separuh seleraku pergi


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Sedari pagi aku sudah janji dengan Afif untuk mengantarnya membeli tas yang sudah lama diidamkannya. Aku menyanggupinya karena memang sudah sangat jarang aku memiliki waktu berdua dengannya. Sejak menginjak usia remaja, dia sudah memiliki dunia dan aktivitasnya sendiri.

Habis maghrib, kami pun berangkat. Setelah membeli tas yang dimaksud di kawasan Malioboro, akupun mengajaknya makan malam. Pilihan jatuh ke warung ayam bakar di kawasan Jl. Taman Siswa. Beberapa kali kami pernah makan di situ, masakannya lumayan enak. Warung pinggir jalan yang hanya buka pada malam hari itu, selalu dipenuhi pengunjung.

Selagi asyik menikmati makanan sembari ngobrol dengan anak bujangku itu, tiba-tiba seorang pengamen masuk. Setelah menyelesaikan lagu pertama, diapun melanjutkan ke lagu kedua. Ayam bakar yang terasa nikmat tadi itupun seketika terasa hambar bagiku. Pasalnya adalah karena lagu yang dinyanyikan si pengamen, yaitu Separuh Jiwaku Pergi, milik Anang Hermansyah.

Tidak ada yang salah memang dengan lagu itu. Tapi, sungguh, aku amat sangat muak sekali dengan lagu itu (hiperbolis amat yak!). Muak karena lagu itu sudah amat sangat sering sekali diputar di televisi. Setiap kali menyalakan tivi, selalu lagu itu yang muncul. Ditambah lagi dengan syairnya yang cengeng sangat. Huh!

Bagi yang belum tahu dengan lagu itu, nih sebagian syairnya:
Pernah ku mencintaimu,
tapi tak begini…
Kau khianati hati ini,
kau curangi aku…

Ketika awal-awal lagu itu dikumandangkan, aku sedikit menikmati dan ikut merasa prihatin dengan peristiwa yang menimpa pelantunnya. Tapi, lama kelamaan, aku mulai bosan. Bukan bosan dengan karyanya, tapi bosan dengan kesedihan yang telalu diumbar. Bosan dengan kecengengan yang mengemuka!

Sebetulnya, si pencipta dan pelantun lagu itu tidaklah salah. Toh, dia mencari nafkah melalui ekspresi jiwanya sendiri. Namun, yang menggugahku adalah selera masyarakat kita. Sepertinya kita masih sangat senang dengan karya berisi kesedihan semacam ini. Buktinya, lagu ini nangkring cukup lama di tivi. Bukankah itu karena apresiasi masyarakat kita masih sangat tinggi untuk lagu itu?

Aku jadi ingat beberapa tahun silam, di era Orde Baru, Harmoko sebagai Menteri Penerangan pernah menegur Betharia Sonata yang menyanyikan lagu cengeng. Aku bisa pastikan, bila teguran itu dilakukan pada masa ini, sang menteri sudah jadi bulan-bulanan wartawan dan artis. Dia akan digugat sebagai menteri yang membelenggu kebebasan ekspresi. Heboh luar biasa!

Kalau dihitung, dari 10 lagu yang lagi ngetop, 9 darinya berisikan kecengengan karena cinta. Sangat sedikit lagu yang menggugah semangat. Padahal, sebuah lagu sangat besar pengaruhnya bagi jiwa. Coba saja simak lagu Garuda di Dadaku, siapa yang tidak bergemuruh setiap kali mendengarnya?

Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Kuyakin hari ini
Pasti menang…!

Hah, semoga saja para pencipta lagu kita semakin kreatif saja dengan karyanya dengan menciptakan lagu-lagu yang memberi dampak positif bagi perkembangan jiwa masyakarat, bukan justru melarutkan mereka dalam kesedihan berkepanjangan.

*maaf, curhat gak penting* ;)


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

26 comments on “separuh seleraku pergi

  1. hihihi si Uda rupanya alasannya karena lagi cengeng.

    Gimana dgn lagu tak gendong-gendong itu Uda?
    Atau aku pernah muak banget dengan lagi Peter Pan, Ada apa dengamu… duuuh putar radio dimana-mana lagu itu. Sampai anak-anak menyanyikannya.
    Untung di Jepang ngga ada yang sampai membuat semua kecanduan serempak seperti itu. Mungkin krn masyarakat di sini sudah dewasa ya.

