epitaph: sebuah kenyataan


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Sebetulnya sudah lama aku tuliskan sebuah ulasan untuk novel terbaru sahabatku Daniel Mahendra (DM) yang berjudul “Epitaph”. Tapi entah mengapa, tulisan itu tak kunjung ku publikasikan. Ada saja yang membuatku mengulur waktu. Sampai akhirnya, akupun berkesempatan untuk menghadiri soft-launch novel tersebut di Newseum Indonesia-Jakarta, 12 Januari 2010 kemarin, menghadirkan sebuah kenyataan yang membuatku sangat terkejut.

Epitaph bercerita tentang catatan perjalanan cinta dua anak manusia bernama Laras dan Haikal. Perjalanan cinta yang penuh romantika tidak biasa. Tidak biasa, karena mereka menjalankannya dengan penuh kualitas. Kualitas yang benar-benar kualitas. Tapi terpaksa terpisah untuk selamanya karena sebuah kecelakaan helikopter.

Laras, mahasiswa IKJ, yang terlibat dalam pengambilan gambar sebuah film dokumenter di Pegunungan Sibayak, Medan pada Agustus 1994 dinyatakan hilang bersama kedua sahabatnya, Birhi dan Tedi, serta dua awak helikopter tersebut. Jatuhnya sebuah helikopter sesungguhnya hal yang biasa saja. Namun, di sini menjadi sangat luar biasa, karena jatuhnya helikopter milik Angkatan Darat itu harus ditutup-tutupi dari pemberitaan. Media tidak mendapatkan berita yang sesungguhnya mengenai jumlah korban. Demi menjaga nama baik militer, mereka sama sekali tidak mengakui adanya warga sipil yang menjadi korban. Karena dikhawatirkan akan adanya citra buruk terhadap angkatan darat yang telah dengan semena-mena menyewakan peralatan milik negara kepada warga sipil.

Dua tahun kemudian, yakni pada April 1996, puing heli itu beserta kerangka para korban ditemukan. Lagi-lagi dalam hal ini pihak angkatan darat hanya memberitakan ada dua korban di situ, yakni para awak heli tersebut. Ketiga kerangka warga sipil tersebut, disembunyikan. Pihak keluarga yang hendak mengambilnya diberi tiga persyaratan yang sungguh menyakitkan.

Pertama, tidak boleh ada pihak pers yang mengetahui kejadian ini. Kedua, tidak boleh ada upacara penyambutan, baik di bandara maupun di kampus IKJ. Dan yang ketiga, kerangka-kerangka tersebut tidak boleh dibawa pakai peti mati, melainkan dimasukkan ke dalam sebuah tas jinjing kecil dan dibawa ke dalam kabin! Aih… syarat ketiga benar-benar membuat emosi kita tersulut. Namun, itulah yang terjadi. Pihak keluarga tidak hanya bersedih yang sangat atas meninggalnya salah seorang anggota mereka, tapi juga sangat berduka atas perlakuan yang tidak manusiawi terhadap rangka tersebut. Meski sudah berupa rangka, tapi bukankah itu juga manusia yang mesti diperlakukan seperti manusia? Mengapa hanya demi nama baik sebuah institusi, kita musti mengorbankan rasa kemanusiaan kita? Bukankah kita harus memperlakukan mayat dengan cara yang baik dan halus? Argh… berbagai kekecewaan bergelayut di benak ini ketika membaca cerita di novel tersebut.

Lantas, apakah yang membuatku benar-benar terkejut dengan novel ini? Dalam acara tersebut, DM memutarkan film dokumentasi kejadian asli yang mengilhami novel tersebut. Sangat miris melihatnya. Dan yang tak kalah mengejutkan adalah bahwa ternyata tokoh Laras itu tidak lain adalah kakak kandung DM sendiri! Aku benar-benar tidak mengetahuinya. Aku terkejut bukan alang kepalang. Barangkali banyak sahabat narablog yang sudah mengetahuinya, tapi sungguh, aku baru saja mengetahuinya.

Keterkejutan itu membuatku tercekat. Sehingga, ketika giliranku tiba, sesaat setelah tayangan itu diputar untuk memimpin doa, aku kehilangan kemampuan berkata-kata. Tenggorokanku seolah tersumbat. Dadaku bergemuruh. Pikiranku kacau. Untaian kalimat doa yang sudah kupersiapkan hilang seketika. Cukup lama aku terdiam hingga akhirnya Cuma sanggup meminta hadirin untuk mengheningkan cipta dan berdoa dalam hati masing-masing.

