mandi hujan


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Setelah shalat Jum’at cuaca di Kweni dan sekitarnya mendung sekali. Gelap gulita. Sepertinya, hujan yang sudah lama dinanti, akan turun dengan derasnya. Benar saja, tak lama berselang, hujan rintik-rintikpun turun. Diawali dengan hujan yang lembut sekali. Pikirku, kok seperti salju ya? Oh iya, jadi ingat hari ini sahabat-sahabatku umat Kristiani sedang merayakan Natal. Apakah salju di belahan bumi bagian barat sana juga turun di Kweni? Haha… menghayal :)

Ok, sebelum dilanjut, aku mau mengucapkan Selamat Merayakan Natal bagi sahabatku umat Kristiani, semoga kita selalu hidup dalam kedamaian abadi… :)

Kembali ke laptop hujan…! (Tukul mode: ON). Tidak terlalu lama hujan lembut itu turun, hujan deraspun menyusul. Aku nikmati tetesan air itu melalui jendela rumah. Indah sekali rasanya. Selang berapa lama, hujan yang lainpun datang. Yakni, hujan rengekan dari tiga orang fantastic four. Satira, Ajib dan Fatih merengek minta diizinkan mandi hujan. Dengan segala cara dan aksi mereka merengek. Setelah memberi  syarat agar mereka tidak terlalu lama mandinya, aku pun memberi izin.

Sontak, teriakan mereka membahana. Tanpa pikir panjang, merekapun berlari dengan penuh kegembiraan ke tengah hujan yang sedang turun. Berlari kian kemari, bermain bola, tertawa lepas… aih… sungguh indah pemandangan itu. Ingin rasanya aku turut serta. Tapi, entah mengapa, ego kedewasaanku melarangnya. Padahal, tidak ada aturannya kan, orang dewasa tidak boleh mandi hujan?

Ya sudah, daripada malu-malu mandi hujan, lebih baik ambil foto-foto mereka saja. Meski pakai payung, tapi aura kegembiraan disiram hujan terasa juga lah… hahaha…. :D


Berlari, berputar, bermain… argh… indahnya kegembiraan masa kecil ini… :D

Dasar anak-anak, meski sudah berjanji untuk tidak terlalu lama, tapi tetap saja susah untuk menyuruh mereka berhenti. Mie rebus hangat sepertinya ampuh untuk menghentikan mereka, hehehe… :)

Duh, irinya luar biasa aku melihat kegembiraan anak-anak itu. Semoga besok ada hujan lagi, aku mau ikutan ah…! Berani gak ya? ;) Ada yang mau ikut?


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

29 comments on “mandi hujan

  1. ikuuuuuttt!!!
    saya juga suka suasana hujan, apalagi kalau tidak terlalu deras dan tanpa disertai badai. hm… romantis…

    makan mie rebus hangat setelah mandi hujan? wow!
    pantes uda vizon iri.
    membayangkannya saja saya sudah kepengen.
    .-= marshmallow´s last blog ..Epitaph dan Sebuah Persembahan =-.

    • hujan yang tadi itu memang paaaaas sekali, tidak terlalu deras dan tidak pula ada badainya…
      tapi, tadi tu gak romantis, seru malah, hehehe… :)
      mie rebus? yah, itulah pelengkapnya

  2. senengnya main hujan

    di tokyo bisa mandi hujan
    tapi ada satu yang hilang
    yaitu bau rumput dan tanah basah
    karena hampir semua di pavement
    aku rindu bukan hujannya
    tapi bau rumput dan tanah basah
    diiringi suara hujan yang turun

    nikmati selama masih bisa menikmati

    EM
    .-= ikkyu_san´s last blog ..Turkey a.k.a Kalkun =-.

    • kalau di Jogja kota juga sudah nyaris tertutup pavement Nechan…
      di Kweni ini yang masih banyak rumput dan tanahnya, dan inilah yang membuatku nyaman tinggal di situ… :)

  3. Alaaahhh… Sok malu-malu Uda ini. Kalau memang mau mandi hujan, mandilah, Da… Sok jaim betul si Uda ini. Hihihi. Bukannya masa kecilnya kurang, Da? (emang Uda pernah kecil? :p ).

    Mumpung hujan masih menari-nari di genting, Da, ayolah pergi ke depan… Ikutlah menari-nari di sana. Dan yang penting dari itu semua, Da, adalah bagaimana mengajarkan mandi hujan yang baik kepada anak-anak. Mandi hujan yang sesuai dengan kurikulum. Mandi hujan yang terakreditasi. Juga mandi hujan yang berbasis kompetensi. Penting itu, Da!

    Hidup hujan! Eh, hidup Uda!
    Hidup katupek gulai paku! Eh, hidup mie rebus! :p

    Salam,
    DM
    *penyuka sate Padang*
    .-= DM´s last blog ..Epitaph dan Sebuah Persembahan =-.

