undian berhadiah


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Sekali lagi, postingan Om Nh menginspirasiku untuk menuliskan sesuatu di blog ini. Kali ini, tulisan beliau berjudul probability yang membuatku tergerak untuk menuliskan hal berikut.

Sebenarnya, sudah lama aku ingin angkat lagi sebuah postingan lamaku di sini. Postingan tersebut berjudul “Beware, Kopi ABC!!“. Postingan itu aku publikasikan pada 11 November 2007 silam, di blog lamaku yang di wordpress.com. Sudah cukup lama memang. Dan justru di situlah menariknya. Postingan yang sudah cukup lama itu, ternyata sampai hari ini masih saja ada yang mengunjunginya dan meninggalkan ┬ákomentar. Tercatat ada 95 komentar yang semuanya bernada sama.

Baiklah, coba simak tulisanku tersebut:

============================================

Beware, Kopi ABC!!

Peringatan ini sebetulnya lebih tepat diajukan kepada Produsen Kopi ABC Susu. Karena sudah beberapa kali terjadi penipuan mengatasnamakan produk ini melalui program “Jelegar Kopi ABC, Hadiah Langsung”

scan10122.jpg

scan10123.jpg

Beberapa hari yang lalu, tetangga saya membeli kopi ini di warung dekat rumah. Ketika membuka kemasan, dia menemukan secarik kertas di dalamnya dengan tulisan “SELAMAT ANDA MENDAPATKAN 1 UNIT MOBIL” yang dicetak menggunakan hologram berwarna kuning emas. Kertas kecil itupun dilengkapi dengan tulisan-tulisan lain, di antaranya; nomer telepon perusahaan (021-32180025) dan kontak person (Drs. Rudiman 0815-85938844, lengkap dengan fotonya) dan layanan konsumen (0888-1330107).

Singkat cerita, tetangga saya tersebut meminta tolong untuk menghubungi nomer-nomer tersebut. Setelah saya coba hubungi, ternyata banyak sekali kejanggalan yang saya temui, yaitu:

  • Nomer telpon perusahaan sama sekali tidak bisa dihubungi.
  • Nomer layanan konsumen pun tidak bisa (sepertinya ini nomer ponsel FREN).
  • Yang bisa dihubungi hanya kontak person (Drs. Rudiman). Nada bicara Rudiman terdengar sangat terbata-bata, tidak meyakinkan. Sewaktu saya tanya kenapa nomor telpon perusahaan tidak bisa dihubungi, jawabnya ada kerusakan gara-gara banjir! [Setahu saya, Jakarta belum banjir, mungkin bentar lagi... :( ].
  • Dengan alasan klaim yg saya ajukan sudah lewat dari batas waktu yg ditentukan (25 Oktober 2007), maka saya harus membayar biaya administrasi bila hadiah ingin tetap diambil. Biaya adiministrasi yang diminta adalah 5% dari harga barang (Rp. 4.700.000) dan harus ditransfer siang itu juga sebelum jam 12.00 ke rekening pribadinya di Bank Mandiri.

Melihat kejanggalan-kejanggalan ini, saya langsung bisa menebak kalau ini adalah usaha PENIPUAN!!

Akhirnya, dengan alasan bahwa saya tidak punya rekening di Bank Mandiri, saya minta dia memberikan alamat perusahaan agar saya bisa antar langsung uangnya ke situ. Mendengar itu, si Rudiman pun gelagapan dan tanpa basa-basi langsung menutup telpon dengan sangat terburu-buru…

Melihat ini, ditambah lagi dengan keluhan-keluhan konsumen yang saya baca di beberapa situs tentang hal yang sama, jelas sudah bahwa ini adalah sebuah aksi penipuan.

Pertanyaannya sekarang adalah: bagaimana bisa produsen Kopi ABC yang sudah cukup punya nama di masyarakat, bisa kecolongan seperti ini? Packingan kopi ini ketika dibeli tetangga saya itu di warung, dalam keadaan terjalin dengan yang lainnya (tersambung beberapa kemasan alias rentengan). Besar kemungkinan, kertas kecil tadi itu dimasukkan ketika kopi ini dipack di pabriknya. Kalau benar demikian, maka PT. Santos Jaya Abadi sebagai produsen Kopi ABC Susu, benar-benar harus berHATI-HATI!!!

