ayahanda


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

7 ayah tentang ayah #2

 

Dia masih sangat baru menjadi ayah. Jika dihitung dari hari ini, masih dalam bilangan hari ia resmi menjadi ayah. Putri sulungnya, baru saja lahir ke dunia ini pada tanggal 8 Juni 2011 yang lalu. Namun, meski lagi baru jadi ayah, pandangannya ke depan dan langkah apa yang akan dia ambil dalam membesarkan anaknya, sudahlah jelas tergambar dalam pikirannya.

Dia adalah Afdhaluddin Muhammad, seorang narablog asal Makassar, lahir di Papua, besar di Yogyakarta dan untuk sementara ini bertugas di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ribet ya..? Haha… :)  Tapi, langkah yang akan dia jalani terhadap anaknya yang bernama Queensha Afida Ammara Laudzi, tidaklah ribet. Sudah jelas apa yang akan dia lakukan. Dia sudah belajar banyak dari ayah tercintanya soal bagaimana membesarkan anak. Dan itulah yang ingin ia teladani.


Afdhal dan Queensha… (Surau Inyiak mendapat kehormatan mempublikasikan foto Queensha untuk pertama kalinya di jagat perbloggan, makasih Dhal :) )

Mari kita simak untaian kalimat dari si pemilik blog http://theafdhal.blogspot.com berikut ini…

=================================================

AYAHANDA
Oleh: Afdhaluddin Muhammad

 

Seorang bapak muda, sedang bermain dan menggendong anaknya…..melihat kebeningan mata anaknya, dalam buaian kursi santai, bapak muda itu bersenandung dan bercerita…

 

 

Anakku sayang, papa mau bercerita tentang seseorang yang bernama AYAH

Kenapa papa pengen cerita tentang AYAH, karena Papa punya satu cita-cita untuk AYAH, dan papa selalu berdoa agar kelak nanti ananda juga mempunyai cita-cita seperti papa ini…apa itu cita-cita papa buat AYAH, Nanti diakhir cerita ini ananda akan tahu apa cita-cita papa buat AYAH

 

AYAH itu mengajari papa apa itu arti kesehajaan, kesederhanaan, kesabaran dan keikhlasan. AYAH sampai saat ini setia dengan kumpulan kertas dan bulpen yang digunakannya untuk menulis, bukan karena AYAH pelit atau irit, tapi bagi AYAH menggunakan kertas dan bulpen itu lebih menarik. Bahkan AYAH sampai menolak untuk dibelikan komputer agar bisa menulis lebih nyaman, AYAH tetap memilih setia dengan kumpulan kertasnya..

Anakku sayang, AYAH juga sampai sekarang tidak mau menggunakan handphone, sekali lagi, bukan karena AYAH pelit, irit atau bahkan tidak mau belajar, bagi AYAH mempunyai telepon rumah saja sudah cukup untuk berkomunikasi.

Itulah AYAH, dengan segala kemajuan tekhnologi saat ini, AYAH masih menunjukkan kesederhanannya

Anakku sayang, papa selalu berdoa, agar kamu bisa melihat senyum AYAH, senyum khas yang selalu diberikan AYAH di setiap keadaan apapun, AYAH tidak pernah mengajari papa apa itu yang namanya ikhlas, tapi melihat senyum AYAH, papa tahu apa artinya ikhlas

Papa pengen sekali punya senyum seperti senyum AYAH, senyum keikhlasan, senyum kesabaran dalam menghadapi semua keadaan hidup.

Anakku sayang, kelak akan kuajarkan kepadamu bagaimana cara bersyukur, iyaa betul sayang, papa belajar bagaimana cara bersyukur dari AYAH.

AYAH yang berangkat dari sebuah desa kecil di Sulawesi Selatan, menuju kota besar Makassar untuk menuntut ilmu selalu bersyukur, dengan segala kekurangannya. AYAH mampu menyelesaikan pendidikannya. AYAH pernah bercerita kepada papa, saat itu AYAH rela menempuh perjalanan darat jauh dari kampungnya ke kota. AYAH ikhlas puasa agar bisa menyambung hidup. AYAH juga harus rela masak sendiri dengan bekal bahan baku sendiri yang dibawa dari kampung. Dan akhirnya AYAH juga harus ikhlas meninggalkan kota Makassar untuk menuju sebuah kota di ujung timur negeri ini untuk berbakti kepada bangsa dan negara. Dan semua itu dijalani AYAH dengan rasa syukur.

