dengan cinta


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Salah satu anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada manusia adalah rasa cinta. Dengan cinta, dunia ini menjadi indah dan berseri. Dengan cinta, damai akan menaungi kehidupan. Seperti bait dalam lagu Titi Dj & Agnes Monica: “Hanya cinta yang bisa mendamaikan benci, hanya kasih sayang tulus yang mampu menembus ruang dan waktu…”.

Salah satu rasa cinta yang harus dimiliki oleh setiap kita adalah rasa cinta kepada Sang Maha Pencipta dan ciptaanNya. Kepada Tuhan, kita seharusnyalah menjalankan segala perintahNya dengan penuh cinta. Sementara kepada makhlukNya, hendaklah pula kita mencintai atas dasar kecintaan kita kepada Penciptanya, Tuhan penguasa semesta. Bila cinta kepada makhluk yang didasari perasaan semata, maka ia akan berubah menjadi senjata perusak bagi pemiliknya. Ini patut diwaspadai.

Anak adalah anugerah terbesar yang Tuhan berikan kepada setiap pasangan suami-istri. Tidak setiap pasangan yang mendapat anugerah ini. Maka, selayaknyalah bagi pasangan yang mendapat anugerah ini untuk mensyukuri nikmat terbesar ini. Caranya adalah menjaga, merawat dan membimbing mereka dengan sebaik-baiknya.

Dasar utama dalam mendidik anak-anak itu adalah cinta. Dengan cinta terdalam, setiap orangtua akan dapat dengan mudah mendidik anak-anak mereka. Tanpa cinta, dapat dipastikan anak-anak akan tumbuh menjadi manusia yang penuh amarah dan dendam. Rasa cinta yang tulus sangat dibutuhkan oleh mereka dalam pertumbuhannya.

Mengapa mendidik dengan cinta itu sangat diperlukan? Di antara alasannya adalah, karena:

  • Mendidik anak adalah suatu proses membentuk serta memberikan pemahaman nilai-nilai yang bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan anak, baik dalam bidang fisik, mental, spiritual, maupun emosional.
  • Hasil yang diharapkan adalah dapat mewujudkan anak yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, mempunyai jiwa kemandirian, mampu bersaing, serta berakhlak mulia sehingga dapat mewujudkan generasi yang semakin baik.
  • Kemajuan suatu bangsa terganatung pada pendidikan generasinya.

Dengan cinta, semuanya akan dapat dicapai dengan mudah. Dengan cinta, hasil yang didapatkan akan maksimal.

Topik di atas adalah salah satu poin yang aku dan Bunda Dyah Suminar bicarakan dalam kesempatan talkshow bertajuk “Mendidik Dengan Cinta” yang kami selenggarakan di sekolah anakku Satira pada hari Minggu, 14 Februari 2010 kemarin. Ada banyak pembelajaran yang kami dapatkan dari Bunda Dyah.

mendidik dengan cinta01
Talkshow “Mendidik Dengan Cinta” bersama Bunda Dyah Suminar

Pengalaman beliau mendidik ketiga putranya patut dijadikan tauladan. Sebagai seorang wanita pengusaha sekaligus istri walikota Yogyakarta, tentu tidaklah mudah dalam menjalankan peran sebagai ibu. Tapi nyatanya, ketiga putra beliau tumbuh menjadi manusia-manusia luar biasa. Salah satu tips yang beliau berikan adalah soal manajemen waktu dan manajemen energi. Agar semuanya dapat berjalan dengan baik, maka beliau sarankan agar kita bisa menuliskan segala rencana kita untuk diri kita dan keluarga. Disiplin yang tinggi adalah kata kunci untuk mewujudkan segala rencana itu.

Sungguh sebuah pembelajaran yang sangat berguna dari beliau. Terima kasih, Bunda :)

vizon-dyahsuminar
Lho….? Kok ada yang “nebeng” di sini ya? ;)



Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

47 comments on “dengan cinta

  1. Wow uda!

    Merayakan hari kasih sayang dengan efektif!
    Seminar seperti ini sarat tips berguna.

    AH, aku setuju uda bahwa anak adalah anugerah… aku sayang anak kecil, seneng ama mereka. Saking sayangnya takutnya gak bisa jadi ortu yang bener2 baik.. aiiih mestinya aku ikutan seminarnya biar bisa ada preparation :)

    Salut untuk bunda Dyah, pengalaman bunda yang sukses dalam keluarga dan mendukung karier suami benar-benar menjadi teladan.

    Salut juga untuk uda dan uni!