Terbayang olehku betapa pergolakan emosi yang dialami DM sejak usianya 18 tahun, hingga saat ini. Sebuah rasa yang dipendam sebegitu lama. Dan dari rasa itulah novel ini terwujud. Namun, sungguhpun demikian, novel ini tidak lantas menjadi melankolis dan penuh luapan emosi. DM berhasil menyajikannya dengan manis dan membuat kita larut dalam kisahnya. Aku sangat menyarankan sahabat narablog untuk membaca novel ini. Bukan karena dia sahabatku, tapi karena novel ini memang pantas untuk dibaca, dan perlu…


Daniel Mahendra, menghadirkan novel bergizi yang sangat patut dibaca

Oya, karena yang hadir kebanyakan dari sahabat narablog, maka jadilah acara ini sekaligus ajang kopdar. Berikut laporan pandangan mata dari tempat kejadian perkara: :)



Pesta Blogger colongan di acara Akikahan Novel Epitaph :)

Jumpa penulis ILUMINASI, Lisa Febriyanti bersama Bu Enny. Ini juga colongan.. :)


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

62 comments on “epitaph: sebuah kenyataan

  1. Uda…..
    Menyenangkan membaca acara malam itu dari sudut pandang dan perasaan hati masing-masing….
    Betapapun saya telah tahu bahwa novel itu diangkat dari kisah nyata, namun tetap saja membuat mata mulai merebak saat Lisa memulai monolog diiringi bila oleh Daan..apalagi saat pemutaran filmnya…

    Makasih Uda telah datang malam itu, dan bisa berdoa (saya juga melihat betapa Uda sempat tertegun tak bisa berkata-kata…), semoga arwah para korban diterima oleh Allah swt. Dan DM menjadi lebih tenang, serta melanjutkan hidupnya, Minimal DM tahu, banyak teman-teman yang mendukungnya.
    .-= edratna´s last blog ..Akikah Epitaph di Newseum Café: Sebuah novel yang merupakan buah permenungan, hati yang berontak, ada rasa indah dan mengharukan =-.

    • Begitulah Bu… malam itu saya benar-benar tak dapat menyembunyikan keterkejutan saya. Tapi, dengan demikian saya dapat memahami jalan cerita novel dengan lebih baik, terutama soal catatan Laras ketika ia mengalami kecelakaan heli itu secara lengkap. Pertanyaan soal bagaimana cara Laras menceritakannya itu kembali padahal ia sudah dinyatakan hilang dan meninggal dunia, dapat saya temukan jawabannya sendiri setelah mengetahui bahwa itu adalah kisah nyata kakak si DM.

      Bu, terima kasih atas pertemuan hangat malam itu. Sungguh, saya sangat senang dapat bertemu teman-teman semua, terutama Ibu Enny.. :)

  2. Uda …
    Saya … yang tidak menyaksikan langsung …
    dan hanya mendengar dari perbincangan kita kemarin …
    rasanya juga larut dalam sejuta galau itu …
    sepulang dari pertemuan tersebut … di sepanjang perjalanan … saya tak habis-habisnya “gumun” / tak habis mengerti … Kok bisa … kerangka manusia diperlakukan seperti itu …

    Ok lah itu hanyalah sebuah kerangka dan kejadiannya sudah 2 tahun yang lalu …
    Tetapi apakah tidak ada cara lain yang lebih baik …
    Sungguh saya tak habis pikir …

    Tetapi sudahlah …
    Semua sudah terjadi
    Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari semua ini ..

    Salam saya Uda …
    .-= nh18´s last blog ..GIVING SURPRISE =-.

    • kebenaran haruslah tetap diungkapkan Om, bagaimanapun caranya, agar tidak ada matarantai sejarah yang terputus, sehingga anak cucu kita tetap memiliki informasi yang utuh tentang sejarah bangsanya; kelam ataupun terang…

  3. (tak cukup sekali )

    Satu lagi uda …
    BTW …
    Ini soft launch diselingi kopdar
    atau kopdar diselingi soft launch ?

    hahaha
    But … Yes Indeed …
    This is ( also another form of) ….
    The Beauty of Blogging
    .-= nh18´s last blog ..GIVING SURPRISE =-.

