semua kita adalah guru

Setiap kita adalah guru. Guru untuk diri sendiri, guru untuk keluarga, guru untuk masyarakat dan guru untuk alam semesta ini. Apa yang kita sampaikan dalam bentuk kata maupun perbuatan kepada orang lain, sesungguhnya itu adalah proses pembelajaran.

Sebagai contoh: Dalam perjalanan, kita melihat sebuah kecelakaan. Kejadian itu terekam dalam pikiran kita. Kemudian kita pulang ke rumah. Kepada orang yang kita temui di rumah, kita ceritakan apa yang dilihat tadi.

Proses melihat kejadian itu adalah proses belajar dan memahami. Kemudian, menceritakannya kembali, adalah proses pengajaran. Dari peristiwa menyaksikan kecelakaan dan lantas menceritakannya kembali, sesungguhnya telah terjadi sebuah kegiatan belajar-mengajar. Demikian seterusnya.

Secara tidak sadar, setiap kita telah menjadi “guru” bagi orang lain, dari sikap dan perkataan kita. Maka, jika kita sadar akan hal ini, tentunya kita harus berusaha untuk menjadi “guru” yang baik bagi sekitar kita. Memperbaiki perilaku maupun perkataan serta meningkatkan kualitas diri adalah syarat mutlak untuk itu. Pastilah kita tidak mau jika orang lain “belajar” sesuatu yang buruk dari kita. Iya kalau hal buruk itu mereka jadikan cerminan untuk tidak melakukannya juga, tapi jika mereka lantas menirunya? Tentunya tidak baik, bukan?

~oOo~

Kalimat-kalimat di atas adalah penggalan dari nasehat guruku tercinta, KH. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Modern Gontor, dalam acara Reuni Nasional Alumni Gontor angkatan 1991, di Kota Batu, Malang, 13 November 2010 yang lalu. Kegiatan ini kami sebut dengan tajammuk, diselenggarakan dua tahun sekali, seperti yang pernah kuceritakan di sini.

Ada banyak nasehat beliau yang terekam di benak dan sanubariku yang insya Allah akan kubagi di sini secara berkala nantinya.


“Kita semua adalah guru bagi semesta ini, maka jadilah guru yang baik” (KH. Hasan Abdullah Sahal)

Penggalan ini sengaja kusampaikan hari ini, bertepatan dengan Hari Guru Nasional, 25 November 2010.

Secara formal, yang disebut guru adalah seseorang yang mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada muridnya dalam sebuah lembaga tertentu. Tapi, dari paparan Pak Hasan tadi, kita sepatutnya menyadari bahwa meski secara formal kita bukanlah guru, namun tindak tanduk kita sesungguhnya telah membuat kita menjadi “guru” bagi orang lain.

Oleh karenanya, mari terus memperbaiki diri agar dapat menjadi “guru” yang baik bagi sesama.

Selamat Hari Guru bagi kita semua.. :)

27 comments on “semua kita adalah guru

  1. setuju sekali Uda, meskipun sering yang disebut guru hanya mereka yang mengajar di sekolah formal. Padahal setiap kita bisa dan seharusnya menjadi guru bagi orang lain.

    Dalam bahasa Jepang guru adalah sensei ???kanji sen = duluan kanji sei = hidup, jadi sensei arti harafiahnya adalah mereka yang duluan “hidup” dari kita. Saya pakai tanda kutip karena bisa saja sensei kita lebih muda dari kita, tapi secara keilmuan, dia duluan dari kita.

    Selamat hari guru Uda!

    EM
    Ikkyu_san recently posted..Autumn Leaves and FishingMy Profile

  2. Betul sekali ini Uda …
    Bahwa tanpa disadari …
    Kita semua bisa menjadi Guru …
    Guru bagi semua orang …
    Bisa kata-kata kita …
    dan bisa pula tindak tanduk laku kita …

    So …
    Kita harus selalu ingat …
    Agar Kata dan Laku kita itu senantiasa …
    layak digugu dan layak ditiru

    Selamat Hari Guru

    Salam saya
    (Anaknya Guru)
    nh18 recently posted..PRENGUSMy Profile

  3. Betul Uda..
    Kita semua menjadi guru bagi orang lain, bagi anak kita, keponakan kita, yunior kita…
    Dan hendaknya berperilaku kita, karena kita akan menjadi contoh bagi mereka semua…
    edratna recently posted..Semalam di SoloMy Profile

  4. ..
    Wah rame juga yg reuninya..
    Uda Vizon Pasti sibuk banget ya jadi panitia.. :-)
    ..
    Terimakasih sudah sharing Uda, saya ikut belajar disini..
    ..

