Sabtu, 24 April 2010, Ajib dan teman-temannya di TK Aisyiyah Kompleks Masjid Perak, Kotagede melakukan kegiatan outing. Kegiatannya adalah bermain lumpur di sawah. Begitu mengetahui kegiatan ini, aku langsung menyambut dengan gembira. Pikirku, kapan lagi bermain lumpur. Tidak lucu kan, kalau tiba-tiba aku berada di tengah sawah kemudian menggelimangkan lumpur di tubuh, sendirian. Apa kata dunia nantinya… hahaha… Jadi, ini ceritanya “aji mumpung”
Lokasi diambil di seputar sekolah. Dengan membayar Rp. 200.000,- kamipun diperbolehkan menggunakan dua petak sawah untuk kegiatan tersebut. Sehari sebelumnya, sawah sudah di persiapkan. Yang satu petak siap untuk ditanami benih padi, sementara yang satu lagi untuk menangkap ikan. Panitia sudah melepaskan banyak ikan di sawah tersebut sesaat sebelum acara dimulai.
Karena semalam turun hujan, kondisi sawah jadi semakin becek. Beberapa orang yang terjatuh karena tergelincir menjadi pemandangan yang mengasyikkan. Ini bukan tertawa di atas penderitaan orang lain lho… Ini benar-benar karena kami semua diliputi kegembiraan. Para guru dan orangtua yang terlibat, larut dalam keceriaan anak-anak tersebut.
Acara pertama adalah menanam padi. Setiap anak diberi sejumput benih untuk ditanam. Garis tanam yang sudah dibuat oleh Ibu Guru, ternyata buyar sama sekali. Maklumlah anak-anak, semuanya dilakukan sesuka mereka saja. Walhasil, benih-benih padi tersebut tertanam secara acak, tak berbentuk. Anak-anak malah lebih tertarik bermain genangan air di sawah.




Acara nanam padi jadi kacau dan berubah jadi berendam lumpur…
Acara kedua adalah menangkap ikan. Anak-anak diminta untuk menangkap ikan yang sudah disebar di sawah petak kedua dengan tangan mereka, tanpa alat. Pemandangannya benar-benar seru. Anak-anak berlarian dan berkejaran di sawah dengan gembiranya. Sedikitpun mereka tak menunjukkan rasa takut dan jijik. Bahkan, sebagian besar dari mereka sangat menikmati permainan itu dan menjadikan kolam lumpur itu sebagai kolam renang dadakan. Lebih asyik lagi adalah ketika salah seorang mendapatkan ikan, semua akan ikut bersorak.




Coba lihat ekspresi anak-anak ini, betapa bebas mereka meluapkan apa yang dirasa. Sesekali, kita para dewasa bolehlah berekspresi seperti anak-anak, agar dapat merasakan indahnya dunia ini…
Setelah lelah bermain di sawah, anak-anakpun beristirahat. Ibu-ibu seksi konsumsi sudah menyediakan makanan khas pedesaan buat mereka, yakni nasi yang dibungkus dengan pincuk (daun pisang) dan sering dikenal sebagai “bancakan”. (Apa dan bagaimana bancakan ini, sila baca tulisannya Donny Verdian di sini) Meski sederhana, tapi makanan itu dilahap dengan semangat dan tuntas oleh anak-anak.


Panganan khas pedesaan yang terasa sangat nikmat dan cocok dengan suasana persawahan… Bancakaaaaaannn…
Tepat pukul 10.30 wib, acara usai. Kami pulang dengan membawa kesan sendiri-sendiri di dalam hati. Semoga, anak-anak belajar dari pengalaman hari itu, bahwa untuk menggapai cita-cita tak perlu takut menghadapi rintangan yang membentang. Segala kesulitan akan terasa ringan jika dihadapi dengan gembira. So, mari bernyanyi: “buat apa susah, buat apa susah, susah itu tak ada gunanya….”
Oya, sebelum ditutup, masih ada satu lagi yang mau tampil. Cekidot….!


Oalah… ini fotografer gadungan dari mana pulak…?
Narsis yang eiylekhan bukhan….?