  4. assalamualaikum uda vizon..
    mokasih lah berkunjung ka blog sil sebelumnyo da..
    salam kenal yo da…
    mhm..sanang basobok urang sakampuang…

    mantap bana namo blog nyo da..

    “Surau Inyiak” like this..
    .-= isil´s last blog ..Awan di Langit UPI =-.

  5. kaget ya, da?
    hm… menurut saya justru di sinilah letak kekuatan novel ini, karena ia tak semata rekaan imajinasi penulis, namun berangkat dari kisah nyata.

    semoga semua arwah yang meninggal pada kecelakaan itu diterima di sisi Allah. dan semoga DM bisa melanjutkan hidupnya dengan lebih tenang setelah menyelesaikan misi mengungkap kebenaran ini.

    syukurlah uda berhasil meluangkan waktu untuk menghadiri acara itu di sela-sela kesibukan uda di jakarta. pasti berarti sekali, terutama bagi si DM.
    .-= marshmallow´s last blog ..Invincible Creature =-.

    • betul uni, saya kaget sekali. tapi, begitu saya mengetahui versi aslinya, saya semakin menyukai novel itu. DM memang hebat! tak sia-sia saya meluangkan waktu untuk menghadiri acaranya… semoga ia berkenan :)

    • Saya setujua dengan Uni Melo
      Semoga DM mendapat energi lebih …
      untuk terus menulis …
      dan dengan topik / cerita yang bervariasi tentu

      karena hidup tak surut kebelakang
      Saya yakin DM tau itu

      (bener-bener tak cukup sekali …) :)
      .-= nh18´s last blog ..BLOG COMMUNITY =-.

  6. Dengan hormat disampaikan bahwa BlogCamp ( http://abdulcholik.com ) masih dalam tahap penyelesaian perbaikan karena landing gear mengalami gangguan.
    Beberapa tehnisi sedang kerja keras untuk mengembalikan kondisinya.
    Saya sementara berada di Posko Bhirawa ( http://mbahcholik.info ) dan saat ini sedang menggelar promosi kaos loreng.
    Silahkan para sahabat berkunjung sebelum waktu promosi habis.
    Salam hangat dari Bhirawa.

  7. Perubahan mimik wajah Uda setelah menonton videonya memang tak bisa menyembunyikan kekagetan Uda atas kenyataan dalam novel Epitaph.
    Siapapun yang melihat video itu kali pertama pasti tak bisa menyembunyikan kekagetannya.
    Semuanya saat itu terhenyak
    Semoga doa kita bersama yang dipimpin Uda kemaren diterimaNya. Amien

    Banyak colongannya ya Uda. Kopdar colongan, ketemu penulis iluminasi colongan….hihihi
    Seneng banget malam itu……. 9 Februari ketemu lagi Uda? semoga……

    • Benar sekali Nungki, saya tidak bisa menyembunyikannya. Aih… sungguh luar biasa rasanya…

      Colongan? hehehe… benar banget, banyak sekali… :D
      Mudah-mudahan 9 Februari ada kesempatan kita untuk ikut lagi ya

    • Benar Ben, dirimu patut membacanya. Siapa tahu dirimu bisa memberikan ulasan tentang buku ini di media yang sedang kau geluti…
      .
      Alhamdulillah, kabarku baik-baik saja, dirimu bagaimana Ben?

  8. Uda, aku tidak tau mesti berkata apa lagi selain terima kasih. Sengaja aku belum komentar di sini sejak awal. Padahal kali pertama tulisan ini di-posting, aku sudah melongok dan membacanya.

    Kubaca berulang-ulang kali, juga seluruh komentar yang masuk. Aku memang tak wajib berbicara soal novelnya lagi. Karena itu sudah merupakan hak pembaca dalam mengapresiasi.

    Ribuan terima kasih, Uda, Kakakku.
    .-= DM´s last blog ..Epitaph =-.

    • kakakku….uhuuuyyyy

      Eh kakakku juga loh :P
      (biar bingung yang baca, Uda panggil nechan, aku panggil Uda hahaha… mana yang adik ya? OOOOhhhh iya DM yang adik …. horeeeee)

      EM
      .-= ikkyu_san´s last blog ..Terima kasihku =-.