  5. seiring dari “semua adalah guru” tentu sekaligus kita “semua adalah murid”

    murid yang mau “mendengar” pelajaran dari “semua guru”
    murid yang mau “belajar” dari pengalaman, dari setiap perjumpaan.
    murid yang mau “belajar” dari lingkungan

    salam,
    Bro Neo recently posted..Keindahan Tana TorajaMy Profile

  6. Guru-kata orang Jawa artinya di GUgu dan ditiRU ( diikuti omongannya dan ditiru perbuatannya). Oleh karena itu seorang guru harus menjaga ucapannya dan mendemonstrasikan tingkah laku yang bisa diteladani oleh para muridnya dan masyarakat yang lain.

    Seorang guru berlabel Jarkoni ( biso ujar ning ora bisa nglakoni-hanya ngomong tapi kelakuannya bertolak belakang dari ucapannya ) tak akan dihargai oleh muridnya atau orang lain.

    Guru adalah tugas yang mulia, oleh karena itu seorang guru harus menunjukkan kepribadian / akhlak yang mulia pula.

    Salam hangat untuk para guru.
    Mantan Gumil recently posted..KUAS – KUis Agak SulitMy Profile

  7. Selamat pagi sahabat tercinta
    Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
    Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

    Dengan bangga saya mengundang anda untuk mengikuti K.U.M.A.T ( Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun ) di BlogCamp. Tali asihnya sih tidak seberapa tetapi sensasinya sungguh ruaaaaaarrrrrrrr biasa.
    Silahkan simak artikel pengantarnya dengan meng-klik.
    http://abdulcholik.com/2010/11/16/kontes-unggulan-muhasabah-akhir-tahun/

    Terima kasih.
    Salam hangat dari Markas BlogCamp Surabaya
    Shohibul K.U.M.A.T recently posted..KUAS – KUis Agak SulitMy Profile

  8. Betul sekali Da, untuk itu kita harus selalu menjaga tingkah polah dan tutur kata kita, agar dapat menjadi Guru yang layak ditiru.. :)

    Reuni begini pasti senang sekali ya da, biarpuncapek jadi panitia tidak akan terasa… :)

  9. Apalagi untuk kita yang benar-benar berprofesi sebagai guru, tentu harus benar-benar menjaga perilaku maupun perihati (perihati? ada nggak sih kata ini? .. ;) )

    Trimakasih Uda, jadi lebih mawas diri nih.
    Tuti Nonka recently posted..I V FMy Profile

  10. ?????? ????? ????? ???? ???????
    ——

    Semoga saya benar2 bisa mnejadi guru yg bertanggung jawab untuk jasadsaya sendiri dan tentunya untuk kaka adik saya..
    Amin….

    Wah, pak dhe lulusan Gontor yak?

    Kunjungan perdana, pak dhe izin pasang link ke blogroll

    ——

    ?????? ?????? ????? ???????? – ?????? ???? ???????? ????????

    • Bumi… selamat datang di surau saya. Bahagia mendapatkan sahabat baru, apalagi yang masih muda dengan semangat membara..
      Tapi maaf, blog saya tidak bisa “membaca” selain huruf latin. Entah mengapa, saya juga gak paham. Saya sudah coba cari solusinya, tapi belum bertemu. Maklumlah, “ibu bidan blog” saya lagi repot, hehehe… :)

  11. hm, terima kasih juga sebab sudah menjadi guru buat saya,,

    o y? knp?

    baru saja mengajari bahwa setiap kita adalah guru, pada org lain, pd anak, pd istri, dn pd keluarga..

    Hm, sayangnya jaman sekarang yg banyak adalah yg merasa jadi guru, menggurui, tapi tidak punya jiwa guru…

    Semoga kita bisa jd guru yg benar2 guru, bukan asal guru-menggurui… amin
    John Murdock recently posted..Olahraga yang Menyenangkan- Aerobic DanceMy Profile

  12. indah sekali uda, ucapan KH. Hasan Abdullah Sahal…
    di dalam jurusan saya (FKIP), konsep ini sebenarnya sudah sering disampaikan, tapi bahasa yang digunakan terlalu langitan… sulit dipahami
    sedangkan ucapan kyai sangat membumi… mudah dicerna…
    Andi recently posted..COPETMy Profile

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


+ 7 = 15

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge