sidikalang dan curup


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Sidikalang adalah ibukota Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Sesungguhnya aku belum pernah ke kota itu. Hanya dari referensi yang kubaca, aku dapat membayangkan kota ini sangat mirip dengan kota Curup, Bengkulu, tempatku bekerja. Setidaknya, kemiripan kedua kota ini adalah pada posisinya yang terletak di daerah pegunungan, sehingga membuat udaranya sangat sejuk. Dan salah satu komiditi hasil pertanian kedua kota ini yang menjadi ciri khas adalah kopi.

Ya, kopi Sidikalang dan kopi Curup (sering juga orang menyebutnya kopi Bengkulu) tergolong kopi terbaik di Indonesia. Ketika pertama kali aku ke menginjakkan kaki ke Curup, aku disuguhi kopi khas daerah ini. Aku yang tidak begitu addict dengan kopi, langsung jatuh hati begitu menyeruput kopi asli daerah itu. Benar-benar terasa menyegarkan, dan sangat pas dengan udara daerahnya yang sejuk itu.

Menurut cerita sejawatku di sana, ketika terjadi krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998-1999, masyarakat Curup malah mengalami peningkatan ekonomi yang sangat signifikan. Kopi mereka yang diekspor mengalami kenaikan harga yang fantastis, sebagai akibat kenaikan nilai tukar dolar yang juga meningkat fantastis ketika itu. Sehingga, banyak petani di Curup yang mendadak menjadi orang kaya. Hanya sayang, karena keterkejutan memiliki uang dalam jumlah besar dalam waktu yang tak terduga itu, membuat mereka lupa diri. Akibatnya, dalam waktu sekejap uang yang banyak itupun ludes, karena ketidakmampuan menahan diri dalam berbelanja. Sekarang, mereka kembali lagi menjadi petani biasa yang untuk makanpun susah. Sungguh memprihatinkan.

Kalau kopi Sidikalang aku belum pernah mencicipinya hingga kemarin malam, 18 Maret 2010. Dua orang sahabat mengundangku untuk bertemu di kafe Elpueblo di bilangan Patangpuluhan Yogyakarta. Kafe yang terletak tak begitu jauh dari Kweni ternyata menyajikan suasana yang sangat nyaman. Sajiannyapun sangat Indonesia. Di antara deretan minuman yang ditawarkan, mataku tertuju pada pilihan aneka kopi nusantara. Ada kopi Aceh, Bengkulu, Lampung, dll.

Pilihanku jatuh pada kopi Sidikalang. Mengapa? Karena ada kaitannya dengan sahabat yang mengundangku malam itu. Novel terbarunya berlatar kejadian nyata di daerah Dairi Sumatra Utara. Alih-alih untuk merasakan atmosfir Dairi, maka kami memilih kopi tersebut. Ternyata, kopi Sidikalang memang nikmat sekali. Rasanya tidak begitu jauh beda dengan kopi Curup, benar-benar nendang pahitnya… :D

Lantas, siapakah sahabatku itu? Siapa lagi kalau bukan si tukang ayam anyam kata, Daniel Mahendra dan pemilik ladang kata Lisa Febriyanti. Keduanya datang ke Jogja dalam rangka persiapan launching novel mereka, Epitaph dan Iluminasi, yang direncanakan pada 4 April 2010 mendatang. Undangan yang datang mendadak itu tentu saja kusambut dengan gegap gempita. Soalnya, dari pertemuan terakhir kami bertiga di bulan Juni 2009 yang lalu masih menyisakan obrolan yang belum terselesaikan. Jadi, ini adalah dalam rangka menuntaskan diskusi itu dulu (halah! emang mendiskusikan apaan?)

Kami bertemu pukul 20.00 wib dan berakhir pukul 02.00 dini hari. Wuih… ternyata kopi Sidikalang telah mampu mengusir kantukku sehingga kuat mengobrol antah berantah dengan kedua makhluk ajaib itu, hehehe… Lantas, apakah dengan durasi yang begitu panjang obrolan kami menjadi tuntas? Ternyata tidak… masih banyak yang harus kami tuntaskan, sehingga terpaksa mengagendakan untuk bertemu kembali suatu saat… hahaha… :D

DM dan Life, terimakasih buat malam yang berkualitas kemarin itu. Sungguh, aku bangga bersahabat dengan kalian…

dm-lisa
Lisa dan DM bersama fans setianya… ;)


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

57 comments on “sidikalang dan curup

    • oborolan tentang apa ya…?
      masa bu enny gak tau… hahaha… :D

      wah, kalau warung soto sekarang banyak banget di patangpuluhan bu, gak tau yang mana satu yang punya sejarah dengan bu enny :)

    • jujur La… aku begitu melihat kopi-kopi tersebut, langsung ingat dirimu.
      tapi maaf, nanti kalau kita kopdar di jogja, aku gak bakal menyuguhinya, takut dimarahin sama doktermu, hehehe… :D

  1. Sayang, aku bukan penikmat kopi. Tak terbayang nikmatnya. Tapi bisa membayangkan betapa nikmatnya pertemuan itu… Hehehe, bisa gayeng banget gitu…

    • dirimu udah sangat sering merasakan nikmatnya pertemuan dengan si tukang anyam kan Nung…? jadi, sangat mudah untuk membayangkannya, hahaha… ;)

  2. uda emang ga kemana-mana…. pasti kopdar!! ckckck… salut, sekaligus iri…. aku aja yang satu kota sama bang imoe juga jarang ketemu.. nah, uda, hingga membelah lautan!

