macho colour ijo


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Tulisan ini seharusnya kupersembahkan untuk memenuhi undangan Pakde Cholik untuk memasak dalam rangka hari ibu. Tapi, karena tidak memperhatikan waktu berakhirnya undangan itu, akupun terlambat 30 menit. Begitu akan menkopi linknya Pakde, ternyata sudah ditutup dan dijaga ketat oleh para serdadu yang aduhai. Demi menjaga persatuan dan kesatuan dunia perblogan (halah!), akupun tidak hendak merayu Pakde apalagi berkolusi agar tetap dapat diikutkan, hehehe… :D

Ya sudah, daripada sia-sia, lebih baik pengalamanku memasak satu hari ini, kubagi kepada teman-teman semua. Siapa tahu ada yang khilaf memintaku untuk menjadi chef di hotel berbintang, hahaha…. :D

Memasak sebetulnya bukanlah masalah yang asing bagiku. Terlahir dalam keluarga yang mayoritas laki-laki, ditambah lagi orangtua kami yang memiliki rumah makan, maka urusan ke dapur bagi anak laki-laki sudah menjadi biasa dan sama sekali tidak tabu dalam keluarga kami. Namun, sejak berumahtangga, kegiatan ke dapur itu jarang ku lakukan. Maklum, sudah ada yang memasakkan  untukku, hehehe…

Agar kegiatan memasak kali ini terasa lebih mantap, maka aku lakukan seluruhnya sendiri, sejak dari membeli bahannya di pasar sampai membereskan kotoran yang kutinggalkan di dapur sehabis memasak.

Aku berbelanja di pasar Niten. Pasar ini terletak tidak jauh dari rumahku, yaitu di Kweni, jl. Bantul Km. 6, utara jembatan Winongo. Pasar ini adalah pasar baru yang merupakan pindahan dari pasar Niten lama yang terletak di dusun Karang, Jl. Bantul Km. 10. Pasar Niten Lama tersebut luluh lantak karena gempa Jogja 27 Mei 2006 silam. Pasar Niten Baru ini merupakan pasar tradisional dengan konsep modern. Lihat saja arsitekturnya, terlihat modern bukan? Kesan kotor dari pasar tradisional, tidak terlihat di sini. Semua tertata apik dan bersih. Meski belum selesai dibangun seluruhnya, namun pasar ini sudah mulai beroperasi sejak 24 Desember 2008 lalu.

Karena persyaratannya harus ada tempe, tahu, telor dan sayur, maka keempat bahan itu menjadi sasaran utamaku. Asyik juga ternyata belanja di sini. Senyum ramah dan sapaan khas orang kampung terasa menyejukkan jiwa.


Pasar Niten dengan nuansa yang sudah modern, tapi tetap menyisakan keramahan khas pasar tradisional

Selesai belanja, proses mengolah bahanpun dimulai. Masakan yang akan kubuat kuberi judul “D’FUYUH HAI MACHO COLOUR IJO”. Apaan tuh maksudnya?

Maco adalah sebutan bagi ikan kering/asin dalam bahasa Minang. Karena masakan ini harus ada unsur telur, maka kupilih telur puyuh. Untuk menambah rasa, akupun menambahkan ikan asin (maco) jabal roti yang kubeli di Carita tempo hari. Agar terasa greget dan menggigit, cabe yang kupilih adalah cabe hijau. Dijamin bila memakan ini, bakal merasakan sensasi pedas yang aduhai… :D

Berikut  bahan-bahannya:

2 lembar tempe, dipotong dadu
3 buah tahu, dipotong dadu
10 biji telur puyuh, rebus
100 gram ikan asin jabal roti (maco)
100 gram buncis potong kecil-kecil
100 gram cabe hijau
2 suing bawang merah
1 siung awang putih
½ biji jeruk nipis
Garam secukupnya


Meskipun di sini ada senjata tajam, tapi yakinlah ini bukan aksi kekerasan… :D

Cara membuatnya cukup mudah:

Goreng tahu, tempe, maco dan telur. Tumis buncis. Giling cabe beserta bawang, jeruk nipis dan garam, kemudian tumis. Setelah matang, campur semua bahan-bahan tadi dengan cabe. Siap dinikmati dengan nasi hangat.


