ayahku (bukan) pembohong

Dam sangat membenci ayahnya sendiri. Bukan karena sang ayah tidak bertanggungjawab. Malah sebaliknya. Sang ayah, selalu ada untuknya, kapanpun ia butuhkan, selalu memberinya motivasi ketika ia jatuh, dan selalu menyemangatinya ketika ia lemah. Lantas, kenapa ia membenci ayahnya?

Karena dongeng..

Ya… Dam membenci ayahnya karena dongeng-dongeng yang diceritakan sang ayah selama ini kepadanya. Sang ayah terlalu hebat dalam bercerita. Saking hebatnya, cerita itu terasa nyata. Bahkan, dalam setiap cerita itu, sang ayah selalu menjadikan dirinya sebagai tokohnya. Salah satunya adalah sang ayah mengaku kenal dengan kapten sebuah tim sepakbola ternama yang disukai Dam.

Cerita-cerita sang ayah sangat menginspirasi Dam. Diapun tumbuh bersama cerita itu. Tidak sedikit inspirasi dari cerita itu yang mempengaruhi hidupnya. Bahkan, pekerjaan yang ia lakoni pun banyak terpengaruh dari cerita-cerita inspiratif ayahnya tersebut.

Kalau begitu, mengapa ia membenci ayahnya?

Seiring bertambahnya usia, Dam mulai meragukan keaslian cerita ayahnya, terutama keterlibatan sang ayah dalam cerita itu. Jikalau hanya sekedar dongeng fiksi, tak jadi soal. Tapi, sang ayah seringkali melibatkan dirinya sebagai tokoh dalam cerita itu. Bagi Dam yang sudah mulai dewasa, mustahil rasanya sang ayah benar-benar menjadi tokohnya. Termasuk keraguannya akan pengakuan sang ayah soal perkenalannya dengan kapten tim sepakbola kesayangan Dam.

Dam terus hidup dalam keraguan akan keaslian cerita-cerita ayahnya yang membuatnya membenci sang ayah. Kebenciannya semakin bertambah karena sang ayahpun menularkan cerita-cerita itu kepada anak-anak Dam, cucu sang ayah. Hingga akhirnya, sebuah kejadian hebat menimpa mereka. Kejadian yang mampu membuka mata Dam bahwa ayahnya tidak pernah bohong kepadanya. Semua cerita itu adalah asli, bukan karangan semata.

Tapi sayang, kebenaran itu baru terkuak ketika sang ayah sudah berada di haribaan Sang Khaliq, untuk selamanya….

Betapa menyesalnya Dam…

==============================================

 

Cerita di atas, versi lengkapnya dapat anda temukan dalam novel terbaru karya Tere-Liye berjudul “Ayahku (bukan) Pembohong, terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Novel setebal 299 halaman ini sangat layak untuk dibaca. Kemampuan Tere-Liye meramu cerita sangat luar biasa. Imajinasinya tidak sekedar imajinasi, tapi juga diikuti dengan data yang lengkap.

Penasaran dengan buku tersebut? Tidak usah khawatir. Aku akan hadiahkan 3 (tiga) novel itu untuk sahabat semua.

Ya… novel ini akan menambah hadiah dalam acara Baralek Gadang di surauku ini. Sebelumnya aku sudah siapkan 5 (lima) buku “Dear Papa jilid 6” dan 3 (tiga) buku “Semiliar Cinta Untuk Ayah” persembahan Pakde Cholik untuk TOP KOMENTATOR atas 18 tulisan sahabat blogger yang sudah terbit di acaraku tersebut. Sehingga, total keseluruhan hadiah adalah 11 (sebelas) buku. So, ada angka cantik di sini; 11-7-11 (sebelas blogger bicara ayah + tujuh ayah tentang ayah + sebelas top komentator), dan semuanya itu menuju tanggal 11 Juli 2011… Tsah!