    Well menurut saya sih, selera musik org Indonesia = mental orang Indonesia. Suka yang cengeng dan lebay…

    EM
    .-= ikkyu_san´s last blog ..Eco-kitchen =-.

  2. kalau saya heran ama anang, dia kok bisa ya menyanyikan lagu yang penuh kesedihan itu. kalo saya pasti gak jadi nyanyi deh, tapi nangis aja

  3. uda, itulah yang disebut dengan selera. banyak sekali ragamnya. dan memang tugas seniman adalah mengakomodasi lebih banyak selera pasar. mungkin awalnya memang apresiasi terhadap kisah pribadi. seniman gitu loch, apa-apa dijadikan karya seni. tapi karena booming, sekalian aja dijadikan sumber rezeki.

    memang sebaiknya karya-karya seni itu menggugah semangat, membangkitkan motivasi, dsb. tapi lagi-lagi, namanya juga selera.

    btw, uda. kenapa sih mood uda belakangan suka jelek pas lagi makan? hihi… mesti ada tulah ini.

    *dengerin lagu betharia sonata lagi aaaahh…*
    .-= marshmallow´s last blog ..Polisi [Norak] yang [Sok] Akrab =-.

    • Gelas Gelas Kaca
      Bunyikan Suara
      Dimanakah Aku Kini

      Ayah aku Tak Punya
      Ibupun Tak Punya
      Kemananakah kumelangkah
      hahahahahaha

      wkwkwkwkw

  4. ehm, sebel tapi sempat juga pasang liriknya **ngekek ga brenti ngebayangin inyiak surau melantunan lagu itu ala Anang

    Begitulah orang cari duit, uda..
    semoga Afif cs kelak akan bikin lirik2 menggugah, amiin

  5. Hmm… rupanya kesebelan Uda sudah benar2 memuncak!!!

    Kalo saya prihatin dg tema lagu yg isinya perselingkuhan… perasaan makin banyak deh lagu yg temanya selingkuh grrhhhhhh….

    Maka itulah uda, kadang aku senang dengerin musik saja, bukan lagu.. (kapan-kapan nulis tentang ini ah… )

    *ambil CD, putar lagunya ERA*
    .-= Bro Neo´s last blog ..(New) Kuliner Jogja =-.

  6. Memang pada hakikatnya …
    Lagu adalah ekspresi jiwa dari sang pencipta …

    “Tapi tak beginiiiiiii …”

    Jika kebanyakan …
    Jika berlebihan …
    Akan “eneg” jadinya …

    Sama seperti lagu Glen Fredly … waktu dulu itu …
    satu album isinya putus cinta semua …
    (memang album ini terbit setelah dia patah hati sama mantan pacarnya … yang sudah pacaran cukup lama itu …).

    “Tapi tak beginiiiiii …”
    (dengan leher menjulur …
    merem melek … penuh penghayatan …)

    Salam saya
    .-= nh18´s last blog ..SEKEH-SEKEH =-.

  7. hihihihihi ini lanjutan status di Facebook ya :P
    aku suka sih lagu pop tapi kalo terlalu melow kayak gitu idihhh gak dech…no thanks :P

    ya uda…om anang kan mo mengenang mantan istri yg kayak barbie itu…ndak salah juga toh :P
    .-= Ria´s last blog ..Liburan penghujung tahun =-.

  8. waduh.. uda kayaknya marah sangat ya.. eheheh..

    lepas dari lagunya seperti apa, cengeng atau tidak, arransemen nya seperti apa, bagus atau tidak, dll.. pada dasarnya saya mengapresiasi setiap karya yang dihasilkan semua orang baik itu lagu, film dll.

    Bisa jadi kalau banyak orang yang meminta lagu itu hingga sering diputar di TV, mereka cuma ingin memandang kemudian terbengong-bengong melihat wajah macho anang menjadi sendu… heehhe.. namanya juga putus cinda Uda.. sakitnya bisa lama.. :)
    .-= ceuceusovi´s last blog ..Tulisan Jelek=Tidak Rapih=Bicara Cepat? =-.

