  13. sederhana tapi penuh makna
    silaturrahmi harus terus
    dijalin, kapan dan di mana saja
    Minal aidin wal faidzin bro
    mohon maaf lahir dan batin
    :)
    .-= mikekono´s last blog ..Kebahagiaan Semu……! =-.

    minal aidin wal faidzin juga bang mike,
    semoga kita senantiasa dapat menjaga silaturrahmi, dengan siapa saja dan di mana saja… :D

  14. Uda, baju barunya bagus-bagus ya (itu loh yg nampang di foto atas…)

    Acara Syawalannya menarik ya. Semua berbaur. Semua senang. Mestinya semua orang Indonesia begitu tuh. Jadi nggak ada yg gontok2an :)
    .-= kris´s last blog .. =-.

    Thanks Kris…
    Benar, sepertinya tradisi syawalan ini bisa menjadi inspirasi masyarakat Indonesia untuk terus melestarikan budaya kekeluargaan…

  15. Hari raya pertama sepi disini, gak ada yang dirumah, semuanya jalan mengunjungi keluarga masing-masing. takicuah wak, kalo dikampung biasanya silaturahim ke tetangga dulu baru ke keluarga. pelajaran buat lebaran tahun depan, ya kalo masih lebaran di medan, hehehe…

    blog uda ndak bisa di akses dari kantua wak lai, antah dima salah e.
    .-= Wempi´s last blog ..Kado Lebaran 1430H =-.

    begitulah nasib berlebaran di perantauan Wem, kudu mengikuti tradisi setempat… :D

    gak bisa diakses dari kantor? hmmm… mungkin blog ini lagi jalan-jalan, sehingga sulit untuk diakses, hehehe…
    gak tau tuh Wem, ada beberapa orang juga yang mengeluhkannya…

    • mungkin server nya iix, susah diakses dari link dunia luar. wempi pernah juga kejadian seperti ini. akhirnya pindah ke server us. tapi agak sedikit lambat loading nya, hehehe…
      .-= Wempi´s last blog ..CPNS Unimed – 6 Okt 09 =-.

      thanks infonya Wem…

  16. huaaaa… hahahaa… kehabisan batre juga si uda.

    wuih, mantap deh acara syawalannya, da. mantap juga rekreasinya. bersilaturrahim toh tak musti dengan sesama manusia kalau para penghuni taman margasatwa itu juga dianggap kerabat kan, uda? *maksuuuud…*

    peace, uda.

    baganti-ganti kini kodak uda. ndeh mantap bana, da!
    .-= marshmallow´s last blog ..Mudik by All Means =-.

    mereka memang kerabat yang sudah lama tak dikunjungi, hihihi… :D

    baganti-ganti kodak? bialah, yang penting kan ndak urangnyo nan baganti-ganti… ;)

  17. Hari pertama di Medan dikhawatirkan dengan turunnya hujan. Hari sebelumnya hujan selalu turun di pagi hari. Tempat sholat Id yang semula sudah diratakan juga tetap tergenang air. Akhirnya tempat dipindah ke samping musholla, numpang di halaman rumah warga. Untunglah tempatnya cukup. Sebagian jamaah wanita dimasukkan ke dalam musholla. Jalanan yang berlubang juga dipenuhi. Akhirnya, sholat pun berlangsung sukses tanpa hujan.

    Jogja sama sekali tidak hujan Bro, bahkan selama Ramadhan tidak pernah. Makanya suasana Jogja rada panas sekarang ini…

  18. Silaturahmi di kampungku kayaknya dilakukan di halaman masjid bagda sholat Ied. lalu berlanjut saling mengunjungi rumah-rumah para tetua dan yang dituakan.

    Anak-anak yang sudah agak besar, bersama kawan-kawannya berkelompok-kelompok berkungunjung dari rumah ke rumah. ikut seneng melihat keceriaan mereka..
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Ketupat, Lontong dan Opor =-.

    sepertinya semangat idul fitri harus dilestarikan ya mbak nana… agar semua orang senantiasa berhati lapang dan terbuka akan apa saja, sehingga hidup ini terasa damai selalu, tanpa mempedulikan berbagai perbedaan… tapi, apakah itu mungkin..? sangat mungkin, bila kita mau… iya kan?

  19. wedewww..indahnya suasana jalan2 dan silaturrahmi
    jadin iri, kesedihan berlebaran di hutanpun semakin terasa he2.

    kalo melihat gambar anak2 kecil yang selalu tersenyum itu, saya jadi berpikir “masa kita nggak bisa kayak gitu lagi” he2

    lho… seharusnya dirimu bersilaturrahmi dengan penduduk hutan Zul… lha wong kami yang tinggal di kota saja bersilaturrahmi dengan penghuni kebun binatang, masa dirimu tidak…? hahaha…. :D

  20. Pingback: Ujung dan Ziarah « sejutakatanana

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>