verdian


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Aih… lama juga aku tidak update blog ini. Melongok tulisan terakhir, ternyata itu sudah sebulan yang lalu. Artinya, selama Maret, aku hanya punya satu postingan. *tepok jidat*

Tapi, absenku di jagat perbloggan memang sengaja. Ketatnya jadwal dan banyaknya hal yang harus kukejar untuk menyelesaikan disertasi menjadi penyebabnya. Apalagi, setelah kejadian yang menimpa Bu Tutinonka, tentu menjadi pembelajaran yang luar biasa bagiku. Setidaknya, aku tidak mau membuat kesan bahwa blogger tidak bisa merampungkan kuliahnya, hahaha… (ini alasan semata, jangan dipercaya).

Ok, pada Rabu, 13 April 2011 kemarin, ada dua hal yang menggembirakan terjadi pada diriku. Pertama, disertasiku sudah siap untuk diajukan ke ruang sidang. Sehingga, aku sudah bisa sedikit bernafas lega (sedikit lho ya, karena masih ada tahapan berikutnya yang lebih menegangkan). Kedua, akhirnya aku bisa bertatap muka dengan narablog yang sudah cukup lama aku kenal, yaitu Donny Verdian.

Donny Verdian (DV) adalah seorang narablog asli Klaten, pernah sangat lama tinggal di Jogja dan sekarang berdomisili di Australia. Kepulangannya kali ini adalah karena Papa tercintanya dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa ke haribaanNya untuk selama-lamanya. Sesungguhnya, pada Januari kemarin, dia juga pulang dan kami sudah berencana akan bertemu, tapi ternyata aku harus membatalkannya, karena ibu mertuaku meninggal dunia.

Ketika aku mendengar kabar bahwa Papanya DV wafat, akupun berusaha untuk menghubunginya, tapi tidak berhasil. Walhasil, malah dia yang menghubungiku beberapa hari kemudian dan mengajak ketemuan. Tanpa pikir panjang, akupun menyanggupinya. Dan, seperti biasa, kalau ada narablog yang menawarkan kopdar, orang pertama yang akan kuhubungi adalah Bu Tutinonka. Sepertinya, kalau kopdar di Jogja tanpa Bu Tuti, bagaikan makan gak pakai minum, hahaha… :D

Setelah melalui perdebatan yang sengit dengan argumentasi yang berbelit-belit (halah, lebaaaay…), akhirnya kamipun sepakat untuk bertemu pada hari Rabu kemarin itu. Bertempat di Lombok Ijo, akhirnya kopdar tersebut terlaksana dengan sukses.

Bertemu dengan DV sungguh menyenangkan sekali bagiku. Ternyata, ia adalah seseorang yang sangat baik dan ramah. Obrolan dengannya mengalir dengan lancar. Dan, salah satu yang berkesan bagiku adalah pengakuannya tentang kemampuannya untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga sekarang. Karena keterpaksaan keadaan di Australia, membuat ia harus mampu bekerjasama dengan sang istri untuk mengerjakan semuanya sendiri, tanpa dibantu. Hal mana yang dulu dia tidak pernah kerjakan sama sekali. Bahkan, dengan bangganya ia mengatakan kalau iapun sangat fasih mengurusi anak semata wayangnya, Odilia. Mulai dari memandikan sampai menyuapinya makan. Dan, DV menceritakan itu dengan mata berbinar-binar, sebuah pertanda kalau dia sangat menikmati peran tersebut. Bravo!

Kami tidak lama bertemu, hanya 1,5 jam. Tapi, waktu yang singkat itu terasa sangat berkualitas. Dalam hati kami berjanji, akan tetap menjaga silaturrahmi ini, selamanya…

Bu Tuti, terima kasih atas pertemua kemarin, mari kita siapkan untuk kopdar-kopdar selanjutnya, hehehe…
DV, terima kasih atas kehangatanmu, aku sangat terkesan. Dan, untuk Papamu, aku doakan semoga beliau diampuni segala dosanya dan beroleh kebahagiaan di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sssttt… mau pinjam kalimat Om Nh bentar ya…
This is the beauty of blogging :)


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

21 comments on “verdian

  1. indeed… TBoB

    senangnya bisa berjumpa bersama. aku sudah baca laporan dan fotonya dari TV nya mbak Tuti. DV emang bener gede dan menjulang ya. Kapan aku bisa ketemu dia? **cari jadwal penerbangan ke aussie hihihi** (cari doang)

    beruntungnya Joyce punya suami yang mau ngurusin anak dan bisa :D

    EM

  2. senangnya bisa kopdar sama DV dan Bu Tuti :) *ngiri dot com hahaha*

    pertemuan 1,5 jam itu pasti asyik ya. sepertinya kalau hidup di luar negeri, kaum pria harus bisa melakukan pekerjaan rumah tangga ya. mahal bayar TKI :p eh, padahal DV TKI juga ya? hihihi…

    uda, semoga desertasinya sukses waktu sidang besok :) ini bisa jadi bahan tulisan lagi utk blog kan? :D

  3. Ahhh …
    Akhirnya keturutan juga keinginan DV

    dan satu lagi …
    saya tersenyum membaca tulisan ini …
    ” … Mulai dari memandikan sampai menyuapinya makan. Dan, DV menceritakan itu dengan mata berbinar-binar, … ”

    (Ternyata ini sebuah luxury rupanya)(… hahaha …)

    Eniwei …
    This is the beauty of Blogging …

    Salam saya

  4. Quote :
    ‘Setelah melalui perdebatan yang sengit dengan argumentasi yang berbelit-belit (halah, lebaaaay…), akhirnya kamipun sepakat untuk bertemu pada hari Rabu kemarin itu. Bertempat di Lombok Ijo, akhirnya kopdar tersebut terlaksana dengan sukses’

    Ah … Uda bisa aja. Padahal saya tahu, Uda milih tempat itu karena ada interest pribadi, yaitu dekat banget dengan kampus Uda … hahaha … :D

    Uda, terimakasih sudah menjadikan saya sebagai minuman … hahaha … :D

  5. Terimakasih Uda, atas kopdar kemarin saya sangat menikmatinya hahahaha…

    Terimakasih juga bukunya, melengkapi Negeri Lima Menara :)

    Kapan-kapan kita kopdar lagi yang lebih seru lagi..

    Dan yang terpenting dari itu… saya memang tampan hahahah!

    • mas DV ternyata tinggi besar ya…
      dan satu lagi, sy suka sekali melihat senyum mas DV… :)
      Odilia pasti seneng banget punya papa yg pinter segalanya… :)

  6. Ahh senangnya…..
    Dan pasti Donny juga senang, karena selama ini hanya kenal lewat dunia maya….sayangnya mbak Tuti nggak pake jilbab merah ya….

  7. Uda, Bunda Tuti, pilihan tempat kopdar Tt memang oke ya..terbukti Bunda kopdar di sini lagi…hihihi…

    pengen deh ikut kopdaran lagi…
    sm mas DV blm begitu kenal tapi udah sering dengar. Yg nulis Epitaph kan, Uda?

    Btw, sukses ya Uda buat sidang disertasinya. Semangat!! :)

  8. senangnya kalau sudah kopdar….pertemuan berikut di dunia maya jadi lebih berkesan…karena sudah bertemu muka….(iri)…. :)

    salam :)

  9. sebuah pertemuan yang menyenangkan sekaligus mengharukan pastinya, mas vizon. ternyata mas donny barusan pulang ke kampung halaman setelah sekian lama berada di negeri kanguru. oh, ya, semoga lancar dan sukses dengan disertasinya, mas.

  10. Pingback: Jogja, si penawar duka — Donny Verdian

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>