terbang pertama


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Masih ingatkah sahabat sekalian waktu pertama kali naik pesawat terbang? Berjuta rasanya bukan? Apalagi bagi yang tidak memiliki kecukupan ekonomi, tentu saja pengalaman itu adalah pengalaman yang sangat mewah, sehingga sulit untuk dilupakan.

Pertama kali aku merasakan naik pesawat terbang, sekaligus pengalaman pertama menginjakkan kaki di Jakarta adalah pada tahun 80-an. Saat itu, aku masih duduk di bangku kelas 2 SD. Adalah Paktuo-ku (pakde) yang menawarkanku untuk merasakan pengalaman seperti itu.

Beliau yang guru di sebuah STM Negeri di Kota Bukittinggi, mendapatkan undangan penataran di Bandung selama 2 minggu. Beliau diberi 2 tiket Garuda Padang-Jakarta, pp. Karena beliau berpikir ingin sekalian mengajak keluarganya liburan ke Jakarta, maka akupun ditawarkan untuk ikut. Keduaorangtuaku pun mengizinkannya. Mereka bilang, itu sebagai hadiah buat prestasiku di sekolah. Aih… betapa girangnya hatiku kala itu.

Seminggu jelang keberangkatan, perasaanku sudah campur aduk; tak sabar rasanya menunggu hari itu. Karena kami berangkat dari Padang, maka akupun harus rela menempuh perjalanan panjang Duri-Bukittinggi-Padang. Di kala itu, perjalanan darat Duri-Padang bukanlah mudah dan singkat. Jalannya yang masih berliku bak ular naga yang sedang mengamuk, ditambah kendaraan yang tidak memadai, membuat perjalanan itu benar-benar menyiksa lahir-batin secara sempurna. Namun, bayangan akan pesawat telah membuat siksaan itu tak berarti sama sekali.. :)

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Aku benar-benar naik pesawat. Sebagai anak kecil dan orang kampung pulak, tentu saja sikapku sangat norak. Aku bertanya tentang apa saja dengan suara yang tidak bisa dikatakan pelan, sekaligus dengan logat Minang yang sangat kental. Duh… kalau dibayangkan sekarang, malu juga rasanya, hahaha… :D

Kenorakanku itu terus berlanjut, sampai di saat kami disuguhkan makanan. Aku tidak ingat apa menunya kala itu. Yang sangat aku ingat adalah keherananku akan peralatan makan yang kami terima. Ada sendok, garpu dan juga pisau yang semuanya terbuat dari plastik. Rasanya, baru kali itulah aku melihat peralatan makan semacam itu. Kontan saja sikap kampunganku muncul. Akupun meminta agar peralatan tersebut dibawa pulang.  Bukan hanya itu, gelas plastik bekas minum kamipun langsung kukantongi… :D

Begitulah, berbagai polah kampungan yang aku lakukan selama perjalanan itu, diakhiri dengan sebuah peristiwa yang tak kalah noraknya. Yaitu, ketika kami sudah mendarat di Bandara Halim aku kebingunan membuka sabuk pengaman. Aku panik, teriak-teriak dan nyaris menangis. Huahaha… jika mengingat itu, aku benar-benar malu. ;)

Nah, sahabat sekalian… itulah kisah pertamaku naik pesawat. Pengalaman itu benar-benar membekas di benak dan hatiku sampai saat ini. Bagaimana dengan Anda…? Kapan peristiwa itu pertama kali anda alami dan bagaimana rasanya?

Artikel ini diikutsertakan dalam acara My First GiveAway – Pengalaman Pertama yang diadakan oleh Mbak Una.

