lobang kacamata


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Hari ini (30 Maret 2010), aku berkesempatan pergi ke Kabupaten Lebong. Kabupaten yang beribukota Muara Aman ini berjarak sekitar 2 jam dari Curup, ibukota Kabupaten Rejang Lebong. Aku diajak rekan-rekanku di STAIN Curup untuk ikut dalam rombongan Tim Pemantau Independen Ujian Nasional SMP yang berlangsung sejak Senin, 29 Maret 2010 kemarin. Karena hari ini jadwal mengajarku agak sore, maka akupun bersedia ikut, mengingat aku belum pernah mengunjungi daerah tersebut, meski sudah hampir 10 tahun bekerja di Curup.

Menyusuri jalan Curup-Lebong membutuhkan tenaga ekstra. Jalanan menuju Lebong ternyata sangat berliku. Semakin mendekat ke Lebong, udara semakin sejuk. Daerah tersebut terletak di perbukitan, sehingga wajar saja bila udaranya dingin. Sangat jarang jalan mendatar yang kutemui di sana. Pemandangan alam yang sangat eksotis di sepanjang jalan telah mampu membayar kelelahan perjalan tersebut.

Kami berkeliling dari satu sekolah ke sekolah yang lain. Tidak ada yang istimewa kurasakan sejauh ini. Namun, begitu kami sampai di SMPN 04 Lebong Utara, mataku tertumpu pada sebuah pemandangan nan aduhai. Di samping sekolah tersebut terdapat sebuah bukit batu yang cukup tinggi. Bukit tersebut adalah bekas tambang emas yang sempat menjadi tambang favorit di zaman dahulu. Bahkan, konon emas yang nangkring di puncang Monumen Nasional (Monas) Jakarta berasal dari tambang ini.

Yang menarik perhatianku adalah dua buah lobang besar di dinding bukit tersebut. Lobang itu adalah terbentuk sebagai akibat galian penambang di masa lalu. Mereka melobangi bukit itu sedikit demi sedikit untuk menemukan bebatuan yang bermuatan emas. Setelah muatan emas di bukit itu habis, para penambang itupun meninggalkannya dan menyisakan lobang-lobang di dinding bukit tersebut.

Salah dua dari lobang-lobang itu letaknya berdekatan. Karena bentuknya yang sedemikian rupa, maka penduduk setempat menamakannya dengan LOBANG KACAMATA. Lucu juga namanya ya… :)

lobangkacamata02Lobang Kacamata, bekas kejayaan tambang emas di Kabupaten Lebong, Bengkulu

Sebetulnya kita dapat masuk ke dalam lobang (goa) tersebut. Hanya saja, karena waktu tak memungkinkan, aku belum sempat menaikinya. Semoga suatu saat aku bisa melihat lebih dalam lagi ke goa-goa tersebut.

Sepanjang perjalanan pulang, aku tak berhenti memikirkan lobang tadi. Ada kondisi yang kontras di Lebong ini. Kata salah seorang sahabatku yang ikut dalam rombongan: “Lebong itu ibarat pepatah, habis manis sepah dibuang”. Dahulu, Lebong sangat kaya karena tambang emasnya. Namun, sekarang andalan alamnya itu telah habis. Lebong sekarang nyaris terlupakan. Pembangunan sangat tidak banyak di daerah tersebut. Sungguh, miris sekali melihatnya.

Aku terbayang dengan kota kelahiranku, Duri. Kota itu juga kota tambang. Andalannya adalah minyak bumi. Pertanyaan yang berputar-putar di otakku adalah: apakah Duri juga akan bernasib sama dengan Lebong suatu saat nanti? Ketika potensi alamnya telah habis disedot, akankah ia juga dilupakan…? Entahlah… :(

.

Informasi lebih lanjut tentang Lobang Kacamata, sila baca di sini, di situ dan di sana.


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

35 comments on “lobang kacamata

  1. Jika ini terjadi di LN..mungkin sudah menjadi pariwisata tersendiri..lengkap dengan bagaimana cara orang encari emas…..

    Uda…pariwisata di Indonesia, kalau digali dan diperbaiki infrastrukturnya pasti banyak menarik wisatawan…..
    .-= edratna´s last blog ..Nonton ketoprak =-.

  2. betul-betul mirip lobang kacamata, dan sepertinya nasib Lebong juga mirip lobang kacamata. Maksunya kacamata yang berlubang, karena lensanya sudah hilang dan terlupakan…
    .-= mawi wijna´s last blog ..Yuk Bikepacking! =-.

