fatih dan balok


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Sore ini aku tinggal berdua dengan si bungsu Fatih di rumah. Ketiga kakaknya pergi ke tempat kursus masing-masing, sementara istriku ikut mengantar. Awalnya kami hanya duduk-duduk santai sambil nonton tv. Tapi, lama kelamaan bosan pun mulai mendekati. Kehebohan yang biasanya terjadi di rumah kami, rupanya tak bisa dibiarkan lama-lama menghilang. Fatih terlihat sekali rasa bosannya dengan suasana yang hening itu. Padahal, dengan formasi lengkap di rumah, dia akan selalu jadi sumber keisengan kakak-kakaknya.

Entah dari mana asalnya, tiba-tiba kami terlibat dalam obrolan yang yahud: (Untuk diketahui, bungsuku ini lidahnya sangat Jawa, tak terlihat sama sekali kalau dia berdarah Minang, hehehe…)

“Pa, mobil-mobilan itu dibikin dari apaan?”
“Ada yang dari kaleng, ada yang dari plastik, ada juga yang dari kayu”
“Kalau dari batu bisa ndak?”
“Bisa saja…”
“Kalau dari kayu, bisa dibikin apa aja?”
“Macem-macem… bisa mobil-mobilan, bisa boneka, bisa balok…”
“Kayak balok yang Papa jual itu?”
“Iya, betul sekali…”
“Mbok Fatih dikasih baloknya, Pa…”

Tuing…! aku tersentak. Oh, aku baru tersadar, ternyata selama ini anakku belum pernah kuberikan balok-balok mainan yang aku jual di toko onlineku. Selama ini rupanya mereka hanya menyaksikan saja mainan-mainan itu keluar masuk rumahku. Pagi diantar pengrajin, sorenya sudah kukirim ke pemesan. Bahkan, dengan semena-mena aku minta mereka berfoto dengan mainan itu sebagai model. Duh… jahat betul diriku ini. :D

Akupun segera mengeluarkan satu set balok mainan yang kebetulan masih ada stoknya. Kubiarkan Fatih memainkan sepuasnya. Kukatakan padanya kalau itu miliknya, bukan untuk dijual.

Sejenak aku teringat dengan kejadian yang hampir sama pada keluargaku di Duri sekitar 20 tahun yang lalu. Ketika itu, kedua orangtuaku punya usaha sampingan, yakni menjual karpet dan guci keramik import dari Singapura. Barang-barang tersebut  diambil langsung oleh salah seorang pamanku di pelabuhan Dumai. Setelah dibersihkan, barang-barang itu dijual kembali di warung kecil yang terdapat di depan rumah kami.

Saat itu, karpet dan guci keramik di kota Duri masih terhitung barang mewah. Namun, karena harganya cukup terjangkau, membuat barang-barang tersebut dengan cepat laku terjual. Bahkan, ketika truk yang membawanya dari Dumai parkir di rumah kami, sudah banyak calon pembeli yang menunggu. Asyik betul melihat semua itu.

Pembeli semakin banyak ketika mendekati lebaran. Kesibukan sudah sangat terlihat dari awal bulan puasa. Mendekati lebaran, semua stok sudah habis terjual. Nah… dua hari jelang lebaran, barulah Mamaku tersadar, ternyata karpet dan guci yang bagus-bagus itu tidak satupun tersisa untuk kami pakai. Huahaha… kami benar-benar menertawakan kealpaan itu. Papaku bahkan bilang: “Rumah orang jadi cantik, kok rumah kita tidak ya? Padahal, barang-barangnya dari tempat kita“.

Peristiwa yang kualami itu sebetulnya jika ditarik ke ranah yang lebih luas, sering juga kita dapati. Sebagai contoh, seorang guru yang telah mendidik ribuan orang, ternyata lupa kesulitan mendidik anaknya sendiri. Atau seorang dokter yang telah menyembuhkan jutaan pasien ternyata lupa menyehatkan dirinya sendiri. Bahkan, seorang penegak hukum, lupa memberi kesadaran hukum kepada anggota keluarganya sendiri.

