hijrah


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Hijrah, secara fisik bermakna perpindahan seseorang dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan tertentu. Sementara secara maknawi, hijrah bermakna perpindahan seseorang dari sikap yang tidak baik menjadi lebih baik.

Aku telah mengalami beberapa kali hijrah secara fisik. Pertama, di tahun 1985, setamat dari sekolah dasar, aku hijrah dari tanah kelahiranku, Duri-Riau, menuju desa Gontor di Ponorogo Jawa Timur. Selama enam tahun aku berada di sana. Berbagai pengalaman dan pengetahuan telah kureguk, dan itu telah berhasil memberi pengaruh sangat besar dalam hidupku.

Kedua, pada tahun 1992, aku hijrah ke kota Padang. Karena kecewa tidak dapat melanjutkan kuliah ke Mesir, akupun memilih untuk kuliah di kampung halaman leluhurku itu. Terbersit sebuah niat di hati untuk belajar bersungguh-sungguh demi membuktikan kepada khalayak bahwa lulusan dalam negeri tetap dapat bersaing dengan lulusan luar negeri. Apakah sekarang aku sudah dapat membuktikannya? Entahlah, yang pasti, saat ini aku sangat bersyukur karena dengan kuliah di kota Padang membuatku tidak buta sama sekali dengan adat budaya asalku.

Ketiga, pada tahun 1997, aku hijrah ke kota Pekanbaru. Beasiswa S2 di IAIN Sulthan Syarif Qasim telah mengantarku ke kota itu. Meski aku lahir dan dibesarkan di kota Duri yang berjarak hanya 4 jam perjalanan ke kota Pekanbaru, tapi pengetahuanku akan ibukota propinsi Riau tersebut sangatlah minim. Ketika mulai menginjakkan kaki di kota tersebut, aku cetuskan niat untuk menggali sebanyaknya pengetahuan dan pergaulan di situ. Dan, alhamdulillah, niatan itupun tercapai. Sebuah kampung bernama Limbungan di Rumbai telah menjadi kampung keduaku. Warga di situ telah berhasil memberi makna berarti bagi kehidupanku dan keluarga. Kampung itu, telah sangat identik dengan kami.

Pada tahun 2004, aku hijrah untuk yang keempat kalinya. Yogyakarta adalah kota tujuanku. Banyak sahabat dan sejawat yang mempertanyakan mengapa aku memilih kota itu sebagai tempat kuliah S3-ku? Jawabku adalah karena aku sangat yakin bahwa Yogyakarta akan memberiku banyak pengalaman dan ruang belajar yang tidak sedikit. Aku sangat tertarik dengan keramahan dan kreatifitas warganya. Kelebihan mereka itu, ingin kupelajari dan kujadikan bagian tak terpisahkan dari diriku. Alhamdulillah, niatan itupun tercapai. Di samping aku beroleh ilmu pengetahuan secara teoritis dari kampus, aku juga beroleh pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa dari masyarakat. Kweni adalah kampung yang telah kuanggap sebagai “kampus terbuka” bagi diriku. Darinya aku belajar banyak hal; soal ketulusan, kesabaran dan toleransi.

Hijrah yang kulalui selama ini adalah sebuah perjalanan dalam rangka menuntut ilmu dan menambah pengalaman. Segala niat yang kucetuskan di setiap awal perjalanan itu, akhirnya terwujud dan berhasil kudapatkan. Aku jadi teringat dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadis beliau: “Sesungguhnya, amal perbuatan seseorang itu tergantung kepada niatnya, dan ia akan beroleh balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya”. Hal ini menunjukkan bahwa baik-buruk yang kita peroleh dari hijrah kita, tergantung dari apa tujuan yang kita tanam sebelumnya. 

Saat ini, umat Islam di seluruh dunia menyambut tahun baru Islam. Penanggalan ala Islam ini diberi nama Hijriyah, sebagai pengingat akan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Hijrah yang dilakukan itu telah memberi kemajuan yang luar biasa dalam kehidupan beliau. Masyarakat Madinah dapat menerima beliau dengan tangan terbuka. Bahkan akhirnya, beliau pun dipercaya sebagai pemimpin negara ketika itu. Hijrah yang beliau lakukan telah membuahkan hasil positif.

Maka, sempena peringatan TAHUN BARU ISLAM 1431 HIJRIYAH, adalah saat yang tepat bagi kita untuk merenungi kembali, seberapa baikkah niat kita dalam “berhijrah”? Apakah hijrah yang kita lakukan adalah dalam rangka memperluas keburukan yang kita miliki, ataukah untuk memperbaikinya? Semuanya, ada dalam hati kita… :) Lanjutan dari hadis Nabi di atas adalah: “Barangsiapa yang niat hijrahnya karena Allah, ia akan memperoleh ridha-Nya, dan barangsiapa yang niat hijrahnya karena dunianya, maka ia akan beroleh dunia itu”.