Photobucket


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

23 comments on “terbang pertama

  1. hihihi… kalau mau dipikir aku pertama kali naik pesawat umut 6 bulan, masih bayi, jadi tidak tahu kampungan atau ngga. Pasti deh nangis terus hahaha. Sejak itu berkali-kali naik pesawat dalam negeri. Tapi pertama kali ke LN itu loh, usia 20 th, bertiga dengan adik ke London yang perjalanannya sendiri makan waktu 16 jam. Sebagai yang tertua, paspor biru lagi, bahasa Inggris semua lagi, terasa banget tanggung jawabnya besar sekali. Semua jurus bhs Inggris yang sudah dipelajari harus dipakai saat itu…dan cukup menangis mendengar British English (apalagi Wales/Scotland)

    Soal bawa pulang sendok garpu itu no problem kok…kayaknya sampai sekarang pun org-org sering bawa pulang hihihi. (Jadi inget Mr Bean deh)

    EM

    • Nah, kalau anak-anakku, tiga di antara mereka mengalami pertama kali naik pesawat di umur 3-6 bulan. Satira, umur 3 bulan, di tahun 2000; Ajib juga umur 3 bulan, di tahun 2004 dan Fatih sewaktu berumur 6 bulan di tahun 2006. Ribet memang bawa bayi di pesawat, pakai disumpel kapas segala kupingnya.

      Berarti aku Mr. Bean versi anak-anak dong Nechan ketika itu, hahaha…

      Semoga Jepang adalah negara pertama untuk kunjunganku ke LN, doain ya… :)

  2. Sama, Da… Pertama kali naik pesawat kelas 2 SD. Tak ada yang bisa kuceritakan selain saya muntah di 20 menit pertama dari perjalanan Dumai-Singapura yang cuma 30 menit itu :-( *malu*

  3. Saya pertama kali naik pesawat pas usia 2 tahun bareng orangtua buwat mudik ke Jogja. Katanya Ibu, saya di pesawat itu ngoceh terus bareng bocah bule. Hehehehe.

  4. Uda …
    Ini stimulus yang menarik nih … enak juga kalo dibuat satu postingan …

    namun cerita Highlights saja …
    saya pertama kali naik pesawat …
    Justru ketika mulai bekerja … sekitar tahun 1991-an. (hahaha)

    Garuda juga … Dari Surabaya ke Jakarta …
    Untuk keperluan apa
    Bagaimana ceritanya …
    mungkin lebih baik saya buat postingan tersendiri saja ya uda …

    Salam saya
    Thanks for this stimulus …

  5. wah seru juga ya pengalamannya,kalau aku ingat masih kecil dulu senang banget naek pesawat bisa lihat awan2 yg dekat banget rasanya hehehe

    belum lama ini ada teman yg baru pertama kali naek pesawat uda,lucu deh,dia itu kakinya sampai naik2 saking takutnya pas lagi mau take off ;)

  6. ..
    pertama naek Surabaya-djekartah-Batam..
    kok gak terasa ya..hi..hi..
    maklum biasanya naek kapal laut.. :)
    ..

  7. Wahh saya pertama kali naik pesawat pas udah kerja…diajak bos besar pula. Jadi bukannya nikmat, yang ada malah deg-deg an….hahaha…

    Udah gitu pas tidur di hotel di Pontianak juga pertama kali tidur sendiri, hotelnya dipinggir sungai…nggak bisa tidur…paginya saya menunggu diajak bos sarapan..lho! tahu-tahu udah dijemput Pimpinan Cabang, dan bos udah nunggu di lobby…langsung ke bandara. Pesawatnya telat pula..perutku udah mulai melilit. Begitu di atas pesawat, bos yang duduk disampingku tidur nyenyak…jadi pas ada pramugari ngasih makanan langsung deh disikat. Pas bangun bos bilang…wahh udah selesai makan ya….(saya malu, jangan2 dia pura-pura tidur).

    Enaknya, begitu turun di bandara, beliau bilang..”En, kamu langsung pulang ke rumah aja, nggak usah ngantor. Ini bagasi buat dibagi tetanggamu aja….padahal bagasinya memenuhi bagasi taksi blue bird…jadi deh tetangga ikutan pesta ikan asin.”

  8. Pingback: TERBANG PERTAMA « The Ordinary Trainer writes …

  9. *tersenyum-senyum….