Ok, bagi sahabat yang ketinggalan tulisan-tulisan dalam acaraku tersebut, berikut daftar lengkapnya:

11 Blogger Bicara Ayah

1. Serupa Tapi Tak Sama, oleh Puak (1 Juni 2011)
2. Aku Ingin Jadi Ayah, oleh Imoe (3 Juni 2011)
3. Syarat Menjadi Ayah Yang Baik, oleh Imelda (6 Juni 2011)
4. My Quiet Guardian, oleh Broneo (7 Juni 2011)
5. Tuntutan Pelukan, oleh Yessy Muchtar (8 Juni 2011)
6. Lelaki Yang Pandai Bernyanyi, oleh Lala Purwono (10 Juni 2011)
7. Pak, Aku Ingin Bernyanyi, oleh Daniel Mahendra (13 Juni 2011)
8. Susahnya Punya Papa Seorang Pelaut, oleh Ria (14 Juni 2011)
9. Ayahku, Guruku, oleh Hery Azwan (15 Juni 2011)
10. Sang Pembelajar, oleh Tutinonka (16 Juni 2011)
11. Krimping Luar Biasa, oleh Hemma Yulfi (17 Juni 2011)

7 Ayah Tentang Ayah

1. Back To School, oleh Om Nh (20 Juni 2011)
2. Ayahanda, oleh Afdhal (21 Juni 2011)
3. Ayahku Terabaikan (?), oleh Anderson Zubir (22 Juni 2011)
4. Catatan Kecil Bersama Papa, oleh Zulmasri (23 Juni 2011)
5. Tak Cukup Hanya Menjadi Ayah Biologis, oleh Sawali Tuhusetya (24 Juni 2011)
6. Baca, baca dan baca, oleh Hendra Grandis (27 Juni 2011)
7. Patokan, oleh Donny Verdian (28 Juni 2011)

So, tunggu apa lagi… Mari nikmati kedelapanbelas tulisan inspiratif dari sahabat-sahabat blogger kita di atas ya… :)

45 comments on “ayahku (bukan) pembohong

  1. novel itu, sudah punya. hadiah dari Pakdhe Cholik juga. sudah berkali-kali saya baca, tiap itu juga selalu nangis apalagi pas bagian trakhir ketika pesepakbola idolanya itu berjalan mendekat ke arahnya Dam bersama sang pamannya si Kapten. air mata saya pasti tumpah…

    yang semiliar cinta untuk ayah juga sudah punya, lagi2 hadiah dari Pakdhe Cholik. isinya juga bagus dan mengharukan.

    berarti klo saya dapat rezeki disini, tinggal yang satu aja tuh yang belum punya, hihi

    salam hangat ^_^

    • Hmmm… berarti tinggal “Dear Papa” yang belum punya yang Mbak? Semoga berjodoh dengan buku itu ya, hehe… :)

  2. Aku akan dapat buku semiliar dari Pakdhe karena lolos ASKAT, tapi dua yang lain aku belum punya loh ;) (harap dicatat ya Uda hahaha)

    Tapi daripada buku, aku lebih ingin mendapatkan kenangan persahabatan yang bersumber dari sebuah keluarga di desa Kweni. Kenangan saja sudah cukup ;)

    EM
    Ikkyu_san recently posted..Kota Tua Bersama Teman LamaMy Profile

    • Tentu nechan… kenangan persahabatan kita takkan terwakili oleh hadiah apapun… Semoga segera datang masa untuk kita kembali berkumpul seperti dulu itu ya.. :)

  3. wah menarik tuh Uda…
    bisa kebayang betapa menyesalnya Dam.. :(

    Sepertinya menjadi seorang ayah adalah suatu hal yang sangat membanggakan dan membahagiakan ya Uda.. liat acara Baralek Gadang.. semua-mua ttg ayah..
    anna recently posted..Paduan Suara Ibu-ibuMy Profile

    • Tema keayahaan memang sengaja saya pilihkan untuk acara Baralek Gadang ini, Mb Anna. Sebab, bulan Juni merupakan bulan di mana diperingati Hari Ayah Internasional..

      Menjadi ayah bukan hanya membanggakan dan membahagiakan, tapi juga sebuah anugerah yang maha dahsyat… :)

  4. bagus bukunya, jadi sedih kalo inget bapak saya kerja buat biayain kebutuhan 3 anaknya.. kesempatan menang buku di blog ini buat saya kecil ya, saya cari di toko buku aja ah hehehe
    Reza Fauzi recently posted..Cerita 29 Juni 2011My Profile

    • Ah… semua punya kesempatan untuk menang kok..
      Jangan pesimis dulu sebelum mencoba…
      Masih ada waktu…
      Ayo, kamu pasti bisa…. hahaha… :D

  5. sebuah novel yang akan membuat mata berkaca-kaca sepertinya Da,
    Cerita Ayah takkan pernah habis menginspirasi anak-anaknya,
    Banyak yang ketinggalan saya ceritanya nih Da, di intip satu-satu lagi deh (emak-emak ngeblog curi2 waktu) :)
    ysalma recently posted..Anak dan BioskopMy Profile

    • Salah satu pencurian yang tidak melanggar hukum adalah mencuri waktu, hahaha… :D
      Santai aja mbak, kalau ada kesempatan saja dibacanya ya..