    Salam untuk keluarga di Kweni ya Uda :)

    cHeeerz,
    Eka
    *Ctrl save as… tipsnya disimpen untuk nanti :P
    .-= Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Surat Tanpa Perangko =-.

    • Eka… mempersiapkan diri agar lebih matang sebelum memiliki anak adalah penting. Tapi, jangan kelamaan. Ibarat makanan, kalau kematangan bisa jadi bosok… :D

  2. langsung deh ketawa dengan tulisan “kok ada yang “nebeng” di sini” nya hihihi.

    jadi pengen hadir di sana mendengarkan Uda dan Bunda Dyah bicara…. kapan ya bisa ketemu lagi :(

    EM
    .-= ikkyu_san´s last blog ..Celana Buruh =-.

    • Lho, emang ada apa dengan yang “nebeng” itu? hehehe… :D

      Sepertinya, Nechan dan Bunda Dyah yang pas banget bersanding dalam pembahasan tema ini. gimana kalau next kopdar kita adakan acara semacam ini dan Nechan sama Bunday Dyah yang jadi pembicaranya? :)

  3. waduhhh dua blogger kondang bekerja sama mengisi sebuah seminar…hebat banget!!! :D

    tipsnya bagus tuh uda…semoga nanti aku bisa seperti itu…kalau sekarang sih ngedidik adik2ku dengan cinta juga, apa jadinya kalo keras sama anak jaman sekarang ya yg ada kita gak mau di dengerin.
    .-= Ria´s last blog ..Love and Linux =-.

    • blogger kondang? waduh… kondangan kaleee… :D

      mendidik dengan cinta itu tidak hanya untuk anak sendiri Ria. itu berlaku untuk semuanya, termasuk adik-adik, murid-murid atau mahasiswa kita

  4. Uda …
    Saya tersenyum bahagia membaca postingan yang satu ini …

    Sungguh merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi sekolahannya Satira … bisa mendatangkan ibu Walikota ke tempat mereka …
    (siapa dulu dong ketua Komita Sekolahnya … ) :) :)

    Dan betapa bahagia dan bangganya Satira … melihat ayahnya jadi pembicara berdampingan dengan Ibu Wali …

    This is nice Uda …
    Another form of “The Beauty of Blogging”

    Salam saya Uda
    .-= nh18´s last blog ..PERJALANAN PANJANG =-.

    • Ini judulnya “ajimumpung” Om… hehehe… :D

      Ya, benar sekali, ini adalah berkat persahabatan saya dengan bunda dyah yang terjalin lewat blog. seandainya saya tidak kenal baik dengan beliau, tentulah sulit untuk bisa mendatangkan beliau ke sana. And yes indeed… ini adalah another form of the beauty of blogging.. :)

      eh satu lagi… satira sangat bangga ketika bunda dyah memeluk dan mencium pipinya di depan teman-temannya, hahaha… :D

      • Seee …
        benarkan apa saya bilang …
        Satira Pasti Bangga …

        Dipeluk istimewa oleh Ibu Wali …

        Dan saya yakin …
        Ini akan tersimpan erat didalam hati sanubari Satira …
        sebagai kenangan masa kecil yang manis dan membanggakan bagi dia …

        Salam saya Uda …
        .-= nh18´s last blog ..PERJALANAN PANJANG =-.

  5. memang perlu digalakkan acara2 semacam ini,ini benar2 berguna ketimbang cuma beli2 bunga atau beli coklat,hehehe…

    memang cinta adalah jawaban segala masalah,dengan cinta maka masalah menjadi mudah,yg sulit akan terlewati. yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.

    liat aja kalo orang jatuh cinta : laut kan kuseberangi,gunung kan kudaki,hehehe…

    semoga kasih sayang kita sesama blogger terus terjalin erat ya uda… insya Allah:)
    .-= didot´s last blog ..Akhirnya!! =-.

    • benar sekali Dot…
      cinta bagaikan air, bisa menyejukkan sekaligus juga menghanyutkan. semuanya tergantung kepada kemampuan kita mengendalikan dan menempatkannya pada tempat yang pas

      Insya Allah Dot, persahabatan kita akan berjalan dengan penuh sayang yang tulus… :)

  6. Wah, hebat nih Uda dan Bunda Dyah bersanding dalam sebuah seminar…
    Tipsnya bermanfaat banget, Uda…semoga kelak, saat saya dipercaya menjadi orangtua, bisa menerapkannya dengan baik dan benar hehehe…
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Imlek =-.

