Posted by Vizon | Posted in review | Posted on 20-01-2010
Tags: David Oliver Relin, Greg Mortenson, Hendra Grandis, novel, Soni Satiawan
“…(di Pakistan dan Afghanistan), kami minum tiga cangkir teh saat membicarakan bisnis; pada cangkir pertama engkau masih orang asing; cangkir kedua engkau teman; dan pada cangkir ketiga engkau bergabung dengan keluarga kami. Sebuah keluarga yang siap berbuat apapun—bahkan untuk mati.” Haji Ali, Kepala Desa Korphe, Pegunungan Karakoram, Pakistan
Itulah kutipan yang mengawali buku berjudul Three Cups of Tea. Buku ini adalah kisah perjuangan Greg Mortenson, seorang pendaki yang gagal menaklukan puncak K2, gunung tertinggi kedua di dunia. Padahal pendakian Mortenson tahun 1993 tersebut tidak sekedar pendakian melainkan sebuah penghormatan kepada Christa—adik perempuan Mortenson yang meninggal.
Bukan hanya gagal melaksanakan niatnya, Mortenson juga tersesat, mengalami keletihan kronis, bahkan kehilangan 15 kg bobot tubuhnya. Setelah berjalan kaki tertatih-tatih turun gunung selama tujuh hari, Mortenson yang menuju Askole, malah tiba di Korphe, desa yang bahkan tak pernah dilihatnya di peta Karakoram. Di sanalah, di gubuk Haji Ali, Mortenson dijamu dengan ramah, dirawat dengan penuh perhatian, dan dilayani bak tamu istimewa.
Di lingkungan nan miskin inilah jalan hidup Mortenson, juga jalan hidup anak-anak di Pakistan Utara, berubah. Ketika memikirkan cara membalas budi baik mereka, jantung Mortenson serasa tercerabut dan napasnya tercekat saat melihat bagaimana anak-anak di sana bersekolah: mereka duduk melingkar, berlutut di tanah yang membeku, dalam udara nan dingin, dengan tertib mengerjakan tugas. Mortenson meletakkan tangannya di pundak Haji Ali dan berkata, “Aku akan membangun sebuah sekolah untuk kalian. Aku berjanji.”
Buku ini mengisahkan mengenai pemenuhan janji tersebut. Selama satu dekade berikutnya, Mortenson telah berhasil membangun tak kurang dari limapuluh satu sekolah—terutama untuk anak-anak perempuan—di daerah tempat lahirnya Taliban. Kisahnya adalah sebuah petualangan seru sekaligus kesaksian akan kekuatan semangat kemanusiaan.
Aku terbelalak begitu mendengar penuturan tentang buku ini dari Soni Satiawan, seorang narablog berdarah Minang, alumni ITB, mantan mahasiswa Pak Hendra Grandis yang sekarang bekerja di Philiphina. Pada hari Sabtu, 16 Januari 2010 yang lalu, Soni mengunjungiku dan keluarga di Kweni. Ia sengaja datang dari Bandung ke Jogja sebelum menghabiskan masa cutinya demi menemui kami sekeluarga. Aku sungguh merasa terhormat dengan niatnya itu. Dalam salah satu obrolan kami, Soni menceritakan kekagumannya akan buku tersebut.
Akupun penasaran, dan segera mencari buku itu keesokan harinya. Setelah membaca halaman demi halaman, mengikuti kisahnya satu persatu, aku menjadi tahu mengapa Soni mengagumi buku itu. Ya, buku itu memuat banyak kisah tragis sekaligus menginspirasi. Betapa semangat kemanusiaan telah mampu mendobrak dinding perbedaan; agama, suku, ras, bangsa, bahasa, dll. Keramahan warga Korphe telah meluluhkan hati seorang warga Amerika bernama Greg Mortenson untuk kemudian berjuang membangunkan bagi mereka puluhan sekolah.
Seperti yang dikatakan Prof. Dr. Amin Abdullah, pendidikan adalah pintu masuk untuk menyelesaikan segala persoalan yang diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan di tengah-tengah masyarakat. Pendidikan, tidak mengenal batas. Pendidikan berbicara mengenai pencerdasan. Pendidikan berurusan dengan kemanusiaan. Mortenson dan wara desa Korphe, telah membuktikan hal ini.