===========================================

Setelah hampir empat tahun tulisan itu aku publikasikan, ternyata masih saja ada orang yang menemukan persoalan yang sama seperti yang termuat di tulisan tersebut. Aneh saja menurutku. Dalam rentang waktu yang cukup lama itu, bukannya tidak mungkin ada banyak komplain terkait persoalan ini. Namun nyatanya, masih saja ada orang yang menemukan fenomena serupa.

Lantas, apa hubungannya dengan tulisan Om Nh? Gak ada sih… Cuma ingin mengatakan: “Belilah minumannya, jangan harapkan hadiahnya”, hahahahaha…. :D *dikeroyok massa*


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

22 comments on “undian berhadiah

  1. Udaaaaa janganlah dibilang lah dibilang jakarta bentar lagi banjir :((
    Anw aku gak tau gimana caranya itu mreka bisa masukin hologram gitu ya… Kalo pas ngepack, berarti…… :(

    • Tenang Ka, Jakarta gak bakal banjir kok, paling cuma tergenang air yang agak banyak aja, hahaha… *ditabok warga se Jakarta*

      Itulah juga yang mengherankan, kok bisa masuk ke dalam kemasan resmi itu?

  2. Hahahaha …
    100 juta man … 100 juta …
    Apa ndak ngiler coba …
    Dan lagi saya peminum teh hijau kemasan dalam botol itu … uda pasti ingat pertemuan kita di bekasi … saya pesan itu juga kan … hehehe

    Yang jelas …
    yang namanya penipuan itu pasti saja punya cara untuk mengelabui calon korbannya

    dan saya kira … ini kejadiannya bukan di tahap packaging …

    rentengan itu bisa disatukan kembali dengan menggunakan alat tertentu … diluar pabrik pastinya

    salam saya Uda

    • Om trainer aja tergiur lho, apalagi saya!
      Bayangkan, 100 juta lho hahahaha

      Memasukkan kartu seperti itu tidaklah sulit bagi mereka, mereka punya alat untuk merekatkan kembali plastik yang telah dibuka, mesinnya sama seperti mesin pabrik. Nah lhoo. Tetap selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan penipuan. Kalau memang mendapatkan hadiah diusahakan diambil sendiri ke tempat penyerahan.

  3. sepertinya selagi masyarakat masih tergiur dengan yang instan2, penipu2 itu pun masih akan menuai duit :D jadi apa dong yang harus diubah? mindset masyarakat atau….?

  4. Mama saya pernah juga suatu waktu dulu telepon saya bilang “Don, mama dapat hadiah 25 juta!”

    Saya langsung ngga percaya meski konon kabarnya Mama lalu menyuruh Papa (alm) untuk ngecheck ke sana sini…

    Menurutku, maraknya undian2 palsu begitu pertanda kesejahteraan yg belum merata di masyarakat kita. Bisa juga kita jadikan kejadian demi kejadian itu sebagai pertanda seberapa sejahtera dan seberapa ingin sejahteranya kita.

  5. Saleum,
    Semoga saja tidak ada lagi yang tertipu, posting uda ko sangat bagus sebagai pengingat bahwa banyak sekali kedok penipuan yang beroperasi mengatas namakan perusahaan tertentu.
    saleum dmilano

  6. kalau yang nimpa istri saya dilampiri surat dari Kantor Pajak dengan Kop surat kanwil dengan data Pemeriksan Pajak, setahu saya undian hadiah tidak seperti itu …

    Atau ada kemungkinan Kopi ABC ada yang palsu juga … sehingga isinya dimasukin penipuan seperti itu

  7. Penipu-penipu itu bisa jadi paham betul teori statistik dan probabilitas,
    dan bukan tidak mungkin, dari hasil aksinya selama ini, mereka mempunyai hasil probablity yang tinggi dari usahanya,
    maka dari itu,
    mereka tidak pernah berhenti dan bisa jadi sudah menjadi usaha inti.

    apa kabar Uda :)

  8. memang masih banyak penipuan seperti itu uda,
    yang lewat sms aja masih banyak juga yang kena,
    sepertinya menghentikannya kalau rakyat sudah merasa cukup dengan yang mereka punya, jadi ga minat lagi sama iming2 aneh :)

  9. maaf aja deh meskipun ada iming-iming hadiahnya “cuma” 1 juta, aku ngga mau ngoyo beli dan berusaha untuk mendapatkan. Bukannya sok kaya, tapi pedomanku adalah TIDAK ADA UANG GRATIS TANPA KERJA. Dan itu berlaku utk hadiah-hadiah, jadi aku tidak akan pernah beli barang dengan target tertentu.

