dokumen online


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Sebuah peristiwa besar menimpa seorang kawanku, sebut saja namanya Imron. Laptopnya hilang dicuri orang. Kalau laptop yang hilang, tentu masih bisa dibeli lagi jika ada dana. Tapi, yang membuatnya lemas tak berdaya adalah turut hilangnya segala data yang ada di laptop tersebut, termasuk draft disertasinya.

Disertasi yang dia kerjakan selama hampir tiga tahun ini, hilang tak berbekas. Celakanya, harddisk yang selalu dia jadikan sebagai alternatif penyimpanan data, baru saja dia format ulang karena kemasukan virus, dan dia belum sempat memindahkan kembali data di laptop ke harddisk tersebut.

Artinya, semua data yang dia miliki hilang tak bersisa. Imron benar-benar seperti kehabisan darah. Tak mampu lagi berdiri tegak dan tertawa lepas seperti biasanya. Dunianya seolah runtuh dan tak sanggup lagi untuk dibangun kembali.

Meski pihak universitas memaklumi keadaannya dan memberinya kesempatan dan tambahan waktu untuk mengulang kembali penulisan disertasinya itu, tetap saja Imron kehilangan separuh dari semangatnya yang menggebu-gebu di awal dahulu.

Dari pengalaman kawanku ini, agaknya peringatan dari beberapa kawan soal pembiasaan mem-backup data kita di berbagai tempat harus benar-benar diperhatikan. (Sila baca tulisannya Ria di blognya Bu Tuti, di sini). Khawatir akan kejadian yang sama menimpaku, maka akupun melakukan beberapa hal untuk mengantisipasinya, yakni:

Pertama, mencadangkan data-data di lebih dari satu harddisk eksternal. Saat ini aku punya dua harddisk eksternal, yang satu selalu kubawa kemana-mana dan yang satunya lagi tersimpan dengan rapi di meja kerjaku. Secara rutin, kedua harddisk itu ku update, sehingga segala perubahan yang ada di harddisk komputerku tetap tersimpan dengan baik di situ.

Kedua, menyimpan data-data penting itu di beberapa alamat email. Caranya, data-data itu kukirim dari emailku yang satu ke beberapa alamat email yang kupunya. Surat-surat yang kukirim itu kemudian dimasukkan dalam sebuah folder yang sudah kunamai berdasarkan kategorinya. Dengan demikian, kapanpun aku membutuhkannya, aku bisa ambil data-data tersebut.

Ketiga, memanfaatkan web-web penyimpanan online, seperti 4shared.com, mediafire.com dan ziddu.com. Ketiga media ini aku manfaatkan. Kelemahan dari menyimpan data di media-media ini adalah, adanya kemungkinan orang lain menemukan data-data kita tersebut melalui mesin pencari lalu mengunduhnya. Oleh karena itu, sebaiknya data yang disimpan di situ adalah data-data yang tidak terlalu pribadi.

Begitulah usahaku untuk mengantisipasi peristiwa serupa Imron tadi. Semoga bisa mengurangi dampak dari kehilangan data-data penting.. :)

Bagaimana dengan Anda? Punya pengalaman soal simpan-menyimpan data? Bisa berbagi pengalaman tak? :)


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

26 comments on “dokumen online

  1. Farijs van Java baru menulis soal dropbox di blognya:
    http://drjt.wordpress.com/2011/04/28/kotak-taruhan-atau-kotak-jatuhan-atau-kotak-tampungan/

    Aku sendiri pernah pakai Yahoo briefcase (sudah ditutup), lalu box.net, juga diajari Ria untuk pakai google document (bisa sinkron jika diedit oleh teman juga, wkt penilaian menjadi juri di ceritaeka, aku dan DM pakai cara itu). Juga sering mengirim email bahan pelajaran ke murid dan file sentnya aku save.

