negeri atap dunia


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Pernah dengar istilah “negeri atap dunia”, atau dalam bahasa Inggris disebut the rooftop of the world? Tentu sudah dong. Yaitu, istilah yang dilekatkan kepada kota Lasha, Tibet. Dinamakan demikian karena letaknya yang berada di ketinggian, yakni di atas Himalaya, pegunungan tertinggi di dunia. Dapat dibayangkan, betapa dinginnya kota ini. Bahkan, ada juga yang menjuluki kota ini sebagai “negeri di awan” karena selalu diselimuti awan.

Sekitar setahun yang lalu, aku membelikan anak-anakku satu set ensiklopedi dengan judul “Aku Ingin Tahu Mengapa”. Mereka sangat menyukai buku ini. Karena tampilannya yang menarik dan bahasanya yang pas sekali untuk anak-anak. Saking seringnya mereka membaca buku-buku ini, mereka hampir hafal masing-masing entry yang ada di dalamnya. Salah satunya yang memuat tentang kota Lasha ini.

Maka, ketika sahabatku Daniel Mahendra a.k.a DM, mengirimkan pesan pendek yang mengatakan bahwa dia akan berkunjung ke kota tersebut, akupun menberitahukannya kepada anak-anakku. Tanpa dikomando, si bungsu Fatih langsung mengambil buku tersebut dari rak dan membuka halaman yang memuat entry negeri di awan ini.

Yang ini kan Pa?”, katanya dengan sumringah.

Iya, betul. Kok Fatih tahu?“, jawabku

Fatih suka sama kota ini, jadi kepengen pergi kesitu“, imbuhnya.

Aku pun tersenyum demi mendengarkan jawaban polos bungsuku itu. Ah… mungkinkah dia punya keinginan yang sama dengan DM dan ingin mewujudkannya di masa dewasanya kelak? Entahlah, kita lihat saja nanti.

Hari ini, 24 Mei 2011, aku mendapatkan kiriman kartu pos dari DM yang dikirimnya dari kota Kahtmandu, Nepal, setelah ia berkeliling Tibet. Kartu pos itu memang sudah cukup lama ia kirimkan, sebulan yang lalu, tepatnya 23 April 2011. Namun, aku tetap merasakan kebahagiaan yang luar biasa ketika menerimanya. Meskipun sang pengirim sudah pulang kembali ke tanah air sekitar dua minggu yang lalu, tapi kedatangan kartu itu tetap terasa istimewa.

Kalau sahabat narablog semua ingin mengetahui bagaimana kisah perjalanan seru DM ke negeri atap dunia tersebut, yuk kita longok blog beliau, www.penganyamkata.net. Aku yakin, anda semua akan ikut larut dalam kisah perjalanan nan aduhai itu… :)

Buat sahabatku Daniel Mahendra kuucapkan selamat atas pencapaianmu itu. Aku semakin yakin, bahwa setiap keinginan yang diusahakan dengan sungguh-sungguh akan terwujud dengan cepat dan tepat. So, kapan kau akan antar aku ke sana…? ;)


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

24 comments on “negeri atap dunia

  1. wah kartu posnya juga ikut melanglang buana dulu sebelum mendarat di Yogya ya? hehehe.

    Ikut senang dengan tercapainya impian Danny pergi ke negeri senja eh atap dunia :D

    EM

  2. Ahhh …
    rupanya inilah yang sering disebut orang …
    Negeri diatas awan …

    dan saya tertarik dengan kata-kata DM … “ternyata kebahagiaan itu letaknya tetap di hati …”

    Dan satu lagi … saya rasa Fatih jika ALLAH menghendaki akan sampai pula kesana

    Salam saya Uda

    • kalau Om baca tulisannya DM, akan tahu kalau ternyata dia sudah sedari kecil memendam keinginan untuk mengunjungi tempat itu, gara-gara baca komik Tintin…

      barangkali, Fatih juga demikian ya Om.. :)
      semoga saja terwujud

  3. Ngiriiiiiiiii saya sama kartu pos nya
    kok ga ada bolaknya Uda :D Kan pengen liat yang di balik tulisan itu gambarnya hueeeee

    Insya ALlah, Fattih juga bisa seperti DM, menjejakkan kakinya yang nanti tidak mungil lagi di negeri atap dunia. aamiin!