Saya bisa merasakan kegembiraan dari anak-anak dan orang tua TK tersebut …
And Yes …
Gak Takut Kotor …
(suka sebel kalo mendengar orang tua parno yang sedikit-sedikit bilang … aduh itu tidak higienis, adduuuhhh nanti sakit, addduuuhhh jijay deh weiceh … adduuuhhh buat apa ke sawah segala … )(dan seribu satu adduuuhhh lainnya … )
(orang tua itu belum tau nikmatnya “nyawah”) hahaha …
En Banca’an itu ? … Top … Indonesia Banget !!!
Salam saya
[Reply]
Vizon
Reply:
April 25th, 2010 at 1:23 pm
benar Om, nikmat banget bergelimang lumpur itu…
orangtua dengan seribusatu “aduh” itu, tentulah bukan orangtua yang “aduhai” kan Om? hehehe..
[Reply]
atmakusumah
Reply:
April 26th, 2010 at 6:31 am
Senyum2…baca Komentator dan Pemilik Blog saling bersahutan…ada istilah “Nyawah” segala
.-= atmakusumah´s last blog ..Meraih Impian Abadi =-.
[Reply]
Ekspresi anak2nya Natural, makanannya Khas…bajunya kotor2 tapi Pesannya begitu dalam…tak perlu takut menghadapi rintangan, jika dihadapi dengan gembira akan terasa Ringan…

Btw, Celana Uda kenapa digulung Uda ? Takut kotor kah ?
.-= atmakusumah´s last blog ..Meraih Impian Abadi =-.
[Reply]
didot
Reply:
April 26th, 2010 at 11:24 pm
jiahahaha… yg moto takut kotor hihihi
.-= didot´s last blog ..sekilas mualaf =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:47 am
celana digulung bukan karena takut kotor, tapi untuk memudahkan berjalan di dalam lumpur… (halah! alasan
)
[Reply]
wah, pastinya seru banget acara ‘nyawah’ (pinjem istilahnya Mas Enha) kemarin itu ya Nyiak.