Suwer takewer-kewer, tanganku panas sekali setelah mengolah cabe hijau itu… :D

Mau mencoba? Silahkan… Soal rasa? Hmmm…. buktikan sendiri sajalah :D Bila terjadi persoalan dengan perut anda, salahkan cabenya, hahaha…

Dan… inilah si macho colour ijo itu… ;)

Sekian dulu demo masak kali ini, semoga berkenan…. (Rudy Choiruddin mode: ON) ;)


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

47 comments on “macho colour ijo

  1. Kenapa siyh Pakde ngga dibujuk??? beliau pasti ngijinin soalnya pakde suka tuh yang loreng ijo begitu :P

    ya sudah gpp, yang penting da vizon sdh berbagi si macho ini, acung jempol untuk segala persiapannya. klo bundo jurinya pasti da vizon bakal jadi pemenang favorite :)

    • Pakde tu kan penegak disiplin Bundo, jadi gak bakal goyah walau badai menerpa, hehehe… :D

      eh iya, baru sadar kalau yang ijo-ijo gitu kesukaannya Pakde. Padahal gak ada maksud lho..

      kalau gitu, bundo adain juga kontes yang sama, misalnya masakan balado ijo, seperti itiak gulai ijau tu, haha..

  2. Udaaaaaaaaaaaaaaaaa
    kalo ada rejeki kita bertemu lagi
    masakin!!!!

    pengen tahu rasanya dimasakin sama cowo gimana
    soalnya papaku, suamiku ngga pernah masakin aku
    duluuuuu sekali waktu kecil Andy, adikku pernah masakin nasi goreng. Dan itu yummy sekali.

    semoga aja ada rejeki hihihi.
    .-= ikkyu_san´s last blog ..He’s just trying to be …. =-.

    • waduh… jadi ngeri nih membayangkan masak buat sang jago masak. bisa-bisa salah masak nanti, hehehe… :D

      iya deh nechan… kalau ada rejeki ketemu lagi, bakal ku masakin, paling tidak masakin air panas buat bikin kopi, hihihi…

  3. mantab!!!

    kayaknya enak tu om
    kebetulan razaq lagi sendirian dirumah dan pengen coba tapi sayang telur puysunya nggak ada dikulkas. sebahai gantinya razaq pake telur ayam aja. mudah2han nanti enak

    razaq juga bisa masak loh om. karna sering tinggal sendirian dirumah sering coba2 masak. untung aja rumah razaq belum kebakaran ha…ha…ha…

    • dicoba aja Zaq, gampang ini caranya….
      baguslah kalau dirimu suka masak. gak ada pantangannya kan anak cowok bisa masak. malah akan ada manfaatnya di masa mendatang… :)

    • Rasanya…? hmmm… gimana ya? hehehe… :D
      Kalau RM Padang sih aku sudah punya dari dulu Don, tepatnya Papaku sih yang punya. Sejak aku belum lahir, Papaku sudah berprofesi sebagai pedagang nasi padang. RM kami ada di Duri. Hanya saja, beberapa tahun belakangan ini ditutup. Soalnya Papaku udah mulai merasa jenuh, sementara kami anak-anaknya sudah berprofesi yang tidak ada hubunan sama sekali dengan RM itu. Kayaknya suatu saat, RM itu akan kuhidupkan kembali. Doain ya :)

  4. seandainya bisa ikut di supermanshow-nya pakde, uda vison pasti jd juaranya.
    dr peserta yg sdh masuk, artikel ini paling lengkap, mulai dari belanja (bahkan ada info menarik mengenai pasar Niten pasca gempa), meracik, memasak hingga penyajiannya.
    **Rudy Choiruddin kayaknya kalah lihai deh :D

    • targetnya gak menang sih Gus, cuma ingin meramaikan perhelatannya Pakde. kayaknya masakan Guskar jauh lebih mantap…

      Rudy Choiruddin lihai…? hahaha… berlebihan Guskar nih :)

  5. Dari rupanya, kayaknya enak banget deh. Apalagi ada cabe ijonya. Pasti mak nyus…Kalau aku nanti ada rejeki ke Yogya, mohon dimasakin menu ini ya bro??

