mendidik sampai akhir

“Jangan pernah berhenti, teruslah didik anakmu, hingga maut menjelang”.

Mungkin kita pernah merasa kesal dengan “kebandelan” anak-anak kita, merasa capek dengan tingkah polah mereka, merasa putus asa dengan pembangkangan mereka. Tidak sedikit kita temukan para orangtua yang kemudian menyatakan: “Ya sudahlah, terserah kamu, kami orangtua sudah cukup memberi peringatan!“.

Sesungguhnya keputusasaan semacam itu menurutku wajar saja. Namun, TIDAK dengan ibu mertuaku, Ibu Rasimah Ilyas, seorang perempuan pendidik sejati yang tak mengenal kata putus asa dalam mendidik anak. Quote di atas adalah kalimat yang selalu beliau dengungkan kepada kami, anak-anaknya.

Anak adalah anugerah terbesar yang Allah berikan kepada kita, sekaligus merupakan amanah yang harus dijaga selama-lamanya. Adalah salah anggapan sebagian orangtua yang merasa tugasnya selesai setelah sang anak berumahtangga. Orangtua harus tetap memberi arahan dan petunjuknya bagi sang anak agar rumahtangganya berjalan dengan baik dan menghasilkan generasi terbaik.

Itu pulalah yang beliau lakukan kepada kami. Setiap ada kesempatan, beliau selalu mengingatkan kami untuk terus menjaga akhlak dan pendidikan anak-anak. Beliau selalu katakan: “Ibu hanya ingin pastikan apakah kalian sudah menjalankan rumahtangga dengan baik dan benar serta mendidik anak-anak kalian sesuai Al-Quran dan Sunnah“.

Ah…. kalimat itu sungguh indah terngiang di sanubari ini, setiap saat.

Pelajaran hidup semacam ini adalah salah satu dari banyak pelajaran berharga yang ditinggalkan almarhumah ibu mertuaku. Beliau telah kembali keharibaan Sang Khaliq pada hari Minggu, 26 Desember 2010 yang lalu. Kepergian beliau memang meninggalkan kesedihan yang tiada tara di hati kami. Namun, melihat begitu banyaknya orang yang melepas kepergian beliau, ada kebahagiaan yang menyeruak di sanubari.

Ibu adalah seorang guru sejati. Hampir seluruh hidupnya dicurahkan untuk pendidikan. Murid beliau tersebar di seantero jagad. Semua mereka serempak mengatakan kesedihan dan kehilangan yang teramat sangat. Sungguh, hal ini membuatku bangga, ternyata Ibuku bukan perempuan biasa.

Tahun 2010 ini kami tutup dengan tutup usianya Ibu. Sedih dan bahagia bercampur jadi satu. Semoga tahun-tahun ke depan, tanpa Ibu di samping, dapat kami jalani dengan lebih baik beserta petuah-petuah bijak dari beliau sebagai pengarahnya.

Selamat jalan Ibu…
Kembalilah keharibaan Tuhanmu, dengan penuh keridhaan…

16 comments on “mendidik sampai akhir

  1. Saya ikut mendoakan …
    Semoga Ibunda tenang di sisi NYA

    Yes Indeed kalimat beliau itu sangat sederhana … tetapi didalamnya terkandung makna yang luar biasa

    Salam dan Doa Kami

  2. Semoga amal ibadah ibunda diterima Allah swt.
    Amien

    Betul Uda, mendidik anak memang tak pernah berhenti…walau anak sudah besar, orangtua masih mendoakan dari jauh…mengingatkannya untuk selalu ingat kepada Nya….

  3. Uda Vizon dan Uni Icha, saya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ibunda yang tercinta. Semoga khusnul khatimah. Saya yakin, didikan beliau kepada anak-anak dan cucu menjadi amanah yang tak kan terlupakan untuk selama-lamanya.

  4. semoga dilapangkan jalan beliau di sana..
    diampuni segala dosa..
    diterima amal ibadahnya..
    dan doa2 dari handai taulan, termasuk doa2 blogger yang di sini dikabulkan oleh Allah..

    amin.. allahumma amin..

  5. turut berduka cita…
    semoga segala amal perbuatan diterima di sisi Alloh SWT.. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga alloh memberikan kesabaran….

  6. turut berduka cita…
    semoga segala amal perbuatan diterima di sisi Alloh SWT.. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga alloh memberikan kesabaran….

  7. Uda,

    turut berduka cita Uda, semoga Almarhumah diterima di sisi Nya, karena sungguh besarlah kasih Nya

    semoga Uda sekeluarga, terutama Uni selalu diberi keikhlasan dan ketegaran

    salam,

  8. uda, maaf terlambat tahu berita ini. ibu mertua uda ini yg pernah saya temui waktu mampir ke rumah uda itu bukan?

    saya ikut berdukacita, ya uda. semoga ibu mertua uda dapat beristirahat dengan tenang.

  9. Turut Berduka Cita da,
    Semoga apa yang beliau dengungkan, menjadi pembelajaran sepanjang hidup kita.

    Walalu tak pernah bertemu, tetapi melihat pesanteren beliau di Payakumbuh, kami tahu SIAPA SEBENARNYA BELIAU.

    Semoga amal ibadah diterima di sisi NYA

  10. Uda, ikut berduka cita ya….
    Semoga beliau menikmati kehidupan abadi di surga…

    Sampaikan salam duka ini kepada seluruh keluarga, tetaplah semangat menghadapi hari depan…

  11. Ah ya, aku sempat membacanya di fb beberapa saat lalu saat Uda bertolak menuju Sumatra.

    Turut berduka cita. Semoga beliau mendapatkan tempat paling baik di sisi-Nya. Amin.

  12. Sahabat…. terima kasih atas ucapan dan doa tulus dari kalian semua…
    Sungguh, sebuah apresiasi yang membesarkan hati kami…
    Semoga Tuhan membalasinya dengan pahala yang berlipat ganda…

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>