mereka itu, para ibu!


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Kaget sekali aku melihat secara sepintas tayangan sebuah infotainment hari ini. Di situ terlihat Krisdayanti berangkulan mesra dengan Raul Lemos. Dan yang tak kalah mengagetkan adalah adegan ciuman bibir antara keduanya, diperlihatkan di depan puluhan wartawan, yang tentunya disiarkan ke seantero jagat!.

Kekagetanku berubah menjadi kegeraman, tatkala sang diva berujar kalau dia tidak peduli bila semua orang membencinya, yang penting Allah sayang. Argh… ini benar-benar bikin geram…! Mana mungkin Allah menyayangi hambaNya, yang jelas-jelas melanggar aturanNya? Bukankah bermesra-mesraan dan bahkan berciuman antara manusia yang tidak terikat pernikahan adalah sebuah perbuatan yang dilarang? Aih… logikanya benar-benar tidak nyambung!

Tingkah polah artis belakangan ini memang sudah sangat kebablasan. Mereka sudah sangat silau dengan popularitas. Mereka sepertinya sudah menganggap hidup ini hanya untuk hari ini, tidak untuk hari esok. Mereka juga sepertinya hanya berpikir, kalau hidupnya hanya untuknya, tidak peduli dengan orang-orang yang terkait dengannya; orangtua, anak, kakak, adik, dsb..

Aku ingin menyoroti Krisdayanti (KD) dan Cut Tari (CT). Mereka berdua adalah seorang ibu bagi anak yang dilahirkan dari rahimnya. Idealnya, seorang ibu memberikan porsi yang benar-benar penuh untuk anaknya, berupa kasih-sayang, pendidikan dan panutan. Ketiga hal inilah yang sesungguhnya menjadi penyebab seorang ibu itu menduduki posisi istimewa.

Dalam salah satu hadisnya, Nabi Muhammad berkata ketika ditanya tentang siapa yang lebih berhak untuk dimuliakan. Beliau berujar: ibumu, ibumu, ibumu, ayahmu. Artinya, porsi ibu adalah tiga berbanding satu dengan porsi ayah. Tentu saja Nabi tidak sembarang ucap. Hal itu berdasarkan peran ideal ibu pada diri anaknya, sehingga pantas dia diberi porsi lebih seperti itu.

Nah, dalam kasus KD dan CT, apakah porsi seperti itu masih pantas dilekatkan kepada mereka? Aku tidak hendak menghakimi, tapi aku ingin mengajak kita bercermin dari kasus mereka.

Bagi kita yang sudah berumahtangga dan memiliki anak, apalagi sebenarnya yang kita pikirkan selain menyukseskan keluarga yang kita bina? Kesuksesan keluarga yang dimaksud adalah terciptanya keluarga yang harmonis; lahir dan batin. Itu semua, hanya bisa diraih melalui kesetiaan dan totalitas. Seorang ayah atau ibu, seperti yang pernah kutulis  dalam “milikku seperenam“, seyogyanya tidak lagi memikirkan kebahagiaan dirinya semata. Mereka harusnya secara total memikirkan tentang kebahagiaan anak-anaknya, dan menyingkirkan egonya secara individu.

KD dan CT adalah contoh ketidaktotalan seorang ibu dalam membahagiakan anak-anaknya. Mereka terjerumus dalam jeratan hawa nafsu sesaat. Akibat ketidakmampuan mengendalikan nafsu tersebut, merekapun terpuruk dan terhinakan. Tidakkah mereka sadar, bahwa perbuatan mereka itu suatu saat akan berdampak besar bagi anak-anaknya? Bukan tidak mungkin, di lingkungannya, anak-anak mereka akan mendapatkan olok-olokan dari teman-temannya. Sungguh kasihan!

Kasus-kasus semacam ini, biangnya adalah ketidakmampuan manusia mengendalikan hawa nafsunya. Sesungguhnya, Tuhan menganugerahi kita akal tujuannya adalah untuk mengendalikan nafsu, sehingga tidak terperosok ke jurang kenistaan yang dalam. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 179 bahwa derajat seorang manusia yang memperturutkan hawa nafsunya itu sama seperti hewan, bahkan lebih rendah lagi.

Maka, mari selaraskan antara akal dan nafsu…

.

foto diambil dari page facebook “say no to kd

Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

35 comments on “mereka itu, para ibu!