    Jadi ingat pengalaman pertama naik pesawat, waktu udah kerja… dibayarin sih hihi…
    tapi idem sama Om Nh… ntar jadi posting tersendiri aja deh.. hihi… :)

    Aku membayangkan, seorang bocah laki-laki, bicara keras-keras dengan logat kental Minang dan teriak-teriak hampir nangis… hahaha…. aduh, maaf Da…

  10. Masih Uda, masih ingat banget…
    Amazing juga akhirnya sy bisa naik pesawat, soalnya jaman kecil cuma bisa denger suaranya di langit, atau kalo liat pun kecil banget…
    Dan jangan kaget ya Uda kalo sy baru 2x perjalanan naik pesawat. Pertama kali th.2008 ke Mataram dan kedua akhir 2009 ke Makassar, semuanya karna tugas kantor.
    Udah setua ini (gk berani bilang sedewasa :D ) baru bisa naik pesawat. Tapi bersyukur, akhirnya bisa merasakan terbang. Hahay…norak pisan…. :P

  11. bunda pertama kali naik pesawat terbang ketika usia 6thn,Nyiak.
    naik merpati ke Kualalumpur, lalu ke singapore bersama kedua ortu.
    yang paling diingat , ketika itu , para pramugari seneng banget sama bunda, krn bunda khan gendut dan montok sekali, mungkin buat mereka dijadiin mainan gitu :(
    dan, yg bikin senang, krn mereka ngasih permen dan coklat yg banyak sekali :D
    salam

  12. Biar pun norak, tapi kan tetap asyik ya, Uda. Alhamdulillah sudah bisa naik pesawat, saya malah belum. Insya Allah pada waktunya nanti ^_^
    Apa kabar, Uda?

  13. salam kenal,by blogwalker
    blog yg bagus sekali,
    ane tertarik untuk mengajak agan bertukar link di blog ane yg br ber PR3, jika berminat, konfirmasi ane via komentar di salah satu artikel saya, kl bisa link saya sudah dipasang dengan anchor : Marketing and Business, trimakasih

  14. Pengalaman terbang pertama… hmmm kira-kira 9 th yg lalu, stlh join ke perusahaan tmp saya kerja skr

    ada deg-deg an ada seneng, campur aduk lah…

    seneng soalnya jd inget waktu kecil, sering ditunjukin ke atas kalo ada psw lewat ama ibu atau nenek..
    akhirnya bisa juga naik motor mabur spt sering di”kudang”kan oleh ibu/nenek

    salam,

  15. kalau aku kapan ya? well ndak inget uda…
    tapi kalo jalan darat terlama dan terjauh ya PKU-Duri agustus 2006…hihihihi…klo skr sih udah biasa :D

    gelas plastik di kantongin juga???wakakakakaka…kocak! :P

  16. Terbang pertama kali waktu SMP, awal 90 an naik Sempati Air :)

    Tapi pernah mengalami kejadian yang menakutkan… pas kelas 2 SMA, pesawat yang kutumpangi nyaris gagal landing di surabaya dan sejak saat itu (95) sampe 2003 saya puasa naik pesawat..:)

    Juli 2003 saya brani naik pesawat lagi ke Bali lalu Sumbawa… sejak saat itu saya berdamai dengan ketakutan :)

  17. waaah klo eno naik pesawat pertama kali pas tamat sd da… pengalamannya kuping ku sakit….nah karna pergi nya bareng teman papa (alias dititipin ke temannya papa, kya barang aja ^_^) jadinya ditahan2 dech sakit dikupingnya….nah pas landing….waaaah takjub dengan pemandangan kota Jakarta :D

  18. Hueee om, aku bingung milihnya. Semuanya mengesankan. Yang kapal, naik kapal pertama kali dan jaraknya jauh banget Jakarta – Sumatera Barat. Yang pesawat juga menarik hehehe, cerita om vizon naik pesawat pertama kali saat 2SD. Hmmm~ aku masukin yang ini aja ya om. :)

    Terimakasih atas partisipasinya yaaa, segera aku masukkan di list peserta. :)

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>