pemuda


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Meski banyak yang skeptis dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, tapi aku tetap berharap momentum ini menjadi sesuatu yang bermakna dalam kehidupan kita, berbangsa dan bernegara (berblog juga… ;) ).

Kepemudaan merupakan suatu isu yang sangat penting. Saking pentingnya, di berbagai belahan bumi ini, persoalan kepemudaan selalu menjadi fokus utama. Agama juga berbicara soal ini. Ada banyak teks keagamaan yang memberi petunjuk tentang bagaimana pemuda itu harus bersikap dan disikapi, di samping juga peringatan bila kepemudaan itu tidak diapresiasi dengan baik.

Dalam ajaran Islam, ada banyak ayat dan hadis yang berbicara tentang kepemudaan. Sebut saja sebagai contoh, kisah sekelompok pemuda yang tertidur di sebuah gua yang bernama Kahfi selama tigaratus tahun. Kisah mereka diabadikan dalam Al-Quran sebagai ibarat buat kita, betapa pemuda yang berani berkata “tidak” terhadap kemungkaran. Mereka lebih memilih mempertahankan prinsip dan meninggalkan hingar bingar duniawi, daripada menggadaikan harga diri demi kenikmatan duniawi sesaat. Mereka tercatat sebagai manusia-manusia terbaik, dan mereka adalah pemuda yang dikenal sebagai Ashabul Kahfi.

Nabi Muhammad dalam salah satu hadis beliau menyebutkan pula bahwa ada 7 golongan yang akan dilindungi oleh Allah. Salah satunya adalah pemuda yang hatinya lekat dengan masjid. Lekat dengan masjid adalah sebuah perumpaan bagi pemuda yang senantiasa menjaga kesuciaan dirinya dan terus berbuat baik bagi dunia ini dengan menjadi orang berguna. Masjid adalah simbol kesalehan. Seorang pemuda yang memiliki kesalehan itu, tentulah seseorang yang istimewa. Karena, bila orang yang sudah tua menjadi saleh, adalah biasa. Namun, seorang pemuda yang saleh, tentulah luar biasa. Sehingganya, wajar bila mereka mendapat “bonus” perlindungan dari Allah.

Begitu pentingnya masa muda ini, maka ada sebuah peringatan yang menyebutkan bahwa 3 hal yang menjadi biang kerusakan seseorang adalah: waktu luang, masa muda dan kekayaan. Bila tiga hal ini, termasuk masa muda, tidak dikelola dengan baik, maka ia akan jadi bara api yang akan mengancurkan sang empunya secara perlahan tapi pasti. Perlu kewaspadaan akan hal ini.

So, selamat memperingati hari Sumpah Pemuda. Teruslah berkarya, teruslah hargai perbedaan, teruslah menjadi Indonesia, dan teruslah menjadi pemuda yang berguna…

Pemuda adalah yang berani mengatakan “Inilah Aku”, bukan yang cuma bisa bilang: “Bapakku adalah…………..”


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

64 comments on “pemuda

  1. aku kadang miris kalau melihat orang muda pada ngobat, teler, brantem… mo jadi apa mereka itu??

    apalagi kalo melihat tawuran pelajar atau mahasiswa… miris skali

    slamat hari pemuda…

    SATU NUSA, SATU BANGSA, MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN
    .-= Bro Neo´s last blog ..Dua Ribu Rupiah =-.

    • bukan miris lagi Bro, tapi marah, kesal dan segala ekspresi emosi lainnya melihat fenomena tersebut. tapi mau gimana lagi, itulah kenyataannya sekarang. tinggal lagi urusan kita adalah memberi andil yang sebesar-besarnya demi meminimalisir kondisi kepemudaan yang serba buruk itu

  2. ah.. saya tertampar da… saya sadar.. perjuangan saya sebagai pemuda belumlah maksimal… bahkan bisa dibilang sangat kurang…

    tapi saya akan terus berjuang… atas nama pemuda.
    yang untungnya sekarang sudah bisa dilakukan secara online… hihihi….

    saya akan berjuang dengan tulisan-tulisan saya!! saya berjuang atas nama pemuda dan langittimur.com!!!
    .-= aurora´s last blog ..Kawan, cita-citamu, sungguh…. =-.

    • ada banyak cara untuk bermanfaat Rif, dan apa yang dirimu bilang dengan berjuang atasnama langittimur.com itu, adalah salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan…

      so, teruslah berkarya dan bermanfaat wahai anak muda! :D

  3. Pemuda adalah yang berani mengatakan “Inilah Aku”, bukan yang cuma bisa bilang: “Bapakku adalah…………..”

    sebuah tamparan untuk pemuda2 seperti saya uda.. semoga nanti orang melihat karya saya, bukan siapa bapak saya..
    .-= lilliperry´s last blog ..Kebersamaan Tanpa Batas =-.

  4. Uda…kalo udah bisa bilang “Inilah Aku” tapi usianya udah 40 lebih apa masih bisa disebut pemuda?

    Saya juga ingin tau batasan umur pemuda itu sabaraha? Apakah kalau sudah kawin bukan pemuda lagi? Uda dan saya bukan pemuda dong kalo gitu ;) Atau semua yang belum kawin itu pemuda….atau dibatasi sampai umur berapa tuh? Atau pemuda itu seumuran mahasiswa? Nah loh…susah deh.

    EM

  5. Pemudinya mana?

    Pemuda emosinya memang lebih membara, labil dan mudah terpengaruh. kalo positif bisa sangat bagus kalo negatif bisa sangat berbahaya.

    jika positif banyak menghasilkan pengusaha muda, da’i muda dan enterprenur muda yang sukses.

    jika negatif bisa menghasilkan calon pengantin :lol: dengan jalan pintas.

    but… tetap ada peran orang tua kan untuk membantu membentuk karakter pemuda masa depan.
    .-= Wempi´s last blog ..PT. Inti Plantation =-.

    • bila menyebut pemuda sudah termasuk di dalamnya pemudi Wem, hehe… :D

      pemuda yang dapat menaklukkan segala godaan gairah muda, tentulah pemuda istimewa. so, marilah kita menjadi istimewa…

  6. pemuda idaman pemudi dan harapan bangsa adalah pemuda yang hatinya lekat dengan masjid.. seperti buya Hamka dan bung Hatta. sekarang masih bisa ya da vizon hati lekat ke mesjid sambil blogging :)

  7. Semoga pemuda generasi bangsa semakin oke. UU no 40 tentang kepemudaan tahun 2009 ini, menjamin organisasi kepemudaan untuk dapat melakukan banyak hal. didalamnya mendapat dukungan penuh persoalan dana dari pemerintah.selamat deeh..
    .-= Badruz´s last blog ..Eh..Mas, Ngisi Buku Tamu Dulu! =-.

    • Seharusnyalah pemerintah memberi sokongan luar biasa kepada organisasi kepemudaan Mas Badruz. Tapi, bukan berarti dengan demikian sikap kritis pemuda menjadi mengendur… :D

  8. Jujur nih Uda
    saya sering mendengar kata Ashabul Kahfi

    Tetapi baru sekarang saya mengerti hakikatnya …
    Thanks ya Uda …

    (ah setiap saya kesini pasti selalu ada hal baru untuk saya)
    .-= nh18´s last blog ..TRAINER MANYUN =-.

  9. Betul, Da… kebanyakan orang menganggap masa muda untuk bersenang-senang, masa tua baru mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Padahal kan nggak ada jaminan mereka bakal pernah mencapai usia tua. Umur manusia siapa yang tau. Eh, kok saya komen kayak gini macam udah benar aja ibadahnya.. :-D

    Btw, saya masih masuk kategori pemuda ngga, Da?

    • dalam salah satu hadis disebutkan: “manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu”. manfaatkan artinya isilah dengan hal-hal yang bermanfaat, bukan memanfaatkan dengan huru-hara tak berguna…

      dirimu masih muda lah Son… masih swit sepentin, hehe… :D

    • Dan itu terlihat pada dirimu La…
      Aku mengenal dirimu, karena dirimu, bukan karena Papimu. Meski akhirnya aku kenal Papimu, dan mengetahui sedikit banyak tentang warisannya terhadapmu, itu tidak mengurangi rasa salutku terhadapmu, bertambah malah… :D

    • Bagi kita yang pernah muda, setidaknya mampu memberi pencerahan dan arahan bagi mereka yang masih muda. Kira-kira begitu gak Bun peran kita…? :D

    • si alif dari pondok madani, kalau saya dari pondok modern gontor, beda kan? ;)

      ya, inyiak itu adalah harimau yang hati dan jiwanya ada di surau. jadi, inyiak yang ada di sini sangat lembut kok, hehehe… :D

    • dirimu adalah salah satu dari pemuda yang aku kagumi Ri… kerja kerasmu, tekadmu, keberanianmu, itu luar biasa. tidak banyak pemuda sepertimu… mantap!
      *berharap ria tidak semakin gembil dengan pujian ini* ;)

  10. dalam susunan piramida penduduk, pemuda menempati struktur yang paling dominan. ini bisa jadi potensi yg positif maupun negatif untuk kemajuan bangsa ini. peran kementrian pemuda seharusnya lebih serius menangani masalah kepemudaan ini, dng memanfaatkan potensi positifnya.
    bung karno dulu pernah berkata : berikan aku sepuluh pemuda, bersama mereka akan kugoncangkan dunia..!!