    Aku pernah tulis bahwa aku tidak bisa buka HD 160GB ku, dan utk buka perlu sekitar 8juta rp. Ternyata setelah aku buka HD yang lain, aku sudah sempat copy foto-foto yang ada di 160GB, jadi tertolong deh. Kalau tidak, bisa nangis darah deh hihihi

    EM

    • Aku sudah kunjungi blog Farijs van Java dan sudah coba lakukan apa yang disarankannya. Ini jadi alternatif penyimpanan data lagi. Thank Nechan :)

  2. Waduhhh !!!
    Disertasi Hilang …
    Data Hilang …

    Aaarrrggghhh …
    Perlu waktu … untuk menenangkan diri … memacu semangat kembali … untuk menulis lagi …
    Bagaimana pun … rasa geram … kecewa … marah dan sebagainya sangat berpengaruh pada mood …

    Semoga Imron temen uda itu bisa bangkit lagi

    Dan terima kasih telah menceritakan hal ini …
    ini bukan hal baru … tetapi saya pikir … sangat perlu untuk diingatkan kembali … jangan sampai kita nangis darah …

    Thanks Uda

    Salam saya

    • Saya belum pernah mengalaminya Uda …
      dan mudah-mudahan jangan pernah mengalami

      hal yang saya lakukan adalah … punya back up hardisk
      (dari merek yang terpercaya) … walaupun tidak bisa menjamin seratus persen juga

      Salam saya Uda

      • Alhamdulillah Imron sudah bangkit lagi Om, meski sedikit terseok-seok. Syukurnya pihak kampus memahami keadaan ini dan memberinya kelonggaran waktu.. :)

  3. postingan uda ini seolah menjadi peringatan yang kesekian kalinnya buat sil pribadi…

    sil juga biasanya backup data di hardisk externaal dan di email, tapi susahnya update itu…
    dan setelah baca postingan ini sil jadi langsung update data skrripsi yang ada di email.

    • Iya Sil… saya juga sebenarnya sudah sering diberitahu soal ini. Tapi ya itu tadi, suka mengundur-undur. Habis ini gak lagi deh, hehehe… :)

  4. Hmmm…saya juga kerap khawatir kehilangan data Uda. Terutama foto-foto saya seabrek banyaknya dan memakan banyak tempat di harddisk. :p

    Saya punya harddisk eksternal Uda, namun nggak saya pakai untuk menyimpan data penting. Sebab, saya khawatir kalau harddisk eksternal itu saya bawa kemana-mana, akan membuatnya rentan rusak. :(

    Solusi yang menarik minat saya adalah peranti khusus backup, seperti Drobo. Jadi sistem penyimpanan data Drobo itu dibentuk dari sekumpulan harddisk yang terpisah dari komputer utama. Sistem keamanan datanya cukup mumpuni, sebab data akan terus dibackup oleh sistem Drobo. Sayangnya, peranti ini belum masuk Indonesia Uda. :(

    (lha kok jadi info produk yah? :p)

    • Wah, kayaknya produk bagus tuh…
      Ok, kita sama-sama tunggu kehadirannya di Indonesia. Semoga harganya terjangkau ya Wij.. :)

  5. Selain dropbox, masih ada box.net sebagai media penyimpanan online seperti kata bu Imel. Tidak banyak sih ruang yg ditawarkan, cuma sekitar 2 GB. Jika pakai ubuntu, juga ditawarkan media backup online gratis sebesar 1GB. Kedepan, model media online ini kayaknya bakal jadi trend, apalagi jika Google ChromeOS keluar. Konsepnya, Cloud computing, komputerisasi awan, dimana semua data tersentral di server pusat dan bisa diakses dimana saja, jadi tidak perlu takut kehilangan data. Itu teorinya. Entah soal praktek, apalagi di Indonesia, yang koneksi internetnya pas-pasan. :p

  6. Aku sejak lama pake Google Document, Uda…
    Selain bisa dibuka dimanapun dan diedit kapanpun, dia juga relatif aman dan bisa ditulis bersama-sama… :)

  7. Trims sharingnya uda. Dari tulisan Ria juga saya bisa back up tulisan di blog dan cara penyimpanannya ya cuma tau di email aja he..he.. Yang lain belum ngerti.