    • lobang kaca mata itu senasip dengan daerah lebong tandai di daerah bengkulu utara 30 km dari kota ketahun disana ada tempat tambang emas persis mirip lobang kacamata itu tapi di sana lobang nya lebih banyak.

  3. Uda… untung namanya Lobang Kacamata, bukan Lobang Hidung! hihihi

    Soal kekayaan alam yang habis…itu pasti karenanya selayaknya sebuah kota yang hanya tergantung pada satu sumber alam memikirkan jauh ke depan.

    Ada kejadian di Jepang juga, sebuha kota tambang yang bangkrut bahkan berhutang, sehingga akhirnya ditutup (kota bisa ditutup tuh), menjadi kota mati. Penduduk juga tidak bisa tinggal di situ karena tidak ada pekerjaan/kehidupan di san. Satu usaha yang skr dilakukan hanya wisata kunjungan ke bekas penambangan. Tapi itupun tidak bisa membuat kota itu hidup kembali. Seandainya sebelum bangkrut bisa dipikirkan cara-cara untuk mencegah kematian kota, pasti tidak perlu terjadi hal demikian.

    Duri pun harus berhati-hati, karena minyak bumi akan habis (dan sebetulnya bukan Duri saja… Indonesia pun sudah tidak bisa bergantung pada minyak bumi kok)

    Kejadian pada kota itu skala besar, skala kecilnya pada perusahaan. Kalau perusahaan itu tidak bisa memikirkan terobosan baru maka pasti akan bangkrut kan. Karenanya aku merasa heran dan hebat wkt mengertahui JT (Japan Tobacco) “menyusup” pada industri minuman kaleng.

    Sorry komentarnya panjang uda, soalnya aku ngga bakal tulis ginian di TE hihihi

    EM
    .-= ikkyu_san´s last blog ..Dakko chan atau Dakocan =-.

  4. Tumben nggak ada foto narsisnya bro…
    He he….
    Untuk meramaikannya kayaknya perlu ada penulis yang memuat tempat ini dalam novelnya.
    Kalau bukunya laku, pasti nanti akan ada Tour de Anu…
    Selamat Datang ke kota Anu….
    Ayo penulis2 maupun calon penulis, buat cerita dengan setting Lobang Kacamata.

  5. Komentarnya Sis Imel keren, komentarnya Abang superb! :)

    Aku merangkum kedua komentar itu, ya, Uda… Hehehehe…


  6. sepertinya sudah banyak cerita kota-kota kecil yang dilupakan setelah hasil buminya habis di eksploitasi..
    ..
    tau kota barus gak Da..?
    mungkin nggak banyak yang tahu kalau kapur barus itu asalnya dari kota Barus.. :)
    ..
    bukit-bukit yang berlobang itu, menunjukkan keserakahan manusia, juga bukti kalau manusia perusak alam nomer satu.. :(

    .-= AtA chan´s last blog ..kalo menilai orang, diphikir dulu kali ya… =-.

  7. begitulah sifat kebanyakan manusia uda,hanya bisa mengekploitasi tanpa pernah memikirkan masa depannya. semoga kita jadi manusia yg memikirkan segala tindak tanduk kita dan segala efek ke depannya terkait dengan bumi satu2nya yg kita miliki ini :)
    .-= didot´s last blog ..Apapun cuacanya bersyukurlah jawabannya =-.

  8. kayaknya bekas tambang tradisional…. “untunglah”, “cuma” bekas tambang tradisional, bukan bekas perusahaan tambang. hehe.

    kirain, sekilas lihat fotonya tadi, tambang batu marmer…. “untunglah” bukan tambang marmer. kalau iya, wuih, bisa habis itu bukit dipotong-potong macam di Citatah (Cipatat, Padalarang, Jabar). hehe.

    apa kabar, pak dosen?
    .-= dz.´s last blog ..Berpikir Kritis =-.

  9. eeh, kalau kata yang ‘di situ’ itu, “… It looks alright, but it reeks bat shit.” nah, sekian tahun lagi jangan-jangan bakal ada tambang GUANO di situ, yang entahlah bakal jadi berkah atau malah musibah bagi masyarakat setempat :)
    .-= dz.´s last blog ..Berpikir Kritis =-.

  10. Saya jadi teringat Tanjung, kota kecil tempat saya menghabiskan masa kanak-kanak. Dulu, kota mungil begitu gemerlap dan mewah saat minyak bumi masih dieksplorasi. Kini setelah minyak bumi habis, kota itu seperti kota mati. Sepi. Bangunan-bangunan menjulang milik Pertamina terbengkalai tak terurus.