Hmmm… obrolan dengan si bungsu itu telah menyentakkanku… Selalu saja ada cara Tuhan untuk mengingatkan kita bukan?

fatih n balok

Fatih... balok-balok ini untukmu, silahkan dimainkan sepuasnya ya... :D


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

62 comments on “fatih dan balok

  1. Dilematis memang Uda. Memilih membahagiakan selain keluarga atau membahagiakan keluarga. Yah, mungkin balok mainan itu hal yang tak rumit untuk diberi penyelesaian. Saya sih kebayang dengan tugas seorang Kepala Negara misalnya, pastilah memiliki kendala dalam mengurus rakyatnya dan keluarganya.

    Halah, ngelantur lagi saya :D
    .-= mawi wijna´s last blog ..Visi: Sepeda =-.

    • Itu sebuah konsekwensi Wij… hidup ini penuh pilihan, dan setiap pilihan memiliki konsekwensinya sendiri-sendiri…
      masa sih seorang kepala negara sampai melupakan keluarganya? bukannya dalam kenyataannya justru banyak kepala negara yang lebih mementingkan keluarganya daripada rakyatnya…? hehehe… ;)

  2. Ada bermacam rasa mengaliri hati saya Uda …
    Ketika membaca postingan Uda ini …

    #1. Haru …
    Entah mengapa … saya terharu sekali melihat keluguan Fatih mengenai mainan kayu itu …
    Fatih mungkin telah menahan “rasa” ingin ini sekian lama … Saya yakin dia pasti senang menerima mainan ini

    #2. Lucu …
    Membaca pengalaman Karpet dan Guci …
    Ini mungkin yang disebut sebagai …
    Customer First … hahahahaha
    Utamakan pelanggan … orientasi kepuasan pelanggan …

    #3. Seru …
    Berfikir kembali mengenai usaha sampingan Toko Online …
    Keknya seru nih …
    Terus terang saya pernah melihat tautan ini di Blog RSS blog Uda yang lama …
    Tapi saya belum sempat menanyakan lebih lanjut mengenai Toko Online ini …
    Sepertinya prospeknya bagus nih …
    hehehehe

    Salam saya Uda …

    • #1. Saya lebih kepada merasa bersalah Om…
      #2. Sampai sekarang kejadian itu selalu saja berulang-ulang dalam ingatan kami, dan setiap kali itu juga kami tertawa membayangkannya. Benar-benar lucu… :D
      #3. Sepertinya memang asyik berjualan di internet Om, apalagi kita punya produk yang di toko nyata jarang dijual. Btw, kayaknya bisa juga kita jalin kerjasama, hehehe… (meningkatkan the beauty of blogging menjadi the value of blogging) :D

  3. Uda, caramu menarik sekali.. menghadirkan contoh kecil, si Fatih dan balok dengan guru dan anaknya sendiri.

    Ada salah satu guru saya di SD dulu yang pinternya bukan maen… ehh anaknya jadi bandar judi dan narkoba :)

    Kasian betul…
    Baru tau kalau kamu jualan mainan balok… menuju TKP Gan! :)
    .-= DV´s last blog ..Lucky Number =-.

    • itulah juga yang aku takutkan Don… semoga kita terhindar dari keadaan semacam itu ya…

      aku sudah cukup lama jualan online Don.
      sstt… salah satu pemasokku dari kampungmu lho, hehehe… :)

  4. wah.. wah…. fatih memang lugu…. dan udajuga cepat tanggap…. kok bisa ya da?? mungkin uda memang businessman tulen, ya.. menganut apa yang dikatakan oleh om trainder diatas sebagai “coustumer first”.. hehe
    .-= aurora´s last blog ..Rintihan kala malam =-.

    • saya juga gak tau Rif, kok bisa ya si Fatih punya kalimat seperti itu.
      tapi, kalimat anak kecil memang kalimat yang paling jujur, dan itu keluar secara spontan tanpa ia pikirkan terlebih dahulu.

      soal lupa memberi anak, barangkali karena pikirannya cari untung terus, hehehe… :)

  5. Gimana prospek toko mainan on line ini bro? Coba dikau link atau kerjasama dengan juale.com yang digawangi Pak Nukman Luthfie. Siapa tahu ada bakal banyak pelanggan dari sana…
    Btw, orientasi kepada pelanggan yang terlalu mendarah daging rupanya sampai melupakan diri sendiri. Itulah darah pedagang yang alami. He he…
    .-= Hery Azwan´s last blog ..My Name is Khan: Merayakan Perbedaan =-.

