ayahku, pintu surgaku


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Alhamdulillah… akhirnya hari ini pun tiba. Puncak acara Baralek Gadang, sempena hari jadi blog ini, pun terwujud. Puji syukur kehadirat Sang Maha Segala atas karunia-Nya yang luar biasa ini. Sungguh, beraktifitas di jagat maya, telah memberikan warna yang dahsyat bagi hidupku.

Terima kasih yang tak terhingga kuhaturkan kepada 18 sahabat blogger yang telah bersedia ikut menyemarakkan acara ini. Mereka sudah kuhubungi sejak bulan April yang lalu. Mereka sengaja kuminta untuk menyumbangkan tulisan agar dapat kumuat di sini. Aku tahu, betapa sibuknya mereka. Tapi, demi persahabatan, mereka rela meluangkan waktu untuk menuliskan seperti yang kuminta. Dan seperti yang sudah kita semua baca, tak satupun tulisan mereka itu yang biasa-biasa saja, semuanya luar biasa. Ah… tak tahu lagi bagaimana aku harus mengekspresikan kebanggaanku mengenal mereka semua. Ini adalah anugerah terindah dalam hidupku.

Dari kedelapanbelas tulisan tersebut, banyak pembelajaran yang dapat kita petik. Betapa sesungguhnya peran ayah sangat luar biasa dalam hidup kita. Paradigma yang terbangun selama ini bahwa peran ayah hanya semata  “the hunter” atau mesin pencari uang, mestilah dipatahkan. Tulisan-tulisan dari sahabat-sahabat kita tersebut menguatkan asumsi ini. Ayah, di samping sebagai pemberi nafkah, ia juga sebagai pelindung keluarga dan penentu karakter anak-anaknya. Maka, tak syak lagi, peran ayah sangatlah penting dalam kehidupan seorang anak.

Selama ini barangkali kita hanya kenal dan hapal dengan kalimat metafora “Surga Di telapak Kaki Ibu“, sebuah kalimat yang menggambarkan betapa besarnya peran ibu dalam kehidupan kita. Tak satupun kita yang menolak itu. Sungguh, itu adalah sebuah kebenaran yang mutlak adanya.

Tapi, tahukah kita, bahwa sebenarnya ada sebuah kalimat metafora lainnya yang sangat penting namun jarang atau bahkan tidak pernah kita dengar. Kalimat yang berasal dari Nabi Muhammad SAW, yang dalam Islam disebut sebagai hadis nabi, yang berbunyi: “Ayah adalah Pintu Surga“.

Kaget……?

Ya, itu jugalah yang kurasakan ketika pertama kali menemukan hadis tersebut, beberapa tahun yang lalu. Lama aku terdiam di depan kitab yang kubuka. Ada gemuruh di dadaku ketika itu. Berjuta pertanyaan berkecamuk di otakku; mengapa kalimat itu baru kuketahui sekarang?

Ah, tak perlulah kusalahkan siapa-siapa. Menurutku, itu semua karena kekurangseriusanku dalam menggali dan mempelajari khazanah keilmuan tinggalan para ulama dan kaum cerdik pandai dahulu. Maka, sejak saat itu, aku bertekad untuk mempelajari lebih dalam tentang konsep keayahan dari berbagai aspek, terutama dari aspek keislaman.

Semakin kupelajari, semakin kuketahui bahwa persoalan keayahan adalah persoalan yang sangat serius dan perlu mendapat perhatian dari seluruh kalangan. Sebab, “surga” yang ada di telapak kaki ibu, takkan bisa diraih oleh seorang anak, jika “pintunya” tidak membuka diri.

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini aku ingin sampaikan bahwa kedelapanbelas tulisan yang sudah tampil dalam acara Baralek Gadang di surauku ini ditambah dengan beberapa tulisanku, insya Allah akan kuterbitkan dalam sebuah buku berjudul: AYAHKU, PINTU SURGAKU. Sebenarnya aku berharap agar buku itu bisa hadir di hari ini, namun karena beberapa alasan teknis, maka mengalami penundaan beberapa waktu. Mohon doanya agar bisa segera terealisir ya… :)


Ayahku, Pintu Surgaku

Sebagaimana janjiku, bahwa aku akan memilih 11 (sebelas) sahabat blogger sebagai TOP KOMENTATOR dalam acara Baralek Gadang ini, maka akan segera kuumumkan… Tapi… eits… jangan sekarang ya, besok Rabu, 13 Juli 2011 saja… Sabar ya… ;)

Ok sahabat semua… Terima kasih yang tak terhingga kuhaturkan atas persahabatan indah kita ini. Semoga silaturrahmi kita senantiasa dapat terjalin, kapanpun dan di manapun… :)


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

33 comments on “ayahku, pintu surgaku

  1. 4:44 waktu Tokyo

    Aku ingin ucapkan selamat untuk acara Baralek Gadang yang ditutup tapi sebetulnya dimulai hari ini. Pesta besar yang mengingatkan kita akan AYAH, sungguh sangat menyejukkan jiwa. Semoga kita selalu mengingat peran ayah kita di setiap langkah hidup kita.

