kesadaran lumba-lumba


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Lelaki itu membentangkan kedua tangannya. Diam sejenak. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, diputarnya kedua tangannya,  membentuk sebuah kode dengan diiringi tiupan peluit. Tiba-tiba, dua ekor lumba-lumba yang ada di dalam kolam di hadapan lelaki itu bergerak, menggoyangkan ekornya, kemudian… hup! melompat melintasi dua buah lingkaran di atas kepalanya.

lumba-lumba02lumba-lumba07lumba-lumba06
Atraksi lumba-lumba di arena Perayaan Sekaten Yogyakarta 2010

Tepuk tangan penonton yang didominasi anak-anak bergemuruh memenuhi ruangan. Sorak-sorai pun tak kalah hebatnya. Aksi kedua binatang laut yang katanya tidak boleh disebut ikan itu, cukup memukau. Semua terpana dan tertawa bahagia.

Sebelumnya, dua ekor berang-berang dan seekor singa laut pun tak kalah menariknya. Ada aksi tangkap bola, berjalan di atas gelondongan kayu, mendorong gerobak, menjumlah angka, dan lain sebagainya. Aksi yang sesungguhnya sangat biasa dilakukan manusia itu, menjadi luar biasa karena dilakukan oleh hewan-hewan yang terlatih.

penonton03penonton04penonton01
Penonton bertepuk tangan penuh kegembiraan menyaksikan aksi hewan-hewan tersebut

Tentu kita sangat kagum melihat kemampuan hewan-hewan tersebut. Kemampuan yang di luar kebiasaan mereka sebagai hewan. Hanya saja, kemampuan itu sangat terbatas. Mereka hanya mampu melakukan apa yang dilatih saja. Lainnya tidak. Apa sebab? Karena mereka tidak dibekali akal pikiran yang membuat mereka kreatif untuk mengembangkan apa yang mereka mampui. Dan juga, karena mereka melakukan itu semua bukan kesadaran.

Manusia dididik, tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran diri. Hal inilah yang akan membedakannya dengan hewan. Melalui pendidikan, diharapkan muncul kesadaran pada diri manusia akan apa yang harus dilakukan ataupun ditinggalkan. Bila pendidikan tidak mampu memunculkan kesadaran ini, maka sesungguhnya hal tersebut adalah tindakan dehumanisasi terhadap manusia itu sendiri.

Menurut Ali Syariati, atribut yang melekat pada manusia yang dapat membedakannya dengan hewan adalah kesadaran diri, kemauan bebas dan kreativitas. Dengan atribut ini, manusia dapat melakukan “pengembaraan” dalam membangun kebudayaan dan peradaban. Hal ini dipertegas Paulo Freire dengan mengatakan bahwa proses pendidikan haruslah mengacu kepada “penyadaran”, karena manusia tidak sekadar “hidup” (to life), tetapi bagaimana “mengada” atau bereksistensi. Melalui bereksistensi, manusia tidak hanya “ada dalam dunia”, melainkan juga bagaimana ia “bersama dengan dunia”.

Pertanyaannya, apakah pendidikan yang kita jalani selama ini telah mampu menumbuhkan kesadaran pada diri kita, sehingga kita bebas mengekspresikan kemauan kita dengan penuh kreativitas? Atau, jangan-jangan kita tak obahnya seperti lumba-lumba di atas yang bergerak atas dasar perintah sang pelatih? Mari kita renungkan… :)

Selamat hari Senin….
Let’s say: “I like Monday….” :D :D :D


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

30 comments on “kesadaran lumba-lumba

  1. Beda manusia dengan Hewan …
    ” … kesadaran diri, kemauan bebas dan kreativitas …”
    (tiga juga kaaaannnn …)

    Yang jelas satu lagi perbedaan …
    Lumba-lumba melakukan atraksi tersebut … dengan harapan … mendapatkan satu – dua potong ikan …

    Manusia melakukan “atraksinya” dengan alasan yang bermacam-macam … bisa karena ingin mendapat “satu dua potong” ikan …

    Bisa pula karena
    memang dia butuh melakukannya …
    memang dia ingin melakukannya … (dengan atau tanpa iming ikan …)

    Salam saya Uda
    .-= nh18´s last blog ..RITUAL PAGI =-.

    • eh iya benar, tiga juga, hahaha… :D

      ada juga manusia yang melakukan sesuatu tanpa mengerti maksudnya, yang penting melakukan saja. pokoknya begitulah instruksinya, tidak perlu bertanya.

      contohnya:
      seseorang shalat karena memang begitulah aturan dalam Islam. dia tidak (mau) tahu apa tujuannya. akibatnya, dia mengerjakan sekedar gugur kewajiban.

      di sinilah pentingnya penumbuhan kesadaran diri dalam pendidikan agama

      salam saya juga Om :)

  2. Salam Takzim
    Tidak hanya lumba-lumba sebagian hewan akan mudah diperintah oleh semua pawangnya, hanya lumba-lumba dapat bereaksi dengan siapa saja yang penting suapan makanannya diberikan
    Salam Takzim Batavusqu
    .-= Batavusqu´s last blog ..Gerbang Baru Mulai Terbuka =-.

