caranya mencintaiku


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Sabtu siang, sepulang dari kampus, sebuah kejutan kudapatkan di meja kerjaku. Sebuah bungkusan berwarna putih bertuliskan namaku tergeletak di sana. Aku bertanya setengah berteriak ke seisi rumah; bingkisan dari siapakah itu? Dan, mereka semua mengatakan, “tidak tahu”.

Dengan penuh rasa penasaran, kubuka bungkusan itu. Toh, di sana sudah tertulis namaku, berarti memang diperuntukkan kepadaku. Tidak akan ada yang menyalahkan perbuatanku itu, bukan?

Setelah kubuka, ternyata isinya sebuah kotak kecil berwarna hitam betuliskan “BlackBerry” di depannya. Aih… aku masih belum percaya dengan penglihatanku. Jangan-jangan, itu hanya kotaknya saja, sementara isinya bukan. ;)

Begitu kotak itu terbuka, terlihatlah dengan jelas isinya, sebuah ponsel bermerek “BlackBerry” benar-benar ada di situ, masih terbungkus plastik dan lengkap dengan segala peralatannya.

Tentu saja aku diliputi rasa heran yang luar biasa. Siapakah gerangan yang berkenan menghadiahiku gadget canggih ini? Terus, dalam rangka apakah aku mendapatkannya? Ulangtahunku sudah jauh lewat beberapa bulan yang lalu. Dan seingatku, tidak satupun sayembara berhadiah yang kuikuti, selain lomba narsis di blognya Pakde Cholik. Lantas, dari siapakah bungkusan ini?

Belum hilang kepenasaranku, istri dan anak-anakku serempak mengerumuni. Dan kalimat singkat dari si bungsu Fatih, menjelaskan semuanya. “Tadi Fatih lho yang beli sama Mama

What…? Istriku membeli ini? Bukankah ini barang mahal? Bukankah kami selalu merencanakan jika ingin membeli sebuah barang dengan harga yang cukup tinggi seperti ini?

Dengan penuh selidik, mataku tertuju kepada istriku.

Tanpa menunggu pertanyaan keluar dari mulutku, istriku pun menjelaskan asal muasal barang itu. Penjelasannya tersebut membuatku terdiam seribu bahasa, tak tahu harus mengatakan apa, selain memeluknya dan mengucapkan terima kasih. ;)

Ternyata, selama beberapa bulan ini, istriku menyisihkan sebagian uangnya, sedikit demi sedikit, untuk membelikanku ponsel tersebut. Memang aku pernah menyampaikan kepadanya soal keinginanku memiliki gadget ini. Alasannya, karena aku ingin memberikan pelayanan prima kepada pelanggan toko online kami. Seringkali email berupa pesanan ataupun pertanyaan dari pelanggan yang terlambat kujawab, sebab tidak setiap saat aku bisa online untuk mengecek email. Barangkali, dengan memiliki BB, email-email itu akan segera kuketahui dan bisa kurespon dengan cepat, yang tentu saja akan memberi kepuasan bagi pelanggan-pelanggan kami.

Namun, ketika itu, keinginan tersebut hanya sebatas wacana. Kami sangat sadar dengan kondisi keuangan kami. Oleh karenanya, setelah itu tidak pernah lagi kami membicarakannya.

Hanya saja, ternyata istriku diam-diam merencanakan sesuatu. Ya… inilah dia rencananya… :D

Sahabat… maafkan jika aku terkesan sok pamer di sini. Tapi, sungguh, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan dan kesyukuran kepada Anda semua. Yang kusyukuri bukan barangnya, tapi BAGAIMANA CARA AKU MEMPEROLEHNYA. Jujur, itu adalah sebuah nikmat luar biasa yang Allah anugerahkan kepadaku…

Thanks My Dear…

.


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

48 comments on “caranya mencintaiku

  1. betul Uda, bukan soal barangnya ya,
    tapi proses dan bagaimana sampai keinginan itu terwujud yang penting.

    Dan saya yakin BB it adalah ungkapan cinta seluruh isi rumah di Kweni terhadap Uda, yang diwujudkan oleh Mbak Icha.

    Selamat berBB-ria. nanti kalau aku ke JKT, kita BBM an yah hehehe. Di Tokyo tidak bisa pakai BB soalnya ;)

    EM

  2. horeee…BBnya baru…
    Wah, cara mencintai selalu unik ya Uda..
    Dan kejutan2 kecil selalu terasa romantis…
    Sy tau, Uda pasti sedang merasakan itu… :)

  3. Om Vizoooooooooooooooooonnnnnnnnn…..

    Terimakasih atas postingannya. Terimakasih telah berbagi kebahagiaan (Selalu sih memang).