  1. Betul sekali Uda …
    Tanpa bermaksud untuk sok suci atau bagaimana …
    Pun … Tanpa bermaksud untuk menghakimi atau yang lainnya …

    Saya hanya berfikir …
    Bagaimana ya perasaan anak-anak mereka …
    Saya kasihan pada mereka …

    Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua …
    Kita semua manusia biasa … punya nafsu … tidak luput dari khilaf …
    Tetapi jangan lupa … ALLAH pun maha adil …
    Kita juga diberi NYA Akal dan Logika … serta kemampuan untuk belajar … belajar dari kesalahan diri sendiri … maupun pengalaman orang lain …

    Semoga semuanya senantiasa berjalan ke arah yang lebih baik …
    Semua bisa mengambil hikmah dari semua “pertunjukan” ini …

    Salam saya Uda …
    (Nice post)

    • Om…
      Allah punya banyak cara untuk mengajarkan kita tentang sesuatu…
      Salah satunya adalah dengan membukakan aib seseorang di hadapan kita..
      Jika kita kaum yang berfikir, tentulah peristiwa ini menjadi ibrah..
      Untuk tidak terperosok ke dalam kehinaan yang sama…

      Terima kasih Om

    • Sepertinya, ini adalah cara Tuhan memberi peringatan kepada kita; membukakan aib sebagian orang, agar kita bisa berfikir dan mengambil i’tibar…

  2. Mungkin, hanya tinggal itu yang tersisa dari hidupnya, Uda Ustadz.. Perkawinan udah gak ada, anak jauh, karir nampaknya juga merosot. Jadi dia mencoba untuk meyakinkan orang, mungkin lebih ke dirinya sendiri, bahwa dia masih punya sesuatu yang berarti..
    Entahlah..

    • Tapi, caranya sangatlah salah, Cekgu…
      sesuatu yang benar, dijalankan dengan cara salah, hasilnya adalah salah
      sesuatu yang salah, dijalankan dengan cara benar, hasilnya juga salah
      maka, lakukanlah yang benar dengan cara yang benar…

    • Entahlah Wij… itu bukan hak kita untuk mempertanyakannya…
      Soal menjadi “bersih” ataupun tidak, itu bukan bergantung kepada dunia yang digelutinya, tapi kepada diri individunya..

  3. Jarang menonton infotainment, entah angin apa yang membuatku menonton dan melihat tayangan seperti digambarkan uda…tapi saya langsung pindah channel.
    Menyebalkan memang, selain artis yang suka lupa diri, juga kenapa sih televisi juga tak berperasaan dengan menyiarkan acara begituan….saya setuju kalau infotainment dikategorikan haram, karena tak memikirkan akibat pada masyarakat ..karena acara itu justru ditonton anak-anak karena ditayangkan siang hari….

    • Bu Enny… soal infotainmet, saya sepakat untuk tidak menontonnya, atau bahkan kalau perlu dihapuskan. Tapi, yang ingin saya sampaikan di sini adalah sebuah kenyataan bahwa akal manusia seringkali dikalahkan nafsunya. Dan, mereka yang terkalahkan oleh nafsunya itu, belakangan dibukakan aibnya oleh Allah, dan membuat mereka terhinakan. Na’udzubillah…

  4. infotainment ? udah gak pernah liat lagi…. banyak yang lebih parah dari KD ini di infotainment.

    • Mas Nafis, esensi tulisan saya ini bukan soal infotainment, tapi mengenai kenyataan bahwa nilai keibuan sudah semakin hilang di masyarakat kita. Materialisme telah memperbudak kita, sehingga meletakkan akal jauh di bawah nafsu. Dan, hal ini telah terbukti menghinakan manusia, lebih hina dari hewan.

  5. Saya gak mengerti mengapa di negara yg pancasilais dgn muslim terbesar ini kebodohan semacam ini terus bisa dipertontonkan. Saya tidak tahu mana yang saya benci tv itu atau kebodohan mereka yg nongol itu.

  6. Aku prihatin pada anak-anak mereka itu, Uda… bahkan kudengar katanya ada yang sampai membahayakan diri sendiri… Kasihan anak-anak yang harus melihat orang tua mereka bertindak sedemikian rupa hingga dihujat banyak orang begitu.