  6. Jujur Uda …
    Duluuuu … Saya kira … Tere Liye itu wanita …
    (terpengaruh oleh Tere penyanyi mungkin)

    Namun ketika mendapatkan hadiah tali asih dari Pak De … saya baru tau bahwa nyatater Tere Liye itu laki-laki …

    Dan sepertinya … membaca resensi Uda ini … buku tersebut layak untuk dibaca

    Salam saya Uda
    nh18 recently posted..BRUSHMy Profile

  7. Kirain tadi itu cerita sendiri, dan sempat heran kenapa anaknya benci dengan ayah hanya karena cerita. Ternyata isi sebuah novel. Sangat menarik pastinya membaca novel tersebut.

  8. aku baru mampir kemari nih uda…
    wow.. sekarang aku baru mau ke Pesta Buku Jakarta 2011 nih.. pasti ada tuh buku itu disana. tapi aku ga tau beli atau engga, coz barangkali ada buku yg lebih menarik aku.. :D
    dhila13 recently posted..Kura-Kura Pun Bisa TerbangMy Profile

  9. uda…percaya atau enggak, aku pernah nonton film yang ceritanya hampir serupa judul filmnya “Big Fish” cerita tentang seorang Ayah yang suka menceritakan dongeng kepada anak2 bahkan sampai cucu2nya dan orang2 yang dia kenal…nonton deh bagus!

    • Emang si Titik punya buku..? :p

      Ayo berdoa yang lebih khusyuk lagi, Dhal…
      Siapa tahu doamu mujarab… eh mustajab :)

  10. Tere Liye? Mm…sejak baca karya beliau yang berjudul : Bidadari-bidadari Surga, Moga Bunda Disayang Allah dan Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, mantap saya katakan bahwa beliau ini salah satu pengarang favorit saya setelah Kang Abik dan Andrea Hirata. Saat ini masih ada ebook Hafalan Sholat Delisa yang belum sempat dibaca dan buku Ayahku ( bukan ) Pembohong bila Uda berkenan mengirimkan ke alamat saya. Hehehhe….

    Sempat jalan-jalan ke toko buku, banyak juga nemu buku-buku Tere Liye, seperti Pukat dan apa ya….lupa, tapi salah satunya ya yang Udah bahas di sini. Semoga, entah bagaimana cara dan jalannya, semoga bisa baca buku yang saya percaya bagus ini. Amin.

    Sukses untuk baralek gadangnya, juga usulan untuk dibukukan sepertinya layak dipertimbangkan Uda, setidaknya dalam format ebook.
    Abi Sabila recently posted..Indera KeenamMy Profile

  11. seperti om NH, ku kira juga Tere itu yang penyanyi, jadi aja males lirik bukunya, kirain penyanyi yang numpang beken jadi penulis hehehe *iri mode on*

    tapi sekarang jadi merasa wajib mencari dan membeli buku ini …. thanks ya Uda *buka situs tokobuku online hehehe*
    niQue recently posted..Pagerank 3?My Profile

  12. Tere liye?? wah baru denger
    Bagus ya Uda?

    *stater kendaraan ke gr***dia terdekat – 155 km aja kok*

    wah setelah diberi gong yg “patokan” ternyata masih ada hidangan pencuci mulut jg acara baralek gadang ini.. Mantap nian Uda…
    *ngarepin dapat bungkusan utk dibawa pulang juga*

    dasar kemaruk heheeheheheh

    salam
    BroNeo recently posted..Masih dalam PelukanMy Profile

  13. Pingback: SURAU INYIAK » Blog Archive » ayahku, pintu surgaku

  14. aku penggemar berat tereliye..
    aku punya semua koleksi bukunya…
    semuanya keren keren banget… inyiak,,,,
    yang aku suka dari tere adalah
    kesederhanannya,,dan komitmenya untuk mengajarkan kita mencintai alam…
    dia selalu menulis tentang anak,,anak,,
    mencintai alam,, menghormati orang tua..dan cinta yang gak menyek..menyek tentang perasaan…
    yang paling keren lagi adalah…
    waktu itu aku pernah complain soal tulisanya..
    dan dia welcome..dan bilang “kok kamu teliti banget ya liat kesalahan saya..”
    hebat kan gak semua penulis mau menerima kritik… :)

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


8 + = 15

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge