the bellezza


Warning: Illegal string offset 'single_featured_image' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 69

Pesan singkat dari Nechan Imelda tentang rencana pertemuan beliau dengan Imoe di Jakarta pada 13 Agustus 2011 cukup menarik perhatianku. Rasanya ingin ikut dalam pertemuan itu. Karena, beberapa hari sebelumnya aku mendapat kiriman note di facebook dari Yoga tentang rencana Imoe mendirikan Sawung Baca Anak di desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara Propinsi Sumatera Barat. Aku sangat tertarik dengan rencana ini, dan ingin mendengar lebih detail dari Imoe.

Sayangnya, aku tidak ada rencana khusus ke Jakarta di tanggal segitu. Tapi, aku ingat kalau sebenarnya aku ada janji bertemu seorang kawan di Jakarta. Hanya, tanggalnya tidak pas. Namun, tidak ada salahnya jika kucoba untuk menegosiasikan jadwal-jadwal tersebut.

Kawan yang akan kutemui di Jakarta tersebut ternyata bersedia menggeser tanggal pertemuan kami ke tanggal 13 Agustus 2011. Ahai.. dengan demikian, aku bisa pastikan ikut dalam pertemuan bersama Nechan Imelda dan Imoe. Dan aku semakin bersemangat, setelah nechan memastikan bahwa yang juga akan hadir adalah Catra, Koelit Ketjil (KK) dan Daniel Mahendra (DM).

Singkat cerita, aku pun akhirnya sampai di lokasi kopdar setelah dijemput oleh DM. Menurut nechan Imelda, yang bakal ikut kali ini adalah cowok semua dan dari luar Jakarta, maka beliau berikhtiar untuk memilih Bellezza Suite Hotel di kawasan Pertama Hijau untuk bertemu sekaligus tempat menginap bagi kami. Ah.. luar biasa kakak Jepang-ku ini, selalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna dan memberikan yang terbaik buat sahabat-sahabatnya.

Sesampai di Bellezza, kulihat ada Imoe beserta dua orang adik asuh yang dibawanya dari Padang. Imoe ada acara di Bogor beberapa hari sebelumnya. Juga ada Catra dan KK yang datang dengan kakaknya. Dan.. dua bocah kecil yang jadi pusat perhatian, siapa lagi kalau bukan Riku dan Kai. Tingkah kedua anak ini mampu membuat suasana semakin ramai dan seru; Riku yang suka mengenakan pakaian dewasa dan Kai yang tidak henti-hentinya dikerjai sama KK dan DM. Huh… mereka berdua beraninya sama anak kecil… :)

Imoe pun bercerita tentang rencananya mendirikan Sawung Baca Anak tersebut. Desa Tungkal Selatan adalah salah satu dari desa yang terkena dampak gempa bumi yang terjadi pada 2009 lalu. Yang melatari gerakan ini adalah bahwa anak-anak di desa tersebut nyaris tidak memiliki ruang untuk bermain atau memperkaya wawasan mereka selain pergi ke ladang dan sawah. Dari obrolan Imoe bersama beberapa penduduk, diperolehlah gagasan ini, dan ternyata sambutan mereka sangat baik.

Berikut aku kutipkan salah satu paragraf dari note yang disampaikan Yoga tersebut:

Progam Sawung Baca Anak memiliki semangat sebagai media yang menjadi implementasi pemenuhan hak anak berbasiskan masyarakat. Konsepnya adalah mendirikan suatu ruang yang dapat diakses oleh anak-anak dan orang dewasa di sekitar Sawung Baca tersebut. Didalamnya akan disediakan fasilitas bacaan anak dan peralatan yang menunjang kegiatan berlatih ketrampilan sederhana yang rencananya akan diadakan setiap bulan.

Selengkapnya, sila baca note dari Yoga di Facebook [klik di sini]. Semoga ada dari antara sahabat blogger yang bisa urun rembug tentang program ini.

Tak terasa, waktu berbuka puasa pun tiba. Nechan Imelda sangat pandai membaca suasana. Karena peserta kopdar didominasi oleh Urang Minang, maka menunya sangatlah Minang. Setelah menyelesaikan takjil dan shalat Maghrib, sajian awal yang kami sikat adalah sate padang, yakni sate Mak Syukur yang dibelinya di Pasaraya Blok-M. Di sini terjadi sebuah keseruan. Sate tersebut diletakkan dalam satu piring, dan kami berdiri mengelilinginya. Dengan nyaris saling berebutan, dalam waktu singkat, lima bungkus sate habis tanpa bersisa. Antara lapar dan doyan sudah tidak jelas lagi bedanya. Suasananya benar-benar riuh dan menyenangkan.

Kesenangan itu semakin bertambah dengan datangnya kiriman dari Nique berupa Jong Labar. Sayang, Nique masih belum ingin bertemu muka dengan kami. Anyway, terima kasih buat Nique atas persembahannya malam itu.


