qurban merapi


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Bagi pengungsi Merapi, Idul Adha kali ini tentu terasa berbeda. Secara umum, mereka tentu tidak dapat melaksanakan qurban sebagaimana biasanya. Kegembiraan menikmati daging qurban secara bersama, sepertinya jauh dari angan mereka.

Dari data yang kami peroleh dari rekan-rekan relawan, diketahui bahwa ada beberapa titik pengungsian di sekitar Merapi yang tidak mendapat pembagian daging qurban. Sementara, di tempat-tempat pengungsian besar, seperti stadion Maguwoharjo ataupun Jogja Expo Centre (JEC), terjadi penumpukan. Ketidakmerataan ini, barangkali karena para shohibul qurban lebih memilih tempat yang gampang dijangkau untuk membagikan qurbannya.

Oleh karena itu, bersama rekan-rekan relawan, kami pun mencoba untuk mencari dan menyalurkan hewan qurban ke titik-titik pengungsian yang jarang terjangkau bantuan.

Aku bersyukur, banyak sahabat-sahabatku di berbagai daerah yang tergerak hatinya untuk melaksanakan qurbannya di Jogja, dan meminta kepadaku untuk menyalurkannya kepada para pengungsi Merapi. Dari data rekan-rekan relawan itu tadi, aku dan kawan-kawan bergerak menyalurkan hewan-hewan qurban tersebut ke beberapa daerah di Muntilan-Magelang dan Sleman-Yogyakarta.

Salah satu tempat yang kukunjungi dan berkesan di hati adalah Dusun Kadilobo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, yang berjarak 17 km dari Merapi. Di dusun ini, penduduknya tetap bertahan, tidak mengungsi. Entah apa alasan mereka, yang jelas dusun ini memang tidak terkena dampak erupsi Merapi, mereka hanya kebagian abu yang cukup banyak saja.

Alhamdulillah, pelaksanaan qurban di dusun ini berlangsung dengan lancar dan menyenangkan. Penduduk bahu membahu melaksanakan kegiatan ini sejak dari awal. Dan yang lebih istimewa, hewan ini kami beli dari sentra peternakan yang ada di dusun itu.


Tempat pembelian hewan qurban


Ini bukan transaksi ala Gayus lho ya… Insya Allah ini transaksi yang halal… :D


Penyerahan hewan qurban… Sapi ini lho pak yang disembelih, bukan saya… :)


Prosesi penyembelihan… Yang ikhlas ya sapi… :)


Bahagia bersama

Kepada sahabat-sahabatku yang sudah berkenan menyerahkan qurban-nya kepada pengungsi Merapi, kuhaturkan terima kasih yang tak terhingga. Semoga Allah SWT memberkahi semua yang kita kerjakan. Amin…


Sepi ing pamrih, rame ing gawe“, banyak berbuat, sedikit bicara, semoga selalu menjadi motto kita


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

12 comments on “qurban merapi

  1. acung jempol untuk kejelian inyiak dan para relawan melihat adanya daerah yang malah kekurangan jatah qurban.

    seperti halnya di Bukittinggi, daging kurban melimpah.. sedangkan saudara2 kita dipinggir kota sekitaran lereng singgalang kadang hanya punya satu kambing kurban untuk satu kampung.. perlu kejelian dan aksi untuk segera berbuat.

    • Bundo…
      Saat ini kita sudah banyak memiliki lembaga-lembaga penyaluran zakat, termasuk qurban. Barangkali, ada bagusnya juga jika panitia qurban di suatu tempat bekerjasama dengan salah satu lembaga tersebut, guna mendapatkan data yang akurat mengenai pemerataan pembagian daging qurban. :)

  2. aku teringat memberi komentar di statusnya Mbak Icha di FB yang ini: Zakiati Salma ?@masjid agung Surakarta, Solo,,,,, wuih, sapinya gendut-gendut, 20 ekor euy,,, sebagian di kirim ke barak pengungsian korban merapi dunk,,,,

    Lalu aku memberikan komentar : setuju….(maaf, karena sebetulnya tidak berhak menyatakan pendapat untuk suatu perayaan agama)

    Senang sekali melihat perhatian Uda pada wilayah yang tidak mendapat daging kurban. Top deh.

    Soal foto penyerahan…aku tidak pernah menganggap foto bukti penyerahan sebagai suatu yang narsis. Tapi aku tidak suka jika melihat misalnya spanduk “selamat datang Ustad Vizon untuk membagikan daging kurban di kampung kami” hehehe… (eh ngga ada kan spanduk spt itu ;) )

    EM

    • Nechan… siapalah aku ini, sampai harus disambut dengan spanduk segala? Lagian, yang berqurban bukan aku kok, tapi teman-teman. Aku hanya membantu menyalurkan saja… :)

      Tentang komentar Nechan di FB yang lalu itu, menurutku tidaklah salah. Qurban memang ibadah umat Islam, tapi ia juga mengandung aspek sosial yang harus dikritisi pelaksanaannya, oleh siapa saja.

  3. Uda …
    Ini saya yakin maknanya besar sekali …

    Salut untuk upaya Uda dan relawan lainnya dalam pengadaan dan penyembelihan hewan ini

    Semoga mereka bisa berbahagia dan terus bersemangat untuk melanjutkan hidup untuk masa yang akan datang

    Salam saya Uda

  4. salutt… semoga semua amal ibadah Uda dan kawan-kawan dibalas dengan pahala besar dari Allah…amien.

    dan untuk semua masyarakat yg terkena dampak merapi, khususnya pengungsi..semoga kuat dan sabar menghadapi musibah ini..

    sekarang bagaimana kondisi yogya ya.. ? ingin sekali ke sana…

  5. Kegiatan yang mulia, Uda… turut bangga sekaligus iri karena aku di sini nggak bisa ngapa2in ikut mbantu teman2 di Jogja…

    Eh iya, Happy Idul Adha ya!

  6. Benar Uda..bantuan banyak menumpuk di pos pengungsi besar..memang distribusi ini yang sulit. Jadi teman-temanku, teman anakku, lebih banyak bergerak ke daerah yang tak terjangkau, ke para penduduk yang mengungsi di rumah sesama penduduk….mereka ini hanya terjangkau oleh para relawan.

    Kadang yang mau memberi bantuan juga serba repot karena tak tahu kondisi, saya dan temanpun pertama kali ke Maguwohardjo dan di pos UGM..tapi kemudian bantuan berupa uangmelalui BRI Peduli dan putra temanku yang bersama teman2nya langsung mencari ke para penduduk yang tak masuk pos pengungsi.

    Semoga masih banyak yang seperti Uda Vizon..kita memang harus bahu membahu membantu mereka

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>