    • Ya Allah… jadikanlah Arif sebagai pemuda yang penuh manfaat dan cinta… Amin… (berdoa selesai) :D

      Mau Epitaph? kan saya sudah bilang: rayu tuh abangmu, dia punya dua, hehehe… :)

  7. Wah………tulisan Uda luar biasa….
    Makasih Uda…banyak belajar dari sini…
    Setuju banget sama tulisan Uda di paragraf kedua.

    Pengalaman Bunda Dyah (juga Uda) jadi pembelajaran buatku kelak jika Tuhan menganugerahkan kepadaku keluarga dengan anak-anak di dalamnya.

    Terimakasih Uda…
    Mari kita dasari hidup kita dengan cinta… :)

    Salam.

  8. Hmm….

    Melakukan segala hal layaknya memang dilandasi ketulusan dan kasih. Kalaupun tidak terlaksana dengan baik, paling tidak maksudnya tersampaikan.

    Mendidik anak juga begitu kan, Uda. Selayaknya manusia yg tdk sempurna, ada kalanya pendidikan dari orang tua tdk terpraktekkan atau diterima dgn benar oleh anak2nya. But in the bottom line, bila dilakukan atas dasar cinta dan ketulusan, anak2 akan mengerti bahwa semua yg diberikan dan diajarkan orang tua adalah demi kebaikan si anak, karena orang tua mencintai mereka.

    Benar kan, Uda? Toss dulu ah..!!
    .-= Reva Liany Pane´s last blog ..Kalkulasi Peresmian Cinta =-.

  9. saya yakin tips yg diberikan ibu dyah tsb pasti paten, krn beliau sdh membuktikan di keluarganya.
    satu kegiatan yg sangat positif yang mudah2n akan dilakukan juga di sekolah2 lainnya

    • benar gus, bunda dyah telah membuktikan itu semua dalam keluarga beliau. semoga di lain kesempatan kegiatan semacam ini dapat dilakukan lagi dengan tema yang berbeda :)

  10. hebaaaaattt!!! uda vizon udah mulai go public nih! gak mau ngomentari isi talk show-nya deh, pasti udah bener banget! manajemen waktu, manajemen energi, dan disiplin. couldn’t agree more!

    tapi ujug-ujug kok ada yang nebeng itu gimana ceritanya, uda?
    .-= marshmallow´s last blog ..Hati-Hati Penggunaan Aipod =-.

    • hahahaha…. si tukang tebeng memang kebangetan uni… saya sudah kontak beberapa hari jelang acara untuk mengirimkannya, agar dapat dijadikan hadiah buat bunda dyah. eh… dia kelupaan… dua hari jelang acara baru dikirimnya. untung saja ada layanan one night service, coba kalau tidak, bakal diamuk massa dia, hahaha… :D

  11. benar2 tips yang bagus sekali, apalagi sudah terbukti bagi Bu Dyah dgn keluarga beliau.
    patut dijadikan teladan bagi kita sebagai ortu.
    memang benar cinta dapat mengatasi segala kesulitan.
    terimakasih Inyiak krn telah berbagi melalui tulisan ini.
    salam.
    .-= bundadontworry´s last blog ..Menghindari Perut Kembung =-.

    • sama-sama bunda…
      sepertinya kita juga harus belajar dari pengalaman bunda lily nih soal yang beginian. dari tulisan di blog bunda, ada banyak inspirasi juga… :)

  12. Dua orang manusia hebat dijadikan satu dalam seminar… seperti paket hemat yang mengenyangkan! :)

    Dan.. um… yang nebeng itu pake bayar berapa sih, untuk biaya promosi? hehehehehee

    • paket hemat yang mengenyangkan? hahaha… kayak di restoran siap saji aja… :D

      mau tau berapa biaya promosi si tukang tebeng itu? gampang… coba saja hitung jumlah bintang di langit, sejumlah itulah dia “membayar”, hahaha… :D

    • iya, saya yang memoderatori…
      anaknya siapa nih Sil?

      Kalau anak bunda dyah, sudah besar-besar semua. yang sulung dan yang tengah lagi s2 di amerika, sementara yang bungsu lagi s2 di malaysia. Lebih detail tentang bunda dyah, kunjungi saja blog beliau.

      Kalau sekolah yang kami jadikan tempat talkshow itu tingkatannya SD, tapi audiensnya adalah para guru dan ortu… :)

  13. Saya suka sekali tulisan ini…enak dibaca dan mengena…
    Tentang Cinta begitu lugas disampaikannya…
    pertemuan bloger terkenal juga :)
    Di Blog ini, saya menemukan Islam “Rahmatan Lil Alamin” , bahasanya Universal…
    terimakasih Uda…tulisannya…

    Salam saya…
    .-= atmakusumah´s last blog ..Momen Transendental… =-.