Buku yang ditulis kembali oleh David Oliver Relin ini sangat pantas untuk dibaca, terutama bagi yang menyangsikan kekuatan sebuah persaudaraan. Filosofi tiga cangkir teh itu juga sangat inspiratif. Hal tersebut sesungguhnya, juga berlaku di mana saja. Setiap kali kita memasuki sebuah komunitas, mereka akan “menyuguhkan” tiga cangkir teh secara berurutan; tamu, teman dan saudara. Bila kita berhasil menanamkan kepercayaan kepada mereka bahwa kita adalah orang baik, maka jangankan cangkir pertemanan yang mereka tawarkan, bahkan cangkir persaudaraanpun akan segera mereka suguhkan.
So, mari minum teh persaudaraan dari cangkirku yang ini

.
.
Sumber bacaan: Kompasiana, shvoong, khatulistiwa




Weleh, dari Negeri 5 Menara sampai Three Cups of Tea, sepertinya Uda punya banyak Pe-Er buku yang mesti dibaca di bulan Januari ini

mawi wijna´s last blog ..Kota Anak di Biennale Anak
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 4:51 am
Masih ada yang lain kok Wij, jangan khawatir.. Siap-siap ya, pe-er bukunya masih banyak, hehehe…
[Reply]
wow… langsung masuk list buku yang harus kubeli, meskipun aku belum tahu kapan bisa dibaca.
cup philipinesnya itu pasti yang ke-empat ya Uda
senang sekali bisa melihat foto Sony di sini.
EM
ikkyu_san´s last blog ..Kopdar atau Jumpa Fans?
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 4:54 am
benar nechan, senang sekali akhirnya dapat bertemu dengan Soni. ternyata, ini adalah kunjungan pertamanya ke Jogja dalam hidupnya. hebatnya lagi, selama di Jogja, dia pakai sepeda motor temannya dan dia jalan sendirian dengan hanya ditemani peta
[Reply]
ceritanya begitu toh uda, aku beberapa kali ke toko buku sempat melihat buku ini tapi gak ku beli. aku pikir tidak begitu bagus ternyata!!! well well…nanti aku beli kalau ke gramedia lagi deh…
uda..kapan mo minum teh sama ria? 3 cangkir ya

Ria´s last blog ..For You & Our Friendship
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 4:55 am
emang ada gramedia di duri? :p
kalau sama Ria bukan 3 cangkir minum tehnya, tapi satu galon, hahaha…
[Reply]
Ria Reply:
January 21st, 2010 at 10:02 am
satu galon uda??? kurang harusnya satu truk:P
hihihihihihi
*ngambek ah*
[Reply]
bisa jd iklan teh yg di televisi itu terinspirasi dari buku 3 cups of tea : mari ngeteh mari bicara.
Uda Vison yg beberapa kali kopdar dng para narablog tentunya dalam rangka mempererat persaudaraan karena teh yg diminum bersama2 itu disajikan dalam cangkir persaudaraan.
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 4:57 am
mungkin saja Gus, iklan itu terinspirasi dari sini.
kopdar itu sangat besar manfaatnya Gus. persaudaraan yang terjalin lewat blog, akhirnya semakin erat karena sudaha bertemu secara langsung
[Reply]
apa pembuat iklan teh itu sudah baca 3 cups of tea, sehingga buat iklannya seperti itu
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 4:57 am
gak taulah Mas… tapi, idenya hampir mirip sih
[Reply]
hmmm, wah harus segera beli nih
makasih reviewnya uda…
btw kalo aku ke kweni, disuguhi satu teh aja yah, sama pisang goreng, kalo ada mie ayam juga gak papa…tapi kalo merepotkan, ya delivery KFC aja uda
*ditendang dari kweni*
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 4:59 am
oya, monggo mas… ini juga ada gudeg, rawon, eh… rendang juga ada, mau yang mana mas? lho… ini kok kayak orang jualan…?
*naluri dagangnya keluar*
[Reply]
Ketika ketemu di Jogja nanti, kutraktir teh di Lik Man ya, Uda…:) Karena kita satu saudara.. saudara se Jogja

DV´s last blog ..Little Nyonya
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 5:00 am
Teh di Lik Man? Wah… yang mana tuh Don? Jadi gak sabar menunggu kepulanganmu
[Reply]
aku akan minum bergelas-gelas cangkir persahabatan dari mu, Uda….bergelas-gelas….asal jangan terakhirnya di tagih bayar…
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 5:01 am
soal bayar membayar, biarlah Reva…
kan, masih berlaku tuh diskon 50% nya, hahaha…
[Reply]
Reva Liany Pane Reply:
January 21st, 2010 at 3:49 pm
Gubrak..!!!