So, mari kita luruska niat dalam berhijrah… :)

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM
1431 HIJRIYAH


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

37 comments on “hijrah

    • Terima kasih Nechan (yang bakal selamanya hijrah ke negara matahari terbit) :D
      Aku yakin, hijrahmu ke sana telah memberikan makna dan kemajuan yang luar biasa untuk kehidupanmu…

  1. Setahun silam aku hijrah ke Australia.
    Aku yakin ini bukan karena dunia tapi karena keutuhan family yang telah diberkatiNya sendiri.

    Selamat tahun baru, Uda.
    Semoga semangat tahun baru hijriyah (dan juga tahun baru masehi sebentar lagi) semakin membawa semangat perubahan.. tentu ke arah yang jauh lebih dan lebih baik lagi.

    Salam dari jauh!
    .-= DV´s last blog ..Perlengkapan Musim Panas =-.

    • Niatmu sungguh mulia Don; berhijrah demi keutuhan keluarga yang telah diberkatiNya.
      Aku yakin, Tuhan akan memudahkan jalanmu, karena niatmu sangat tulus…

      Selamat tahun baru juga Don… semoga kita dapat hijrah menjadi manusia yang lebih baik dan selalu diberkati… :D

  2. Rasanya kematangan pribadi saya dimulai ketika hijrah ke jogya untuk menuntut ilmu selama 5 thn, kemudian berturut2 ke jakarta – kalimantan – jakarta, akhirnya mukim di karawang selama 16 tahun ini.
    hijrah untuk memantapkan niat bahwa hidup ini hanya bertujuan utk beribadah kepadaNYA, sll saya review di setiap kesempatan, karena godaannya sungguh luar biasa berat

    • Pergi meninggalkan kampung untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman sesungguhnya sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad. Dalam salah satu hadisnya, beliau berkata: “Tuntutlah ilmu meski sampai ke negeri Cina”. Artinya, hijrah ke negeri orang untuk menuntut ilmu bukan sekedar mereguk ilmu pengetahuan, tapi juga pengalaman yang tidak mungkin didapat oleh orang yang hanya terus bermukim di kampung halamannya.

      Tapi, meskipun sudah lama hijrah ke beberapa daerah, tidakkan melupakan kampung halaman sendiri tho Gus? :D

  3. Tiga Hal Uda
    #1. Hijrah Fisik
    Jika difikir perjalanan hijrah saya sepertinya berkutat di itu-itu saja … Lahir di Surabaya –> ikut orang tua ke Ciputat, Tangerang —> pindah ke Patal Jakarta —> kuliah di Bogor —> Kerja di Surabaya —> tugas di Padang (dapet Istri disini) —> balik Surabaya lagi (2 anak sempat lahir disini) —> balik ke wilayah Ciputat lagi sampai sekarang

    #2. Niatan
    Jujur saja Uda … saya menjalani semua Hijrah fisik ini secara “mengalir” saja … mengikuti suratan “nasib” yang akan membawa saya … Namun benar kata uda … sebetulnya itu semata-mata diniatkan untuk mencari kehidupan yang lebih baik … dan mudah-mudahan itu lurus senantiasa …

    #3. Selamat Tahun Baru Hijriah Uda

    Salam saya
    .-= nh18´s last blog ..BALANCING =-.

    • Om… tidak soal kemanapun tempat yang kita tuju dalam hijrah, yang terpenting adalah sebesar apa hikmah dan manfaat yang kita peroleh dari hijrah itu…
      Selamat tahun baru juga ya Om… :)

  4. hijrah pertama secar fisik, sewaktu saya mulai bekerja, selalu jauh dr ortu.
    hijrah selanjutnya ketika berumah tangga, tambah jarang bertemu ortu.
    yg ketiga hijrah saya, mudah2an mendapat ridha Allah swt ketika menunaikan ibadah haji , hijrah hati ini ini, insyaallah saya niatkan utk istiqomah, doakan juga ya Nyiak.
    Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1431 H.
    salam hangat utk keluarga.
    salam.
    .-= bundadontworry´s last blog ..Hijrahkan diri kita =-.