    • Terima kasih Mas Atma atas apresiasinya terhadap tulisan ini…

      Cinta adalah salah satu bahasa universal yang dapat menyatukan banyak perbedaan. Semoga kita selalu memiliki rasa itu di hati, sehingga kedamaian benar-benar kita rasakan… :)

  14. setuju dengan acara itu.
    karena saat ini kata cinta mudah diucapkan namun masih banyak yang kesulitan untuk melaksanakan.
    padahal, Al Qur’an surat Ash-shoff ayat 2 dan 3 dengan tegas mengatakan: hai orang beriman kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak sanggup kamu lakukan/ kerjakan. sungguh besar murka Allah pada orang yang mudah mengatakan CINTA namun berat melaksanakan konsekuensi dari kata CINTA itu.
    tapi jangan takut, walau kita telah mencintai istri/ suami kita, anak anak kita, dan kita belum bisa mencintai dengan sepenuh hati, selagi bukan karena kita malas untuk melakukannya, itu tidak mengapa. berusaha terus untuk mewujudkan kata CINTA dalam kehidupan nyata. semoga Tuhan membimbing kita menuju pendidikan yang penuh CINTA baik cinta kepada anak didik kita, cinta pada diri kita, cinta pada keluarga kita maupun cinta pada siapa pun juga. he–he–he.
    selamat acaranya bagus. kapan bisa adakan thalk show di tempat kami. biayanya mahal tidak? gratis juga mau? balas.
    .-= jumarudin´s last blog ..Binahong =-.

  15. Uda, senang membaca tulisan ini.
    Terkadang wanita bekerja diluar rumah sering mendapat “cap negatif” hanya gara-gara segelintir orang..padahal juga yang ibunya di rumah terus dan mendidik anak-anak dengan baik, anaknya tetap tergelincir.

    Jadi, betapapun anak melakukan kesalahan, orangtua tetap harus menyayangi anaknya, dan berusaha membawanya ke jalan yang di ridhoi oleh Nya…selain kerja keras, pendekatan yang terus menerus tanpa mengekang, orangtua juga mesti berdoa terus menerus, karena anak tak selalu berada dibawah pengawasan ortu langsung.

    Semoga kita semua bisa menjadi orangtua yang penuh kasih sayang, memberi ruang pada anak untuk berkembang, namun juga mau menerima setiap kelebihn dan kekurangan anak-anak kita.
    .-= edratna´s last blog ..Komunikasi orangtua dan anak diperlukan untuk mengurangi “bahaya dunia maya” =-.

    • Dengan belajar terus menerus kita akan semakin memahami dan menikmati peran kita sebagai orangtua. Sehingga, dengan pengetahuan yang kita miliki, mendidik itu menjadi lebih mudah dan nikmat… :)
      Terima kasih Bu Enny

  16. Bunda Dyah emang ibu yang hebat, berkesan sekali saat bertemu dengan beliau dan putrinya yang cantik di Surabaya kemaren. Dari putrinya, kami tahu cerita di balik kesuksesan keluarga beliau.
    Dan Uda juga seorang ayah yang hebat. Dengan cinta, nilai reliji dan perhatian besar terhadap pendidikan, pastilah putranda mendapat sangu yang cukup dalam kehidupannya. Salut

    Tentang orang ketiga itu? hehehe, udah senyum2 sendiri pas liat Uda tag foto di FB.

  17. Jika cinta terhadap anak sudah sirna di hati orang tua, maka tak pelak anak pun bisa jadi korban kekerasan. Betapa banyak orang tua yang begitu tega menyakiti anak sehingga sang anak pun menjadi trauma lantas melanjutkan kekerasan saat ia dewasa.
    .-= racheedus´s last blog ..Si Miskin =-.

  18. uda…
    maaf nih bunda telat komen nya..
    bunda juga sangat tersanjung bisa berbagi dengan generasi muda,,,yang sedang giat mendidik anak anaknya…insya Allah…Uda dan seluruh orang tua di sekolah tsb akan melakukan yang terbaik untuk putra putrinya….salam untuk uni dan sayang untuk anakanak..
    .-= dyah suminar´s last blog ..Imlek dan sisi lain =-.

  19. Pingback: NINE FROM THE GENTLEMEN (#1) | The Ordinary Trainer writes …

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>