berlayar


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul terbang pertama, yang juga ditrigger dari tulisannya Om Nh dengan judul yang sama.

Seperti yang kuceritakan pada tulisan sebelumnya, bahwa ini adalah kunjungan pertamaku ke Jakarta. Sebagai anak kampung yang daerahnya senantiasa gelap gulita di malam hari karena belum dimasuki PLN, tentu saja gemerlap Jakarta membuatku njeglek (maaf Om Nh, pinjam istilahnya… gak tepat ya? biarin deh…).

Salah satu kelakuan anehku saat itu adalah, suka sekali berdiam lama-lama di bawah lampu jalan. Karena, aku suka sekali melihat perubahan warna kulit yang diterpa cahaya lampu tersebut. Secara mendadak, kulit berubah menjadi lebih putih atau tepatnya pucat. Sebagai anak kampung yang berkulit legam, tentu saja senang sekali melihat perubahan sesaat itu, hahaha… :D

Pada saat itu, aku diajak jalan-jalan ke Monas, Ancol dan Taman Mini. Dan yang paling tidak bisa kulupakan adalah mengunjungi Jakarta Fair. Ya… saat itu, di bulan Juni 1981, untuk pertama kalinya aku mengunjungi event tersebut. Karena masih kecil, tentu tidak banyak yang kuingat. Yang pasti, kegembiraan hatiku kala itu, masih membekas sampai saat ini. Ada desiran bahagia di hati ini setiap kali mengingatnya.

Barangkali ini jugalah yang membuatku selalu berusaha memberikan liburan yang menyenangkan bagi anak-anakku sekarang ini. Aku ingin, di saat dewasa nanti, ada kenangan bahagia terpatri di hati dan pikiran mereka akan situasi liburan bersama keduaorangtua mereka.

Nah, yang ingin kuceritakan lebih lanjut adalah soal perjalanan pulangku. Dari awal, Paktuo-ku sudah merencanakan pulang menggunakan kapal laut. Namun, rencana itu sedikit menjadi perdebatan oleh keluarga kami di Jakarta. Maklumlah, waktu itu peristiwa terbakar dan karamnya KMP Tampomas II masih hangat dibicarakan.

KMP Tampomas II terbakar di laut sekitar kepulauan Masalembo dan karam pada tanggal 27 Januari 1981, merenggut ratusan nyawa penumpangnya. Diperkirakan yang tewas sekitar 431 jiwa dari 1442 orang. Peristiwa ini adalah kecelakaan pelayaran nasional yang sangat tragis ketika itu. Dua orang musisi terkenal; Iwan Fals dan Ebiet G. Ade mengabadikan kejadian ini dalam lagu mereka berjudul Celoteh Camar Tolol dan Cemar & Sebuah Tragedi 1981.

Ketakutan akan kecelakaan semacam ini membuat beberapa keluarga kami di Jakarta melarang untuk pulang menggunakan kapal laut. Aku tak tahu bagaimana bentuk diskusinya, yang pasti akhirnya kami tetap pulang naik kapal. Sebagai anak kecil, tentu saja aku tak peduli dengan segala kekhawatiran itu. Aku hanya kembali merasakan sebuah ketidaksabaran untuk dapat menaiki kapal tersebut, karena itulah untuk pertama kalinya aku menaiki besi terapung itu.

Aih… betapa senangnya hatiku kala itu. Hampir setiap sudut kapal aku jelajahi selama perjalan tersebut. Dan yang membekas sekali di hati adalah ketika melihat para lumba-lumba berkejaran di samping kapal kami. Mereka melompat dengan gesitnya, seolah ingin mengajak bercengkrama. Pertunjukan lumba-lumba di Ancol yang beberapa hari sebelumnya kusaksikan, seolah tak ada apa-apanya dengan pertunjukan alami tersebut.

Tak terasa, 4 hari sudah kami lewati dan akhirnya kamipun berlabuh di Teluk Bayur dengan selamat. Pengalaman pertama berlayar itu terasa dahsyat sekali. Aku berjanji ingin mengulanginya suatu saat nanti. Dan ternyata, beberapa tahun kemudian, berkali-kali aku merasakan berlayar dari Sumatera ke Jawa atau sebaliknya.