    • hijrah hati? ya… itulah hijrah maknawi yang sesungguhnya bunda…
      semoga hijrah kita dapat membuat hidup ini semakin baik dan terus diridhai olehNya
      salam hangat juga bunda untuk keluarga :)

    • dirimu harus hijrah Rif, agar dapat melihat dunia lebih luas, jangan terpaku di kampung halaman selamanya, bisa-bisa dirimu akan menjadi seperti katak dalam gelas, hehehe… (provokator mode: ON). kalau kuliah nanti, mau hijrah kemana nih? Jogja ya… :D

  5. selamat tahun baru hijriyah..
    semoga hijrah kehidupan kita membawa pada cahaya yang lebih terang
    lebih terang dari tahun kemarin..
    dan semakin terang hingga pada titik pusatnya…
    salam sahabat selalu :)
    .-= elmoudy´s last blog ..Perjalanan Sunyi =-.

  6. Hijrah fisik…
    dari kampung halamanku di Muntilan, hijrah ke Jogja untuk melanjutkan SMA dan kuliah >> Jakarta utk bekerja >> Kalimantan utk ikut suami >> dan Sulawesi (sekarang) juga masih ikut suami, suamiku sendiri, *masak suami orang, bisa ditimpukin aku hehe..
    semua kujalani dengan mengalir saja, ke mana pun, di mana pun, pengen tetap mendampingi suami. sekarang ini sedang menghayati kalimatku sendiri. “wherever my husband is, that’s my home…”

    Selamat Tahun Baru 1431 H, Uda….
    Berkah Dalem Gusti..
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Dokter Gigi =-.

    • aku suka sekali dengan kalimat terakhirnya Na, “wherever my husband is, that’s my home”. itu sebuah niat ikhlas yang pastinya akan diberkahi oleh Yang Maha Kuasa. aku yakin, niat tulus itu akan berbuah kebahagiaan dan kesejahteraan nan abadi… :)

      terima kasih Na… :)

  7. Uda, saya belum pernah hijrah fisik … hiks … :cry:
    Lahir di Yogya, sekolah dan kuliah di Yogya, nikah di Yogya, hidup di Yogya …
    Nggak pernah kemana-mana. Kasiaaan deh … :(

    Jadi hijrah saya secara batin saja. Sepanjang hidup, rasanya saya sudah beberapa kali berhijrah batin, yaitu ketika menghadapi persoalan hidup, lalu menemukan pembelajaran dari persoalan itu. Semoga saja hijrah selanjutnya akan membuat saya semakin dekat kepadaNya. Amin …
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Ia Mengintip Diam-diam … =-.

    • Bu Tuti memang belum pernah hijrah ke mana-mana, tapi kalau jalan-jalan kemana-mana sudah sangat sering kan…? :D

      Nah, hijrah batin itu adalah yang paling penting. Buat apa kita hijrah fisik kemana-mana tapi jiwa kita tetap kosong dan perilaku kita tidak bertambah baik…

  8. kerennnn…kalo hijrah ada untung dan ruginya yah. saya liat sisi positifnya aja ah..biar dapat kenalan baru…hehehe
    salam kenal..
    Pak, buleh tukaran link?hehehe
    nice to read

    • betul… selalu melihat segala sesuatu dari sudut pandang positif, sehingga hidup menjadi lebih bergairah dan menyejukkan…
      salam kenal juga..
      yuk mari kita tukeran kado link :D

  9. assalamualaikum…
    dengan ini patutlah kita bersyukur atas nikmat yang allah berikan sepanjang tahun 1430 H, dan mencoba untuk memulai hidup baru di awal tahun ini..
    salam kenal…
    napi surabaya…
    blog kakak udah aku masukin ke blogrollku…
    terima kasih..
    .-= Nafi Abdul Hakim´s last blog ..Ujung kota Surabaya =-.

  10. Tahun Baru ini waktunya kita merenung, apa yang telah kita perbuat untuk kebaikan?
    Pengalaman hijrah Uda sungguh lengkap dan makin bermakna jika pada suatu tempat dan suatu waktu, kita selalu bisa mendapatkan hikmah yang akan menambah pengalaman dan juga syukur kita kepada Allah swt.
    Saya juga selalu mencoba untuk melihat hal positif dalam setiap perjalanan kehidupan saya.
    .-= edratna´s last blog ..Melihat dari dekat acara live TVRI: Bicara Buku Bicara =-.

  11. Saya sudah lebih dari 25 tahun hijrah ke tanah leluhur ayah saya, bahkan kemudian diikuti oleh adik-adik hingga akhirnya ayah saya pulang kampung dan ganti ibu saya yg ikut hijrah. Meskipun begitu rasanya saya tidak punya jiwa perantau, cuma bisa sebentar di tempat lain, pengennya selalu segera pulang …
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..In memoriam, Albert Tarantola =-.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>