  4. Orangnya duluan nyampe dibanding kartu posnya ya Da. Fatih, mudah2an bisa jalan2 ke Tibet seperti oom DM ya.

    • iya tuh kak…
      maklumlah, negeri tempat dia mengirim, jauh banget dari kweni, hehehe…

      terima kasih doanya kak…
      tapi, sebelum fatih yang pergi, kayaknya papanya pengen survey dulu deh ke sana, hahaha… :D

  5. Kartu pos nya jalan-jalan dulu ya? Jadi ingat saat pertama kali dikirim ke LN, saya kirim kartu pos ke anakku….dan lama setelah saya kembali ke rumah, kartu pos nya baru sampai…hahaha…..dan yang baca pertama kali juga saya sendiri.

    Hmm mudah2an mimpi Fatih mengunjungi negeri atap dunia, dapat tercapai.

    • Maaf ya, Bu, aku sungguh nggak bisa nahan ketawa baca cerita Ibu. Aku sontak spontan ngakak mengetahui: Ibu ngirim dari luar, lama setelah Ibu kembali ke rumah, kartu posnya baru sampai, dan yang pertama kali membaca pun Ibu. Hahaha! Tapi jadi kenangan yang geli ya, Bu :D

  6. *ngintip dulu tulisan di kartu pos dari DM*

    bener ya Uda, kebahagiaan itu letaknya tetap di hati. Fatih nanti kalau sampai ke sana, papanya diajak nggak ya? :D

  7. Aih, kartu posnya bagus..
    Aku ini termasuk ndeso, dulu aku sering bertanya kenapa di setiap tempat wisata selalu dijual kartu pos, dan beberapa waktu lalu baru tahu ternyata gunanya untuk itu, dikirim ke teman di tempat asal misalnya hehehe

  8. saya juga pengen banget ke Tibet, namun wish list yang lain harus dipatuhi dulu:

    Toraja
    Raja Ampat
    Keliling Pulau Ambon
    Makassar
    Kep. Derawan
    Sumba
    Komodo

    wuih banyak. hehehe. Eh iya lupa, salam kenal pak :D

  9. Uda yang baik, tadinya aku nyaris patah arang: post card itu tak bakal sampai ke alamat yang kumaksud. Sebulan! Bayangkan! Apa saja kerja petugas pos di sana. Haha!

    Tapi senang, akhirnya sampai juga. Meski aku telah kembali, tak apa. Tetapi rasa ketika aku menulis post card itu sembari membayangkan wajah Uda ketika menerimanya, sudah merupakan kebahagiaan tersendiri.

    Dan dibuat postingan secara khusus seperti ini, sungguh tak mengira sama sekali. Kartu pos itu bisa sampai saja, sudah cukup bagiku.

    Cerah hari-harimu bersama keluarga, Da :)

  10. Akhir-akhir ini aku juga dapat kartu pos dari kawan2 yang kebetulan ada di luar negeri.
    Kartu pos itu… walau lama sampainya tapi rasanya gimanaaaaa gituh ^_^
    Teknologi memang memudahkan kita berbagi cerita/keadaan akapan pun dan dimana pun (CO: FB n Twitter) tapi buat saya pribadi da, belum ada yang nandingin degup dada kalau terima kartu pos ;)

    *meluncur ke tempat mas DM*

  11. di duri kok blom nyampe ya? :P *emang dikirimin ya ri…GR aja!* hahahahaha…

    hebat mas DM jadi pengen backpacker kesana juga :D

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>