  9. ahhh…. saya sangat…sangat…sangat setuju dengan uda!! saya malah sudah melakukan(dengan segelintir teman) apa yang disebut dengan: anti cecintaan cengeng. tak ada masalah dengan lagu cinta… lagu tentang kerinduan atau kehilangan, tapi tidak cengeng seperti itu!!! karena itu saya sekarang malah ngefans sama lagu-lagunya ebiet. coba lah didengarkan lagu ebiet itu… ekspresinya begitu mendalam… namun tidak cengeng!!

    “mengapa aku mesti duduk disini…
    sedang kau tepat didepanku…
    mestinya aku berdiri, berjalan kedepanmu.
    untuk sapa…
    dan kunikmati wajahmu…
    atau kuisyaratkan cinta,…
    tapi semua tak kulakukan,….
    kata orang cinta mesti berkorban…”
    ebiet g ade-lagu untuk sebuah nama.
    .-= aurora´s last blog ..Jejak-jejak yang tertata =-.

  10. Nada-nada yang minor
    Lagu perselingkuhan
    Atas nama pasar semuanya begitu klise

    Elegi patah hati
    Ode pengusir rindu
    Atas nama pasar semuanya begitu benarl

    Reff:
    Lagu cinta melulu
    Kita memang benar-benar melayu
    Suka mendayu-dayu

    Apa memang karena kuping melayu
    Suka yang sendu-sendu
    Lagu cinta melulu

    Yeeey, Efek Rumah Kaca
    .-= AL´s last blog ..Keliatan =-.

  11. Uda.. komenku borongan yah..

    1] Mohon maaf, sulit BW skr karena ya.. uda tau deh karena apa :p orientasi itulah hehehe

    2] Selamat Tahun baru ya Uda semoga kesuksesan, kebahagian juga proses pendewasaan boleh akrab di tahun yang baryu ini :)

    3] saya juga gak suka lagu ituuuuuuuuuuuu, nyebelin. cengeng…

    4] sampai ketemu di Jakarta ya udaaaaa ;)

    salam saya,
    Eka Situmorang-Sir
    .-= Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Kau. Aku. Di Ujung Senja Merah Itu. =-.

  12. Wah Uda, saya jarang nonton tivi dan mendengarkan radio, jadinya ndak tahu lagu itu seperti apa. Tapi ya mendengarkan keluhan orang dan apalagi baca blog yang isinya keluhan semata, bikin jengkel juga ya?
    .-= mawi wijna´s last blog ..4 Detik di Gua Kiskendo =-.

  13. entah apa yang terjadi dengan dunia musik indonesia, mendukung lagu2 cengeng yang akan membuat atau lebih tepatnya mempengaruhi generasi berikutnya menjadi ‘lembek’

    ini memang tentang selera, tapi ada pula hal2 yang harus diperhatikan

    pada hakikatnya sebuah lagu berfungsi untuk menghibur dan juga membangkitkan semangat, tapi kebanyakan sekarang lagu2 indonesia bersifat kecengeng2an dan temanya selalu nggak jauh2 dari cinta (nggak kreatif amat)

    salah satu lagu indonesia yang membangkitkan semangat razaq adalah santai aja-Saint Loco(promosi)

    semoga aja para musisi indonesia mampu memberikan terobosan baru dalam bermusik, jangan hanya seputar penyesalan, cinta dan sok romantis

  14. ahahahaha…
    sebenernya itu karya spontan anang. wajar kalo sedih gitu. Tapi lucu ah kalo sedih terus2an ya.. AYo anang, bikin lagu baru yang nunjukin kalo km udah wake up, trus itu aja yang diputer di radio2. Ya Anang ya… ^^

  15. Inyiak rupanya lagi gak mood yg cengeng2 ya.
    Tapi, apa mau dikata begitulah selera sebagian dr kita, apalagi si pencipta sekaligus penyanyinya mencari nafkah dr situ, dgn mengumbar kesedihannya, mungkin sekalian hilangin uneg2nya juga……he…..he.
    salam.
    .-= bundadontworry´s last blog ..Hati Yang Menggemuruh =-.

  16. dari lagi itu dapat kita petik, ternyata tidak hanya pria saja bisa berkhianat, wanita juga bisa. mungkin ini yang namanya persamaan ato emansipasi.

    kalo soal lagunya memang memble banget, laki-laki kok gitu :lol:

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>