[Reply]
Inspiratif,…. jadi ingin memiliki buku itu segera,……….. Persahabatan bagai kempompong kata sindentosa……….
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 5:01 am
iya Bang… patut sekali dibaca buku ini.
thanks sudah bertandang ke sini, sering-sering ya…
[Reply]
Uda Vizon …
Surau Inyiak selalu mempunyai cara untuk bercerita tentang kop dar yang dialaminya …
Kali ini tentang 3 cups of tea …
Sebuah angle penulisan yang lain lagi …
Keren Uda …
Dan saya harus beli Buku ini …
BTW …
Sepertinya saya pernah satu dua kali berkunjung ke tempat Pak Soni demikian juga sebaliknya …
Dia pernah berkomentar … di postingan Pulau Sentosa saya …
Dia bilang … (kurang lebih) … Wah kapan ya saya bisa berlibur seperti ini …”
Ternyata … dia bekerja di Philipina toh …
Mantan Mahasiswanya Pak Grandis pula …
Aahhh Very nice indeed …
This is the Beauty of Blogging …
nh18´s last blog ..BLOG TAG LINE
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 5:08 am
Om…
Soni bukan sekedar mantan mahasiswa Pak Grandis, bahkan skripsinya yang membimbing adalah beliau. Sebuah kebetulan yang manis bukan?
Dia di philiphina baru setahun belakangan ini. Salah satu cerita serunya juga adalah soal pengalamannya tinggal di daerah konflik, Mindanao. Beberapa postingannya belakangan bercerita soal itu. Namun, sayangnya karena dia tinggal di daerah pegunungan, maka sangat sulit baginya mendapatkan signal, sehingga aktivitas bloggingnya sangat terbatas…
Yes Om… pengalaman mengenal banyak orang, dengan banyak latarbelakang serta pengalaman, sungguh luar biasa…
[Reply]
Flosofi yg menarik tentang kedekatan hubungan antar manusia …
Berarti nanti kalau datang ke rumah Uda Vizon pasti disuguhi 3 cangkir teh … (soalnya kalau 3 cangkir kopi bisa nggak tidur) … hehehe

Oemar Bakrie´s last blog ..Ilmuwan sebenarnya sudah memperkirakan gempa Haiti
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 5:12 am
Waduh… ada orangnya nih…
Pak, maafin ya, kemarin itu beberapa kali kami membicarakan Bapak. Tapi jangan khawatir, yang kami bicarakan adalah yang baik-baik saja, terutama soal pengalaman Soni selama dalam bimbingan Bapak..
Benar sekali Pak, filosofi yang ditunjukkan melaluli “minum teh” ini sungguh hebat, sangat inspiratif.
[Reply]
Salam Takzim
Sajian teh ya, kalau saya siapa yang kirim komentar pertama saya sambut, komentar kedua saya jemput, komentar ketiga saya tempel didinding sahabat wakakakak, nunggu hadiah aja deh, belum bisa beli buku
Salam Takzim Batavusqu
Batavusqu´s last blog ..Rencong Milik Aceh
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 5:22 am
Salam takzim juga mas Batavusqu…
Sepertinya kita musti mengusulkan kepada para raja dan ratu quiz jagad perbloggan untuk mengusung sebuah acara dengan hadiah buku ini, dan tentunya dengan mas batavusqu sebagai pemenangnya. bagaimana? setuju? hahaha….
[Reply]
tak pernah kehilangan gaya menceritakan kopdar-nya itu. dasar raja kopdar!
Buku yang menarik uda, menghangatkan..
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 5:24 am
benar bundo, buku ini menarik dan menghangatkan…
btw, kalau bundo mau bikin quiz lagi, jadikan buku ini sebagai hadiahnya ya, hehehe…
[Reply]
nh18 Reply:
January 22nd, 2010 at 11:04 am
Bukan raja Kop dar Bundo Detist …
Tetapi … Datuk Kopdar …
Hehehehehe
(tak cukup sekali kesini
[Reply]
ih wow deh Uda…
semua tulisannya selalu ih wow….
benar2 pinter bikin orang bergegas ke toko buku…
hehe….
