salero


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Pulang kampung ke Bukittingi pada 3 November 2010 yang lalu lumayan memberi kesan bagiku, terutama soal “salero”. Kerinduan akan makanan khas dan dimakan di tempat asalnya sudah cukup lama kupendam, dan akhirnya terbayarkan juga kemarin itu.

Bundo “nakjadimande” pernah mempromosikan kepadaku sebuah makanan khas yang sangat terkenal seantero Bukittingi, bernama “gulai itiak lado mudo” a.k.a gulai bebek cabe hijau. Sedari lama aku sudah tahu dengan masakan khas Koto Gadang Bukittingi ini. Dari namanya sudah dapat dipastikan bahwa makanan ini sangatlah pedas. Tapi justru rasa pedasnya yang dahsyat itulah yang kurindukan.

Maka, ketika kesempatan pulang kampung itu kuperoleh, tentu saja tak ingin kusia-siakan. Jadilah akhirnya kuhubungi si Bundo untuk menagih janjinya mengajakku ke warung itiak lado mudo itu. Dari ceritanya, aku tahu bahwa warung itu terletak di sebuah lembah terkenal bernama Ngarai Sianok.

Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam yang terletak di jantung kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok dari selatan ngarai Koto Gadang sampai di ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir sampai Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang indah.┬áJurang ini dalamnya sekitar 100 m membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m. Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau – hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal) – yang dialiri Sungai Sianok yang airnya jernih. Di jaman kolonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai kerbau sanget, lantaran banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai.


Ngarai Sianok dilihat dari atas Panorama Kota Bukittinggi (foto dipinjam dari sini)


Jalan masuk ke kawasan wisata di dasar Ngarai Sianok (foto dipinjam dari sini)


Foto ini sebagai bukti kalau aku benar-benar sampai di Ngarai (halah, bilang aja mau narsis!)

Dari petunjuk jalan yang diberikan Bundo melalui sms, akupun dapat menemukan lokasi dimaksud dengan mudah. Ternyata, lokasi warung itu benar-benar di dasar lembah. Pemandangan indah, udara sejuk, dan makanan pedas sepertinya akan jadi perbaduan yang pas untuk hari itu. Aku berharap, semoga Bundo dapat muncul di tempat itu, agar acara pemenuhan salero itu benar-benar bisa sempurna.

Sesampai di lokasi, pelayan langsung menyuguhkan sajian khas warung itu sebanyak porsi yang aku minta. Dalam sekejap, tersajilah beberapa potong bebek muda yang berendam indah di dalam kuah gulai berbahan dasar cabai hijau. Tanpa menunggu lebih lama, sajian itupun kusantap dengan nikmatnya. Itiak lado mudo itu rasanya pedas dan gurih. Karena ia dimasak dengan tidak menggunakan merica, maka rasa pedasnya hanya sampai di mulut dan tidak membuat kerongkongan ikut pedas. Di situlah khasnya masakan ini. Pokoknya, makanan ini, yo sabana sero, hahaha… :D


Itiak lado mudo nan menggoda, tergolek pasrah dan siap dinikmati… ;)


Sebelum makan, narsis dulu ya…. haha… :D

Selesai menikmati makanan dan alam nan elok itu, akupun beranjak dari sana dengan perasaan puas namun sedikit kecewa. Ternyata, aku hanya bisa “kopdar in-absensia” dengan Bundo. Kami memang ngobrol dan makan, tapi dengan lokasi yang berbeda. Tapi aku maklum kok, kalau beliau memang sulit untuk meninggalkan kesibukannya pada hari itu.

Sebelum meninggalkan Bukittinggi, aku sempatkan untuk membeli pisang sapik, yakni panganan khas Kota Bukittinggi berupa pisang kepok yang dibakar dan dipipihkan dengan alat khusus, kemudian disajikan dengan kelapa yang sudah dicampur gula merah. Rasa manisnya benar-benar alami; kombinasi pisang, kelapa parut dan gula merah.

Kuliner ini adalah makanan kesukaanku sedari kecil. Dulu, nenekku sering membelikannya setiap kali berbelanja ke pasar Bukittingi. Membelinya kembali di saat ini, seperti melambungkan kembali anganku ke masa silam nan indah. Aih… sulit kugambarkan. Yang pasti, aku benar-benar bahagia… :)


Proses pembuatan pisang sapik


Yuk mari menikmati pisang sapik nan manis menggoda… :)

Jika anda berkunjung ke Bukittingi, sempatkanlah mampir di warung pisang sapik ini. Letaknya di atas janjang empat puluh, tidak seberapa jauh dari Jam Gadang, di dekat tangga pasar atas. Dijamin, anda bakal ketagihan, hahaha… :D