    Aku ingin ucapkan selamat ulang tahun untuk Uda Vizon, sahabatku, dan guruku dalam pengetahuan mengenai keislaman. Satu-satunya orang yang bisa aku tanyakan dan diskusikan masalah agama Islam, tanpa aku merasa takut atau sungkan. Beberapa kali Uda menjelaskan soal agama yang bukan agamaku, dengan begitu lugas, tanpa ada kesombongan bahwa agamanyalah yang benar. Begitu moderat tapi tetap pada keyakinannya. Ah, aku ingin Uda tetap seperti itu, seperti seorang ahli agama yang Uda ceritakan padaku, yang begitu memahami agama-agama dan menyediakan tempat sembahyang bagi mereka yang beragama lain. Aku masih ingat cerita itu.

    Aku senang bisa mengenal Uda sekeluarga lewat blog, dalam persiapan acara bocah Kweni, dan terus berhubungan sampai sekarang. Dari jauh aku melihat sepak terjang Uda, Mbak Icha dan the fantastic Four dalam kehidupannya sehari-hari. Bahkan yang terakhir waktu mengantar Afif memulai hidup berasrama di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Semuanya bisa menjadi panutan keluarga-keluarga muda lainnya. Semoga cita-cita Uda sekeluarga tercapai. Terutama yang tercantum dalam wishlist, nomor 1 yaitu naik haji. Dan yang ke 2, pergi ke Jepang. Suatu hari kelak kita akan berfoto bersama di kaki gunung Fuji. Semoga.

    4:56

    Imelda

    • aku suka sekali dengan comment mbak imel disini…terutama bagian ini :
      “begitu memahami agama-agama dan menyediakan tempat sembahyang bagi mereka yang beragama lain”

      semoga apa yg uda cita-citakan no.1 dan no.2 segera terkabul. Ohya untuk yang No.2 aku diajak ya :D

      • Aduhhh aku jadi terharu sekali membaca tulisan uda, sekaligus komentar mbak imel, menyentuh dan sungguh tak tega, kalau pesta ini akan segera berakhir…

        Happy B Day Uda….semoga selalu di limpahkan berkah oleh Tuhan

  2. Subhanallah,
    jika bukan karena membaca tulisan Uda, maka saya mungkin takkan pernah tahu bahwa Ayah adalah pintu surga. Para ayah selama ini seolah-olah tidak dihargai sebagaimana para anak menghargai ibundanya. Seolah-olah tetapi bukan seperti itu kenyataannya, hanya saja kami (saya) kurang pandai mengekspresikan rasa tentang sosok ayah, padahal ketiadaan ayah jelas membuat hidup seorang anak tidak seimbang.

    Terima kasih, Uda, telah menyampaikan satu ayat pada saya, dan selamanya akan bersemayam lekat dalam sanubari, apalagi ayah-bapaku di rumah sudah sepuh. Semoga kami anak-anaknya diberi waktu lebih lama untuk mengasihi beliau, aamiin!

  3. Ungkapan yang pas uda Vizon, ayah adalah pintu surga. Saya merasakan sekali hal itu, didik, dibimbing, dan diajar dengan sikap, perbuatan, dan perkataan. Meskipun frekuensi dan waktu kebersamaan aku dan ayah (papa) tidaklah lama.

    Selamat buat uda Vizon. Selamat ultah bersama surau rancaknyo. Terima kasih atas segala perhatian dan persahabatan yang telah uda tambatkan. Walau belum pernah basuo, tetap terasa dakek di hati.

    Terima kasih juga dengan hadis nabi, yang berbunyi: “Ayah adalah Pintu Surga“.Jujur, saya baru ketahui sekarang. Meskipun merasakannya sejak lama.

    Melihat wajah ayah uda, ah jadi rindu dengan papa sendiri. Rindu dengan tatap mata nan teduh. Rindu dengan suasana keakraban. Rindu semua.

    Terima kasih sekali lagi uda, postingan edisi spesial “ayah” dari para blogger yang benar-benar luar biasa

  4. Pingback: Catatan Blog Seorang Sahabat « RANG PASISIA

  5. Alhamdulillah. Saya sempatkan menulis 15 menit di blog saya usai membaca tulisan ini da Vizon. Bagaimanapun, tulisan ini bagus dan membuat saya tersentuh.

    Terima kasih.