    • Alhamdulillah grafiknya menaik dengan baik Bro. Terima kasih supportnya selama ini…
      Sepertinya juale.com patut disambangi tuh, thanks infonya

      Darah pedagang…? sepertinya itu memang golongan darahku bro, kalau darah biru kayaknya jauh deh, hehe… :D

  6. Fatih, mbok Bapakmu dikasih peringatan dari kemarin :)

    bravo Fatih! halus tapi menyentak. Bundo juga ikut tersentil niyh, masih kurang perhatian sama yang berada dekat dari jangkauan.

    • Waduh… ada propokator nih, hehehe… :D

      Benar bundo, sepertinya harus semakin perhatian dengan yang terdekat kita. Jangan sampai kayak lilin ya Bundo… :)

  7. memang susah kalau sudah menyangkut diri sendiri uda, terkadang kita sibuk nyeramahin orang tapi kita tidak blom bener…takut ya kalau begitu…

    semoga kita termasuk orang2 yang dapat mengukur diri…
    .-= Ria´s last blog ..Hutanku =-.

  8. Hahahaha, pengalaman yang tidak jauh berbeda. Setelah puluhan buku, saya pun baru teringat untuk memberikan buku anak2 karangan sendiri ke Bintan (anak pertama saya). Dia pun senang bukan kepalang, hingga di kemudian hari mengatakan, “Mau lagi dong buku karangan Abi.” ^_^
    .-= Bang Aswi´s last blog ..Napas Air Mata =-.

    • Toss dulu Bang Aswi… berarti kita punya pengalaman yang sama ya…? hehehe… :D
      btw, saya juga mau dong buku karangan Abi… hahaha…

  9. Saya tersenyum simpul membaca tulisan Uda. Jualan mainan, anak sendiri lupa nggak dikasih mainan … hehehe …
    Jualan karpet dan guci, rumah sendiri malah nggak digelarin karpet dan nggak dihias guci :)

    Beda sama saya Da. Dulu ibu saya pernah jualan kacang bawang, dan dagangan habis … dimakan anak-anaknya … :D :D
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Senyum Di Mana-Mana =-.

    • kalau jualan makanan, dulu ortu saya juga pernah bu tuti, dan kejadiannya sama persis dengan yang bu tuti alami; ludes habis dimakan oleh kami, huahaha…. :D

  10. saya terharu membaca percakapan uda dng fatih (apalagi logat jawanya fatih saya sertakan dalam imajinasi saya :) ), sebuah keluguan seorang anak yg menyadarkan ‘keteledoran’ org tuanya.
    spt contoh yg uda paparkandi atas. ibunya anak2 itu seorang guru math di sebuah smp. ttp anak2 saya bilang lbh nyaman belajar/mengerjakan pr math bersama saya. mskpn utk urusan rumus yg rumit2 saya kembalikan lagi ke ibunya he..he..

    • terus terang, saya juga mengalaminya kemarin Gus. masak si sulung nilai agamanya pas mid semester jeblok… duh, merasa bersalah banget nih… :)

  11. wah…mainannya gedhe ya dik…
    lho gk cuma balok ternyata, tapi juga ada tabungnya juga dik..
    Apalagi itu? Ayo dik, belajar bangun ruang :)

    Btw, iya betul Uda. Kadang kita malah kelewat memperhatikan ‘diri sendiri’ maksudnya yang paling dekat dengan kita….

    • waduh… tante tt nih pinter amat ngajarinnya ya… ;)

      Benar T… kita harusnya menjadi matahari, yang menyinari sekitarnya dan tetap membuat dirinya hangat, bukan seperti lilin yang terus menyinari tapi membakar diri sendiri.. :)

  12. Jadi teringat sama orang bersepeda bergaya jamaica tiap pagi wempi berangkat kerja [slalu timingnya pas]
    jika tiap pagi tidak ketemu dg dia rasanya ada yang kurang pas.

    hehe…. sepertinya komen wempi out of topic.