    • cerita soal kopdar ini tak bisa tak kupublikasikan Rif…
      menyenangkan sekali rasanya dapat bertemu muka dengan sahabat maya; sebuah persahabatan yang unik dan tetap harus dijaga kelanggenangannya.. :)

  3. Wow….. so nice….
    kebayang asyiknya ketemuan dengan sahabat…sampai jam 2 dini hari? wedew….

    Aku baru tau ada cafe di Patangpuluhan itu. Sayang aku bukan penikmat kopi… :)

    • kalau cafe yang ini, aku sendiri juga baru tahu, Na…
      Lisa lah yang mengajak ke situ, karena kebetulan yang empunya adalah sahabatnya Lisa :)

  4. wah ke jogja… uda keliling terus nih…
    aku gak gitu suka kopi sih,lebih suka ngeteh.

    jadi kopinya ampuh ya buat ngusir kantuk??:D

    kalo aku obat ngantuknya….. TIDUR ,hehehehehe
    .-= didot´s last blog ..khamar =-.

  5. Begitu juga dengan kacang…
    kalo di agam sumatera barat namanya kacang matua [matur].
    kalo di sipoholon tarutung tapanuli utara sumatera utara namanya kacang sihobuk

  6. Inyiak, terus terang hal yang menakutkan bagi bundo bila kelak kopdar kelak denganmu adalah bundo ngga bisa bikin kopdar yang berkualitas. **gimana cara bikin obrolan berkualitas dengan orang yang gagap?

    • masa sih dengan orang gagap kita tidak bisa ngobrol yang berkualitas? buktinya, aziz gagap aja dapat job banyak, gara-gara kegagapannya, hahaha… :D
      bundo, kalau kita kopdar, gak perlu obrolan yang berkualitas, cukup makanan yang berkualitas saja, yaitu itiak lado ijau… :D

  7. saya bukan penikmat kopi meskipun selalu tergiur dengan aroma kopi yang menggoda itu… :)

    nanti uda buat review atas buku yang mo dilaunching itu ya… :)

    saya selalu kagum dengan seorang penulis… salam saja buat sobat-sobat uda yang keren itu ya.. heheh.. ( sok kenal deh… )

  8. Uda …
    BTW … disana disediakan Teh ndak …
    jika ya … pengen juga nih nongkrong disana sama Uda …
    hahahaha

    Salam saya Uda

  9. Ke Jogja tak mencicipi gudeg, rasanya belum ke Jogja. Ke Jogja tak menemui seorang lelaki bernama Hardi Vizon, apalah artinya berkunjung ke Jogja. Hahahaha…

    Makasih, Uda. Persuaan denganmu selalu menyenangkan. Ingin mengulang dan mengulang kembali.

    Sehat selalu! :)
    .-= DM´s last blog ..Hati-hati dengan Apa yang Kau Tulis! =-.

    • Aih… konsep ke Jogja-nya itu gawat benar, bisa diamuk massa aku nanti… :D

      Makasih juga Dan, semoga sukses dan sehat selalu ya..


  10. Assalamualaikum..
    sebenarnya sudah sangat lama kepengen singgah kesini, tapi gak tau kenapa hanfon saya tidak bisa buka blog uda Vizon..
    hiks.. :(
    ..
    sayang saya punya maag jadi gak boleh ngupi, tapi Alhamdulillah dulu udah sempat mencicipi kopi lampung & kopi luwak..
    :)
    ..
    kalo teman ngobrolnya cocok bisa lupa waktu ya Da..
    hi..hi..
    :)


    • Wa’alaikumussalam tA…
      saya juga baru sadar, bahwa ternyata saya belum pernah mampir ke blognya AtA, meski setiap saat saya lihat namamu ada di blog teman-teman… maafkan ya :)

      nanti kita seruput teh saja di sana, ada kok aneka teh yang patut dicoba.. :)

      benar sekali tA… sepertinya kita juga bakal cocok untuk ngobrol, semoga ada kesempatan kita ya tA… :D

  11. beneran harus digelarin raja kopdar nih uda.
    gile juga kopdaran blog bisa sampe jam 2 pagi.,…huhehehehehehehe….

    aku penikmat kopi tapi gak suka kopi hitam…hehehehe…
    .-= Ria´s last blog ..Protected: Sang Mantan =-.

  12. paling tidak pejumpaan uda (kembali) dengan kedua makhluk nokturnal itu talah melunasi kerinduan uda terhadap curup, kan? saya berani taruhan, mereka tak perlu kopi untuk bersambang hingga pagi. tapi uda memang perlu dua cangkir.

    nah, bagaimana rasanya menjadi kalong barang sekali, uda?
    .-= marshmallow´s last blog ..Berburu Buku Bekas =-.

  13. wah si uda.. mo cerita kopdar muternya ke kopi dulu… bisa aja sih…

    tapi begitu tau kalo ternyata bicara soal kopdar saya skip dulu bacanya… nyari foto hasil kopdar-nya dulu… hehehe… baru deh saya lanjut bacanya…

    sukses deh buat penganyam kata, novel bisa laris…

    nb: percaya klo uda dijuluki raja kopdar.. :)
    .-= anna´s last blog ..Coto atau Rawon? =-.

  14. Setahu saya uda, selain kopi Curup juga terkenal dengan buah Alpukat nya lho :)

    Buah Alpukatnya besar2 dan harganya sangat murah, seingat saya ketika sempet jalan-jalan ke Bengkulu dan salah satunya Curup, kami sempet membeli Alpukat yang dijual secara karung. Hem benar2 mantap. Krn saya salah satu penikmat juice buah ini.

    Hahaha…jadi pengen jalan2 ke sana lagi.

    Best regard,
    Bintang
    .-= elindasari´s last blog ..CINTA DALAM SKETSA =-.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>