Begitulah perjalananku memenuhi hasrat seleraku di kesempatan pulang kampung kemarin. Meski singkat, namun mampu membuatku bahagia. Semoga suatu saat ada kesempatan lain…


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

28 comments on “salero

  1. pisang sapik itu mungkin seperti pisang epek di makassar ya.
    aduhhhh itu bebek cabe ijo, jadi pengen….hiks

    salero bagindo bener deh hihihi

    EM

  2. tega sekali si Bundo itu.. ckckck.. :P
    **itu juga akibatnya bila menghubungi Bundo lgsg di hari H**

    inyiak, terimakasih atas pengertiannya
    memang kita tak berjodoh utk bersua di hari itu.
    **KD ada niat pengen nyusulin juga ke Ngarai tapi memang gak bisa, krn jadwal hari itu tak bisa digantikan org lain.

    tapi inyiak curang juga, teman kencannya kok gak diajak foto bareng? **uni ichaaa, inyiak gak sendirian tuh, xixi..

    • Bundo…
      Kemarin itu saya masih ragu apakah akan ke Bukittinggi atau tidak. Pasalnya, urusan di Payakumbuh lumayan banyak dan menyita konsentrasi. Tapi, alhamdulillah di hari Rabu itu ada kesempatan untuk ke Bukittinggi. Makanya, saya baru berani kontak Bundo di hari H…

      Anyway, thanks atas informasinya. Saya benar-benar senang… Semoga urusan Bundo segera kelar. Salam saya untuk KD…

      Eh… foto orang yang pergi bareng saya? Gak boleh dipublish, bisa gawat nanti, hahahaha….. :D

  3. Tiga Hal Uda …

    1. Pisang Gepeng …
    Saya belum pernah makan penganan ini … pingin juga saya mencobanya …

    2. Lado Itiak
    Waduh … kelihatannya enak nih …
    Namun mungkin istri saya yang ngiler nih … hahaha … soalnya saya kurang suka Itik … :)

    3. Tuan Rumah …
    Cuma mau bilang …
    Ini tuan rumahnya kemanaaaaa ???
    Tega bener.
    (ihik)

    Salam saya Uda

    • Kapan-kapan kalau pulang kampung, bolehlah mampir ke Bukittinggi, Om… Bunda pasti senang tuh… :)

      Tuan rumah…? iya ya, tega nian dia, hahaha… :D

    • teganyaaaa… xixi.

      suasana hari itu benar2 berkabut, gerimis, dingin dan sendu..
      lain kali Bukittinggi akan ceria menyambut inyiak
      tuan rumahnya juga.. Insya Allah.

      makasi doanya inyiak.

      • waaaaaaaaaahhhhhhhh…..
        keren…
        pisang sapik…
        itu juga makanan yang paling sil suka waktu kecil uda..

        tapi kalau itiak lado mudo kayaknya emang belum pernah nyoba…

        wah, ado ngarai sianok nyo…
        hehe

        perjalanan yang menyenangkan tentunya ya da..

  4. whuaaaa…..jadi pingin pulang kampuang juga Inyiaaakkk……….. ikuuuuuuuttt…………

    walaupun tiap kali pulang kampung, selalu malapeh salero dan berat badan naik 5kg,
    namun bukittinggi selalu kurindukan :)

    aku gak kuat makan itiak lado ijo krn padehnya minta ampun Nyiak…. :(

    Terimakasih Nyiak utk foto2nya ,
    lumayan malapeh taragak……… :D
    dan, narsisnya Inyiak keren sangat…………..
    salam,

  5. bagian yang saya cari adalah kisah bertemunya Uda dan Bundo…
    ternyata gak berhasil ketemu ya.. sayang sekali…
    tempat yang indah Uda…

    foto narsisnya juga indah… hehehe

  6. Beberapa kali, saat mengunjungi Sendik BRI di Padang (di jalan ke arah Universitas Andalas), saya selalu menyempatkan jalan-jalan ke Bukittinggi. Sayang tak tahu pondok salero ini….tapi pernah diajak makan makanan khas Minang yang uenak banget.

    Pisang sapik? Wahh kok saya juga tak nyoba ya…tapi alam Minangkabau sungguh indah Udo…apalagi kota Bukitinggi yang sejuk.

  7. Waduh, baru tau ngarai sianok bisa dijalani sampai ke dasarnya, dulu cuma sampai gua jepang aja inyiak. Dan belum pernah juga makan itiak lado ijo, mak nyus pastinya ya.

  8. Bukittinggi nan indah, seakrab penduduknya yang kutemui di tanah rantau ibu kota.

    Tapi, apa ndak ada menu ikannya ya.??? hheehehe..

    Salam kenal.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>