los lambuang


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Kalau ke Bukittinggi, tidak lengkap jika tidak berkunjung ke Los Lambuang. Yakni sebuah kompleks wisata kuliner yang terletak di Pasar Lereng, kira-kira 200 meter dari Jam Gadang. Pasar Lereng adalah pasar yang terletak antara Pasar Atas dan Pasar Bawah. Dinamakan lereng, karena posisinya di penurunan antara kedua pasar tersebut. Lereng dalam bahasa Minang berarti turun.

Di Los Lambuang ini kita akan menemukan puluhan warung (lapau) yang menjajakan masakan khas dari Kapau yang dikenal dengan sebutan Nasi Kapau. Kapau adalah nama sebuah nagari di Kecataman Tilatangkamang, Kab. Agam, Sumatera Barat. Jaraknya sekitar 5 km dari Kota Bukittinggi. Menu Nasi Kapau berbeda dengan menu makanan di rumah makan Padang kebanyakan. Racikan bumbunya lebih rumit dibanding masakan Padang lainnya.


Gulai tambunsu alias usus sapi yang diisi telur, menu khas Nasi Kapau :)

Kalau kita berada di lapau tersebut, dijamin selera makan akan terusik dan takkan mau menunggu berlama-lama untuk segera menyantap hidangan di situ. Maka, bagi yang tengah diet, disarankan untuk tidak berkunjung ke area tersebut. Bisa dipastikan program dietnya akan berantakan, haha..

Selasa, 19 Juli 2011 kemarin, aku mampir sebentar di kota ini. Aku bermaksud menuju Duri dari Curup. Karena perjalanan Curup-Duri hanya bisa ditempuh jalur darat, dan itu lumayan jauh, maka aku putuskan untuk beristirahat sejenak di Bukittinggi dan Payakumbuh, hitung-hitung memenuhi kerinduan akan kampung halaman. Dan yang paling ingin kulakukan di Bukittinggi adalah memenuhi lambung di los lambuang ini.

Rasanya tidak lengkap jika berwisata kuliner jika tak sekalian bersua dengan sahabat-sahabat yang bermukim di Bukittinggi. Pikiranku langsung tertuju pada seorang narablog yang sudah sangat lama ingin kutemui. Sesungguhnya kami sudah beberapa kali ingin bertemu, tapi selalu saja gagal. Alasan orang tersebut, karena acaraku selalu padat setiap kali ke Bukittinggi, sehingga sulit untuk mencocokkan jadwal pertemuan. Hedeh… sebuah usaha yang bagus untuk memutarbalikkan fakta, hahaha…

Siapakah orang itu? Siapa lagi kalau bukan si bundo nakjadimande, si bundo dentist kata Om Nh.

Maka, pada pagi hari kemarin, aku kirim sebuah pesan singkat ke ponsel beliau. Isinya bukan menanyakan bisa atau tidak bertemu, tapi sedikit paksaan untuk bisa datang. Kira-kira begini isinya: “Bundo, nanti jam 10 saya tunggu di Los Lambuang ya”. Sebuah ajakan tanpa basa-basi itu ternyata membuahkan hasil. Sebuah balasan pun datang: “Baiklah, kita jumpa di depan Jam Gadang pukul 11 ya, kalau jam 10 bundo belum bisa keluar puskesmas, nanti ditangkap Satpol PP”. Hahaha… ampun deh, Satpol PP jadi penghalang ternyata… :D

Dan, akhirnya pertemuan itupun terjadi. Karena tujuan utamanya adalah makan, maka tanpa menunggu lama, kamipun menuju Los Lambuang tersebut. Di sana kami masuk ke lapau Ni Er, yang merupakan langganan si Bundo. Di lapau tersebut, aneka masakan tersaji di hadapan kita dalam panci besar-besar. Disusun bertingkat dengan si penjual berada di atas. Dari singgasananya tersebut, si penjual dengan senjata “sanduak” panjang terbuat dari bambu, mengambilkan aneka makanan sesuai pesanan kita.