  11. sama da… kasihan… emang gitu tuh… ciri khas daerah pertambangan… dia diminati ketika kaya… ketika miskin, ya tinggal begitu… jarang ada perusahaan tambang yang merekondisi lagi alam tambang yang telah rusak… 2 kali kena deh, udah dikeruk, tak dibereskan pula….

    NB: coba deh da, masuk ke lobang itu, siapa tau dapat emas…
    .-= aurora´s last blog ..Bahkan akupun heran =-.

  12. Kalau emasnya dijadiin uang emas, masyarakat lebong masih bisa menikmatinya tuh *ngayal*.
    Untuk mengembalikan emas di lebong perlu diimpor dari jawa heuheu…
    .-= mangkum´s last blog ..Sentosa Island =-.

  13. Waktu pertama melihat foto di atas, saya pikir itu lobang-lobang pemakaman yang ada di Toraja. Di sana, jenazah orang yang sudah meninggal dimasukkan ke dalam lobang-lobang di bukit batu yang tinggi. Anehnya, mayat itu tidak berbau busuk. Entah apa sebabnya.

    Kota yang ditinggalkan setelah habis dikeruk kekayaan alamnya memang sudah terjadi Uda, seperti di Belitung. Bontang (Kaltim) konon beberapa tahun lagi juga habis sumber alamnya.
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Akh … Khan! =-.

  14. waduh, koneksi sy ga mampu loding gambarnya

    sepertinya hal ini sudah jadi hukum alam
    habis manis sepah dibuang
    semoga DURI tidak sampai ke konsisi itu

    salam dari makassar
    selamat berlibur :D
    .-= Abu Ghalib´s last blog ..S.M.A.R.T =-.

  15. Kalau menurut pendapat saya …
    diversifikasi usaha memang harus selalu difikirkan sejak dini ..
    jangan sampai dibuai dengan “sumber” yang satu-satunya …
    Dan peran masyarakat … juga pemerintah … sangat diperlukan … untuk selalu memikirkan terobosan baru sebagai sumber pendapatan asli daerah …

    Salam saya
    .-= nh18´s last blog ..MAKELAR BLOG =-.

  16. jika lobang kacamata itu telah tersentuh oleh tangan2 seniman barangkali akan menjadi tempat wisata yg sangat menarik.
    **atau pematung (salah foto karyanya yg ada di sebelah uda di atas itu) diajak ke sana untuk memahat dinding menjadi satu karya seni :)

  17. seperti commentku di FB, di lebah harau juga ada yg seperti ini tetapi bentuknya bibir wanita :D dia bukan lubang tetapi gambar yang terbentuk alamiah di dinding batu cadas lembah harau itu.

    Duri ya uda? semoga tidak bernasib sama dengan kota2 lain yg kekayaan alamnya sudah habis di keruk. sudah banyak contohnya, yang uda ceritakan salah satunya. Makanya pulang ke Duri uda…bangun duri biar tetep eksis walaupun sudah gak ada minya buminya :D

    Duri butuh orang-orang seperti uda…percaya deh ;)

  18. bener pak pepatah habis manis sepah dibuang… kebanyakan orang indonesia malah tidak peduli dgn kekayaan alamnya sendiri…
    itu bukan lobang kacamata.. tp malah mata dari bukit itu pak :D
    .-= tomi´s last blog ..Blog Ini Naik Kelas =-.

  19. di mana2, pertambangan tradisional memang menimbulkan masalah Uda. di Belitung, kalau aku ikut pulang Oni, efek samping penambangan timah juga lebih parah lagi. tanah jadi kering, dan nggak bisa diapa2in lagi. parah deh…
    .-= krismariana´s last blog ..Henpon =-.

  20. Satu kata. Wow.
    Benarkah di tebing itu berlubang??
    Kalau iya, kenapa masih bisa bertahan? Saya pikir itu bisa membuat roboh.. :|

  21. Yah, begitulah nasibnya Uda, sptnya habis manis sepah dibuang itu sudah jadi tradisi, bikin nyaris khan ?.

    gmn kalau uda Vizon bikin novel juga kayak Andrea Uda, jadi nantinya ada tour “Lebong”, asyik khan :)

    best regard,

    Bintang
    .-= elindasari´s last blog ..CINTA DALAM SKETSA =-.

  22. Pingback: lobang kacamata « SURAUPUSAKA

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>