“pendidikan adalah pintu masuk untuk menyelesaikan segala persoalan yang diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan di tengah-tengah masyarakat.”
yups! right! sy suka Prof!
[Reply]
yustha tt Reply:
January 20th, 2010 at 7:14 pm
tambahan komen: kombinasi foto yang terakhir kereeeeen…..! Surau Inyiak, Three Cup of Tea, dan Philipine.
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 5:26 am
bukan tulisan ini yang ih wow, tapi bukunya itu yang sangat ih wow, hehehe…. (ada-ada aja nih istilahnya)
jadi, kapan nih Tt mau minum teh dari cup philipphine itu?
[Reply]
betul seperti bundoku cay bilang, selalu ada cara utk menceritakan kopdarnya itu. he..he….
buku ini sudah pernah bunda baca Inyiak, memang sangat bagus, juga ada sedihnya.
Salam.
bundadontworry´s last blog ..Menikah Pada Tanggal Cantik
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 5:28 am
bersyukur saya bisa mengenal buku ini. sungguh, banyak inspirasi di dalamnya…
[Reply]
Makasih Uda, mesti di catat nihh…termasuk list buku yang harus saya beli.
edratna´s last blog ..Nikmatnya pesan makan via “Delivery order”
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 5:28 am
monggo bu enny… masih banyak kok di toko buku
[Reply]
three cups of tea, filosofinya :
*cangkir pertama adalah menandakan tamu
*cangkir kedua menjadi sahabat
*cangkir ketiga menjadi saudara
siiip….setuju dng uda….^_^ bukunya sangat bagus….karena didalam nya terkandung sentilan-sentilan halus yg memotivasi kita u/lbh peduli pada pendidikan, pada sesama , juga pada lingkungan…
smoga suatu saat nanti bisa menjamu uda dan keluarga dng 3 cangkir teh ala Bukittinggi ^_^
callme eno´s last blog ..Hasil dari kebingunganku…^_^
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 7:10 pm
Ini gara-gara si Koson itu Eno… dia yang meracuni saya buat membaca buku tersebut…
Ok, sama kita tunggu saatnya buat ngeteh bareng di Bukittinggi ya, hehehe…
[Reply]
kalau di Selimu Debu, Agustinus Wibowo nulis begini uda; “hari pertama teman, hari selanjutnya saudara.”
btw uda udah baca Room to Read? saya sih belum. hehe.. kisah petinggi microsoft yang resign dari perusahaan dan mendirikan banyak sekolah (atau perpus ya? lupa.. hehe) di himalaya.
[Reply]
vizon Reply:
January 21st, 2010 at 7:20 pm
Room to read? saya juga belum baca tuh… sepertinya perlu segera diburu nih…
[Reply]
Wow.. membaca ulasannya aja udah menggetarkan hati. Pengen cepet ada kesempatan beli dan baca bukunya.
Makakasih ulasannya yang sangat bergizi ini..
[Reply]
vizon Reply:
January 22nd, 2010 at 7:24 am
Sama-sama Mas Nug…
Senang jika bisa menularkan virus ini kepada Mas Nug..
[Reply]
Kalau sama Reva sih, tiga cangkir kopi jadi saudara. Ditambah satu cheesecake tiramisu jadi ngerumpi. Tambah oreo cheesecake lanjut nonton dan karaoke bareng
[Reply]
vizon Reply:
January 22nd, 2010 at 7:29 am
Kalau ditambah tahu xo jadi apaan?
[Reply]
Oleh karena ilmu itu harus dicari sampai tua ya mas. Tanpa ilmu ya susah kita, jadi kerdil.