Sesampainya di Duri, aku tak henti-hentinya menceritakan segala pengalaman itu kepada teman-teman. Aku sadari saat ini, kalau aku agak sedikit sombong ketika itu. Tapi, apakah anak kecil yang terlalu ekspresif bisa disebut sebagai sombong? (Hahaha… mencari pembenaran… :D )

Temans… pernah berlayar juga? Boleh dong diceritakan… :)

Artikel ini diikutsertakan dalam acara My First GiveAway – Pengalaman Pertama yang diadakan oleh Mbak Una.

Photobucket


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

20 comments on “berlayar

  1. Ada TIga Hal Uda …

    #1. Trigger …
    Hah … ini namanya trigger mentriggeri
    Ide bisa datang dari mana-mana …
    Cerita bisa dipicu oleh siapa saja … very nice

    #2. Pertama
    Perjalanan tersebut memang luar biasa Uda …
    Pertama Di Udara … Pertama di Laut …
    Mantap … !!!
    Menjawab pertanyaan Uda … Apa saya sudah pernah berlayar …? Jawabannya tentu sudah !
    Kapan ? 1991. (tahun-tahun pertama saya bekerja)
    Naik kapal Ferry Potre Koneng … dari Surabaya menyebrang ke Madura … Yang kedua juga menyebrang selat … Naik Ferry juga … dari Merak ke Bakauheni … (tahun 1991 juga))dalam rangka dinas juga.
    Hanya saja … saya berlayar … paling lama 2 jam …
    (lebih dari itu … entah saya masih sanggup berdiri tegak atau tidak …)(oleng mungkin … hahahaha)

    #3. Pengalaman Batin …
    your quote : … agar di saat dewasa nanti, ada kenangan bahagia terpatri di hati dan pikiran mereka …”
    Very Nice … Khas Uda banget …
    Saya pikir pengalaman ke Gontor, Pengalaman Ke pantai bersama teman-teman, main disawah … main Loncat-loncatan di Monjali merupakan sebagian kecil … torehan tinta indah yang telah di sematkan di benak mereka oleh Uda dan Uni …
    Juga acara di Kweni … acara di Sekolah Satira … Ah beruntunglah The Fantastic Four punya orang tua sebaik Uda dan Uni …

    Salam saya Uda …
    (panjang ya komentar saya …)(hehehe)

  2. Ikutan Om NH:
    #1. “Mono yori Omoide” (Daripada barang berikanlah kenangan” juga merupakan motto keluarga kami, yang memang juga diambil dari catch phrase iklan sebuah perusahaan mobil di Jepang. Dan mebuat “kenangan” itu tidak harus yang mahal-mahal, bahkan “nyebur” di sawah bareng-bareng spt yang Uda lakukan sudah menjadikan kenangan bagi mereka.

    #2. Tampomas? Dia juga merengut nyawa tante dan 2 anak di keluarga besar kami. :(

    #3. Berlayar? Belum pernah, dan takut untuk memulai. Kalau Ferry atau boat ke Pulau saja selama 2-3 jam sih no problem, tapi sama seperti mas NH, saya tidak kuat laut. Or saya takut! Takut tenggelam karena saya tahu tubuh saya gede, jadi pasti langsung terbenam kalau tidak kuat mengapung di laut hahaha. Dan “My Hero” si Zorro ngga bisa tulungin saya kan :D

    Sekian dan terima kasih (loh kok jadi pidato)
    salam kangen utk F4 di sana

    EM

    • Untuk point No1 mungkin karena aku pribadi tidak atau sedikit sekali mempunyai kenangan bersama keluarga, apalagi di alam terbuka. (Kalau Gen lain, dia masih ada opa-oma yang tinggal berdekatan shg sering pergi bersama, sedangkan aku oma-opa di makassar dan bogor serta sudah sepuh banget) Papaku dulu terlalu banyak berada di LN, meskipun setelah kami berusia 20 th berusaha mengejar ketinggalan itu. Tapi tetap lain pengalaman di usia 20 dengan pengalaman masa anak-anak kan? Hmmm mungkin ini bisa menjadi posting saya nanti.