Di lapau Ni Er… 

Makan di sini, kita hanya diberi nasi sedikit, tapi lauknya memenuhi piring. Kata Bundo, kalau biasanya kita makan nasi dicabein, kalau di sini, cabe dinasiin…


Penampakan di piring… Nasinya nyaris tak terlihat.. :D

Selesai memenuhi lambung kami dengan sajian Nasi Kapau tersebut, kamipun bergerak menuju Jam Gadang lagi. Tentulah pertemuan singkat itu harus ditutup dengan bernarsis ria di depan Jam Gadang kebanggan masyarakat Bukittinggi.


Eh.. kok kompakan sama Jam Gadang, putih-putih… :D

Sayang sekali, waktuku tidak banyak, sehingga pertemuan itu benar-benar singkat dan hanya diisi dengan makan. Aku harus melanjutkan lagi perjalanan ke kota Payakumbuh untuk kemudian lanjut lagi ke Duri. Sehingga tidak banyak yang bisa kami obrolkan.

Bundo… Terima kasih atas pertemuan singkat kemarin ya. Maafkan, tidak bisa bercakap-cakap banyak. Insya Allah suatu saat akan banyak waktu kita untuk bisa lebih leluasa bertukar pikiran. Sekali lagi, terima kasih atas traktirannya ya, hahaha…


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

27 comments on “los lambuang

  1. Tindakan yang tepat Uda!
    MAKAN! Ngobrolnya bisa lewat blog, FB, Twitter atau media lain. Kalau makan tidak bisa lewat internet hahaha.
    NGILER! tapi sama dengan HP aku juga sedang diet hihihi

    EM

  2. ..
    Uda Vizon sudah minta ijin belum nampilin foto Bundo, ntar kena marah lagi lho.. ^^
    ..
    ya’ ampuun jadi makan2-nya jam 11, padahal subuh2 sudah update status mau sarapan nasi kapau…hihihi..
    ..
    aih… semoga aja suatu saat bisa menjelajahi ranah minang..
    ..

    • gpp lah Ta.. kapan lagi foto bundo bareng shahrukh khan mejeng disini **bukankah dulu Ata yg menang nebak shahrukh khan ini..? wkwkkk

      kudu sabar nunggu jam 11, gara2 satpol pp itu.. beneran ta, bundo takut ditangkep gara2 kluyuran makan nasi kapau di jam dinas. :P

  3. Uda, aku sempat juga merasakan nikmatnya nasi kapau ini, tapi tidak dimakan ditempat, dibungkus saja, krn waktu itu bulan puasa.

    Wah nasinya banyak banget waktu itu, dimakan berdua saja masih cukup. Benar Uda… rasanya mak nyus sangat

    jadi ngiler nih :)

    salam,

  4. Saya gemetar ngeliat foto2 makanannya….. gemetar kangen ingin pulang melahap nasi padang!

    Gulai usus nya itu lho yang terutama… argghhhhhhhhhhhhhhhhhh

  5. huaaaaaaaaa…yang sedang diet gak boleh kesana :D
    sayang waktu aku ke bukit tinggi itu aku gak nemu langganan bundo ini, jadi masakannya kurang menurutku hiks…

    @bundo : nanti kalo ria ke bukittinggi lagi ajak aku makan disana ya ;)

    • ayoooo, mana yang janji mo ke Bukik lagi itu..? klo Ria punya waktu agak panjang, ntar bundo ajakin ke pantai paling indah sedunia. ditunggu..!

  6. Gulai tambunsunya, rasanya gimana yah??? gede banget, hihih
    trus cabe dinasiin, hihi bener2 unik kuliner disana yah.
    tapi saya pasti suka, suka yang pedes2 sih.

    pengen juga foto di depan jam gadang, moga suatu saat.

    salam hangat

  7. Alhamdulillah, meski singkat tapi pertemuan itu terlaksana juga. Kapan ya, mata ini bisa melihat, tangan ini bisa berjabat langsung dengan Uda? Semoga, satu saat nanti. Amin, insya Allah.