      • huahahaha…. dia juga menulis begitu di buku yang dikirim ke aku nechan, tersanjung sangat aku dibuatnya.

        nechan adalah kakakku, kalau aku dipanggil uda itu hanya sekedar panggilan, seperti halnya kita memanggil mas kepada lelaki jawa…

        bukankah demikian wahai adikku DM? hahaha…. :D
        .-= vizon´s last blog ..self acceptance =-.

    • Dan… aku juga terima kasih sudah diberi kehormatan untuk menjadi bagian dalam acara itu. Sungguh, itu kesempatan langka bagiku. Berada dalam komunitas yang berbeda dari keseharian adalah sebuah kemewahan tentunya. Semoga novel ini terus berjaya dan menginspirasi banyak orang…

      Teruslah goreskan penamu, karena itu juga jalan Tuhan untuk mencerdaskan manusia…
      .-= vizon´s last blog ..self acceptance =-.

  9. fffiiuuuuhhhh, bundo bisa bayangkan terbata-batanya kalimat yang keluar.. saat harus mengucapkan doa untuk sahabat tercinta. **dada inyiak surau pasti sesak penuh segala rasa.

    • Samaaaa…. :)
      semoga kita masih diberi waktu untuk membacanya, dan terutama DM semoga masih diberi kekuatan dan kesempatan untuk menuliskannya..
      .-= vizon´s last blog ..kopdar jogja =-.

    • Insya Allah. Semoga aku diberi usia sedikit lebih panjang dari yang sudah digariskan untuk menuntaskan tugas ini.

      Saat ini “Epigraf” sudah mulai running. Semoga apa yang kutulis bermanfaat bagi pembaca. Bukan sekadar sahibul hikayat atau bacaan penghibur. Satu orang pembaca yang merasa tergerak karenanya, bagiku sudah cukup.

      Terima kasih. Dukungan teman-teman adalah energi bagiku: bahwa aku tak sendirian di dunia ini. Jabat erat selalu…
      .-= DM´s last blog ..DM: Epitaph, Rindu Adik Pada Kakaknya =-.

    • Insya Allah. Semoga aku diberi usia sedikit lebih panjang dari yang sudah digariskan untuk menuntaskan tugas ini.

      Saat ini “Epigraf” sudah mulai running. Semoga apa yang kutulis bermanfaat bagi pembaca. Bukan sekadar sahibul hikayat atau bacaan penghibur semata. Satu orang pembaca yang merasa tergerak karenanya, bagiku sudah cukup.

      Terima kasih. Dukungan teman-teman adalah energi bagiku: bahwa aku tak sendirian di dunia ini. Jabat erat selalu…
      .-= DM´s last blog ..DM: Epitaph, Rindu Adik Pada Kakaknya =-.

    • yes, benar sekali bro…
      aku sudah baca postinganmu yang itu..
      berat memang rasanya bila kita ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. tapi, itulah kenyataan; ada yang datang dan ada yang pergi… :)

  10. wuaaaa bukunya keren nih :)
    Om DM pasti menuliskan dengan kata2 indah yang membawa imaji menjadi tokoh dalma buku itu

    Om Vizon, kapan bukunya di terbitin????

    *menunggu tak sabar*
    .-= zulhaq´s last blog ..Awalan Sinting (17+) =-.

  11. saya sudah membaca laporan pandangan mata ibu enny, sudah menjadi “silent reader” di pengayam kata dan saya berada disini, memandang dari sudut pandang uda….cuma bisa berkhayal…
    seandainya saya berada disana dan merasakan hal yang sama dengan saudara-saudara “maya” saya ini…

    Kenyataan sampai kapanpun memang tidak bisa ditutup and DM sukses memaparkan dengan “cara” yang bisa kita nikmati bersama

    *baca epitaph lagi*
    .-= AFDHAL´s last blog ..The Island Journey; Ambon =-.

  12. Pingback: Epitaph: Sebuah Kenyataan » The Epitaph Trilogy

  13. Pingback: Epitaph: Sebuah Kenyataan « Penganyam Kata

  14. Pingback: Epitaph: Sebuah Kenyataan | Penganyam Kata

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>