  3. menyebrangi laut pertama kali pakai ferry, waktu smp, ketapang – gilimanuk

    stelah bekerja, pernah ferry juga: merak-bakauheni (one way), ketapang – gilimanuk lagi (one way), balikpapan-penajam (speedboat – pp), nunukan-tawau (pp)
    dah itu saja, paling lama cuma 2 jam, blm pernah yg sampai berhari-hari gitu

    oh ya, sebenarnya waktu kecil, pernah juga naik “kapal” di gembira loka he..he..he..

    BTW Uda, kenangan nya indah sekali trip ke Jakarta waktu itu, dan saya yakin dari cerita-cerita Uda, tentu the fantastic four saat ini tengah merajut pengalaman yang akan menjadi kenangan indah nantinya..

    salam,

  4. pertama berlayar ya naik ferry waku pindah ke Sorong, karena bandaranya berada di pulau Yefman,
    selain itu ya ferry menyeberangi selat Sunda, kalau mau mudik ke Lampung

    berlayar dengan kapal beneran dari Jakarta – Padang, sehari semalam, nama kapalnya lupa

  5. si Alif dan perjalanan pertamanya.. kemarin naik pesawat sekarang kapal laut.

    Bundo gak pernah berlayar.. paling juga cuman ngerasain nyebrang selat sunda sekitar dua jam dowang.

  6. jawabnku : PASTINYA!!!
    namanya anak pelaut masak gak pernah berlayar…hahahahaha….

    jaman dulu kan ongkos pesawat mahal uda, makanya kami sekeluarga kalo liburan kejakarta itu naik kapal laut dan kelasnya kelas ekonomi pulak! stttt…ini senggaja soalnya tidurnya di kamar omku salah satu perwira kapal itu jadinya tiket ekonomi pelayanan VVIP hihihihi :D

  7. Ahh Uda..sampai sekarang saya belum pernah naik kapal laut, pengin mencoba, tapi belum kesampaian.

    Pernah saat itu tugas ke Bandarlampung, bos yang agak takut naik pesawat, mengajak pulangnya naik kapal laut, saat itu ada kapal laut yang langsung ke Ancol. Beliau bilang..Nggak apa-apa..kalau terjadi sesuatu paling tidak masih bisa berenang”

    Saya yang ngga bisa berenang takut, menjawab..”Wah pak, kalau kampul-kampul (terbawa ombak) 3 hari 3 malam, digigiti ikan, mati juga kan lebih sengsara. Kalau naik pesawat kan matinya langsung.”

    Jadi..akhirnya sampai sekarang belum pernah mencoba naik kapal laut, padahal kalau kapal yang besar katanya menyenangkan ya…ada kolam renang di dalamnya, ada bioskop dll

  8. kalau sil berlayar juga paling menyebrang merak bakauhuni dan ketika menyebrang dari pulau jawa ke bali da..

    • Thanks Yess… semoga tidak ada yang menggunakannya untuk billboard atau spanduk ucapan lebaran, huahaha… :D

  9. Saya belum pernah berlayar tapi kalau cuma nyeberang pernah :)

    Surabaya – Madura adalah penyeberangan yang pertama… 45 menit cukup! :)

  10. bunda gak pernah merasakan berlayar dgn kapal laut, hanya pernah naik fery utk menyeberangi selat sunda , dan itupun cuma sebentar banget, sekiatr 2 jam lah.
    salam

  11. Benar-benar saya kuper dalam beberapa hal. Naik pesawat belum, naik kapal laut belum juga (kalau perahu nelayan sering banget), ke Jakarta Fair juga belum pernah (secara gue tinggal di Jakarta dan pernah kerja di Kemayoran pula). Bahkan ke Kebon Binatang Bandung pun baru setelah berkeluarga padahal kuliah di ITB yang tetanggaan banget. Waduh!!! ^_^

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>