  6. Uda, aku merasa tercerahkan dengan hadits temuanmu itu.. Indah nian! Selama ini kita ‘tersilap’ pada ungkapan “Surga di bawah telapak kaki ibu” saja… tapi Puji Tuhan, pagi ini aku tercerahkan dengan hadits itu.

    Selamat ulang tahun dan selamat atas terselenggaranya Baralek Gadang. Sungguh aku tak sabar menanti satu tulisanku dibukukan olehmu!

    Sekali lagi, selamat! Salam dari selatanmu…

  7. Wah… selamat, uda…! itu buku yang sangat menggugah, dan menuntun…! Ibu menempati posisi yang sangat mulia,tak tergantikan, dan kebanggaan bagi seorang perempuan –yang sayangnya, tidak semua perempuan bisa menjadi ibu…

    Namun, ayah juga menempati posisi yang luar biasa… Judul yang antum buat, sangat mengena: Ayahku Pintu Surgaku…!

    Dalam hadits, Nabi Saw. bersabda, “Doa seorang ayah bagi anaknya adalah seperti doa nabi bagi umatnya…”

    Syukran, Uda…!

  8. Uda………….Selamat bertambah Tahun…
    semoga apa yang dicita-citakan dimudahkan oleh Allah SWT, dilapangkan dalam ibadah dan Ilmunya…semoga selalu menjadi orang yang tetap dapat merangkul keluarga bahkan kami semua teman-teman uda di Dunia maya ;)

    All the best uda….

  9. Amboi….
    Liat header blognya menarik sekali Uda,, sangat menarik..
    Ohya selamat untuk acara Beralek Gadangnya, hihi.. :D

    Salam hangat..

  10. mengenai baralek gadang …
    tidak bisa dipungkiri … bahwa kita semua bersemangat mendukung perhelatan Baralek Gadang … ini mengindikasikan bahwa kita semua cinta Uda Vizon dan Suraunya …

    mengenai haditz
    Terus terang … mungkin sama dengan yang lainnya … Kata-kata tersebut baru pertama kali saya dengar juga … sepertinya saya perlu waktu untuk memaknai kata-kata tersebut dengan lebih baik

    Last but not least …
    Selamat Ulang Tahun Uda …
    Semoga selalu sehat dan berbahagia selalu

    Salam dan Doa saya Selalu …

  11. Uda, selamat ulang tahun.
    Semoga tetap bisa istiqomah di jalan yang uda pilih, tetap humble dan menyenangkan, tetap membupa pintu persahabatan untuk siapapun, dan tetap menjaga tali silaturahmi yang telah kita jalin selama ini.

    Selamat ya, uda :)

  12. Selamat ulang tahun ya, da..
    (Pengulangan dari ucapan di facebook, semoga berkat buat uda juga berulang ulang ;)

    Pokoknya setelah acara baralek gadang ini, pengetahuanku tentang keberadaan dan kehadiran seorang ayah semakin bertambah dengan pengalaman yang berbeda-beda di dalamnya.

    Dan, bagaimanapun.. ayah dan ibu tetap menjadi penuntun menuju surga bagi anak-anaknya. Sebaik mungkin. :)

  13. Alhamdulillah berkunjung ke acara Baralek Gadang yang diadakan uda… Eno jadi mendapat ilmu baru… smoga kita smua bisa memberikan tauladan u/para generasi yang akan datang, seperti para ayah2 super yang telah memberikan suri tauladannya pada kita semua…

    TEtap smangat uda… dlam menggali dan menyebarkan ilmu kebaikan u/ kami semua ^^

  14. Selamat Milad uda :) semoga sisa usianya berkah.

    Ah aku ndak akan mungkin menang, bahkan masuk nominasinya enggak deh hahaha *nasib fakir bandwith*
    Congrats ya uda acaranya rame

    *dikirim dgn susah payah dr tombol querty yg kecil2* #meringis

  15. Saya balik lagi …
    hanya ingin berkata …

    Saya suka Lay Out Blog Uda yang baru ini …

    Cantik dan Rapi Punya …

    Salam saya Uda

  16. Ah…desain blognya luar biasa… Benar-benar mengena dengan pemilihan nama Surau Inyiak..

    Selamat ulang tahun Uda… Kekuatan kata-kata dalam blog uda, kesantunan bertutur, keterbukaan wawasan… itulah beberapa hal menurutku yang membuat ‘surau’ ini senantiasa ramai..