    Saya bener-bener terharu membaca kisah, asal muasal hadiah tersebut. Selain beliau menyisihkan rejekinya, caranya menyampaikan juga sangat mengharuskan.

    Bersama si kecil membelinya, kemudian menyimpannya di mejad secara misterius. Hingga pada akhirnya datang mengejutkan disaat Om Vizon membuka dan penasaran dengan barang itu.

    Saya aja bisa merasakan (membayangkan) bagaimana indah dan bahagianya suasana saat itu. Wow….luar biasa!

    Saya jadi ngebayangin suatu hal, kapan saya akan merasakan momen seperti itu :D

    *ngelap air mata*

    • Zul… saya doakan agar dirimu memperoleh yang jauh lebih baik dari ini, karena memang dirimu pantas mendapatkannya…

      Aku jadi ingat ketika kita kopdaran beberapa bulan yang lalu. Ketika itu dirimu meminta PIN padaku, gara-gara aku pake HP Cina yang mirip BB itu. Doh, malunyaaa… :(

  4. Hehehe. Begitu toh awal bin awalnya :D

    Mengenai hadiahnya, mengagumkan memang. Tak dinyana ya :)

    Aku sendiri pakai BB bukan mengikuti trend. Ketika sudah begitu banyak teman-teman pakai BB dan sudah begitu lama penjualan BB di Indonesia, aku masih belum lagi menemukan alasan yang kuat mengapa mesti pakai BB. Toh hp/pda-ku selama ini sudah cukup memadai.

    Namun ketika kebutuhan yang nyaris sama dengan alasan Uda di atas begitu mendesak, sangat mendesak, baru kuakui: kebutuhan sebuah gadget yang bisa men-support pekerjaanku sangat kubutuhkan.

    Maka ketika untuk kali pertama Uda posting status di fb, aha! “…melalui Facebook untuk BlackBerry”. Huahuahua! Sudah sejak saat itu pertanyaan pertama yang mesti dilontarkan adalah: MINTA PIN! Hahahaha!

    Nah, semoga sekarang sungguh membantu pekerjaan ya, Da.

    • Status FB ku yang itu adalah status pertama menggunakan BB, dan itu dalam rangka belajar menggunakan alat ino…
      Ajaibnya, ternyata dirimulah yang pertama kali memperhatikan detail tersebut.
      Jadi, PIN pertama yang nangkring di BB-ku ini adalah PIN dengan nama DM, hehehe… :D

      Thanks Dan, insya Allah pekerjaanku semakin mudah setelah ini..

    • Thansk Don…
      Itu pun bagian terpenting yang mendorongku untuk menceritakannya di sini.
      Tapi, sebaiknya pengorbanan semacam ini hanya dilakukan oleh pasangan suami-istri ya, kalau yang lagi pacaran gak usah deh, rugi nanti kalau ternyata gak jadi pasangan beneran, hahaha… :D

  5. BB baru alhamdulillah..tuk dipakai di hari kerja..tak punya pun tak apa-apa..masih ada hp yang lama..
    bahagia untuk uda dan uni dan keluarga..
    iri karena belum punya:)

  6. sweet banget deh!
    si Uni memang top…mencintai dengan sepenuh hati tuh uda ;)

    kira2 uni icha mo beliin aku juga ga ya? hehehehehe

  7. Noup …
    Ini Bukan Pamer Uda …

    Topik bahasannya bukan BB …

    Tapi jauh lebih penting dari itu …
    Ini sebuah cerita manis …
    Yang sangat layak untuk disharing kepada kita semua …

    mungkin ini yang sering disebut orang … sedikit cerita tentang apa itu artinya cinta …
    Cinta yang sesungguhnya …

    Salam saya Uda …
    Salam saya Uni …
    (saya terharu)

  8. Uni Icha is the best………

    ini bukan pamer kok Inyiak,
    pokok bahasan utamnya bukab BB nya…….tapi cara Uni Icha mencintai Inyiak……
    (* kok aku jadi ikutan terharu dan mataku jadi berembun?*)
    salam

  9. Wahh Uda..saya terharu banget…Uni Icha memang tak ada duanya.
    Saya belum pakai BB Uda, karena memang pekerjaan saya belum terlalu membutuhkan hal tsb, dan saya bekerja tidak full time (hanya dua kali seminggu).
    Dan lebih banyak di rumah, yang internetnya lancar.