Gambar yg paling bawah itu, fotografernya sering ada di tv ya
salam
.-= bundadontworry´s last blog ..Indahnya Menjadi Perempuan =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:48 am
benar bunda, seru sekali…
fotografernya itu yang suka nyetel tv bunda, gak muat dia kalau dimasukin tv, hehehe…
[Reply]
asyiiik… di sini sepertinya nyawah adalah program anak kelas lima, lengkap sampai manen loh.
tahun lalu Riku selain manen kentang dan ubi (main tanah juga tuh), disuruh menanam bunga khusus musim panas. Tapi karena kita sebulan di Jakarta, ya papanya yang musti “merawat” hahaha. (Dan bakal jadi kegiatan rutin tiap tahun, karena aku dan anak2 tidak ada di rumah setiap musim panas! Pulkam!)
dan ya, saya setuju mas NH, saya juga sebel sama ibu-ibu (dan Gen juga terkadang) kalau takut KOTOR hahaha. Ortu Parnoan gitu masih banyak di dunia ini
Belum pernah makan bancaan
EM
.-= ikkyu_san´s last blog ..Sayonara…. =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:50 am
Untuk anak SD sebetulnya ada juga programnya Nechan. Kontennya dibedakan dengan anak TK. Rencananya, sekolahan Satira juga bakal mengadakan dan dihubungkan dengan materi pelajaran di sekolah. Sepertinya bakal asyik.
Banca’an? nanti deh, kalau ke Jogja tak bikinkan, hehe…
[Reply]
O itu dia fotografer handal yang motret kartini kemarin ituh
Senangnyaaaa yang main di sawah! salut buat ide orangtua dan guru jaman sekarang. Dulu aku ngga pernah diajak main ke sawah sama guru, **tapi tetup aja tiap hari mainnya di sawah soale sekolah di tengah sawah
.-= nakjaDimande´s last blog ..Penulis Bertandang =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:53 am
Fotografer yang mana ya…? perasaan itu hanyalah kerjaan orang yang narsis saja, hahaha…
Sepertinya memang perlu kreatifitas lebih dari para orangtua dan guru untuk terus mendekatkan anak-anak dengan alam, Bundo, terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan. Dengan semakin dekatnya mereka dengan alam, diharapkan akan semakin menumbuhkan kepedulian mereka akan lingkungan. Dan yang pasti, anak-anak semakin tahu, betapa beratnya kerja petani untuk menghasilkan nasi yang kita makan, sehingga tak membuang nasi secara percuma lagi…
[Reply]
woww seru sekali acara nyawah nya…. foto-fotonya bisa menggambarkan suasananya uda… tak sia-sia uda ambil gambar sambil njengking njengking gitu..
.-= Bro Neo´s last blog ..Lutut Ayam =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:54 am
pose memotret yang ditampilkan di atas masih “jaim” Bro. Sebetulnya ada banyak pose yang amboy sangat. kalau ditayangkan di sini, bakal dikeroyok massa aku nanti, hahaha…
[Reply]
Salam Takzim
wah foto-fotonya menggugah cerita lucu masa sekolah anak saya gan
Salam Takzim Batavusqu
.-= Batavusqu´s last blog ..Week end di HI 1 =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:55 am
Salam takzim juga Mas Isro…
Terima kasih ya..
[Reply]
Photografernya takut kotor!
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:56 am
Sama sekali tidak… di akhir acara, fotografernya berkubang lumpur juga kok, hehehe…
[Reply]
Membaca kembali bagian akhir itu …
Yes Indeed …
Ini natrcis eiylekhan …
Uda udah pake DSLR rupanya ???
hehehe
Salam saya
.-= nh18´s last blog ..OJEK AT UBUD =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:57 am
DSLR?? hmmm… itu belum apa-apa jika dibanding dengan yang punya Om atau Ria…
[Reply]
KErennnnn, ramai menyenangkan…
seandainya dewasa berekspresi seperti anak-anak,,,,
sering mungkin, tetapi tidak disadari, bukankah masih ada jiwa anak-anak dalam diri setiap orang???
kebetulan saya punya ponakan 9 bulan, maka hari-hari bersama dia membuat saya berekspresi seperti anak itu..
dan menyenangkan…
segala rintangan harus dihadapi dengan semangt dan senyum.. terima kasih mas vizon
.-= jumialely´s last blog ..Teknologi Informasi : Masyarakat Kreatif, Indonesia Maju =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:59 am
Ya, melihat ekspresi anak-anak, akan mampu meluluhkan segala penat badan dan pikiran. Maka, saya sangat miris melihat anak-anak yang tak mampu tertawa lepas lagi, lantaran tekanan yang besar dari orangtua mereka…
[Reply]
uda,aku iri dengan anak2,semoga ini iri yg baik ya? aku iri karena kebersihan hati mereka,keluguan dan kepolosan mereka,hati merekalah penghuni surga yg sesungguhnya,tinggal kita semua yg punya amanah harus ikut menjaga anak2 dan generasi muda kita kelak agar tidak terkotori hatinya dari penyakit2 hati
.-= didot´s last blog ..sekilas mualaf =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 8:00 am
Seharusnya ada kekanak-kanakan yang tetap kita pelihara dalam diri kita Dot, yakni ketulusan dan kejujuran…
[Reply]
didot
Reply:
April 30th, 2010 at 1:22 pm
betul banget uda,nampaknya soal hati kita yg perlu belajar dari anak2,meski soal ilmu mereka masih belajar dari kita. ini jadi bahan tulisan saya berikut uda,thanks for the inspiration ya
.-= didot´s last blog ..wanita muslim dan auratnya =-.
[Reply]
Wah, anak saya pasti senang sekali kalau bermain di sawah yang banyak air dan lumpurnya. Saya kira, semua anak akan seperti itu. Duh, kapan ya?
.-= Bang Aswi´s last blog ..Perjalanan Membelah Malam =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:39 am
Ke Jogja Bang, kita adakan acara seperti itu, gimana? Di Jogja ada banyak desa wisata yang menyediakan sarana permainan seperti ini…
[Reply]
Anak-anak identik dengan main air dan kesederhanaan. Ah ya itu bikin saya mengenang masa lalu…
.-= mawi wijna´s last blog ..Sangkar-Sangkar Tak Berpenghuni =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:38 am
Kita, para dewasa, juga bisa dan berhak kok melakukanya Wij. Hayuk, kapan kita nyawah bareng?
[Reply]
wew… main di sawah… duh… enak deh da, kalau di kampung udah manyabik , kami sekeluarga bakalan pulang bareng… nyabit bareng2…. juga kalau musim tanam kembali dimulai, maka kami juga mudik buat main lumpur di sawah(kurang kerjaan deh pulang kampungnya..),
BTW, wwaaooww… uda udah make DSLR… jadi pengen beli juga…. mohon minta data lengkapnya dong da….(uda, ini serius lho!!)
aurora@langittimur.com
.-= aurora´s last blog ..Untuk senandung, kita beda, kawan… =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
April 29th, 2010 at 7:37 am
Data apa Rif? DSLR ya? hehehe… nanti tak email ya.. tapi kayaknya Broneo, Ria atau Om Nh lebih pas tuh menjelaskannya. Secara mereka berdua sangat expert di bidang ini…
[Reply]
Asyik banget Uda..
Udah lama nggak bermain lumpur..padahal saat kuliah dulu sering main lumpur…
.-= edratna´s last blog ..Kondangan =-.
[Reply]
Vizon
Reply:
May 2nd, 2010 at 9:52 am
Ayo Bu… kita main lumpur lagi, hehehe…
[Reply]
*waaaahhh.. persis.. ! saya mo posting hal yang sama Uda.. Pada tanggal yg sama, TK anak saya juga mengadakan kegiatan semacam camping..masih di deket sekolah si… lumayan seru..
* kegiatan ini memang menarik dan bagus buat anak2 apalagi dunia mereka sekarang lebih didominasi oleh wahana permainan spt yg ada di mall, PS, game online..dll
* itu fotografernya… doh.. ikut sibuk bgt ya.. heheh
[Reply]
Vizon
Reply:
May 2nd, 2010 at 9:54 am
Ok Ceu, ditunggu postingannya…
Si fotografer itu nyari alasan saja sok sibuk motret anak-anak dengan berbagai pose, padahal dia lagi menikmati main di lumpur juga, hahaha…
[Reply]
hahahaha itu fotorgrafernya sampe nungging2 begitu uda
btw…keceriaan anak2 itu bikin iri ya? kapan blogger kopdaran bikin acara beginian…pasti seru nih!
bagaimana kalo ratu kopdar dan raja kopdar bersatu membuat acara beginian…biar anak2 kopdarnya tinggal ikutan…hehehehe ^_^
[Reply]
Vizon
Reply:
May 2nd, 2010 at 9:51 am
biar dibilang total sebagai fotografer, makanya orang itu mau saja beraksi antah berantah Ri, hahaha….
Kopdar seperti itu? Boleh, siapa takut…?
[Reply]
Anak-anak sekali-kali perlu diajak dalam kegiatan seperti itu agar mengenal alam dan juga bertanya darimana nasi yang mereka makan setiap hari.
Jangan sampai anak-anak lebih mengenal Dora Emn atau si Ipin daripada para petani he he he he
Mantap artikelnya, mantap pula ilustrasinya.
Salam hangat dari Plesiran – blog yang menyediakan wadah untuk promosi gratis bagi para blogger yang ingin mempromosikan pariwisata daerahnya. Penulisnya akan mendapatkan tali asih berupa buku yang menarik dan bermanfaat. Silahkan bergabung dengan Plesiran.
.-= Plesiran´s last blog ..Desa Trunyan, Bali =-.
[Reply]
bertanya sama-sama
Belajar sama-sama
kerjasama-sama
semua orang itu guru
alam raya sekolahku
sejahteralah bangsaku
yukk nyanyiiiii
.-= koelit ketjil´s last blog ..Isyarat Hening =-.
[Reply]
main lumpur, kenangan indah masa kecil. dng kegiatan spt itu generasi anak2 kita jd ikut merasakan bagaimana rasanya jd pak tani yg bergelut dng lumpur utk menghasilkan makanan pokok kita
[Reply]
waaah…seru nih….
dulu aku sering main di sawah berbecek-becek, tapi nggak pernah ikut tandur (nanam padi). jadi kangen masa-masa itu deh, Uda….
kayaknya nangkap ikannya lebih heboh ya Uda?
[Reply]
uuuu,… walah,.. g da noda y g blajar,…
tp enak jg tuh maen d sawah jd igt kampung halaman,….
[Reply]
Wah, tersadar oleh ping back artikel ini ke blogku…
Nyawah itu menyenangkan.. aku dulu waktu kecil juga sering melakukan kegiatan seperti ini… apalagi kalau nemu belut lalu memasak belut itu dengan cara dibakar atau digoreng lalu disambali… nyam!
[Reply]