    Ohya…miris juga ya, Da, ternyata banyak “para pemegang kunci pintu surga” ngga tau dengan perannya tersebut, walaupun mungkin secara fitrah udah menjalankannya…

  17. Uda Vizon,

    Ada tiga hal:
    1. Selamat ulang tahun, semoga sehat selalu, sukses, dan berlimpah rahmat. Oh ya, semoga tambah manfaat juga. Happy anniversary juga untuk surau-nya. Sungguh saya belajar banyak di surau ini. Smoga surau ini terus memancarkan cahayanya

    2. Hadis yang Uda ungkapan, jujur baru pertama aku dengar, dan sungguh merupakan pengakuan besar bagi peran ayah. Peran ayah dan ibu sungguh tak ternilai. Hmmm rupanya ini yg menjadi pendorong Uda utk gigih dan konsisten mengumandangkan peran ayah.

    3. Baralek gadang ini sungguh luar biasa Uda. Penampilan teman-teman semua sangat inspiratif. Luar biasa, Uda dapat menggerakkan teman-teman untuk dapat berbagi kisah-kisah inspiratif mengenai peran ayah.

    Oh ya nambah satu lagi: terima kasih atas persahatan yang indah… semoga dapat terus terjalin

    Salam,

  18. saya juga baru tahu tentang hadist “Ayahku, pintu surgaku”, jadi kita harus menghormati Ayah dan ibu kita karena bisa diartikan bahwa untuk bisa masuk kesurga berarti kita harus bisa membuka pintu surganya, seperti kata uda Vizon…
    selamat milad uda, sukses untuk Baralek Gadangnya…

  19. Banyak tulisan Uda yang membuat tambahan pengetahuan baru buatku….
    Dan betapa menyenangkan ide Uda ini…sama-sama tulisan tentang “Ayah” tapi betapa banyak perbedaannya, dilihat dari sudut pandang masing-masing, walau intinya sama, masing-masing penulis sangat mengagumi ayahnya.

    Selamat Ulang Tahun, Uda…semoga berbahagia selalu bersama keluarga.
    Salam untuk Uni dan anak-anak.

  20. Alhamdulillah, turut bahagia bahwasannya baralek gadang bisa berlangsung dengan lancar dan sukses, meskipun mohon maaf apabila saya tidak bisa mengikutinya secara keseluruhan. Selamat untuk kesuksesan ini Uda, juga selamat milad, barokallohu, amin. Bukan sisa umur yang harus dirisaukan, tapi untuk apa dan bagaimana yang tersisa itu akan digunakan, itu lebih penting untuk dipikirkan dan dipersiapkan.

    Mengenai hadist ” Ayah adalah pintu syurga “, jujur saya juga baru mengetahuinya di sini. Benar yang Uda bilang, semua ini sangat mungkin karena ketidak seriusan saya dalam mempelajari agama ini. Terima kasih atas ilmu ini, semoga saya juga bisa memaknai bahwa sebagai seorang ayah sekaligus juga anak, agar saya bisa memasuki pintu syurga seorang ayah, maka sudah seharusnyalah aku berusaha menjadi pintu itu untuk anak-anakku, bukan pintu yang akan menjerumuskan keturunanku pada kesengsaraan dunia, apalagi akhirat.

    Terakhir, selamat untuk keberhasilan merubah tampilan Surau Inyiak yang benar-benar segar dan semakin ringan mengaksesnya. Secara keseluruhan, selamat untuk Uda Vizon atas pencapaian ini. Alhamdulillah.

  21. Sukses mas acaranya.
    Ibu, walau ada anak yang kadang secara bercanda menyebutkannya sebagai “monster” namun tetap merupakan tempat untuk menengadahkan tangan minta angpao, tempat bersandar ketika hati galau dan kepadanya kita minta doanya.

    Sementara ayah,selain sebagai banker juga sebagai bunker tempat perlindungan kedua bagi kita.

    Oleh karenanya, sudah selayaknya kita menghormati, berbakti dan senantiasa mendoakan ayah dan ibu kita.

    Salam hangat dari Surabaya

  22. Uda, blognya makin keren aja :D Love it, love it, love it!

    Btw, harusnya aku masuk dalam top komentator nih *ngarep*, tapi karena 2 minggu terakhir di bulan Juni mesti bed rest karena sakit dan tak sempat berkunjung kesini, maka top komentator kuserahkan dengan ikhlas rela ke hadapan Sahabat2 yang lebih pantes :D *menghiburdiri*

    Sukses untuk baraleknya, Uda. Saya denger Uda lagi Ultah ya.. Met Ultah ya, Uda. Sukses selalu buat Uda!

  23. selamat milad uda..
    semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu dilimpahkanNya buat uda dan keluarga..
    menantikan terbitnya buku ayahku pintu surgaku..

  24. saya kehabisan kata2 nihh tentang orang tua,,hanya satu yang bisa saya ucapkan: berilah pintu surga buat ayah dan ibu kelak suatu hari kita bisa bertemu,,salam kenal

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>