Posted by Vizon | Posted in hiburan | Posted on 23-11-2009
Tags: rindu masa kecil
Tanpa sengaja, aku menemukan lagu lawas dari Indra Lesmana berjudul “Biarkan Aku Kembali”. Menyentuh sekali; nada dan syairnya begitu pas menyatu dengan suara indah Indra Lesmana. Meski sudah cukup lama dikeluarkan, yakni pada tahun 1994, tapi lagu ini tetap terasa indah dan senantiasa baru. Coba simak syairnya:
Jauhnya melangkah
Tak terasa lelah yang menerpa
Kini kian dekat
Segala yang pernah kudamba
Lalu darimana datangnya rindu ?
Sarat dengan beban
Walau dapat tertanggulangi
Tetapi terkadang
Ingin semua dapat kulupakan
Entah darimana datangnya rindu..
Membuat ku ingin berlari
Biarkan aku kembali
Bermain, berlari, berputar, menari…
Biarkan aku kembali
Dimana ku selalu terlindungi
Dapat ku melihat
Kehidupan di depan mataku
Selalu kusyukuri
Segala yang kini kunikmati
Lalu bagaimana datangnya rindu ?
Membuat ku ingin berlari
Biarkan aku kembali
Berkhayal..
Melayang terbang jauh tinggi
Biar kupejamkan mata
Sejenak kembali…
Masa kecilku…
Silahkan simak lagunya:
Syair yang ditulis Mira Lesmana ini, seolah mencerminkan bagaimana indahnya masa kecil Indra Lesmana bersama orangtuanya. Sehingga, ketika kelelahan jiwa yang menerpanya di masa dewasa dapat diistirahatkan dengan mengingat masa kecil dahulu.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana bila seseorang yang memiliki masa kecil tidak bahagia? Adakah ruang rindu baginya akan masa-masa itu???
Syair diambil dari sini




Kalau masa kecil tidak bahagia?
Ya membuat masa bahagia di kala besar, dan tidak menoleh ke belakang mungkin ya Uda.
Untung aku bahagia terus dari bayi sampai sekarang hehehe.
(bukannya kebahagian harus diciptakan sendiri Uda?)
EM
ikkyu_san´s last blog ..Samudra dan Dermaga
[Reply]
indah nian lagunya om…
masa kecil, kebahagiaan??? canda tawa? masa indah???
ah, begitu asing hal itu buat saya. tapi, mau gimana lagi, semua telah lewat, tak perlu ada yang di sesali. di syukuri aja. toh, berawal dari keadaan seperti itulah, sekarang saya benar2 tahu makna dari kebahagiaan yang sesuangghnya
salam hangat,
zulhaq´s last blog ..Sinting!!! Kok Gw Di Salahin?
[Reply]
Pertanyaan menggelitik di bagian akhir …
Dan suwer … saya tak tau jawabannya …
Adakah kerinduan itu ??
But yang jelas …
adalah merupakan tanggung jawab kita semua …
Untuk merajut kenangan yang akan senantiasa indah untuk diingat oleh anak-anak kita …
Salam saya
nh18´s last blog ..READER’S BEHAVIOUR
[Reply]
(ee..urang awak kironyo yo..)

Kunjungan Perdana nih..
Salam kenal yo nyiak..
Dona´s last blog ..Sepenggal Episode Masa Lalu – Bag 1
[Reply]
mantap uda! lagu lawas memang mengandung begitu banyak misteri, menggugah, sarat makna… berbeda dengan lagu jaman sekarang…(atau memang aku nya yang aneh, suka lagu-lagu lama??)
aurora´s last blog ..tukang ojek itu begitu cerewet
[Reply]
tul, lagu lama seakan mengingatkan kita akan kesederhanaan, perpaduan hidup, cinta dan kritik sosial
jauh beda dengan lagu2 sekarang yang temanya cinta melulu, bosan razaq ngedengernya
jadi pengen download nih
thenk for shere
[Reply]
Saya juga suka lagu itu Uda
kebayang kenangan masa kecil diajak jalan2 sama bapak hehe
Beruntung kenangan masa kecilnya indah.. kalo penuh trauma.. weeeh sedih banget!
Tapi masa kecil kan memang masa senang2 karena belum ada tanggung jawab hehehe
Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Kiamat di 2012?
[Reply]
saya jg seneng lagu ini Uda, ada di album the best-nya Indra.. menurutku satu album keren semua
saya sangat bersyukur bahwa yg ada adalah kenangan indah masa kecil.. tdk ada trauma
Bro Neo´s last blog ..Abrakadabra!!
[Reply]
Kalau masa kecil tidak bahagia, saya pikir orang pasti tidak merindukannya, Uda. Sebaliknya, justru ingin melupakannya. Memang kasihan orang yang masa kecilnya tidak bahagia, karena ia tak bisa menengok ke belakang dengan lega, padahal masa kecil adalah penggal hidup yang paling lekat terpateri dalam ingatan. Maka, bahagiakanlah masa kecil anak-anak kita …
Tuti Nonka´s last blog ..Passionate & Companionate Love
[Reply]
hmmm…aku juga suka lagu ini Uda…liriknya dalem banget, nggak kayak lagu anak-anak muda sekarang isinya cinta dan selingkuh melulu…
nanaharmanto´s last blog ..Penghuni Kolam Kenangan
[Reply]
lagu ini memang lagu yg saya sukai , sudah lama sekali ya.
kalau masa kecil tdk bahagaia?
alhamdulillah, dr kecil hingga kini saya termasuk orang yg bahagia……
salam.
bundadontworry´s last blog ..Haji Mabrur (2).
[Reply]
Bagaimana dengan orang tidak memiliki masa kecil yang bahagia?
Oh, menurutku, pasti ada sifat-sifat yang berkaitan dengan rasa trauma di masa yang lalu.
Uda tau kisah soal pembunuhan model di Jakarta yang belakangan diketahui kalau pembunuhnya adalah seorang lelaki yang berpforesi sebagai penata rias yang masih berusia sembilan belas tahun?
Hm..
Dari artikel yang aku baca di koran, dia bertutur tentang masa kecilnya yang tidak bahagia. Dia bertutur kalau saat kecil dulu, dia sering dimarah-marahi oleh ibunya sehingga ia besar dengan kemarahan yang luar biasa terhadap perempuan yang sedang marah-marah.
Pembunuhan itu terjadi karena apa? Karena saat ia mau pinjam uang, si model tidak berkenan lalu malah marah-marah. Akibatnya? Dia kalap lalu memukul kepala si model, karena dengan segera ia teringat dengan figur ibunya dan masa lalunya…
Tapi sekali lagi, ini memang tergantung dari masing-masing orang. Ada yang menjadikan trauma sebagai lecutan untuk berbuat lebih baik lagi, ada yang sebaliknya, malah memanjakan rasa trauma itu.
Alhamdulilah, aku punya masa kecil yang menyenangkan… Masa kecil seperti layaknya anak kecil yang normal.. Bermain dan bermain saja…
Well,

itu artinya, I am that lucky! Harus bersyukur…
Lala´s last blog ..Senangnya Menjadi Bocah!
[Reply]
wah no comment buat masa kecil kurang bahagia…
mudah2an “hilangnya” masa kecil itu bisa dibayar dengan keindahan di remaja dan dewasanya n tentunya menjadi “utang” agar anak2nya nanti tidak mengalami “masa kecil kurang bahagia”
AFDHAL´s last blog ..IZAKOD BEKAI IZAKOD KAI
[Reply]
hehehe…udah berapa postingan yang aku lewatin?
maap uda habis liburan ke Bukittinggi
lagu ini bagus…aku suka banget…

dan masa keciku bahagia sekali…
Ria´s last blog ..Koala Baruku
[Reply]