    Saya penasaran dengan Gulai Tambunsu, tapi kalau liat bentuknya kok rada-rada gimana gitu.

    Saat bergaya di depan Jam Gadang, siapa yang njepret, Da? Siapapun dia, yang jelas beliau ini cukup profesional.Backgroundnya nyaris terambil sempurna.

    • yang motret namanya Ian, adiknya inyiak.. wajahnya mirip banget, tapi tentu saja masih muda dan langsing.. jauhlah dibanding inyiak. :D

      • Hahaha …. Sakh Rukh Khan dulu juga langsing lho, Bundo.
        Eh, kayaknya sih beliau ini merasa lebih mirip Teuku Ryan :D
        Seneng sekali bisa lihat foto Bundo di sini …

        • ahai mbaakk, teuku ryan.. qiqiqi.
          kita serahkan sama uni Icha deh, shakhrukh khan atau teuku ryan..?

  8. Waduh …
    Makan Cabe di nasiin …
    hahahhaa …

    Kalau saya tak bisa …
    Saya tetap nasi lebih banyak … lauknya secuil …
    kebiasaan waktu kos-kosan dulu …
    (kalau perlu makan nasi cuma minta kuah gulainya doang …)(itu maknyus punya … syukur-syukur kalau dikasih gratis lalapan)(halah)

    Dan kebiasaan ini kebawa ampe sekarang …

    Salam saya Uda

    This is the beauty of Blogging …
    Akhirnya ketemu juga dengan Bundo Dentist …

    • Om, ada cerita latar yang tak terungkap.. bahwa sepagian itu aku ngobrol sama uni Icha. Aku minta tolong sama uni, agar bisa mengusahakan agar Inyiak bisa bertemu aku siang itu. Jangan sampe kejadian spt dua kali kedatangan sebelumnya, gagal kopdar gara2 padatnya jadwal beliau. :roll:

      Jadi unilah yang mensponsori pertemuan inih. :P

  9. haihhhhh haihhhhhh
    itu nasi kapau ni ernya…
    gulai tambumsunya…
    tahu gak inyiakkk
    aku kalau makan disana..
    bisa dua piring makannya..
    apalagi kalau bungkus dan dibawa pulang

    ehmmmmm lamaknyoooooooooooooooo,,,,,
    gak ada yang ngalahin enaknya makan nasi kapau ni ER,, :D :D :D
    apalagi kalau makannya ama emak ku yang cantik itu.. :D

  10. hmm, itu foto ni Er lagi manyanduak.. kapan motretnya ya..? **jangan2 si Inyiak balik lagi wat beli bungkus bawa pulang..? qiqiqi :P

    Nyiak, suka deh sama theme yang baru ini.. ada rumputnya, jadi inget LJ.. :roll:

  11. pernah liat tayangan di tv tentang nasi kapau ini,
    kalau gak salah lebaran tahun lalu dan,
    hmmm… bener-bener bikin penasaran :)

  12. Wahh kayaknya enak banget ya…sayang pas ke Bukittinggi saya kok cuma jalan-jalan belanja di pasar Atas-Bawah…maklum yang dipikir oleh-olehnya dulu.

  13. Uda, saya belum sempat makan nasi kapau ini waktu ke Bukittinggi dulu. Kayaknya harus kembali ke Bkt lagi nih …

    Oh ya, di Yogya ada juga rumah makan nasi kapau di Jl. Magelang, rasanya sama nggak dengan yang di Bkt?

  14. Inyiaaak…..nasi kapau Ni Er ini lah tempat aku makan dgn bundo dentist dan putri Usagi waktu ke bukik :)
    alah sudah tu lapeh salero Inyiak di los Ni Er yo ? :D
    salam

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>