AYAH itu sangat berani dan sangat jujur anakku, bukan berani dalam melakukan hal-hal yang negatif tentunya. AYAH sangat berani mengatakan kebenaran. AYAH pernah cerita, demi nama baik pribadi dan nama baik keluarga, AYAH harus menolak perintah atasannya untuk berbuat curang, walaupun dengan konsekuensi hubungan AYAH dengan Pimpinannya menjadi renggang. AYAH juga sangat jujur, jujur mengatakan apa adanya, walaupun itu kadang berseberangan dengan keputusan keluarga.

Anakku sayang, yang namanya AYAH itu sangat dermawan. AYAH paling tidak bisa melihat keluarganya menderita. Jika ada kelebihan rezeki, AYAH selalu adil untuk berbagi dengan keluarganya. Oh iya, papa ingat, AYAH waktu tugas di Jogja mempunyai langganan Panti Asuhan. AYAH pernah bercerita sama papa, waktu di Jogja kebetulan AYAH mendapat amanah untuk menduduki jabatan bagus, tapi jabatan ini banyak resikonya, AYAH sering mendapat pemberian-pemberian yang tidak seharusnya, dan kadang tidak dapat ditolak langsung oleh AYAH. Pemberian-pemberian tersebut tidak akan diambil dan dibawa pulang kerumah. Sebelum pulang kerumah, AYAH selalu membawa pemberian-pemberian tersebut ke Panti Asuhan langganan AYAH.

Anakku sayang, bercerita tentang AYAH tidak akan ada habis-habisnya….

 

Anakku…, hobby papa adalah bermain bola, sepertinya hobby itu menurun dari AYAH. Setiap bermain bola, seakan-akan ada bayangan AYAH dihadapan papa. AYAH selalu mendukung hobby papa ini, dari memberikan uang untuk membeli sepatu bola, sampai-sampai setiap papa pulang main bola, AYAH selalu menanyakan bagaimana hasilnya. Tidak hanya bermain Bola, papa juga sangat menikmati waktu berdua dengan AYAH saat menonton bola, dari saling membangunkan saat menonton siaran langsung sepakbola dinihari, sampai duduk bareng berbicara tentang kehebatan seorang Christian Ronaldo, Lionel Messi,  yang ujung-ujungnya AYAH kembali bercerita tentang jaman kejayaan AYAH waktu muda saat bermain bola.

Ngomongin tentang sepakbola, papa merindukan melihat foto-foto hitam putih milik AYAH saat bermain bola.

Anakku sayang, berkat AYAH juga papa menjadi seorang yang pemberani, berkat AYAH juga papa telah diberi kesempatan untuk berkeliling dan melihat beberapa kota di negara kita yang sangat indah ini. Semua ini bermula saat papa masih kelas 2 SMP Di-Kota Jayapura Papua sana, AYAH sudah berani memberangkatkan papa sendiri ke Kota Jogja untuk menuntut ilmu. Dari sini papa menjadi seseorang yang berani, berani melihat dunia lain diusia yang masih remaja tanpa didampingi orang tua, dan saat papa sudah mulai mandiri dan bekerja, papa menjadi seseorang yang berani ditempatkan di wilayah yang jauh dari orang tua dan saudara.. Jangan khawatir sayang, nanti akan papa ceritakan keindahan negeri kita tercinta ini juga..

Anakku sayang, papa berdoa dan berharap, ananda masih bisa mendengar suara indahnya AYAH, tapi bukan waktu AYAH nyanyi lho nak, Insya Allah nanti kalau ketemu AYAH, pasti ananda akan digendong AYAH dan dengarkanlah suara indah AYAH dari lantunan ayat-ayat suci Al Qurán. Menurut papa, suara AYAH saat mengaji, sangat indah

Anakku sayang, Papa sangat rindu dengan AYAH, papa rasanya ingin memeluk AYAH seperti saat ini papa memelukmu.