    Tapi di Jepang banyak barang dijual dgn tempelan (spt di Indonesia ditempel serbet/saputangan/sendok) boneka/gantungan kunci atau mobil-mobilan. Nah ini collectable jadi suka beli (terutama Gen sih, aku ngga). Mayan dulu ada koleksi gantungan coca cola unik dan kita berhasil melengkapinya. Tapi kalau undian? ngga deh. Makanya deMiyashita ngga bisa kaya :)

    EM

  10. wah, ternyata makin beragam modus orang melakukan praktik tipu2 nih, mas vizon. oh, ya, insyaallah tulisan tentang “keayahan” saya emailkan besok, mas. salam kreatif.

  11. sama spt mbak EM. aku selalu tidak percaya dengan embel2 hadiah spt itu. rasanya “too good to be true”. lagi pula biasanya akan ada pengumuman resmi kalau suatu produk menyelenggarakan undian…

  12. Kasus ini bukan hal yang aneh apalagi mengingat seorang kawan yang berkerja di bagian pengawasan beberapa produk makanan yang dikemas. Yang jelas, ada kebocoran di tingkat pengemasan atau di perusahaan percetakan kemasan. Untuk kebocoran di tingkat pengemasan sangat minim karena biasanya hukuman yang dikenakan cukup berat pada karyawan yang bersangkutan tapi tetap tidak 100% bersih.

    Pada kebocoran di tingkat percetakan kemasan, pabrik atau produsen biasanya memesan dalam jumlah tertentu (sangat banyak) ke percetakan yang dipercaya (beda perusahaan). Di sini jelas sangat rawan karena ada banyak proses termasuk gagal cetak dan juga pengiriman. Silakan tebak sendiri jika ada 1 bundel saja plastik kemasan yang hilang atau katakanlah 1 renteng yang hilang? Alat cetak pengemasan pun sudah sangat mudah didapatkan, tinggal diisi kopi racikan atau buka saja kemasan yang asli lalu dituangkan dan tambahkan kertas undian. Selesai sudah!

    Untuk itu, Uda, sebagai masyarakat kita harus melaporkan hal ini pada produsen yang bersangkutan sehingga menjadi masukan buat mereka agar tidak ada lagi kebocoran dan bisa mengusut kasus yang sebenarnya itu seperti apa. Kalau tidak ada yang melaporkan, bagaimana produsen akan tahu?

    Kunjungan kembali setelah sekian lama. Sehat, Uda? ^_^

  13. Wah, memang orang2 ini makin kreatif aja ya – tinggal kita-kitanya aja yang mesti waspada dan bisa memberdayakan lainnya agar tidak menjadi mangsa.

    Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari Irak.. ya Irak yang masih meledak-ledak itu…

  14. Mungkin ..karena saya jarang dapat undian…entah kenapa, jadi akhirnya memang tak peduli soal undian…yang penting barang yang dibeli menarik apa tidak.

    Masih ada yang mencoba menipu ya Uda, berarti memang si penipu tahu, bahwa masih ada peluang orang yang lengah karena mengharapkan hadiah yang bodong.

  15. iya sih Uda.. heran.. kok bisa masuk kemasan dgn kondisi kemasan tetap rapi.. heran juga jika perusahaan kopi ga bisa tuntaskan ini…

    anyway.. paragraf terakhir bikin agak ‘ngakak’.. hehe.. uda sama om klop banget dah.. :)

  16. Bener Da, kita harus waspada atas undian2 yang jelas..bisa jadi malapetaka..karena orang gampang di iming mendapat yang lebih besar dengan tidak melakukan apapun

  17. Saya juga pernah dpt kuponnya, kayaknya cara masukin itu kupon dg cara menyobek dan direkatkan kembali dengan dipanasi/dipres

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>