    • terus terang, saya sedikit pesimis dengan menpora yang sekarang. dia adalah seorang politisi. kemungkinannya dia akan melakukan kegiatan kepemudaan dengan paradigma politik itu sangat besar. bila hal itu dilakukan, dapat dipastikan kegiatan kepemudaan hanyalah kegiatan yang absurd belaka, tanpa makna… hah… kita lihat saja nanti ya Gus… :)

    • yang penting jiwanya Zul, bukan hafalannya.
      ada banyak pemuda yang sangat fasih melafalkan teks itu, tapi jiwanya sangat tidak indonesia… itu justru yang memalukan.. :D

    • benar sekali pak… memanfaatkan masa muda sebelum masa tua adalah salah satu wasiat rasulullah bagi umatnya; di masa muda berbuat baik sebanyak mungkin, agar di masa tua dapat melihat generasi berikutnya melakukan hal yang sama dengannya, bahkan bisa jauh lebih baik… :D

    • alhamdulillah kok lai baguno nan ambo sampaikan ka frezy.
      insya Allah sudah ko frezy tambah dakek jo surau, paliang indak jo surau ambo ko… hehehe.. :D

  11. Dulu waktu kuliah, ada teori ini: bahwa hakikat mendidik adalah memanusiakan manusia muda.
    Kalau lihat berita di TV, kesel deh, lihat mahasiswa (yang kebanyakan adalah pemuda) yang bersikap anarkhis, berbuat ricuh dan kerusuhan. Kasian para pendidik mereka dong, barangkali para pendidik mereka itu, merasa gagal “memanusiakan” para manusia muda itu…
    Yang ricuh dan suka bikin huru-hara dan tawuran itu kok sepertinya bukan sikap yang terdidik dengan baik ya…
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Cerita Tentang Pemadaman Listrik =-.

    • kata orang bijak, pendidikan itu adalah untuk menumbuhkan kesadaran pada seorang manusia agar ia dapat menjadi kreatif.

      pemuda, terutama mahasiswa yang bersikap seperti itu, pertanda kalau pendidikan yang mereka peroleh di bangku kuliah tidak menumbuhkan kesadaran akan kemanusiaan mereka Na…

      siapa yang disalahkan dengan keadaan ini? para pemangku pendidikan tentu saja, yaitu pendidik, masyarakat dan pemerintah. 3 aspek ini adalah tiang utama sebuah pendidikan. bila tidak ada sinergi yang baik antara ketiganya, alamat penyelenggaraan pendidikan akan timpang. dan celakanya, itu tengah terjadi di negara kita… :(

  12. Assalamu ‘alaikum….
    Salam kenal Mas Vizon, disini terasa damai sekali (kesan pertama, selanjutnya……semoga lebih damai).

    Karena sekarang usia saya 30++ meskipun dah 2 anak berarti masih pemuda dong? (sesuai teori Mas Vizon…)

    Padahal dari sejak SD setiap dengar ustadz menyebut hadist Nabi tentang 7 golongan diatas selalu mikir, bisakah aku termasuk didalamnya.

    Nah karena sekarang masih pemuda ternyata, jadi harus mengoreksi lagi nih. Sudahkah aku termasuk di dalamnya?
    .-= masnur´s last blog ..Sosialisasi UU no. 22 tahun 2009 tentang LLAJ =-.

  13. pemuda tu yang bisa memandang jauh ke depan
    pemuda tu yang bisa berfikir kreatif memberikan inofasi
    pemuda tu yang bisa bersuara mewakili kebenaran
    dan…………
    pemuda tu yang bisa buat blog kayak kita-kita ini
    he…he…he…
    NB: salam kenal da

  14. Udaaaa…
    maafkan ya baru bisa mampir lagi…

    walopun telat tapi hmmm aku setuju sekali lho jika tidak memanfaatkan ketiga hal diatas rugi besar. karena untuk kekayaan bisa dicari tapi waktu luang dan masa muda tdk dpt diputar kembali :)

    aaand, suka banget dengan kalimat penutup uda…. betapa banyak org sombvong gara2 kedudukan bapaknya. Duuuh pemuda/pemudi berkarya yuuk :)
    .-= Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Change for Better Indonesia =-.

  15. Lebih baik klo bisa membanggakan ayahnya, ketimbang malu sama ayahnya, uda..
    hihihi.. (di luar konteks ya)
    Tapi iya lah, harus punya jati diri sendiri :)

    ah, akhir2 ini saya merasa justru sedang mencari jati diri.. aneh. kok malah diumur segini ya.. kata orang kan yang krisis jati diri itu remaja.
    .-= narpen´s last blog ..“Sehat” ala C’Mar =-.

  16. Uda sebenarnya pengen ngasih komen ke judul yang kapok, tapi karena ga bisa ngeliat picture-nya jadi di pending dulu ajah hehehehe…

    Uda, soni juga pernah memposting topik tentang ini, dan kalo ga salah uda juga komen disana..

    Setuju sekali da dengan pepatah arab tersebut..

    Kalo setiap pemuda Indonesia mengerti dan memahami maksud dari pepatah tersebut.. Alangkah indahnya negara kita…

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>