  13. Hehehe….., jadi ingat…., pas Mamiku jualan parcel dulu tiap Idul Fitri, orang rumah juga gak kebagian jatah. Kami cuma bisa ngiler ngeliatin aja :lol:

    Btw, tokonya menarik banget, Uda. Kalo saya beli dikasih diskon yaaa……!! ;)
    .-= Reva Liany Pane´s last blog ..Lima Belas Tahun =-.

  14. Haaah, gitu dong Fatih. Bapakmu memang musti diingatkan, tuh!
    Tapi mainannya memang gak berwarna, Uda? Rasanya jadi kurang menarik, heheh…

    • Yang berwarna juga ada. Kebetulan yang dimintanya itu adalah balok bangunan natural (tanpa cat).
      Btw, sekolah cekgu berminat mau beli…? huahahaha… jiwa dagangnya keluar! :D

  15. anak-anak kalau lihat mainan pasti pengen uda. begitu juga dengan Fatih, kukira. selama ini dia jangan2 hanya memendam keinginannya hehehe. kalau saya jadi Fatih, pasti sudah merengek dari dulu2 hihi.

    salut uda punya usaha seperti ini. semoga bisa memberi inspirasi bagi yang lain :)
    .-= krismariana´s last blog ..Sekilas Nostalgia dengan Umar Kayam =-.

    • Itulah Kris… ternyata dia cukup paham kalau itu adalah barang dagangan bapaknya, sehingga gak berani merengek memintanya. :)

      Terima kasih atas apresiasinya, semoga bermanfaat ya…

  16. Selalu ada hikmah dibalik suatu kejadian ya, Uda… Untuk situasi ini, Fatih menjelma jadi ‘guru’ buat uda… :-D

    Uda cerita soal karpet dan gucci….bagaimana dengan RM Padangnya? Pasti kebagian kan? Lha wong tukang sanduak gak mungkin gak kebagian nyicip…hehehe…

    Btw, suatu ketika papa bawa pulang karpet sepulang dinas dari Duri. Jangan-jangan…. hehehe, padahal kami kan tinggalnya di Dumai! :-(
    .-= anderson´s last blog ..Mengatasi Masalah Tanpa Masalah =-.

    • Kalau soal rumah makan, kami malah menghindar dari memakannya. Sedapat mungkin kami makan di rumah. Sudah bosan soalnya dengan makanan ala rumah makan itu, sukanya dengan masakan rumah, hehehe… :D

      Weks… karpet dari Duri diekspor lagi ke Dumai? huahaha… mantap, mantap… :D

  17. ALLAH mengajari kita dari anak kecil, dari pemulung, dari penghuni panti jompo bahkan dari orang yang ada di RSJ, maha besar ALLAH ya mas …

  18. kirain baloknya kecil kecil… waktu lihat fotonya.. wah ternyata jumbo, besar besar

    smoga jualan online nya makin laris manis aja uda…

    dan jangan lupa sisain buat the fantastic four nya.. ato justru mereka dijadikan konsultan utk pengembangan model model baru :-)
    .-= Bro Neo´s last blog ..nJajah Desa Milang Kori =-.

    • Yang kecil-kecil juga ada Bro…
      Kalau yang ini memang balok mainan natural yang lengkap (jadi promosi nih)
      Kalau jadi model sih mereka udah lama, udah sering saya pajang fotonya di e-store itu, lumayan… model gratisan, hahaha.. :D

  19. Saya banyak melihat, keluarga yang penuh perhatian pada orang lain, tapi menjadi kikuk menghadapi anaknya sendiri.

    Beruntung Fatih keceplos, sehingga Uda langsung menyadari….kadang kita terlalu sibuk memikirkan hal yang jauh di depan, yang di dekat kita terlupakan….cerita ini mengingatkan pada saya Uda….
    .-= edratna´s last blog ..Budaya kerja dan peranannya dalam suatu organisasi =-.

  20. Assalamualikum..

    SAlam kenal Uda Vizon…

    terimakasih..posting ini mengingatkan ke diri saya ..

    “Bahkan, seorang penegak hukum, lupa memberi kesadaran hukum kepada anggota keluarganya sendiri.”

    kadang bisa jadi malah “lupa” sendiri tentang hukum yang ditegakkanya..