    • kelebihan hewan dari manusia adalah proses adaptasi yang cepat. mereka akan tunduk dengan mudah kepada pawangnya dan akan mau menuruti semua perintah sang pawang. manusia, tentu tidak seperti itu…

      salam takzim juga mas zipoer :)

  3. saya justru melihat pendidikan sekarang khususnya manusia justru harus belajar dari binatang itu sendiri, karena binatang diajari dari hal yang mudah, simple dan “cocok” untuk kondisi mereka sebagai binatang

    nah sekarang dalam kehidupan kita sendiri pendidikan yang belum saatnya banyak dipaksakan kepada generasi muda kita

    ini terjadi dengan anak saya yang baru berusia 3,5 tahun baru sekolah di Kober belum setingkat TK atau anak kelas SD tapi gurunya terlalu meng-Explore berlebihan dalam memberikan sebuah mata pelajaran

    seharusnya anak seumuran anak seusia anak saya lebih kepada sosialisasi dengan lingkungan bukan PR

    salam
    .-= Omiyan´s last blog ..Curug Cigumawang dan Pesonanya =-.

    • benar juga Om…
      ambisi manusia untuk menguasai “lebih” dari apa yang “dijatahkan” untuk dirinya seringkali membuatnya lupa diri dan melakukan segala hal yang nyaris menyiksa dirinya sendiri.

      terus terang, saya tidak setuju dengan kelas akselerasi, yang memacu anak untuk berlari sangat kencang, melebihi kapasitas yang dimilikinya.

      anak TK diberi PR? wah… berlebihan itu. jangan-jangan nanti anak SD sudah diberi tugas paper lagi, hehehe… :)

  4. Taukah kalo Lumba-lumba betina lebih lincah dari pada yang jantan? saat tidak dalam atraksi, lumba-lumba jantan akan diam ditempatnya dari pagi sampai sore (dititik yang sama), sedangkan yang betina kan lincah bergerak kesana-kemari sambil bermain2.. Begitu juga saat atraksi si jantan akan malas2an, mungkin karena tahu, ia hanya dimanfaatkan untuk atratksi saja… Hehehe..
    Hal yang sama terjadi pada manusia (?)..

    I Love someone who said “I Love Monday”
    .-= budiuy´s last blog ..myStoriousAsk: Memancing =-.

    • ouw… begitukah?
      hmm… kayaknya manusia punya kemiripan dengan itu ya? laki-laki lebih kalem dan cenderung pemalas, sementara perempuan lebih agresif dan butuh perhatian lebih…

      yes, I love monday :D

  5. nice post uda, bahan untuk direnungkan

    jika memang sistem pendidikan yg ada tidak membawa kita ke kesadaran diri? apakah kita akan berdiam diri saja? atau berusaha mencapai kesadaran diri di luar sistem pendidikan formal yang ada??

    mari kita renungkan

    salam,
    .-= Bro Neo´s last blog ..Pak Jono =-.

  6. Pendidikan manusia awalnya dari rumah, dari keluarga inti, ayah dan ibu…berlanjut dengan teman main, teman sekolah. Namun ayah ibu tetap menjadi pijakan utama, sehingga pendidikan tetap melibatkan orangtua. Saat ini seolah-olah, pendidikan hanya lah merupakan kewajiban guru, padahal guru hanya mendidik dan mengajar, yang waktunya terbatas di sekolah.

    Kerjasama yang baik antara orangtua, guru, bahkan dosen, membuat anak tumbuh dengan baik, dengan etika yang terjaga. Dulu, lingkungan ikut berperan serta dalam mendidik anak, namun masyarakat sekarang yang cenderung individualistis, membuat peran masarakat/lingkungan ini makin berkurang
    .-= edratna´s last blog ..Pasar kue Bubat di pagi hari =-.

  7. memang masih ada sih jenis pendidikan yg ‘telan bulat2′ semua kata guru,jadi bikin muridnya gak kreatif. mudah2an pendidikan kita semakin terus berkembang. ya da

    jadi inget kata seseorang sewaktu jepang di bom atom,para pemimpinnya bukan mikirin berapa korban jiwa,tapi langsung nanya : ‘berapa sisa guru yg kita punya?’

    dan liat saja memang jepang melaju dengan pesat perkembangannya karena mereka senang belajar dan menciptakan sesuatu lebih baik lagi dari sebelumnya
    .-= didot´s last blog ..Keinginan yang berubah =-.

  8. yang pasti terpulang kembali pada pribadi kita masing-masing uda. sesuatu yang kita lakukan dengan kesadaran, dengan riang dan penuh keikhlasan, adakah sama dengan yang dilakukan lumba-lumba?

    tapi sebagai makhluk tuhan, adakah kita terbebas dari gerak tangan-Nya?
    .-= Zulmasri´s last blog ..Aubade Perpisahan =-.

  9. nah, kalau hewan paling-paling bisa karena adanya efek pavlov, uda. jadi behavioristik, bukan karena mengerti apa yang dilakukannya. itu di luar insting maksud saya. dan itu juga kalau komentar saya ini benar. wakakakakak…

    keren deh acaranya, uda. jadi ingat pertunjukan lumba-lumba yang sehari sampe saya saksikan dua kali saat ke sea world goldcoast. duh, kangen kenangan itu…
    .-= marshmallow´s last blog ..Anggota Dewan Yang Cerdas =-.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>