Mantap ulasannya
Salam hangat dari Surabaya
[Reply]
vizon Reply:
January 22nd, 2010 at 7:38 am
Betul sekali Pakdhe…
Terima kasih
Salam hangat juga dari Jogja
[Reply]
Filosofi tiga cangkir teh itu bener2 menggambarkan bagaimana seharusnya seseorang menjalin silaturahmi dan tali persaudaraan, bang vizon. seringkali orang begitu gampang berteman, tapi lantaran tak mengenal proses, pada tahap berikutnya malah berbalik menjadi musuh. doh!
sawali tuhusetya´s last blog ..Membangun Pendidikan Berbasis Karakter melalui Sastra
[Reply]
vizon Reply:
January 22nd, 2010 at 7:41 am
Itulah yang paling kita khawatirkan dalam sebuah persahabatan Pak Sawali; cepat akrab, tapi cepat pula saling bermusuhan. Oleh karenanya, menjaga silaturrahmi itu menjadi penting demi awetnya sebuah persahabatan…
[Reply]
Buku itu memang inspiratif dan kayaknya banyak sekual (versi lain) yag ditulis mengenai kisah inspiratif itu dari sudut pandang orang-orang lain yang mengalami kenyataan itu.
BTW, saya bertemu dengan soni waktu itu dalam keadaan habis gempa..tidak lama, karena kami semua sibuk melakukan evakuasi diri…sayang sekali…
[Reply]
vizon Reply:
January 22nd, 2010 at 8:09 am
Benar Moe… ada beberapa sekuelnya, saya juga lihat itu ketika mencari buku ini kemarin. Sepertinya menarik juga untuk dibaca…
Eh, kami juga obrolin soal pertemuan kalian yang “aduhai” itu, judulnya: the express kopdar, hahaha…
[Reply]
buku ini terbitan mana ya pak? carinya dimana?
wahyu´s last blog ..Takut Jadi Pejabat
[Reply]
udaaaa ….ijin nyeruput teh persaudaraannya ya, hee. buku yang sangat menarik, membuka cakrawala kita tentang sisi lain dari kehidupan. Emang bener deh, buku tuh jendela dunia yang sesungguhnya …
KutuBacaBuku´s last blog ..Berkencan Dengan Buku
[Reply]
vizon Reply:
January 22nd, 2010 at 8:11 am
Silahkan Kutu… mau teh tawar, teh manis, atau es teh? hehehe…
[Reply]
Uda Vizon,
Bagus sekali ulasannya. Ulasan yang bagus biasanya bikin bukunya tambah laris. Tapi saya yakin, ini memang bukunya jg bagus kok.
Baca kisah Greg Mortenson bikin saya terharu, jadi ingat pada janji saya utk kembali ke Papua saat sudah punya cukup bekal …
[Reply]
vizon Reply:
January 22nd, 2010 at 10:59 am
Kembali ke Papua? wah, sebuah niatan yang sangat luhur itu. Mudah-mudahan suatu saat bisa terwujud ya Mb Zee…
[Reply]
iya..ulasannya bagus banget… !! ( jadi menyemangati saya untuk membuat ulasan bagus seperti ini.. ) saya mo beli ah bukunya….
ceuceusovi´s last blog ..Tiga Hari Ini..
[Reply]
vizon Reply:
January 22nd, 2010 at 11:01 am
thanks Cue…
selamat berburu buku ini ya, hehehe…
[Reply]
saya pernah membaca resume buku ini dari blog seorang teman, sudah cukup lama, dan bikin penasaran juga. tapi ulasan singkat uda bikin makin penasaran lagi. kirimin dong, da. *doeng!*
memang persaudaraan yang tulus tidak tergantikan oleh apa pun ya, uda. bahkan bisa menjembatani berbagai perbedaan.
asyik ketemu si ekpatriat yang berpetualang ke filipin. sehat aja kan si angku itu?
*ini sebenarnya cerita tentang kopdar juga kan, uda?*
marshmallow´s last blog ..Bukan Stenografi
[Reply]
Aku merinding membaca ini uda…
Bener deh!
Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Kamu dan Pertanyaanmu
[Reply]
wow keren nih pastinya buku ini. btw gak ada hubungannya sama tulisan om trainer kan ya? yg masalah tiga2 itu juga??:D
didot´s last blog ..Utang
[Reply]
Hahahah …
Iya ya … Kenapa hayo … ???
Yang jelas …
Pengumuman – pengumuman …
Saya kemarin sudah beli bukunya … !!!
Ahaiii …
nh18´s last blog ..RITUAL PAGI
[Reply]
setelah baca buku ini,betapa inti dari humanity adalah kebaikan hati untuk berbuat, menolong, dan menerima orang lain sedalam dan sehangat yg bisa kita lakukan dan kita harapkan dari orang lain…bagiku Greg adalah sosok pahlawan baru milenium baru ini…
[Reply]