  21. alhamdulillah, punya anak yg cerdas seperti Fatih, langsung menuju sasaran, sampai malu pd diri sendiri ya Inyiak.
    banyak terjadi hal2 seperti itu kok Nyiak, krn lebih mementingkan pelanggan, yg dirumah jadi ”terlupakan”
    salam hangat utk keluarga.
    salam.
    .-= bundadontworry´s last blog ..6 Sarang Kuman Yang Terlupakan =-.

  22. wah baru tau uda jualan juga hehehehehe
    wah keren2 euyy….

    memang kadang justru dari hal2 kecil yang membuat kita sadar
    *kalo orangnya sadar* :p

    *gak pake preeettt yahh*
    .-= AFDHAL´s last blog ..Sepuluh =-.

  23. entah kenapa tapi memang yg disampaikan uda itu benar banget,kita sering perhatian sama orang lain,tapi kadang lupa sama yg paling dekat alias keluarga sendiri.

    semoga postingan ini mengingatkan kita tuk selalu memperhatikan dari yg terdekat dulu baru kemudian orang lain,seperti pesan rasul yg juga mengingatkan kita untuk selalu ingat tetangga terdekat kita saat kita mempunyai kelebihan makanan:D
    .-= didot´s last blog ..Dosa =-.

  24. wah, psti uda ada perasaan jadi tidak enak hati ya sama si bungsu :)

    hehe.. tapi gpp uda, si kecil udah bisa ngingetin ayahnya dengan caranya sendiri …

    mampir ke tokonya uda ah… *meluncur ke TKP*
    .-= anna´s last blog ..Alhamdulillah…. =-.

  25. kalau soal barang mungkin aku belum pernah mengalaminya, tapi soal waktu. Kadang aku lebih banyak menggunakan waktu untuk diri sendiri dan pekerjaan, dan sampai pada memasuki bulan Maret ini, Kai selalu merengek, “Peluk….” Karena itu aku sekarang lebih banyak pakai waktu untuk berada bersama mereka.

    soal mengajar? ampun deh..kalau ngajar orang lain aku bisa sabaaaar banget, tapi ngajar saudara atau anak sendiri …beuh …ngga sabaran hihihi.

    EM

    (Udah maaf nih jarang ke sini, sulit sekali masuknya. Sptnya dari servernya ya sulit yang dari LN untuk masuk…hiks)
    .-= ikkyu_san´s last blog ..Pancasila dan Buntut Bersambung =-.

  26. kalau soal barang mungkin aku belum pernah mengalaminya, tapi soal waktu. Kadang aku lebih banyak menggunakan waktu untuk diri sendiri dan pekerjaan, dan sampai pada memasuki bulan Maret ini, Kai selalu merengek, “Peluk….” Karena itu aku sekarang lebih banyak pakai waktu untuk berada bersama mereka.

    soal mengajar? ampun deh..kalau ngajar orang lain aku bisa sabaaaar banget, tapi ngajar saudara atau anak sendiri …beuh …ngga sabaran hihihi.

    EM

    (Uda maaf nih jarang ke sini, sulit sekali masuknya. Sptnya dari servernya ya sulit yang dari LN untuk masuk…hiks)
    .-= ikkyu_san´s last blog ..Pancasila dan Buntut Bersambung =-.

    • Nechan… soal akses blog ini dari LN yang sulit memang sudah aku sadari. Makanya, aku sama Ria sudah akan menambah bandwidht LN nanti bersamaan dengan iyuran tahunannya. Aku sangat maklum kok nechan gak bisa ke sini. Santai aja… Aku juga lagi gak bisa banyak-banyak BW, karena lagi ada yang diprioritaskan… :)

  27. uda, fatih hebat ya. salut saya. tanpa merengek-rengek dia bisa memperoleh keinginannya, bahkan membuat ayahandanya tertohok. haha. hebat, nak!

    sama seperti plesiran, uda. kita cenderung tidak menikmati daerah tempat tinggal kita secara maksimal, dibandingkan orang yang hanya berkunjung sekali-sekala. take for granted, namun akhirnya baru menyadari setelah semuanya tidak ada lagi untuk dinikmati.

    banyak makna yang dikandung tulisan ini, uda.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>