Menyerbu sate Mak Syukur… Lamak banaaaa… :D

Setelah beristirahat sejenak, sajian utama pun diketengahkan. Sebungkus nasi padang plus beberapa macam lauk di hadapan, siap untuk disantap. Dengan duduk melingkar di lantai tanpa alas, acara makan itu semakin seru. Apalagi salah satu lauk yang dahsyat tersedia di hadapan kami. Apa itu? Tidak lain tidak bukan, dialah “jariang” alias jengkol, hahaha…


Makan “basamo”, mantaaaapp… :)

Namun, keseruan itupun harus berakhir. Karena sudah malam, nechan Imelda mesti pulang. Ternyata, Imoe dan rombongan pun pamit, diikuti Catra dan disusul pula oleh KK dan Mas Adit, kakaknya. Tinggallah aku dan DM. Ternyata Riku enggan pulang. Jadilah kami bertiga menginap malam itu.

Dengan semua blogger yang hadir malam itu, hanya dengan Catra yang pertama kali aku bertemu dengannya. Benar kata Nechan, seberapa kali pun pertemuan itu dilakukan, namun rasanya tak pernah berubah. Selalu ada keseruan, keriuhan dan kebahagiaan yang tertinggal di sanubari ini. Alhamdulillah, aku bersyukur atas anugerah ini. Semoga silaturrahim ini terus berlanjut sampai kapan pun.

Salutku yang luar biasa buat nechan Imelda. Aku sangat terharu melihat beliau begitu antusias menjamu dan menyediakan hidangan berbuka puasa untuk kami. Ah… persaudaraan ini sungguh manis rasanya… Terima kasih nechan, kakak Jepang-ku… :)


Formasi lengkap peserta kopdar

 

ps. foto-foto seluruhnya kuambil dari facebook nechan Imelda


Warning: Illegal string offset 'author_box' in /home/hardiviz/public_html/wp-content/themes/confidence/content-single.php on line 93

14 comments on “the bellezza

  1. tumben Kai engga bikin gaya sendiri :D
    udah takluk ‘kah dia malam itu? hihihi

    saya sih ngalah sma Nyonya Rumah, biar dia aja yang jadi primadona hahahaha … *ngeles kayak bajaj dah*

    *ngacir cepat2 sebelum ditanyin macem2 hihihihi*

  2. Inyiaaaak….. asik banget buka puasa rame gituh,pastinya ini babuko basamo yg paling indah ya Nyiak :)
    selalu suka membaca tulisan ttg kopdar , yg selalu punya cerita indah sendiri2 :)
    salam

  3. Hmmm menyenangkan..
    Satu yang kuamati dari kopdar bersama Imel, tak sekadar kopdar ya… selalu ada bumbu ‘humanity’ dan ‘sosial’

    Semoga Tuhan selalu menyertai perjalanan hidupnya dan hidup kita semua!

  4. Hiahahahaa …

    Om DM tetap nunduk …
    tumben malu-malu …
    jangan-jangan ini karena virus Jong Labar dari Nique itu …

    Hahaha

    Salam saya Uda

    And … Yes Indeed This is the beauty of blogging

  5. Jong Labar alaias LAPEk (Minang, enak bgt tuh…sayang yang mebawanya gak meninggalkan jejak Hihihih. Aku di antar mbak imel sampai blok M malam itu, sempat juga ngobrol dan lewat depan rumahnya. Pas waktu mau pisah, berat juga rasanya menjabat tangan mbak imel hik hik hik.

    Sambil berbiski beliau menyebutkan…”sampai ketemu tahun depan ya…” Aminnnnnnnnnn

    • klo ada taon depan, saya ikutan deh, bagian masak2nya aja, biar mba Imel ga usah ndadak belanja hiihih

      eh seru kali ya klo kopdarnya model kamping gitu hahaha

  6. kopdar selalu punya cerita ya inyiak…
    dunia blogger jembatan yang tercipta untuk menemukan banyak saudara-saudara baru..(^_^)

    kepengin makan lapeknya…
    sate mak syukur yang enak yang asli padang :D

  7. wah rupanya sudah ditayangkan acara kopdarnya ya…
    saya ketinggalan kereta lagi hehehe.
    Senang sekali bisa bertemu Uda lagi di Jakarta. Terima kasih untuk kedatangannya.
    Belleza itu aku pilih krn ada ruang tamunya, dan dekat rumah.
    semoga tahun-tahun ke depan aku sudha punya rumah sendiri di Jakarta hehehehe, sehingga bisa menjamu di rumah sendiri, dan masak sendiri.

    EM

  8. Kali ini gaya jempol ya…
    Beberapa hari sebelum acara, saat ketemu di Ganci, EM tanya apa saya ada acara Sabtu malam? Sayangnya saya mesti ke Bandung ikut manasik ke-3 (walau masih belum tahu apa bisa berangkat tahun ini….doakan ya Uda)…..

    Senang ya Uda, ketemu teman-teman, mengobrol bersama…saya kira, selain EM, semua menginap di Belleza.

  9. Onde, Sate Mak syukur samo Lapek,
    Primadona rumah memang memahami selera tamunya,
    kopdar dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa ya Da.

  10. Pingback: Twilight Express » Blog Archive » Makanan Terlezat Sedunia

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawab dulu ya pertanyaan di bawah ini sebelum kirim komentar, biar tidak dianggap spam.. :) *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>