kejutan manis


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Satu hari sekembali kami dari perjalan pulang kampung tempo hari (simak ceritanya pada postingan berjudul “pulkam”), anak-anak segera masuk sekolah. Kurasa, beristirahat sehari sudah cukup untuk mengembalikan suasana hati dan pikiran mereka kepada pelajaran di sekolah.

Menjelang siang, aku dikejutkan oleh pesan pendek dari putriku, Satira. “Pa, cerpen Tira dimuat di majalah Teratai, Tira dapat honor Rp. 50.000“. Sontak aku bersorak kecil. Tanpa menunggu lama segera kubalas, “Alhamdulillah, selamat ya Nak. Papa bangga sekali dengan Tira“.

Tanpa kusadari, setetes air hangat menggelayut di sudut mataku. Ini bukan soal lima puluh ribu rupiah. Ini bukan soal pamer kemampuan. Dan ini bukan soal kebanggan berlebihan. Tapi, ini adalah soal sejarah hidup putriku. Ya, aku bahagia sekali, ia telah menorehkan sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Untuk pertama kalinya, karyanya mendapat pengakuan sekaligus penghargaan.

Aku teringat dengan tulisan sahabatku Daniel Mahendra berjudul Dongeng Masa Kecil 1. Di situ DM menceritakan tentang tokoh Dan yang tulisannya dimuat di media massa untuk pertama kalinya. Peristiwa itu telah merubah jalan hidup Dan. Aku merasakan betapa itu benar-benar membekas di benak dan sanubarinya. Begitu pulalah yang kurasakan dengan putriku hari itu.

Selama beberapa hari, kulihat putriku itu tak pernah jauh-jauh dari majalah itu. Aku tahu, dalam hatinya terdalam sesuatu telah tumbuh dengan subur; kebahagiaan dan keyakinan. Semoga kami dapat terus membantunya memupuk tumbuhan itu, sehingga berbuah dan bermanfaat. Bantu kami Ya Allah…


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

22 comments on “kejutan manis

  1. cerpen Tira bagus, Syg….
    kamu pintar Nak..
    Selamat ya, cerpennya dimuat di majalah…
    Semoga menambah semangat Satira untuk terus menulis, mengembangkan bakat yg Tira punya..

    salam..

  2. aaah bagusnya tulisan Tira. Senang sekali ya Uda. Apapun bentuknya, apapun rewardnya, hasil karya anak kita kan merupakan “buah” pendidikan orang tua juga. Dan bangganya Tira, tulisannya bisa dibaca orang-orang. Selamat untuk Tira, Selamat untuk Uda dan mbak Icha. (Aku ikut merasa bangga….)

    EM

  3. ah Uda, saya jadi ingat dulu kelas 2 SD saya pernah mengirim gambar yang dibuat pakai krayon ke majalah Fantasi (kalau ndak salah). Gambar tersebut ternyata dimuat di majalah. Selang beberapa hari, saya dipanggil ke ruang guru dan mendapat hadiah dari majalah Fantasi berupa seperangkat spidol warna. Hehehe :)

  4. Waw… mengagumkan Tira ini, Uda!
    Sampaikan salam hangatku padanya.. dulu aku juga pernah sekali ceritaku dimuat di majalah BOBO waktu aku masih SD dan membayangkan bangganya Tira, barangkali sama dengan banggaku dulu :)

    Dik Tira, kutunggu di ranah blog ya :)

  5. Satira Hebat!…
    Segala yang besar berawal dari yang kecil. Kelas 4 saja sudah bisa mengukir prestasi hebat… Denuzz yakin, besar kelak Satira bisa menjadi penulis terkenal.
    Asal tetap ada doa dan dukungan dari kedua orang tua tersayang… :D

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  6. Saya setuju dengan Uda …
    Ini bukan masalah 50 ribu … ini bukan masalah majalah Teratai …

    Ini adalah mengenai “milestone hidup” … sebuah marka hidup … yang bisa jadi akan tertoreh dengan tinta emas di hati Satira …

    Dan saya yakin … kepercayaan diri Satira akan menjadi berlipat-lipat karenanya …

    Apapun cita-cita Satira …
    Semoga marka hidup ini bisa menjadi penyemangat abadi bagi dirinya …

    Salam saya Uda …
    Salam saya Satira …

  7. Moment yg akan terus membekas.
    Dan saya kagum dengan isi tulisannya, luar biasa. Semoga cita-citanya kelak bisa tercapai.
    Salam saya

  8. Wah, uda sudah berhasil menurunkan bakat menulis pada Satira. Memang air cucuran atap tidak akan jatuh jauh dari pelimbahan juga :lol: salam sukses untuk Satira.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  9. Wah senangnya punya anak yang begitu membanggakan. selamat ya Uda, apa yang selama ditanam, sudah mulai keliatan bunga dan sebentar lagi berbuah manis. Insya Allah :)

  10. Subhanallah,,, indah sekali cerpennya Satira sayang.. :)
    tante sampe ikut nangis bacanya, hikmah yang dalam dari sebuah boneka.. :)

    semoga melalui Ririn, satira diberikan berkah yang berlebih oleh Allah SWT, dan tentu saja disayang oleh Allah juga sesama.. :)

    tetap berbagi ya nak, semoga satira makin pintar dan cantik.. :)
    salam sayang tante…

  11. Saya bisa merasakan kebahagiaan dik Tira, juga keharuan Uda. Betul kata uda, bukan soal uang, bukan soal pamer kemampuan apalagi kebanggaan berlebihan, tapi memang ada sebuah pengakuan dan penghargaan, sesederhana apapun adalah hal besar yang mampu membangkitkan semangat dan gairah untuk berbuat lebih baik lagi.

    Hal serupa pernah saya rasakan saat hasil belajar menulis saya dipublikasikan di eramuslim dan kotasantri. Sungguh, bukan soal materi tapi ini menjadi titik awal untuk terus belajar dan berusaha lebih baik lagi.

    Salam untuk Satira. Jangan berhenti sampai di sini, jadikan hal ini pemicu untuk terus berkarya. Om mendukungmu sayang.

  12. Senangnya…..
    Selamat Tira….
    Menulis terus ya….ungkapkan apa yang ada dipikiranmu, berbagi pada sesama dengan memberikan tulisan yang indah.
    Betapa bangga Uda Vizon dan Uni…..

  13. Sugguh tulisan Satira sangat indah , nak…..
    bunda yakin , dgn dimuatnya tulisanmu, akan makin bertambah semangat menulismu ya nak……..

    ayo, terus menulis Satira…..
    peluk sayang utk Satira yang hebat……. :)
    salam

  14. Ah selamat pak vizon. Turut senang dan bangga mendengarnya, karena seperti kata uda sendiri, ini adalah torehan peristwa dlm kehidupannya. Semoga sang putri tetap bisa menyalurkan bakatnya sampai besar nanti ya.

  15. Ah, aku baru membaca ini. Sungguh sebuah pengalaman indah yang takkan terlupakan dalam seumur hidup Satira. Sangat indah! Sangat membekas!

    Berbahagialah Tira, karena kedua orangtuanya mengetahui kebanggaan hatinya bisa melakukan hal itu. Ketika aku kecil, orangtuaku tidak tahu apa yang kulakukan dengan karya-karyaku :)

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>