    • Sama-sama Kak Monda…
      Perlu membiasakan diri ya kayaknya, biar paham betul cara-cara penyimpanan data secara online ini

  8. Saya pribadi sering menggunakan media CD/DVD untuk backup data-data penting, pernah juga saya gunakan layanan penyimpanan online yaitu ziddu dan mediafire tetapi setelah kurang lebih 2-3 bulan semua file-file saya dihapus semua tanpa ada yang tersisa…

  9. Wah … ikut prihatin atas musibah yang menimpa Imron. Saya sangat bisa membayangkan seperti apa lemasnya kehilangan seluruh data dan tulisan disertasi. Syukurlah teman Uda sudah bisa bangkit kembali. Semoga ia ditolong Allah SWT. Amin …

    Saya sendiri belum canggih dalam hal back-up data. Masih pakai cara ‘tradisional’, yaitu disimpan di beberapa disk. Harus belajar nih yang lebih canggih … :)

  10. ..
    sekarang udah jamannya SSD Uda, dibanding HDD eksternal.. jauh lebih kecil, ringan, gak panas dan lebih tahan goncangan, jd bisa di masukin saku.. hehe..
    cuman..
    harganya masih agak mahal.. hehe..
    ..

  11. wah, nggak kebayang tuh stress’nya si bang Imron :(
    bener kata bang napi, waspadalah!! kejahatan ada dimana-mana.
    sukses selalu!!

  12. Benar sekali, untuk data-2 penting memang tidak seharusnya di simpan di satu tempat. Bisa di taruh secara online, dengan pengawalan minimal password (enkripsi lebih bagus). apabila menggunakan cara syncronize data lebih baik .

  13. tambahan:

    untuk menyimpan data secara online, bisa membantu untuk mengerjakan suatu tugas (seperti thesis) dari banyak tempat, kantor, sekolah, warnet, cafe dll :)

  14. Kejadian seperti itu sering terjadi Uda….jadi8 mesti siap untuk back up.
    Back up saya sederhana, hanya di beberapa USB, dan hard disk external. Saya pernah diketawakan teman gara-gara back up nya lebih dari satu,

  15. Saya mau sharing sedikit cerita mengenai skripsi itu. Di suatu univ di Jepang, salah satu mhs Indo yang sedang menulis skripsi banyak mem-back-up data di komputer sekolahan, berisi data-data ttg penelitiannya. Siapa nyana ada mhs dr negara C*** yang mengambil data-data itu dan menjadikannya skripsinya sendiri, dan diterima dosen dan LULUS.

    Si mhs Indonesia ini manyun, tak bisa melanjutkan penelitian krn datanya sudah dipakai, dan musti mengulang dari awal :( Ntah bagaimana cerita kelanjutannya, karena saat itu aku banyak mendengar mahasiswa yang menjadi sakit (jiwa/gila) di univ Jepang, th 1996-an.

    Tapi kemungkinan data dicuri itu di sini amat besar, jadi perlu berhati-hati waktu memakai komputer univ/umum. Semoga orang Indonesia tidak ada yang sejahat itu memakai data org lain sbg skripsi sendiri, atau bahkan menghancurkan data yang ada. Well, orang jahat selalu ada di mana-mana. Hati-hati saja.

    EM

  16. Wah nggak kebayang gimana rasanya tuh… wong saya aja waktu itu cuma TA aja pusingnya minta ampun saat hardisk saya rusak…
    akhirnya saya harus membayar mahal untuk mengembalikan data2 saya….

  17. Kita harus menpunyai data yang selalu Ganda bisa di simpan di External Hardisk maupun via E-mail.. apabila fisik nya hilang kita bisa mencari data2 yang ilang di Back uo Hardisk.. karena fisik nya hilang kita bisa usahakan beli tapi data nya hilang,,,, rasanya jadi kiamat kecil…

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>