setia


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Alhamdulillah, blog ini kembali hadir di hadapan sahabat semua, setelah beberapa hari yang lalu mengalami pembenahan sana-sini. Semoga ke depan, blog ini akan terus setia memperbaharui kontennya, sehingga dapat terus menjalin silaturrahmi dengan baik.

Dua hari ini, aku berhadapan dengan dua fenomena yang kontras.

Yang pertama, aku kedatangan sahabat lama dari Bandung. Dulu, kami sama-sama bergerak di dunia pendidikan anak usia dini di Pekanbaru. Ide-ide brilian darinya, sangat mempengaruhi cara pandangku terhadap dunia anak-anak. Aku pikir, dia adalah sosok aktivis perempuan yang patut diteladani. Lembaga pendidikan yang dia bangun di Pekanbaru, telah cukup tersohor dan menjadi rujukan bagi banyak pihak.

Namun, kedatangannya ke Kweni kemarin, cukup membuatku terhenyak, nyaris tak percaya. Dia bercerita kepadaku dan istri, tentang rumahtangganya yang sudah porak poranda. Perilaku suaminya yang sudah tak dapat ditolerir, telah merusak semua bangunan indah rumahtangga ideal yang selalu didengungkannya. Sahabatku itupun pergi meninggalkan suaminya dan membawa serta anak-anak mereka, untuk tinggal di Bandung dan memulai kembali hidup dari awal.

Persoalan utamanya adalah sangat klasik, yakni kekerasan dalam rumahtangga dan ketidaksetiaan pada intitusi pernikahan. Namun, jika melihat sosok sang suami, maka hal ini tidak menjadi biasa. Sang suami adalah seorang tokoh yang cukup terkenal di Pekanbaru, seorang dosen dan ulama terkemuka. Maka, sangat ironi jika dia berperilaku seperti itu.

Yang kedua, kesejatian cinta yang diperlihatkan oleh Bapak Habibie terhadap almarhumah istrinya, Ibu Ainun. Kesetiaan beliau terasa sekali auranya. Aku yakin, beliau sedang tidak bersandiwara. Kesedihan beliau benar-benar terasa dalam. Tak seorangpun dapat memungkirinya, kurasa.

Melihat dua fenomena ini, terbersit tanya dalam hati ini; mengapa suami sahabatku tadi tidak setia kepada pernikahannya, dan mengapa Pak Habibie begitu dalam kesedihannya atas kepergian istrinya? Dua sosok suami ini adalah orang-orang yang berilmu, tapi mengapa berbeda dalam kenyataannya? Apakah ilmu yang dimiliki tidak mampu merobah perilaku? Bagaimanakah seharusnya kesetiaan itu dibangun?

Argh… terlalu banyak pertanyaan berkecamuk di dadaku. Barangkali sahabat semua bisa membantuku untuk menjawabnya?


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

21 comments on “setia

  1. pak habibie orang yang pandai dan berhati penuh kasih, seperti namanya… Itulah mengapa ia setia pada komitmen pernikahannya.

  2. Pak Habibie patut di teladani, mungkin uda ilmu pak habibie betul2 diamalkan sehingga memberi manfaat dan syafaat sebaliknya dengan suami sahaba uda.. (sok tau saya) :)

    Ilmu itu adalah cahaya penyuluh kehidupan,
    Jangan pula kehidupan orang tersuluh
    Sementara Kehidupan kita dalam kegelapan (naudzubillah min zalik)

  3. wah kalau soal hati orang …maksud saya kesedihan yang terpancar dari seseorang…apakah itu berdasarkan kesetiaan atau justru penyesalan? Tidak ada yang tahu loh Uda. Hati manusia tak bisa diduga.

    Tapi kalau soal kekerasan dalam RT, sepertinya itu ada faktor keturunan deh. Rasanya tidak mungkin seseorang yang baik tiba-tiba jadi petinju, tanpa ada faktor dari dalam, atau pengaruh yang sangat besar dari luar (misalnya jadi anggota gangster).

    Tapi ngag tau juga deh. Yang penting kita jaga saja supaya keluarga kita tetap utuh dalam cinta yang diridhoi Tuhan (bener ngga bahasanya uda? dilindungi Tuhan maksud saya hehehe)

    EM
    .-= ikkyu_san´s last blog ..DPR yang di bawah pohon rindang =-.

