belajar dari sifat nabi


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Sejarah Islam mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW diberi gelar oleh masyarakat sekitarnya sebagai Al-Amin, yang berarti orang yang dapat dipercaya. Gelar ini diberikan oleh masyarakat Quraisy ketika itu lantaran melihat pribadi beliau yang memang pantas dipercaya. Sedari kecil, beliau terkenal sebagai orang yang tidak pernah berbohong, selalu menjaga kejujuran serta kebaikan.

Gelar beliau itu kemudian dijabarkan menjadi empat sifat yang melekat, yakni: Shiddiq (jujur), Fathanah (cerdas), Amanah (dipercaya), dan Tabligh (mendakwahkan). Jika dilihat dari susunan kalimat, maka sesungguhnya keempat sifat tersebut tersusun sedemikian rupa menjadi kata: “SIFAT”, yang dalam bahasa Arab juga disebut sebagai “SHIFAT“; yakni Shiddiq, Fathanah, Amanah, dan Tabligh.

Dari keempat sifat yang kemudian setiap huruf awalnya terjalin menjadi kata: “SHIFAT”, ternyata memiliki petunjuk bahwa keempat sifat Nabi Muhammad itu merupakan hirarki yang tidak bisa diacak susunannya. Keempat sifat itu, harus terwujud secara berurutan. Karena sifat yang satu merupakan prasyarat untuk sifat yang selanjutnya.

SHIDDIQ, yang berarti “jujur” adalah sifat dasar awal yang harus kita miliki.
FATHANAH yang berarti kecerdasan, merupakan prasyarat utama yang juga mesti dimiliki oleh setiap kita.

Kedua sifat ini, seharusnya melekat secara seimbang pada setiap manusia. Kedua sifat ini akan melahirkan sifat ketiga, yakni AMANAH. Dengan kata lain, untuk menjadi AMANAH (dipercaya), kedua sifat sebelumnya harus dimiliki secara utuh. Seorang yang jujur tapi tidak cerdas, akan dengan mudah dipermainkan oleh orang lain dan bahkan seringkali tertipu. Namun, seseorang yang cerdas tapi tidak jujur, maka akan sangat besar kemungkinan dirinya melakukan kecurangan ataupun korupsi. Kejujuran dan kecerdasan merupakan syarat yang akan membuat seseorang amanah.

Jika ketiga sifat ini sudah melekat kuat pada seseorang, barulah dia dapat menginspirasikan sikap tingkah lakunya kepada orang di sekelilingnya (TABLIGH).

~~~OoO~~~

Topik ini menjadi salah satu dari sekian banyak topik pembicaraanku dengan Dr. M. Akhyar Adnan sepanjang perjalanan kami dari Jakarta menuju Bengkulu pada 29 Oktober 2009 yang lalu. Perjalanan kami tersebut bertujuan ke kampus STAIN Curup guna menjadi pemateri dalam Seminar dan Lokakarya Ekonomi Islam di sana.

Aku sangat terkesan dengan topik ini. Menurutku, kata “SHIFAT” itu memang simpel, tapi ternyata memiliki makna yang cukup dalam jika dipahami secara baik. Aku patut berterima kasih kepada Pak Akhyar atas obrolan singkat tapi padat gizi itu… :)


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

10 comments on “belajar dari sifat nabi

  1. Syukron juga atas kesediaan antum mendengar, kemudian menuliskan dan lalu menyebarkan kepada siapa saja.
    Semoga kita semua bisa mencontoh keteladanan Nabi Muhammad SAW yg terbukti menjadi manusia paling berhasil di muka bumi sepanjang masa.

  2. Seperti biasa, setiap perjalanan inyiak.. setiap pertemuan.. selalu penuh ilmu, tak pernah sia-sia.

    sepertinya itiak lado ijau pun cukup padat bergizi
    **dicampur sedikit meler.. xixi

  3. UDa …
    Ini pengetahuan baru bagi saya …
    Mohon izin untuk saya catat …

    dan semoga kita semua bisa belajar dari SHIFAT Junjungan Kita Tercinta itu …

    Terima kasih ya Uda
    Salam saya Uda

  4. ini salah satu topik pembicaraan yang melekat di fikiran ana, terima kasih sudah meriviewnya, semoga melekat pula di sifat kita, amin

  5. sama dengan Om NH..
    ilmu baru buat saya.
    ketika sekolah di SD MUhammadiyah Sapen dulu.. saya juga menghapal sifat2 ini. tapi sekadar menghapal aja..

    lewat tulisan Uda yang sederhana ini.. ternyata ada ilmu penting yang saya dapat..

    makasih Uda

  6. Yah, meskipun kita tidak mungkin seratus persen bisa menjadi seperti Rasulullah SAW, setidaknya kita harus terus mencoba meniru SHIFAT itu. :)

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>