kopdar mata hati

Sahabat Sejati

Ketika langit terlihat gelap tak bersahabat
Kau justru datang menghampiri
Jabat eratmu hangat alirkan darah pertemanan kita

Ketika banyak orang menyingkir
Bersembunyi mencari aman dibalik kontroversi langkah prinsipku
Kau tetap disana dengan senyum mu, beri ruang luas bagi privacy ku

Ketika taliku terputus dan aku meluncur deras kebawah
Kau spontan bereaksi tanpa diminta
Lemparkan pengait dan tali hentikan jatuhku

Ketika keindahan direpresentasikan dengan bunga-bunga indah
Kau justru tetap jadi dirimu, sebuah daun beri keteduhan disisi bayangmu
Alirkan frekwensi indah persahabatan, bukan sibuk warnai casingnya

Terima kasih telah menjadi sahabatku..

Puisi di atas adalah salah satu dari tulisan Agustus Sani Nugroho a.k.a Mas Nug di blognya yang sangat berkesan bagiku. Dan puisi itu merupakan salah satu dari 219 puisi yang terdapat dalam buku terbaru beliau yang berjudul “Mata Hati”, pada halaman 6. Dalam buku, puisi itu kemudian berubah judul menjadi “Palem Persahabatan di Hutan Beton Jakarta”.

Puisi itu bagiku sangat mengena di hati dan juga sangat tepat untuk menggambarkan kekagumanku pada sosok Mas Nug. Beliau sebagai seseorang yang memiliki kesibukan luar biasa di Hutan Beton Jakarta, bersedia dengan tangan terbuka menerima kehadiranku di kantornya di bilangan Sudirman Jakarta pada 28 Oktober 2010 kemarin. Yang lebih membuatku terkesan dan terharu adalah kehangatan persahabatan yang beliau suguhkan. Rasanya, sangat pas dengan puisi di atas.

mas nug-matahati

Sebetulnya, aku sudah meminta Mas Nug untuk mengirimkan buku itu ketika awal diterbitkan. Tapi, entah kenapa, selalu saja ada halangan untuk itu. Ternyata, penundaan itu berbuah manis. Buku itu memang harus aku ambil langsung dari tangan pengarangnya. Aih… indah nian persahabatan ini.

Mas Nug, terima kasih banyak atas hari yang menyenangkan kemarin. Semoga mata hati kita tidak pernah tertutup oleh nafsu duniawi, sehingga melupakan sisi-sisi kemanusiaan kita. Selamat atas buku barunya…

Foto-foto diambil dari blog dan facebook milik Mas Nug.

11 comments on “kopdar mata hati

  1. wow…iya deh yg ketemu langsung penulisnya :D

    Mas nug memang orang yang sangat bersahabat dan baik banget….makanya aku respect banget dan salut dengan dia *well…semoga mas nug gak baca, nanti dia gr :P*

    Uda…puisi2nya bagus ya…

  2. Sahabatku Uda Vizon,
    Sebuah kehormatan yang luar biasa mendapat kunjungan dari seorang sahabat maya yang baik, setelah sekian lama berinteraksi via Blog atau FB. Sebuah pertemuan yang sangat berkesan. Terima kasih telah memberi support moral hingga akhirnya sebagian tulisan dan foto di “Hanya Kata-kata” kini dapat dinikmati juga dalam versi buku MATA HATI. Very nice meeting you Uda. Juga bertemu Bang Hendra. Have a nice and safe trip to Bengkulu :)

  3. Fotonya kereeen….seperti lukisan….
    Saya juga belum sempat ketemu mas Nug, padahal pembantuku malah sudah ke rumah beliau di bilangan Jakarta Selatan, untuk mengambil titipan hape dari EM, untuk si bungsu yang akan melanjutkan kuliah di negeri matahari terbit. Dan sopirnya mas Nug udah mengantar kiriman buku Mata Hati ke rumah…..

    Ternyata kalah sama Uda…(ngiri.com)

  4. Pingback: Menikmati Hidup.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>