Afdhal dan ayahanda tercinta

Cita-Cita papa buat AYAH adalah, papa ingin menjadi bagian dari diri AYAH saat masuk Surga nanti, Papa Ingin membuat AYAH Masuk Surga, itu saja cita-cita papa


Anakku sayang, AYAH ini adalah bapaknya papa, atau Kakek Kamu

Ananda harus bangga karena menjadi bagian dari keturunan KAKEK dan mempunyai Kakek seperti AYAH

Anakku sayang, kelak jika kau sudah besar dan dewasa, tolong wujudkan cita-cita papa, seperti saat ini papa berusaha mewujudkan cita-cita AYAH…Bantu Papa masuk surga dengan Doa’mu ya Nak, karena Doa anak yang Shaleh-Shaleha dapat menebus dosa-dosa orang tuanya dan dapat mengirimkan orang tuanya masuk surga.

Dan itu yang papa lakukan saat ini, papa selalu mendoakan AYAH, memintakan Ampun dari ALLAH SWT akan kesalahan, kekhilafan AYAH

 

Dan untuk saat ini, papa berjanji kepadamu nak, papa akan merawat, mendidik dan membesarkanmu seperti cara AYAH merawat, mendidik serta membesarkan papa dengan Cara Kesederhanaan, Kesehajaan, Kesabaran, kerjakeras serta senyuman yang papa dapat dari AYAH

 

Anakku sayang, saatnya kita istirahat, nanti papa akan bercerita yang banyak lagi tentang AYAH

=================================================

Nah, bagi para ayah dan calon ayah, tidak usahlah berpayah-payah mencari inspirasi soal membesarkan anak. Cukup pelajari dari ayah kita sendiri. Segala kebaikan yang beliau lakukan, tirulah, dan segala kesalahan yang pernah beliau buat, jadikan teladan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Mudah bukan? :)

.

Tulisan ketigabelas dari acara “Baralek Gadang”, klik di sini untuk melihat daftar tulisan dalam acara ini


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

37 comments on “ayahanda

  1. Cita-cita yang luar biasa, Afdhal …
    “menjadi bagian dari ayah di syurga”
    Belum pernah aku mendengar orang memiliki cita-cita seperti ini.

    Selamat atas kelahiran Queensha ya … semoga benar-benar menjadi Queen atau ratu di hati orang tua, keluarga besar, sahabat, masyarakat, dan tentu yang paling penting, di mata Allah SWT. Amiin …

  2. Dal …
    Ini sebuah cita-cita yang sederhana sekali …
    Namun sesungguhnya … maknanya tidak sesederhana itu …

    Tulisan ini ditulis sarat dengan muatan kecintaan …
    Kecintaan Seseorang pada Ayahnya …
    Kecintaan Seseorang pada Anaknya …

    Very Nice Dal …
    Semoga Your Princess sehat-sehat selalu …
    Demikian juga dengan Aida, permaisurimu …
    Juga keluarga besarmu …

    Salam dan Doa saya selalu

  3. Ops, sebelumnya saya ucapkan “selamat” karena telah resmi menjadi seorang ayah yang sebenarnya.

    Untaian tulisan ini menunjukkan, betapa ingatan kuat akan sosok ayah telah terpatri kuat untuk kemudian balik diterapkan. Barangkali akan ada ditemui beberapa perbedaan. Namun yang pasti prinsip-prinsip dasarnya bisa dikatakan sama.

    Sekali lagi buat Bung Afdhal, selamat!

  4. Selamat datang ke dunia buat Queensha,
    semoga bisa menunaikan cita2 papamu, membantunya masuk surga, jadi putri sholehah ya sayang

    bang Afdhal, terharu saya mengetahui cita2mu yang hanya satu itu tapi sungguh sangat bermakna, semoga terkabul cita2mu untuk ayah dan ananda, aamiin

  5. Afdhal… Selamat ya untuk kelahiran putrinya…
    Anak adalah investasi kita dimasa depan… salah satu pemegang kunci surga kita, sekiranya kita mampu membentuk mereka menjadi anak yang sholeh/solehah, yang senantiasa mendoakan orang tuanya..

    Tapi kita juga adalah investasi orang tua kita, maka selayaknyalah kitapun ikut memberikan tiket surga yang telah dititipkan orangtua kita…melalui doa anak yang sholeh…

    Begitulah, Bro…

  6. salam kenal dulu dengan Bang Afdhal

    bunda ingin mengucapkan selamat atas kelahiran Queensha, semoga selalu sehat dan tercapai cita2 seorang ayah pd dirimu Queensha.