  4. seru juga tu kayaknya

    disini tadi setelah jum’at juga ujan. tapi nggak sempat mandi ujan. entah nggak sempat atau takut malu. razaq juga nggak tau

    tapi yang jelas razaq merindukan masa anak2 dulu. yang bisa bebas sesukanya tampa memikirkan malu

  5. Saya ikut uda … saya ikut …
    Tapi dengan catatan … hujannya yang deras ya …
    kalau cuma gerimis rintik-rintik … waaaahhhh nanti aku dimarah ibu … nanti soalnya sakit …

    saya dulu waktu kecil hobby banget mandi hujan …
    (Udah baca kan Uda ceritanya )

    Salam saya Uda

    • Justru sebelum menuliskan ini, saya baca dulu postingan Om itu, hehe… :)

      Saya juga mensyaratkan kepada anak-anak boleh mandi hujan bila hujannya deras, kalau gerimis rintik-rintik tidak boleh, karena bakalan membawa penyakit. Nah, begitu deras, deras pulalah rengekan mereka, hehe… :D

  6. Aku juga sukaaa main hujan.. Duuh, kangen.

    ‘Biarkan aku kembali
    Bermain, berlari, berputar, menari
    Biarkan aku kembali
    Di mana ku selalu terlindungi’
    .-= AL´s last blog ..Asal Usul =-.

    • Mandi hujan ini adalah salah satu kenangan masa kecil yang sangat ingin saya kenang terus Al.
      Sepertinya, dengan membiarkan anak-anak mandi hujan akan mampu melepas rasa kangen akan masa kecil itu :)

  7. salam pak
    wowowo, ingat masa kecil jadinya kalo ujan2an
    kmarin kena hujan dikit malah flu, hehehhehe
    kita memang harus sensitif pada kebutuhan “eksistensi” anak juga ya……….
    tx bapak postingnya

  8. mau ikuuuuuuuuuuut, Nyiak.
    bunda juga paling suka hujan, asal jangan sampai kebanjiran.
    jadi ingat dulu si sulung msh kecil, juga pingin sekali ngerasain main hujan, akhirnya setelah besar sekarang, ternyata izin boleh mandi hujan itu jadi kenangan indah buat dia.
    salam.
    .-= bundadontworry´s last blog ..Di Balik Raut Wajah =-.

  9. Dulu suka berhujan-hujanan saat kecil…bahkan sampai SMA, kalau hari hujan sepulang sekolah, saya nekat pakai sepeda….asyik banget.
    Sekarang udah nggak berani lagi…kecuali langsung mandi dan keramas..maklum balung tuwo….hehehe
    .-= edratna´s last blog ..Bulan renungan? =-.

  10. Lho, ternyata ‘orang-orang dewasa’ di dunia blog pun masih pada suka mandi hujan! Kalau gitu kapan-kapan kita kopdar sampai hujan-hujanan yuk! :D

    Banyak orang yang berkeyakinan bahwa air hujan bikin sakit. Apa betul begitu? Apa ya penjelasannya?
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Bukan Hari Ibu =-.

  11. Huaaa… Uda.. Aku rindu sekali momen itu… berlarian ditengah hujan, sambil bermain sepak bola… Aah… kapan lagi bisa seperti itu (benar-benar merasa tua saat ini :-P)

    Btw, kalau di Pekanbaru pas hujan deras gitu malah ngeri Da. Udah terlalu banyak kasus orang yang mati tersambar petir disini. Benar-benar daerah yang ‘panas’. Jogja jarang ada petir menyambar rendah gitu kan, Da?

    Posting yang ini benar-benar membuat aku rindu masa kecilku, Da… Sungguh aku kangen :-(
    .-= anderson´s last blog ..Malam Pergantian Tahun =-.

  12. waa…. liat fotonya serasa ingin ada disana deh… hujan-hujanan.. seru !! hehe. (jadi bayangin anak2 saya.. begitu diizinkan pasti langsung loncat… !! ). Kenapa ga ikutan mas ? heheh…

    masa kecil memang indah.. indah banget. wajar klo anak2 merengek minta ujan2an la wong kita juga dulu suka ya…
    .-= ceuceusovi´s last blog ..SMA Seru : Poker ! =-.

  13. mauuuuu!!!!!!!

    saya dulu juga senang main hujan uda… tp emang hujan yg benar-benar derass… trus seneng banget kalo ada aliran air/talang yang mengucur dari atap rumah.. jadi deh pada berebutan di situ..

    trus waktu sma & kuliah, beberapa kali main hujan-hujanan dengan naik motor… seru juga menembus hujan dengan motor…

    tapi sejak mengantongi HP, saya tidak pernah lagi hujan-hujanan… :-(
    .-= Bro Neo´s last blog ..Merry Christmas =-.

  14. Saya dulu paling suka mandi hujan.. Sensasinya luar biasa.. dan entah kenapa pasangannya mandi hujan adalah sepakbola.

    Sesudahnya mandi, dijewer mama tapi dihadiahi teh panas serta mie rebus sperti yang kamu ceritakan, Uda ;)

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>