    Semoga anak-anak itu diberi kekuatan untuk menyembuhkan “luka” itu, Uda…

  7. baru tau penjelasannya dari si uda,

    pantesan di lampu merah tadi ngeliat headline koran2 yang itu tuh kok KD semua

  8. Hehehehe, personally saya tak peduli tapi mau tak mau kasus2 belakangan ini membuatku berpikir betapa mereka terlalu ndeso.. karena hanya dengan menjadi artis lalu sudah merasa pantas berlaku seperti itu :)

  9. Assalamualaikum pak ustad,,
    Kemarin saya juga sempet kaget lihat berita tersebut,tapi menurut saya sih mungkin Kd pengen cari sensasi aja kali ya…

    Salam persahabatan dari saya….
    :-)

  10. Anak-anak memang menjadi pertimbangan yang penting bagi orangtua untuk berperilaku. Tapi menurut saya, pertimbangan yang lebih penting tentunya adalah moral dan tatanan agama. Jadi semuanya dilakukan atau tidak dilakukan adalah karena mengikuti syariat. Bukankah begitu, Uda?

  11. mungkin mengatasnamakan cinta, jadi dia gak peduli dengan perkataan orang. apa gak takut kalau berimbas ke anak perempuannya yah????? astaqfirullah…cukup tau saja dan tidak boleh meniru.

    salam :D

  12. seandainya saja para ibu ini (artis) tau dan mengerti betapa mulianya seorang perempuan itu dan ditinggikan harkatnya oleh Alllah swt dan Rasulullah sw, mungkin mereka tdk akan bersikap seperti demikian.

    namun, lagi2 , nafsu duniawi yg sesaat, telah mengalahkan akhlak dan iman mereka.
    Jdi, ya gak heran Inyiak, kalau mereka tdk memikirkan akibat perbuatan mereka bagi anak keturunannya .
    salam

  13. udah lama nggak berkunjung ke mari Uda..
    rada surprised liat Uda nulis soal artis.. :)

    itulah Uda,
    popularitas itu sebenrnya amanah juga lho.
    tidak hanya sebagai kesenangan saja, tapi sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan suatu saat nanti.

    mampukah memberi contoh yg baik terhadap byk orang.

  14. betul sekali…
    KD sempet bikin statement..”cuma ciuman,jangan berlebihan lah..banyak yang lebih parah”
    geregetan denger statementnya
    harusnya dia ngebayangin perasaan aurel anaknya..

    aurel sekarang baru masuk kelas 1 SMP,awal masuk sekolah jdi anak baru, kebayang kan pandangan teman-temannya tentang dia..
    belum lagi kakak kelas yang rese…itu akan jadi sasaran empuk buat senioritas di sekolah..

    anak-anak KD pasti sedih banget atau mungkin emosi jiw baca koment-koment orang di fan page “say no to KD ” parah abis di caci makinya..

    salam uda vison..
    salam hangat dari bulan..

  15. benar pak.. say no to KD!!
    apa dia gak mikir dia itu dah punya anak dan hidup di negara indonesia yg masih menjunjung tinggi budaya timur…
    mungkin dia emosi kalah pamor dengan anang dan KD :D
    kalau cut tari, saya no comment ah.. soalnya gak di depan publik langsung

  16. saya kemaren dapat invitation FB jg utk say no to KD.. masih saya diemkan :D
    KD keterlaluan memang.. toh kan si raul itu blm cerai secara resmi jg..
    hawa nafsu lebih kuat :D

  17. sayapun ikut mengepalkan tangan membaca ucapan KD itu. Kok urusan begitu membawa-bawa nama Allah secara sembarangan.

    Wong kita nglirik wanita bukan muhrim gak pindah-pindah saja sudah dianggap zina mata kok ini caplok-caplokan didepan umum dengan pria bukan muhrimnya dengan enteng berkata “yang penting disayang Allah”

    Elingo nduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuk…….semoga kamu segera sadar. Anak2mu, orangtuamu pasti tertunduk malu setiap bertemu orang lain

    salam hangat dari Surabaya

  18. betul bgt Om.. bukannya saya sok suci..tp waktu melihat polahnya KD itu, saya pikir..kayaknya dia ‘sakit’… aneh aja.. selingkuh ya selingkuh.. tp apa iya hrs pamer gitu ya.. ga inget anak…ga inget status cowokny itu yg belum kelar urusan cerainya.. duh… cape deh…

    trus, saya jg nyengir waktu dia bilang.. yg penting Allah sayang sama saya… waduh… !

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>