mudah saja


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Pada libur lebaran yang lalu, tepatnya 12 September 2010, aku mengajak seluruh anggota keluarga untuk liburan ke lereng Merapi. Kami ingin menikmati hijaunya pemandangan dan segarnya udara pegunungan. Atas saran adikku, Evans, maka lokasi yang kami pilih adalah kawasan Kali Kuning dan Bebeng, dekat rumah almarhum Mbah Maridjan.

Tidak banyak yang kami lakukan di sana, selain bermain, makan-makan dan menyalurkan bakat narsis sekeluarga. Kebahagiaan sangat terasa mengalir dalam darah kami. Betapa indahnya alam ciptaan Allah itu.


Narsis bareng di Kali Kuning

Tapi kemarin, 12 Desember 2010, persis tiga bulan setelah kegembiraan itu dipatri di hati kami, pemandangan yang sangat mengiris kalbu dan membuat mataku tak kuasa menahan aliran hangat di sudutnya, terpampang di depan mata. Kawasan yang dulunya hijau menyejukkan mata dan hati, sekarang berubah menjadi pegunungan tandus, lengkap dengan aroma sisa pembakaran yang berpadu dengan terik mentari memerihkan kulit.

Ya… kawasan Kali Kuning dan Bebeng sekarang sudah berubah total. Tidak ada lagi hijau dan sejuk. Semua luluh lantak karena muntahan lahar panas Merapi belakangan ini. Kawasan ini telah berubah wujud seperti ini:

Begini kondisinya dahulu…

.

Coba perhatikan pula yang ini…

Dan… inilah bentuknya dahulu…

Argh… betapa mudahnya itu semua berubah dalam sekejap. Sungguh, semuanya terjadi begitu saja, tanpa mampu kita untuk menghadangnya.

Fenomena ini, seharusnyalah  menjadi pembelajaran untuk kita, betapa kebagusan fisik, keindahan raga dan keelokan resam dapat berubah dalam sekejab tanpa mampu kita membendungnya. Sangat mudah bagi Tuhan untuk melakukan itu semua. Lantas, mengapa kita harus berpongah dengan tampakan tubuh kita?


Semoga kawasan ini kembali hijau dan segar


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

20 comments on “mudah saja

  1. perubahan fisik pasti terjadi, cepat atau lambat
    dan itu menurutku pasti berpengaruh pada perubahan psikis juga…. memang kadarnya berbeda antar manusianya.

    butuh berapa ratus tahun lagi spy daerah itu kembali seperti semula ya?

    EM

  2. Insya ALLAh,,semoga pula, saya buakn termasuk dlm org yg membanggakan keleokan raga..

    Toh sejatinya kita ini miskin makhluk yg tak meiliki apa-apa..kenapa kita harus sombong dan belagak, ya kan pak?

    Hemh..mikir seperti mbak Imelda, kapan ya suasana hijau itu bisa kembali?
    Semoga ALLAH melekaskanya..amin

  3. Salam Sahabat Common Cyber
    ***************************

    Miris lihat keadaan sekarang…
    Semoga kita dijadiakn ALLAH sebagai golongan mausia yg senantiasa rendah hati dan tak merasa mewah dg segala yg ada dlm diri,,krn haknya itu semua kepunyaan ALLAH sang maha demawan..

    amin…

  4. Apapun bisa terjadi jika DIA berkehendak …

    Terima kasih Uda …
    Saya pujikan upaya Uda untuk mengambil foto di titik yang sama … antara dulu dan sekarang …

    Jadi tampak sekali perbedaanya

    Salam saya Uda

  5. benar Uda, apapun jika Tuhan sdh berkehendak maka terjadilah… Tidak ada yg bs kita sombongkan, siapalah kita ini…

  6. Kita hanyalah makhluk yang tak sempurna Uda..bahkan nyawa kita diambil Nya, kita tak bisa memungkiri.
    Semoga kita selalu menjadi orang yang sabar dan ikhlas, karena semua hanyalah sementara.

  7. Jika Allah berkehendak, apapun bisa terjadi. Jangankan hanya mengubah secuil alam, bahkan seluruh alam ini adalah ciptaanNya, yang bisa Dia adakan maupun Dia tiadakan …

    Menjawab Mbak Imel, nampaknya tidak perlu sampai ratusan tahun untuk mengembalikan alam hijau itu. Mungkin cukup sepuluh tahun saja. Bukit Turgo yang dulu gundul pun sekarang sudah hijau kembali. Semoga …

    • Ya jika warganya (ngga usah nunggu pemerintah) sendiri mau berusaha pasti bisa kok Mbak. Danai Biwa sebesar itu yang terkenal dengan pencemarannya sekarang sudah bersih! tidak sampai 20 tahun….

      EM

  8. wah, benar-benar terjadi perubahan yang besar yah, udo, setelah erupsi merapi. tapi benar kata udo, klo allah sudah berkehendak semuanya menjadi mudah saja. mari kita bergandengan tangan memulihkan kembali Merapi, dengan cara apapun.

  9. ..
    Selalu ada pelajaran disetiap musibah ya uda..
    ..
    Hmm foto si jagoan kok narsis ya, pasti nurun dari ayahnya..
    He..he.. :-D
    ..

  10. aduh….. jadi terharu biru lagi…
    Dulu di suatu tempat di sekitar situ, aku “ditembak” wktu erupsi 2006, tempat itu hancur lebur diterjang wedhus gembel.. sempat sedikit membaik, tapi porak poranda lagi terkena erupsi 2010…lebih parah bahkan, lantak…

    Semoga tunas-tunas baru segera bertumbuh dan menghijaukan kaki Merapi kembali..

  11. kun faya kun..
    jika Allah swt Sang Maha Penguasa alam semesta berkehendak tak ada yg dapat menghalangi.

    merapi kali ini memberikan duka yg mendalam, kelak merapi akan memberikan hal yg indah penuh dgn kehijauan tanah subur pd manusia sekitarnya .
    semoga …………
    salam

  12. Berterimakasihlah kepada teknologi. Berkatnya, kita bisa mengetahui alam raya ini dapat berubah begitu cepatnya, kita mendokumentasikannya, dan bersyukur karenanya. Pada setiap jengkal kehidupan di depan kita.

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>