  4. Wah, pertanyaanmu susah dijawab Uda..
    tapi satu yang pasti, aku tak melihat ada relasi antara ilmu dan kesetiaan.. karena kesetiaan berada beyond dari ilmu apapun itu :)

    Btw, slamat atas re-launch websitenya dan yes, blog ini jadi lebih mudah terbuka di sini :)
    .-= DV´s last blog ..Tentang Piala Dunia =-.

    • Setuju pendapat DV : kesetiaan dan kekerasan dalam rumah tangga tak berkaitan dengan ilmu yang dimiliki seseorang. Kedua hal itu (ketidaksetiaan dan kekerasan) lebih bersumber pada kepribadian seseorang.

      Sedih sekali ketika melihat sebuah pernikahan hancur karena salah satu pihak tidak setia dan/atau melakukan kekerasan kepada pasangannya …
      .-= Tuti Nonka´s last blog ..Ikut Mbak Enny Ke Bali =-.

  5. karena perilaku baik atau buruk bukan hanya berdasarkan ilmu, tetapi akhlak yang mulia. itulah yang tidak dimiliki oleh orang (situasi) pertama.

    selamat datang kembali :D

  6. saya sangat tersentuh dengan hubungan cinta antara ibu ainun dan pak habibie… walaupun sudah sepuh.. tapi hubungan mereka terasa sangat hangat. bener2 dua insan yang sangat nyatu dan sulit dipisahkan oleh ruang dan waktu…
    .-= elmoudy´s last blog ..Ainun Habibie =-.

  7. ilmu memperbaiki prilaku sih menurut saya terbukti pada kasus Habibie, Uda. belum pernah kita mendenger anak2 beliau “bikin masalah”.

    prihatin juga saya membaca kisah kawan Uda itu. padahal suaminya ulama terkemuka di Pekanbaru. ulama yang seharusnya mencerahkan umat dengan pengetahuannya malah tidak bisa mempertahankan keluarganya sendiri. apa ilmunya cuma di mulut? entahlah.. :mrgreen:
    .-= morishige´s last blog ..Jazz Mben Senen =-.

  8. Karena Pak Habibie itu rumah tangganya sudah mencapai tingkatan rahmah, kali, Uda Ustadz. Inget aja kata-katanya ibu saya, bahwa beliau benar-benar merasakan indahnya hidup dengan pasangannya setelah hampir 20 tahun menikah. Eits, rumah tangga ortu saya luarbiasa loh, gak pernah saya lihat bertengkar, tapi kata ibu saya seperti itu. Beda… nanti pas sudah mencapai itu bisa merasakan sendiri bagaimana nikmatnya. Karena kan katanya ada tingkatannya. Sakinah, lalu mawaddah, kemudian rahmah. Kali, soalnya saya mah belum tau, heheh…

    Tapi bener, terkesan banget dengan Pak Habibie. Sebelumnya juga waktu di wawancara kick andy kalo gak salah beberapa tahun yang lalu, Pak Habibie pernah menyatakan bahwa alasan beliau di Jerman karena istrinya sedang sakit. Keliatan banget cintanya…

  9. ilmu dan akhlak kan beda ya uda? berilmu belum tentu berakhlak ,berakhlak juga belum tentu ilmunya tinggi. kalau bagus sih dua2nya hehe :P

    akhirnya surau udah gak main tenis lagi :D
    .-= didot´s last blog ..Besar dan kecil =-.

  10. Uda, aku pernah baca buku, dan ikut pelatihan selama 1minggu, yang membahas tentang luka-luka batin seseorang yang didapatnya ketika masa kanak-kanak.
    Kemarahan dan kesedihan (yg terakumulasi dan tak terungkapkan dulu selama bertahun-tahun), meledak dalam frustasi ketika orang itu -dan umumnya kita semua- ketika berumur 25 tahun ke atas.
    Mungkin di masa remajanya dia bisa menutupi masa lalunya dan menciptakan “dunia yang nyaman” untuk dirinya sendiri, entah berkhayal, memberontak, menjadi nakal atau justru tak terlihat sama sekali dengan menciptakan image yang santun dan halus.

    Tapi sekali lagi, usia 25 tahun ini titik penting, ketika seseorang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Muncullah sikap asli yang sesungguhnya yang akan terus terlihat sampai kelak dia menua dan meninggal.
    So, 17 tahun dirayakan sebagai titik kedewasaan seseorang? ah, perlu dipikirkan lagi itu…

    Ketika kita melihat seorang dewasa sekarang, sebetulnya dia adalah “hasil bentukan” ketika dia kanak-kanak. Jika kekerasan yang dialami seorang anak tak tertangani dengan baik, besar kemungkinan, dia akan meneruskan pola perilaku yang diterimanya dulu kepada keluarga yang dia bentuk.
    Sekedar sharing Uda, turut bersimpati untk teman Uda itu ya…semoga si suami segera sadar untuk mencari pertolongan ahli…

    salam hangat, Uda…
    (waduh, maaf, komenku kepanjangan, Uda.. :) )

  11. Ada tiga hal Uda …

    #1. tentu saja saya mengucapkan … Welcome Back Uda … ini berkat jasa Ibu Bidan yang satu itu kan ?
    Very Nice

    #2. Mengenai tulisan tersebut diatas …
    Saya sependapat dengan beberapa komentator sebelum saya …
    Yang mengatakan … bahwa tidak ada hubungannya antara akhlak dan ilmu. Yang jelas saya juga agak heran mengapa Suami kawan uda itu bisa seperti itu …

    Berilmu … tapi kasar dan tidak setia … ada
    Tidak berilmu … tapi kasar dan tidak setia … juga ada

    Berilmu … tapi lembut dan setia … ada …
    Tidak berilmu … tapi lembut dan setia pun saya pikir juga ada …

    #3. saya pikir kuncinya ada pada … bahwa ilmu (baik duniawi maupun akhirat) harus diamalkan secara konsekuen dan taat …

    Kalau boleh postingan ini saya jadikan warning untuk saya pribadi Uda …

    Salam saya
    .-= nh18´s last blog ..LAGU CINTA =-.

  12. woww.. suraunya sdh buka lagi… mampir dulu dah..

    Uda, membaca tulisan ini, aku hanya bisa berharap agar aku mampu setia, mampu mengasihi, dan mampu bertanggung jawab atas pilihan yang sdh aku pilih sendiri

    salam saya,
    .-= Bro Neo´s last blog ..Sumeleh =-.

  13. Uda,
    Memang tidak mudah membangun rumah tangga, apalagi situasi sekarang
    Justru orang yang sukses sering lebih stres dibanding orang biasa saja, sehingga stresnya justru terkena pada orang terdekat yang sebenarnya sangat disayanginya.

    Di satu sisi kondisi saat ini memang lebih sulit, jadi saya percaya ceramahnya Haidir Bagir (CEO Mizan), bahwa selama umur pernikahan sebenarnya suami isteri dalam tahap belajar terus menerus untuk memahami pasangannya. Beliau yang udah menikah 20 tahun mengakui masih terus belajar.
    .-= edratna´s last blog ..Serba serbi perjalanan dari Jakarta ke Bali =-.

    • Bu Enny, saya sangat yakin, ibu jauh lebih berpengalaman dari kami. Dan melihat dari tulisan-tulisan Ibu, saya semakin yakin bahwa keluarga yang ibu bina sungguh luar biasa. Kedekatan ibu dengan anak-anak patut diteladani… Sungguh, saya juga sangat ingin belajar dari Ibu.. :)

  14. Selamat datang kembali Nyiak.
    Saya setuju dgn pendapat beberapa sahabat diatas, tdk ada yg bisa menjamin orang yg berilmu itu pasti lembut , tdk berkhianat dan tdk melakukan KDRT.
    Semuanya kembali pada akhlak kasih sayang yg ada pada diri orang tsb, dan menyadari bahwa sebuah perkawinan akan ada pertanggung jawabannya dia hari akhir nanti .
    salam
    .-= bundadontworry´s last blog ..Benarkah Jeruk Bisa Meluruhkan Lemak? =-.

  15. assalamualaikum abang….saya tidak dapat berkomentar apa-apa yang telah abang alami dengan dua fenomena itu.tapi yg jelas sekarang ini salam hormat saya untuk abang.ihwat pekanbaru.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>