    Cita2 yang kelihatannya sederhana, namun maknanya sangat dalam, krn semua anak juga orang tua, ingin sekali kelak bisa berkumpul kembali di kerajaan NYA di surga sana seperti sekarang di dunia .
    Semoga Allah swt selalu memudahkan kita semua utk menjadi anak2 yang sholeh – sholehah ,amin
    salam

  7. Salam persahabatan blog dulu sama ayah baru, Afdhal,
    sebuah cerita tentang meresapi rasa cinta seorang Ayah dan menularkannya kepada Queensha, sungguh seorang Ayah yang sudah sangat siap membimbing generasi-generasi barunya.

  8. Daeng…Selamat menikmati menjadi seorang papa untuk putrinya yang cantik, aku panggil queen aja ya ;)

    Ohya salam hormat buat Ayah ya…sungguh dia sudah mendidik anak yang sangat baik dan manis sepertimu…Semoga doamu dikabulkan Daeng ;)

  9. Afdhal, selamat atas kelahiran putrinya.
    Saya yakin, Afdhal akan menjadi seorang ayah yang baik….

    Betapa sederhana contoh dari ayah nya Afdhal, namun artinya sangat besar, untuk mendewasakan putranya. Betapa beruntungnya Afdhal mempunyai ayah seperti beliau.

  10. well, Queensha, tante sudah sering membaca tulisan papamu tentang ayahnya. Dan tante tahu bahwa papa sangat bangga pada ayah dan ibunya, dan bahwa papa bisa menjadi papa seperti sekarang ini karena mereka berdua. Dan lihatlah doa papa, engkau bisa melihat cintanya pada Allah dan kedua orang tuanya, bukan?
    Semoga Queensha bisa bertambah besar dan bisa menceritakan kembali cerita ttg papa kepada teman-teman dan keturunanmu ya…
    Selamat datang di dunia (dan selamat datang di dunia blog, karena tante yakin, kemunculan perdana kamu di surau Inyiak akan berlanjut di bognya papa)

    EM

    • Makasihhh Tante Jepang…
      Mudah2an nanti queensha bisa ketemu ama tantenya yg dari jepang yah…
      trus nanti kalo queensha sudah gede, papanya pasti nyuruh queensha baca pesan dari tante jepang ini :)

  11. Assalamualaikum Uda…

    Terima kasih atas undangannya untuk berpartisipasi di Baralek Gadang ini…sebuah kehormatan
    Baralek Gadang ini juga datang bersamaan dengan detik2 kelahiran Queensha dan tentunya bersamaan dengan “moment” blog’ku yg sudah lama kosong :P

    once again..
    Makasih Uda
    Wassalam, Jazakumullah Khoiron Katsiran

    • Wa’alaikumussalam, Dhal..

      Aku juga sangat berterima kasih atas kesediaanmu berpartisipasi dalam acara ini. Ini adalah sebuah sejarah yang akan tercatat dengan tinta emas di hati kita masing-masing, kan? :)

      Sekali lagi, terima kasih ya
      Salamku untuk Aida dan Queensha

  12. Afdhal…. sekali lagi selamat ya atas kelahiran Queensha..
    Membaca curahan hatimu tentang ayah selalu menyentuh… Aku yakin, kelak kamu pun akan meniru cara-cara ayahmu dalam membesarkan Queensha…

  13. salam kenal daeng Afdhal (kita sama-sama orang Makassar nih).

    InsyaAllah, setiap kata yang pernah terucap dan setiap laku yang pernah ayahanda torehkan di jejak ingatan kita sejak dalam buaian hingga dewasa, akan membekas dan menjadikan pedoman hidup kita kelak ketika telah dianugerahi keistimewaan menjadi pemegang amanah (anak).
    selamat karena telah mendapat kepercayaan dariNya memegang amanah indah itu.

    salam

  14. Wah, keren banget ceritamu kepada sang putri, Daeng. Terbayang hebatnya ayahanda dan betapa beruntung dirimu masih memiliki dan bisa belajar dari beliau. Mudah-mudahan Queensha akan dapat berkenalan dan menimba teladan dari kakeknya kelak. Amiiin.

  15. Hei, you’re rock, Bro! Tulisanmu menggunakan pola bertutur ini tampak asyik. Dan, yeah, kau punya langkah jauh lebih di depan. Salut tanpa syarat! :)

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>