    Di satu sisi saya ingin istirahat, karena kalau BB nanti malah tak sempat istirahat…(ngeles.com)…sekarang kan bisa menjawab..masih dijalan, nanti ya kalau udah dirumah…hehehe

  10. Ah …. siapa pun pasti terharu kalau menerima ungkapan cinta seperti itu dari pasangan hidupnya. Jangankan benda yang memang sudah lama diinginkan, diberi benda yang tidak begitu diinginkan pun pasti membuat kita senang. Ya, memang bukan bendanya, tapi perhatian itu yang membuat kita senang. Juga bukan hanya dari pasangan hidup, melainkan dari teman juga. Makanya, jangan ragu-ragu menghadiahi saya, Uda …. (looh, kok buntutnya nggak enak? Hihihihi …. :D )

    Saya sudah beberapa lama pakai BB, tapi belum sempet memanfaatkan fitur-fiturnya, termasuk PINnya … *dasargaptekpol* :D

  11. ..
    beruntung banget deh Uda, punya pasangan hidup yang baik hati dan pengertian..
    ..
    jadi kepengen cepet nikah, hehehe..
    *curcol*
    :)
    ..

  12. Subhanallah… salut sama istri uda.. :)
    pasti uda bahagia sangat memilikinya ya.. :)

    semoga keberkahan selalu tercurah untuk keluarga da…

    salam untuk uni cantik…

  13. luar biasa…
    pastinya Uda pasti senang luar biasa. Bukan karena barangnya saja.. tapi bagaimana orang tercinta memberikan perhatian…

    ah.. so sweet.. semoga bahagia selalu Uda..

  14. benar-benar mengharukan ceritanya
    Bukan masalah blekberinya tapi ketulusan dalam mendapatkan serta cara memberikannya itu yang menjadi inspirasi.
    Terima kasih telah berbagi :D

  15. InsyaAllah, penerimaan sebanding dan bahkan mungkin lebih dengan pemberian… jika Allah berkehendak, dan Allah memberikan rizki itu melalui tangan istri, setelah sebelumnya memberikan anugerah seorang istri yang luar biasa :D

    bersyukurlah, dan cintailah orang-orang di sekitar kita dengan semestinya, karena hanya dengan cara itulah kehadiran kita tak sia-sia…

    terimakasih sharenya :D

  16. Jadi, seperti the dream come true, ya, Uda. Baguslah. Tapi, yang lebih membuat saya kagum bukan Blackberry, tapi tekad istri untuk membahagiakan suami. Wow, ruar biasaa. Salut.

  17. kalo aku jujur uda, untuk BB awalnya sih untuk gaya2an heheheheh
    tapi lama2 emang butuh, apalagi berkaitan dengan namanya email, apalagi untuk tipe diriku yang jarang banget berada dikantor dan didepan laptop, cukup membantu

    salam buat keluarga yah
    so sweet

  18. setuju dg komen dari teman-teman yg lain.. ini bukan ttg BB tp tentang cinta dan perhatian dari keluarga..

    Indah sekali Uda

    Aku pakai BB jg blm lama…dulu rasanya hp ku sdh cukup memenuhi kebutuhan, namun setelah hp ku jebol… dg sangat “terpaksa” beli BB he..he..

    ternyata emang banyak manfaatnya uda…. terutama utk tetap “connect” dg kantor meskipun sdg di luar

    salam,

  19. WAH SENANG YA PUNYA KELUARGA KOMPAK? SALUT AKU. SEMOGA BISA JADI CONTOH SIAPA SAJA YANG BACA TULISAN PAK HARDIVISON. CERTIA LAGI YANG LAIN YA? AKU SENANG MEMBACANYA CERITA CERITA PAK HARDI YANG MEMBANGUN MENTAL POSITIF. THANKS. WHEN WE MEET AGAIN. WE MISS TO MEET AND DISCUS ABOUT WHATEVER. I WAIT IN MB YUYUN.S HOME. WHEN?

  20. wahhh senangnya dapat kejutan dr istri…sesuatu yg di-idam2kan jadi kenyataan…sebenarnya suami saya juga seperti itu uda….kalo mau beli sesuatu dia diam-diam nyelengin uang jatah yg saya kasih setiap hari (soale gaji suami saya yg pegang)….tapi yg suami beli Tablet sama android….krna saya gaptek jd kedua barang itu ngga pernah saya sentuh hihihi……

    Kata suami sech lebih canggih android daripada BB…tp calon konsumen lebih senang komunikasi via BBm soale kan gratis…krna saya ngga punya BB jd banyak peluang yg terbuang heheh….

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>