  6. HHHmmmmm Yuummmyyy …
    This is it …
    “D’FUYUH HAI MACHO COLOUR IJO”.
    Ala Chef Vizon …

    (farahquinn.mode.on)

    Salam saya

    (sukses telah membuat saya ngiler takewer-kewer)
    .-= nh18´s last blog ..BALANCING =-.

    • ikan asinnya, gurih banget…
      benar-benar maknyus… (bondan mode: ON)
      hehehe… si Om bisa aja, sukses membuat saya tersipu malu (malu-maluin kaleee) :D

  7. slurrrp… *narik iler*
    ndeh, macho tu kasanangan ambo bana, da.
    namanya keren, ya? dari namanya nggak nyangka kalau yang dimaksud adalah asinan… asinan ikan alias ikan asin. hehe.

    pakabar, da? doa sudah banyak disampaikan dengan setulus hati. insya allah uda dan uni segera mengunjungi rumah allah dan harapan-harapannya dikabulkan.

    • Alhamdulillah, buk hajjah wak lah tibo… ondeh, lapeh taragak…
      waduh, banyak pertanyaan yang mau dilontarkan nih… tapi, kayaknya bakal ada di blog uni kan? ok, segera melongok ke sana, siapa tahu dapat oleh-oleh air zam-zam, hehehe… :D

      Soal masakan? halah, itu kan bisa-bisanya saya aja uni. cuma mau ikut meramaikan acaranya Pakde.

      Btw, terima kasih yang sedalamnya atas doa-doa tulusnya ya.. semoga segera diijabah… :)

  8. Apa-apaan ini? Kalau begini caranya, sepertinya kita mesti lekas melakukan pertemuan kembali. Tak lain: mencicipi masakanmu, Da. Huehehehe…

    Tampak menggiurkan. Beeeuuuhhh… Lelaki yang lihai di dapur, tampak jauh lebih seksi ya. Hihihi!
    .-= DM´s last blog ..Adakah Hidup Semata Penungguan? =-.

  9. ruarrrr biasa…. beneran chef..!! kayaknya patut saya coba ni… (peserta yang sekarang udah menang tampaknya bersyukur Uda telat mengirimkan resepnya sama pakdhe.. :) )

  10. Selamat da Vizon. Sebagai orang Minang, nggak laki nggak perempuan memang harus pintar masak sejak kecil, persiapan untuk merantau. dan da Vizon sudah membuktikan keminangannya.

    Selamat. Kapan-kapan pengen nyicipi ya….

  11. Duh, nama masakannya serem Da … pakai Kolor Ijo …
    Oh, ternyata maksudnya : berwarna hijau karena pakai lombok ijo, gitu to?

    Kalau diantar ke Karangkajen, kayaknya bakal lansung amblas itu Da … :D

    Btw, itu pasarnya masih baru banget ya? Waktu lihat fotonya, saya sempat mengira itu gambar kayak di leaflet penawaran rumah, soalnya bersih buangeet! Eh, ternyata foto betulan. Piawai tuh mat kodaknya :D
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Bukan Hari Ibu =-.

  12. hmmm jadi ngiler… tp brani gak yach menerita tantangan lombok ijo itu?? … hmmm takut konsekuensinya di perut euy… tp cukup menantang juga, boleh dibungkus utk dibawa ke pare-pare gak uda??
    .-= Bro Neo´s last blog ..Merry Christmas =-.

  13. udaaaaaaaa kapan makan masakan uda ya?
    janji ya da kalau aku ke jogja dan main2 kerumah uda…uda harus masak buat aku…hihihihihi :D

  14. Pingback: D’Fuyuh Hai Macho Colour Ijo: Olahan Hardi Vizon | Makanan Lezat Indonesia

  15. Pingback: Diomelin Komandan Blogcamp | BlogCamp Di Mata Sahabat

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>